NovelToon NovelToon
Dilema Selingkuhan

Dilema Selingkuhan

Status: tamat
Genre:Model / Selingkuh / Cinta pada Pandangan Pertama / Pelakor / Dijodohkan Orang Tua / CEO / Tamat
Popularitas:127.8k
Nilai: 5
Nama Author: viaviana97

Pandangan pertama seorang Aditya Pratama dengan model cantik bernama Kimberly Edelina Agatha membawa Aditya ke dalam perasaan yang tak dapat dijelaskan. Ketertarikan, obsesi ingin memiliki, atau mungkin jatuh cinta yang sesungguhnya. Pesona Kimberly membuat Aditya tak mampu melepaskan pandangan darinya. Hingga akhirnya, Kimberly luluh oleh karisma, segala perhatian, dan sikap manis Aditya padanya.

Kimberly harus menerima kenyataan getir setelah hatinya telanjur terpaut. Mengetahui Aditya ternyata pria beristri dan beranak satu, Kimberly mulai dilema.

Akankah Kimberly memilih bertahan dengan statusnya sebagai selingkuhan alias orang ketiga? Siapa yang jadi prioritas Aditya dalam hidupnya? Bisakah Aditya menolak pesona sang selingkuhan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon viaviana97, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ruangan Kantor Penuh Hasrat

“Jangankan sebentar, lama pun gapapa, Sayang.” Aditya beranjak dari kursinya langsung menghampiri sang kekasih. Satu kecupan langsung mendarat di pipi kiri Kimy.

“Mas, kangen, deh,” sahut Kimy saat Aditya beralih menatapnya intens.

“I miss you too, Kim. Kamu ke sini sendiri?”

“Ya. Aku bawa mobil.”

“Tau kantor mas dari mana?”

“Em, dari sini, dong.” Kimy menunjukkan kartu nama Aditya yang masih disimpannya. Aditya sendiri yang memberikan pada Kimy dulu di saat awal perkenalan mereka.

“O, astaga, mas sampe lupa. Dulu mas yang kasih ke kamu, ya. Ternyata kamu masih simpen.”

“Hm, ya. Dan aku pengin banget kejutin Mas dengan dateng tiba-tiba tanpa bilang dulu sama Mas. Makanya aku langsung ke sini, hihi.”

“Mas terkejut, sih. Kamu tiba-tiba bisa sampe kantor mas. Tapi, mas pun seneng karena dikunjungi sama kesayangan mas. Kamu habis kelar pemotretan?”

“Aku pemotretan dari pagi, Mas. Udah selesai lebih awal tadi. Terus aku pulang dulu ke apartemen, pengin masak buat Mas, nih. Mas belum makan siang, kan? Atau, apa aku terlambat?” ujar Kimy sembari menunjukkan kotak bekal yang sedari tadi ditentengnya kepada Aditya.

“Really? This is for me? Mas belum makan siang, kok, Sayang. Jam makan siang masih bentar lagi. Baru aja tadi mas kepikiran mau telepon kamu, mau ngajakin makan bareng.”

“He-he. Gak perlu ditelepon. Sekarang akunya dah di sini. Em, jadi, Mas gak usah makan di luar. Kan, udah kubawain makan siangnya.”

“Thank you so much, Sweety. Kamu udah mau repot-repot bawain makan siang buat mas ke sini. Mas udah gak sabar mau nyicipin masakan kamu. Sambil nunggu jam makan siang, duduklah dulu, Kim.”

Aditya mengajak Kimy duduk di sofa ruangannya.

“Kamu sekalian makan siang sama mas di sini juga, kan?”

“Em, sebenernya mau langsung pamit pulang, sih, Mas. Niatnya cuma mau anter itu aja buat Mas. Nanti aku bisa makan di luar atau di apartemen aja.”

“Lah, kok, gitu? Jangan, dong. Temenin mas makan siang dulu di sini. Mas gak suka makan sendirian. Em, kalo ini buat mas, biar mas minta OB bawain makanan buat kamu ke sini, ya. Jadi, kita bisa tetep makan bareng nanti. Wait, mas pesenin dulu. Kamu pengin makan apa, Sayang?”

“Hm, terserah Mas aja, deh, kalo gitu.”

“Oke, wait.”

Aditya menghubungi OB di kantornya untuk membawakan makanan pesanannya ke ruangannya.

“Sipp, beres, Sayang. Nanti dianter ke sini.”

“Ya udah, Mas bisa lanjutin kerjaan Mas dulu sambil nunggu. Aku gak mau karena aku di sini, Mas jadi gak fokus sama kerjaan Mas.”

“Iya, Cantik.”

Aditya kembali ke meja kerjanya, menyapa laptop dan berkas-berkas. Sementara Kimy masih bersantai di sofa sambil sesekali mengecek ponselnya.

Baru sekitar sepuluh menit Aditya lanjut bekerja, ia tak tahan menganggurkan Kimy begitu saja. Rasanya, ia ingin memanfaatkan segala kesempatan yang ada untuk bermesraan dengan Kimy.

“Kim?” panggil Aditya.

“Ya. Kenapa Mas?”

“Kemarilah sebentar, Sayang.”

“Ha? Ada apa, sih, Mas?” tanya Kimy sembari menghampiri Aditya. Kimy mendekat ke meja kerja Aditya.

Aditya menarik tangan Kimy dan memaksa Kimy duduk di pangkuannya.

“Astaga, Mas!” Kimy kaget.

“Gapapa, Sayang. Duduklah di sini sebentar.”

“Mas, kerjaan Mas—

“Hussstt! Itu bisa mas urus nanti, Sweety.” Aditya menempelkan telunjuknya pada bibir Kimy.

Kimy tak berdaya ketika Aditya memeluknya lebih erat, merangkul pinggulnya lebih kencang dalam posisi duduk mereka.

“Sayang, kita bisa bermain sebentar di sini,” bisik Aditya di telinga Kimy lantas mencecap leher mulus yang jadi favoritnya.

Sembari menahan desahannya, Kimy mencoba mencegah permainan yang lebih jauh.

“Emmhh, ah, Mas. Jangan di sini. Ini masih di kantor. Nanti ada yang masuk, Mas. Aaahhh...”

“Why not? Kita hanya berdua di sini. Gak ada siapa pun, Sayang. Gak akan ada yang tiba-tiba asal masuk ke sini. Come on!”

“Emmhph, Mas Ditya.”

Aditya mulai membabi buta mencumbui seluruh bagian wajah Kimy sambil membawa guratan hasratnya.

“Aaahhh, Mas mau apa?” ucap Kimy pelan sambil menggelinjang bergerak-gerak tak nyaman.

“Mas mau kita bersenang-senang sebentar. Jarang-jarang, kan, mas bisa bermesraan sama kamu di kantor begini? Hmm.”

“Tapi, Mas ... jangan, ah.” Kimy memejamkan mata.

Tangan Aditya bergerak makin brutal. Karena tak sabar, pria itu bahkan mulai menurunkan celana dalam Kimy hingga sukses terlepas dan tergeletak begitu saja di lantai.

“Hmm, kamu pengin yang lebih, Sayang?”

“No!” respons Kimy seraya menggeleng pelan.

Aditya begitu menikmati permainannya kali ini. Gairahnya makin meningkat. Terlalu sayang untuk cepat-cepat menyudahi ini.

“Nikmati dulu, Sayang. Sshhh, ahh.” Aditya kembali mengecup leher Kimy sambil terus bergerak. Kimy hampir lemas menghadapi hasrat Aditya.

“Emmhh, Mas—

“Hey, kamu harus tanggung jawab. Mas gak bisa sia-siakan kesempatan seindah ini. Kamu milik mas, Sayang. Kamu harusnya gak keberatan kalo mas lepas celana ini juga sekarang. Biar kita bisa benar-benar menyatu. Pasti lebih nikmat, Kim.”

“Gak, Mas. Gak mau. Gak sekarang.”

“Lalu kapan, Sayang?”

Kimy hanya terdiam, sebisa mungkin menahan desahan seksinya, juga keinginan yang tak sejalan dengan penolakannya tadi. Ia terus meremat bahu hingga rambut Aditya.

Tangan Aditya meraba wajah hingga bagian dada Kimy yang masih tertutup pakaian rapi. Sambil mulai mengulum bibir sensual sang model, Aditya ingin melepas kancing pakaian Kimy, sampai akhirnya suara ketukan pintu harus menginterupsi permainan mereka.

“Sial, kenapa harus ganggu di saat yang gak tepat begini, sih!” umpat sang CEO.

“Mas, stop dulu. Ada yang dateng.” Kimy masih menetralkan napas dan degup jantungnya.

Mereka menyudahi permainan mereka lantas merapikan pakaian masing-masing sebelum Aditya mempersilakan orang di luar pintu ruangannya untuk masuk.

“Oke, kita bisa lanjutkan nanti, Sayang.”

1
Yuliana 123
semngt thor ceritanya bgus bnget
G Use
Ngapain anda tanya happy ending...anda goblok....anda yang nulis anda tanya...
Aina love: buset dah...
kasar amat
gak pernah sekolah kali yak
cuma ampe paud
total 1 replies
Noerlina
Lumayan
Noerlina
Kecewa
Nova Susanti
ya ampun Kim,mimpinya panjang bnget,smpai bikin spot jantung😀
Devi Aviana Putri: Hahaha 😄
Iya, Kakk. Makaasihh udah baca sampe akhir, Kakak. 💜
total 1 replies
Nova Susanti
benar benar kaget sekrang pas tau Adit seorang psikopat 😱
November
lanjut
amaze min1
bisa2 nanti naya ikutan dibuang jg karna masih nggak mau terima kimmy
Devi Aviana Putri: Waduhh. Kita lihat nanti ya, Kak. Btw, rencananya sekitar dua bab lagi tamat. Hehe. 😁
total 1 replies
amaze min1
jahat banget aditya kalau sampe bunuh sasa cuma gara2 mau nikahin kimmy😠 semoga adit dan kimmy kena karma berlipat ganda dahh 😠😠
Devi Aviana Putri: Wkwkwk. Sabar ya, Kakakk. 😇
total 1 replies
Yunita
up nya kok lama sih thor
Devi Aviana Putri: Hehe, iya, Kak. Besok-besok diusahain up tiap hari deh. Sebenernya ini juga tinggal beberapa bab aja, kok. Bentar lagi mau author tamatin, ehehe. Makasih udah mampir dan selalu nunggu kelanjutan cerita author ini, Kakk. 🙏💜
total 1 replies
amaze min1
kimmy dan adit keterlaluan mentang2 nggak ada penghalang lg main seenak nya aja, nggak mikirin perasaan ortu sasa sedikit aja
amaze min1
Hadeh.. kapan dah karma nya ni dua orang nggak punya hati
November
lanjut
Endah Nigel Moms Nigel
author ini gmn eaa pelakor di belain
amaze min1
adit benar2 nggak punya perasaan untuk sasa. dia ngak sedih sasa meninggal, sedih nya karna bingung gimana jelasin ke anak nya kalau maam nya udh nggak ada
Devi Aviana Putri: Ehehe sabar ya, Kakk. 🤗
total 1 replies
amaze min1
senang kan lu dit nggak ada penghalang buat bersatu sama kimmy, semoga aja anak nya nggak mau sama kimmy biar tau rasa
amaze min1
kimmy nggak punya hati ya bisa2 nya senang di saat seorang anak kehilangan ibu nya 😠
amaze min1
yahh sasa nya meninggal 😥 makin senang lah adit sama kimmy 😑
November
lanjut
amaze min1
lepasin aja sa walaupun sakit, tp nunggu kimmy sama adita kena karma dulu baru tinggalin si adit biar nyaho
Devi Aviana Putri: Wkwkwk yg sabar ya, Kakk.
Kita lihat aja nanti mereka maunya gimana.
Makasih udah mampir komen, Kakak. 😇💜
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!