Di sebuah kekaisaran kuno.
Kisah Seorang pelayan yang setia pada Nona mudanya.
Meski perjalanan hidupnya sangat sulit di lalui. Tapi ia mampu melewatinya, ia menjadi gadis yang ceria.
Hingga ia beranjak dewasa, dan menjadi wanita cantik, ceroboh dan asal bicara menjadi ciri khas nya.
Setelah dewasa ia dekat dengan seorang Tuan Muda, setelah saling mengenal Ji Yu merasa ia jatuh cinta pada Tuan Muda itu. Tapi terhalang setatus.
Setatus Ji Yu yang seorang pelayan, dengan setatus Sang Tuan Muda dari keluarga bangsawan.
Akankah ia mampu mengejar cinta seorang Tuan Muda ?
Halo semuanya, kisah Ji Yu, author satukan dengan kisah permaisuri ya, biar tuntas.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Melarikan Diri
Yang Li merasa heran melihat Fang Qiu yang sudah akan pergi dari ruang kerja Kaisar, tak seperti biasanya, Yang Li melihat raut wajah Fang Qiu. Tapi wajahnya sangat tenang.
Ji Yu yang melihat Yang Li seperti kebingungan pun berkata, "Hei bodoh, apa yang kau lihat?"
"Jika kau tak bodoh kau akan tau tanpa bertanya," ujar Yang Li yang kesal, wanita di hadapanya sangat asal bicara.
"Apa kalian akan terus bicara?!" tanya Fang Qiu.
"Hehe, Tuan silakan," ujar Ji Yu yang takut dengan suara Fang Qiu yang seperti sangat marah.
Tapi matanya melotot pada Yang Li, ia berniat setelah Fang Qiu pergi, Ji Yu akan menghajarnya.
Yang Li tahu, Fang Qiu marah lagi padanya lalu ia pun membungkuk, "Tuan aku masih ada urusan," ujar Yang Li dan langsung melesat pergi.
"Hei!! kau! sialan!!" teriak Ji Yu.
Tiba-tiba ia teringat di sampingnya ada Fang Qiu, Ji Yu pun melihat ke samping dan menatap wajah tampan itu, sambil nyengir, "Hehe Tuan, Tiba-tiba aku teringat sudah ada janji dengan Jian Mu," ujar Ji Yu lalu dengan cepat berlari menjauh dari Fang Qiu.
Menurutnya Fang Qiu memang tampan. Tapi tatapan matanya sangat tajam, ia sangat takut dengan tatapan seperti itu.
Fang Qiu menghela napas melihat Ji Yu yang sudah melarikan diri, lalu dua penjaga pun datang untuk menjaga ruang kerja Kaisar, seperti bisanya jika Fang Qiu sudah selesai, maka tugas berjaga pun di ganti.
Ji Yu terus berjalan. Ia merasa kesepian karena teman nya tak ada, "Ternyata tak ada kamu tak seru," ujar Ji Yu.
Biasanya Ji Yu bercanda dengan Jian Luo, atau Lang Zi si tebar pesona, karena hanya mereka yang bisa di ajak bercanda, sedangkan Shi Fei lumayan anggun karena memang ia dari keluarga bangsawan, sedangkan Jian Mu, ah sudahlah tak perlu di katakan.
Beberapa hari berlalu.
Di siang Hari, Ji Yu masuk keruang kerja Kaisar membawa teh hangat serta camilan, "Tuan," sapa Ji Yu dengan suara lembut serta senyum yang manis.
"Hem," jawab Fang Qiu singkat.
Ji Yu tersenyum kaku, ia merasa jika Fang Qiu sedang marah, Ji Yu menahan napas takut sekali rasanya, melihat seorang laki-laki yang berumur hampir tiga puluh tahu itu, dengan tubuh tinggi dan tatapan mata yang tajam, mampu membuat Ji Yu terdiam.
Ji Yu duduk dengan tenang, ingin pamit tak berani, bernapas pun terasa berat, ia hanya bisa pasrah.
Cukup lama Fang Qiu tak mendengar suara Ji Yu, yang biasanya sangat banyak bertanya, atau sekedar komplen soal rasa makanan, atau buah yang sedang ia makan.
Saat Fang Qiu melihat ke arah Ji Yu, hati nya sedikit ngilu, ternyata wanita muda itu tak bergerak, ia hanya duduk dengan posisi sejak awal. Bahkan raut wajahnya terlihat tegang.
Saat Fang Qiu akan mendekat ke arah Ji Yu, dari luar terdengar sedikit ribut, lalu pintu pun terbuka dan terlihat Kaisar dan Permaisuri masuk dengan di ikuti Lang Zi dan Jang Li.
Fang Qiu hanya berdiri mematung tak berani mendekat ke arah Ji Yu. Berbeda dengan Ji Yu yang antusias dan langsung memeluk kakaknya.
"Kakak pergi lama sekali, apa Kakak baik-baik saja?" tanya Ji Yu yang masih memeluk kakanya, sepuluh hari sudah mereka tak bertemu.
Permaisuri membalas pelukan Ji Yu, disana ia juga merindukan adik angkatnya ini, hanya saja terobati oleh suami tampannya.
"Hem, seperti yang kamu lihat aku baik-baik saja, Karena sekarang ada yang menjaga ku," ujar Permaisuri sambil melihat ke arah Kaisar.
Ji Yu pun melihat ke arah Kaisar Yang sedang memasang wajah datar, karina melihat wanita miliknya di sentuh orang lain.
"Hehe, Yang Mulia Kaisar pasti lelah beristirahat lah, apa ada yang Kakak butuhkan?" tanya Ji Yu sambil menatap Permaisuri.
"Tidak ada, nanti akan ada yang mengantarkan minum ke mari," ujar Permaisuri.
Kaisar dan Permaisuri pun duduk.
Fang Qiu tanpa di tanya langsung mengeluarkan surat undangan, "Tadi pagi Jendral Feng yang memberikan langsung surat undangan ini, ia pun ingin bertemu dengan Yang Mulia. Tapi aku bilang Yang Mulia tidak bisa di ganggu, karena masih ada pekerjaan penting," ujar Fang Qiu.
Kaisar hanya mengangguk, Permaisuri mengambil surat undangan dan membaca, lalu menatap Fang Qiu, "Apa dia mengatakan sesuatu?" tanya Permaisuri.
Fang Qiu mengangguk, "Seperti biasa Yang Mulia, ayah anda menanyakan kenapa tidak pernah berkunjung ke kediamannya," ujar Fang Qiu.
Jendral Feng memang sudah beberapa kali bertanya tentang ini. Tapi dari Yang Mulia Kaisar atau Fang Qiu sebagai orang kepercayaan Kaisar, tak pernah memberikan jawaban yang memuaskan, membuat jendral Feng sedikit kesal.
Permaisuri tersenyum sinis, ayah nya masih bertanya kenapa tak pernah berkunjung. Tapi ia lupa dengan sikapnya yang dulu, "Ah Zhang apa dia mampu menyelidiki kediaman Liu?" tanya Permaisuri.
Kaisar tersenyum tipis dan mengusap kepala Permaisurinya, "Yi'er Jangan khawatir mereka masih belum tahu, jika ibu dan kakak Yun masih ada, dan mereka yang kita kunjungi," ujar Kaisar menjelaskan.
"Ck, Tuan Besar masih bodoh rupanya," ujar Ji Yu, lalu menutup mulutnya ketika ia menyadari bahwa di sini ada Fang Qiu dan Kaisar.
" Haha ... Ah Zhang kamu tahu? yang pertama kali mengatakan jendral Feng bodoh itu Ji Yu. Tapi setelah aku pikir-pikir jendral Feng memang bodoh," ujar Permaisuri sambil bersandar pada Kaisar.
Fang Qiu, da Lang Zi serta Jang Li melihat ke arah Ji Yu, dengan tatapan kaget.
"Pantas saja kau mudah mengatakan bodoh pada orang," ujar Lang Zi, ia pun sudah sering mendengar Ji Yu berkata seperti itu pada dirinya.
Fang Qiu sedikit tersenyum mendengar cerita Permaisuri, dan juga melihat Ji Yu yang malu-malu terlihat sangat cantik.
Ji Yu mendelik ketika mendengar ucapan Lang Zi, "Kakak, kita belum pernah menjenguk gundik itu," ujar Ji Yu.
"Ah, aku melupakan hal itu," ujar Permaisuri, lalu menatap suaminya, "Ah Zhang, aku ingin melihat gundik sialan itu," ujar Permaisuri lagi.
Kaisar menatap Zang Li dan Lang Zi, "Kalian atur," ujar Kaisar.
"Baik Yang Mulia," ujar keduanya sambil membungkuk, lalu pergi.
mantap seru lucu berbaur jadi satu,,,,,😘😘👍👍💪💪❤️❤️🌷🌷
tetap semangat terus thorr 💪👍😘❤️🌷
sukses selalu
ada aj keseruan yang di buat,,,,
makin semangat baca nya
terus lanjut update nya thorr
ceritamu sungguh 💯%baguuuuusssss😍
pokoknya suka bngt deh
novelny g mmbsnkn
semangat Thor
kalo tdk bisa jd liu qing yg jd korban
seru ceritanya 💯