Bagaimana kalau tubuh laki-laki seorang pembunuh bayaran berakhir di tubuh perempuan yang tidak ia kenal. Bagaimana kisahnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erika Ponpon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10
Pagi hari Hazel tidak sengaja mendengar obrolan para karyawannya saat Hazel melangkahkan kaki nya ke arah lift.
“Istrinya pak Raga cantik juga ya, baru kali ini gue lihat istrinya pak Raga”.
“Iya tadi gue lihat tuh istrinya pak Raga, dan kalau gak salah namanya Elora ya nyonya Elora”.
“Dia lebih muda dari pak Raga ya sekitar 6 tahunan lah, tapi cocok sih, apalagi nyonya Elora yang punya perusahaan ini”
“Lo dapat berita darimana? Emang nyonya Elora anaknya bu Sarah?”
“Gue denger dari group kalau nyonya Elora yang punya perusahaan berarti dia emang anaknya bu Sarah dong”
“Tapi kok gak ada mirip-miripnya ya”
“Kan bisa jadi mirip sama mendiang suaminya”
Hazel mencibir para karyawan yang suka menggosip.
“Jadi Elora ada di sini dan Raga memperkenalkan Elora sebagai istrinya dan yang punya perusahaan ini, pembohong handal, gimana reaksi mereka kalau gue pemilik yang sebenarnya dan istri sahnya Raga apa gak langsung pada stroke tuh” gumam Hazel.
“Eh kok gue sih, kan gue Kaisar bukan Hazel, tapi gue lagi di tubuh Hazel ya.. uh.. jadi kangen sama tubuh gue, gak enak banget terjebak di tubuh wanita setiap bulannya harus mengalami datang bulan mana kalau duduk gak sebebas dulu kalau wanita kan harus anggunly gak boleh mentang-mentang apalagi kalau makan gak boleh satu kakinya tingkring di atas, emang enak jadi laki-laki dah” lanjutnya.
Hazel terkejut melihat Radit datang secara tiba-tiba udah kayak jurig aja tuh Radit untung nama kebun binatang gak keluar.
“Aish… kamu bisa gak kalau datang kasih aba-aba kek, untung jantung gue gak pindah ke usus” ucap Hazel
Radit bingung dia harus ngasih aba-aba seperti apa padahal tadi dia tidak bermaksud untuk mengagetkan Hazel, Hazel saja yang sedang bengong.
“M-maaf nona” cicit Radit.
“Hm dimaafkan ada apa?” kembali mode datar.
“Ada orang yang ingin meminta anda untuk bertemu” ucap Radit sambil berjalan di samping Hazel menuju ruangannya.
“Siapa?”
Ceklek!
Hazel masuk kedalam ruangan dan duduk di kursinya, Radit berdiri di depan meja.
“Athan Mikaelson dari MN Group’s”
‘Kok itu nama kayak gak asing ya? Dimana gue denger tuh nama’ gumam Hazel dalam hati.
“Dia siapa?”tanya Hazel
Radit langsung membuka layar ipad dan membacakan identitas Athan Mikaelson.
“Athan Mikaelson adalah presdir dari MN Group’s dan dulu tuan Athan satu kampus dengan nona Hazel dan juga berteman dengan tuan Kavian”.
‘Ah, jadi dia satu kampus dengan Hazel apa jangan-jangan dia yang dimaksud oleh Kavian? Wih dia dendam gak sama Hazel secara dia di tolak sama Hazel, Hazel beg0 malah pilih laki-laki brengsek kek bokong 🐷’batin Hazel.
“Dimana dia minta ketemunya?”tanya Hazel.
“Di restoran hotel bintang tujuh”
“Jam?”
“Siang jam 12”
“Baiklah, oh ya apa Elora ada di ruangan Raga?” Hazel hanya ingin sekedar tahu saja.
“Iya nona, nona Elora sedang ada di ruangan pak Raga dan katanya tidak ingin di ganggu”.
“Apa yang sedang mereka lakukan di ruangannya sampai tidak boleh ada yang mengganggunya, apa jangan-jangan mereka sedang bercocok tanam” ucap lirih Hazel.
“Kalau begitu kamu bisa pergi”
“Baik nona”
Setelah Radit pergi Hazel sedang memikirkan cara untuk menemukan tubuhnya ada dimana.
“Gue harus pergi ke kota S untuk mencari tubuh gue dan mencari siapa yang udah bunuh gue”
“Ya gue harus pesan tiket pesawat sekarang juga, minggu depan gue kosongkan jadwal agar bisa pergi ke kota S”
Lalu Hazel memencet tombol pesan di layar ponsel, dan menonton rekaman cctv tersembunyi di berbagai sudut mansion yang ia pasang.
“Bitch tetap bitch gatel amat jadi cewek, butuh garukan kok laki orang mana suami sepupunya sendiri lagi” ucapnya sambil menonton rekaman video senonoh Elora dengan Raga.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di ruangan Raga…
Elora keluar dari kamar pribadi Raga yang ada di ruangannya, Elora keluar dalam keadaan setengah naked hanya memakai kemeja Raga tanpa celana dan rambut acak-acakan.
Elora berjalan ke arah meja Raga.
“Sayang” ucap manja Elora memeluk Raga dari belakang.
Grep!
Raga sedang duduk sambil menandatangani sebuah dokumen tersentak oleh pelukan Elora dan menciumi lehernya.
“Kamu sudah bangun hm?”balas Raga.
“Aku lapar sayang” ucap Elora.
Raga langsung menarik tangan Elora untuk duduk di pangkuannya dan menciumi bibir Elora.
Cup!
“Kamu mandi dulu ya nanti kita makan,dan nanti aku suruh Bram untuk mengantarkan baju untukmu”. Kata Raga.
Elora mengalungkan tangannya ke leher
Raga,”Jangan Bram sayang”.
“Terus siapa hm?”.
Cup!
Elora mengecup bibir Raga.”Katanya Hazel kerja disini coba kamu suruh dia untuk mengantarkan baju untuk ku dan membelikan makan siang”.
“Tapi sayang dia kan bukan asisten ku sayang kenapa gak Bram saja”.
Elora kesal dengan Raga kenapa dia jadi membela Hazel sekarang.
“Ck, kok kamu sekarang membela dia Ga, apa jangan-jangan kamu udah mulai suka Hazel iya? Aku mau nya Hazel sayang bukan Bram lagian dia juga karyawan mu kan dia kerja disini dan kamu bosnya masak kamu gak mau memerintah Hazel”.
“I-iya sayang nanti aku akan bilang ke Hazel, kamu mandi dulu ya?”. Daripada berantem Raga lebih baik mengalah.
Cup!
“Oke sayang aku mandi dulu ya” ucap Elora sambil memberikan kecupan mesra di bibir Raga.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hazel keluar dari ruangannya ia sudah ada janji dengan Athan. Saat kakinya melangkah Raga memanggil namanya. Terpaksa Hazel menghentikkan langkahnya dan membalikkan badannya.
“Hazel”
“Ada apa?” Ketus dan dingin Hazel.
“Bisa minta tolong tidak, tolong belikan baju untuk Elora dan makan siang untuk kami berdua kamu pakai kartu gue aja”.
Hazel mendelik bisa-bisanya dia di suruh untuk membelikan baju selir nya dan makanan untuk mereka berdua? Emangnya gue babu hah!
“Asisten lo kemana? Mati? Atau tenggelam? Lo pikir gue babu lo hm? Lo bisa suruh OB kalau asisten lo gak ada, gue sibuk, bye!”balas Hazel dengan nada sewot ia langsung pergi tanpa menunggu jawaban dari Raga, bodo amat!
Raga menatap kesal kepergian Hazel,”Aaaargghh…sejak kapan dia berubah”.
Terpaksa Raga meminta OB untuk membelikan baju dan makanan.
udah ngerbut raga dari Hazel eh tapi malah bagus dong baj•ngan sama lacu•r sama sama cocok jadi satu
manuk diobral nang cangkeme wong wedok gak nggenah..
eh apa msh aktif jd pembunuh bayaran Thor?
koq gak pernah liat aksinya lagi..?