NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Bu Dosen

Pengantin Pengganti Bu Dosen

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Dosen / Pengantin Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:47.9k
Nilai: 5
Nama Author: Alinatasya21

"Jangan bermimpi aku akan jatuh hati pada mu, kau hanya anak kecil yang tidak mengerti apa-apa tentang pahit manisnya kehidupan. Aku terpaksa menikah dengan mu lantaran tidak ingin membuat malu keluarga ku di hari pernikahan ku yang batal bersama kakak mu Galang Saputra Dermawan. Aku benci dengan keadaan ini! Aku benci!" pekik Nada ketika dirinya menyadari kini ia telah sah menjadi istri dari berondong manis yang usianya 5 tahun lebih muda darinya.

"Aku akan membuat mu jatuh hati padaku Nada Rindu Kinandita! aku yakin kau akan bisa melupakan saudara kandung ku Galang Saputra Dermawan yang telah mengkhianati mu!" sahut Gilang Prasetya Dermawan ketika dirinya berada di kamar pengantin bersama sosok wanita dewasa yang telah berumur darinya.

Yuk ikuti terus kisah cinta beda usia antara Nada Rindu Kinandita dosen cantik berusia 25 tahun dengan mahasiswanya Gilang Prasetya Dermawan yang berusia 20 tahun, yang menjadi pengantin pengganti untuknya dalam novel Pengantin Pengganti Bu Dosen!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alinatasya21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10. Menjadi Objek Pelampiasan

"Bu Nada, apa gerangan yang terjadi? mengapa ibu menangis?" Gilang mendekati sang istri yang sudah berimbai airmata.

Mendengar tutur kata sang suami yang begitu lembut dan santun, tanpa sadar Nada langsung menghamburkan diri dalam pelukan Gilang.

"Mas Galang telah mengkhianati ku, ia berpose mesra dengan wanita lain dalam keadaan masih mengenakan jas pengantin putih yang kemarin sempat ia kenakan diacara proses ijab qobul yang akan segera kami ikrarkan!" terang Nada sambil membenamkan wajahnya didada bidang milik Gilang Prasetya, pria yang kini telah menjadi suaminya.

Terluka perih, itu yang dirasakan Nada saat ini. Cinta yang baru bertumbuh di hatinya untuk Galang harus pupus karena kepenghianatan sang kekasih hati yang menurutnya itu adalah kebenaran. Padahal semua itu adalah akal bulus mantan kekasih Galang yakni, Keisha Arandita.

"Bu Nada tenangkan diri dulu, ya? Kita akan menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Aku akan membuat perhitungan pada Kak Galang, karena telah menyakiti hati Bu Nada!" Gilang mengusap air mata istrinya yang sedang terluka dan patah hati oleh sebab kepenghianatan kakaknya Galang.

"Terimakasih," ucap Nada sambil menatap wajah tampan Gilang yang entah kenapa mampu menenangkan jiwanya.

"Ya Allah, perasaan macam apakah ini? Tolong jaga kewarasan ku! Meskipun terbukti Galang berkhianat bukan berarti aku harus mengambil kesempatan dan jatuh hati pada mahasiswa ku sendiri." Nada berperang dengan perasaannya sendiri.

Harusnya Nada meraung-raung kehilangan Galang. Akan tetapi, rintihan dan tangisan itu terbendung dan tersamarkan dengan kehadiran Gilang Prasetya disisinya.

"OMG, putra dan putri kita terlihat sangat mesra Jeng!" cetus mommy Soraya yang baru saja membuka pintu kamar pengantin Nada dan Gilang yang sengaja mereka kunci dari luar sejak semalam.

"Mommy!"

"Mama!"

Gilang dan Nada perlahan menjaga jarak dan melepaskan pelukannya ketika melihat kehadiran kedua bidadari tak bersayap mereka yang tiba-tiba menerobos masuk ke dalam kamar pengantin yang sedang mereka tempati saat ini.

"Sayang, syukurlah kalian sudah saling berhubungan!" cetus mama Alya yang mengira anak menantu mereka sudah unboxing.

"Maksudnya berhubungan apa, Ma?" Nada yang berprofesi sebagai seorang dosen mendadak bodoh dihadapan mamanya dan juga ibu mertuanya.

"Berhubungan suami istri, sayang!" mommy Soraya ikut menyela sambil mengusap pipi sang menantu yang terlihat merona.

"Kau apakan menantu mommy, Nak? Kenapa Nada menangis? Apa kau mainnya terlalu kasar?" mommy Soraya menarik kuping putranya sampai memerah.

"Gilang tidak bermain kasar kok, Mom. Bu Nada menangis karena kecewa dengan Kak Galang putra sulung kesayangan mama yang tidak gentleman itu!" kilah Gilang sambil meringis mengusap telinganya yang sakit akibat jeweran sang mommy.

"Jadi beneran kalian sudah melakukan itu?" rudung mommy Soraya yang penasaran dengan anak menantunya.

"Beluuum!" Gilang dan Nada menggeleng bersamaan.

"Gimana ini Jeng Soraya, kita gagal menimang cucu!" keluh mama Alya yang begitu sangat polosnya.

"Cucu bisa di buat lain kali Ma, Mom! Gilang dan Bu Nada masih dalam tahap penjajakan!" jelas Gilang dengan mode polosnya, ia memang mudah akrab dengan siapapun namun sangat tegas disaat genting tidak seperti Galang Saputra kakaknya yang mudah dibodoh-bodohi oleh Keisha mantan kekasihnya.

"Gilang, kau memang polos sekali, Nak! tapi kau memiliki pendirian yang teguh tidak seperti kakak mu yang kekanakan dan tidak bisa jujur dalam menyelesaikan masalah, malah kabur dari pernikahan meninggalkan berlian berharga demi untuk meraih lumpur hitam yang jelas-jelas akan menyengsarakan jiwanya." Mommy Soraya merasa kesal ketika mengingat kembali sang putra sulungnya yang menghilang entah kemana dan tak ada kabar hingga detik ini.

"Kakakmu hanya pintar membedah pasien yang mengalami penyakit berat dan bahaya. Akan tetapi urusan hati ia sangat lemah dan bodoh. Jika ia masih mencintai Keisha, mengapa ia ngotot ingin menikahi Nada. Ia kira pernikahan itu ajang untuk main-main? Awas saja sampai anak itu kembali, mommy akan menghukumnya dengan mencoret namanya dari daftar warisan keluarga Dermawan. Rumah sakit Arshaka Dermawan akan mommy alihkan untuk mu saja sebagai direktur utama jika kau lulus kuliah nanti!" cetus mommy Soraya dengan disaksikan oleh Nada dan Alya besannya.

Nada hanya termangu begitupun dengan Alya, mereka tidak ingin ikut campur terlalu jauh mengenai warisan keluarga Dermawan. Sebab, Nada baru saja masuk dalam lingkungan keluarga mereka.

"Mommy, Gilang belum punya basic yang mumpuni untuk menjadi direktur rumah sakit. Gilang baru menempuh semester empat di universitas xx." Gilang berusaha untuk meredam emosi sang bunda agar tidak menghukum dokter Galang kakaknya dengan mencoret dari daftar warisan keluarga.

"Biarlah ini menjadi urusan Mommy dan Daddy! perihal kakak mu, mommy harus bisa tegas. Sebagai seorang kakak bukannya memberikan contoh yang baik malah menjerumuskan diri sendiri dalam kebinasaan!" celoteh Soraya dengan mengeluarkan segala unek-unek yang bersarang di hatinya.

Sebagai seorang ibu tentunya Soraya sebenarnya sangat malu dan kecewa dengan ulah putra sulungnya yang tak bertanggung jawab.

"Sudahlah Jeng, jangan terbawa emosi, yang penting sekarang nama baik keluarga kita terjaga. Putra bungsumu sudah menjadi pahlawan menggantikan kakaknya. Biarkan Nada dan Gilang saling mengenal dan memahami satu sama lain.'' Alya, mamanya Nada berusaha ikhlas menerima segala kenyataan yang ada, Soraya pun mengangguk setuju. Merekapun sepakat meninggalkan anak menantunya di hotel.

"Mama mau kemana? Nada ingin ikut pulang, Ma! Nada merasa jengah lama-lama berada di hotel!" sarkas Nada yang tidak ingin ditinggalkan oleh kedua orang tuanya dengan Gilang yang masih ia anggap anak kecil alias berondong.

"Kamu harus tetap berada disini selama satu Minggu bersama suamimu, sayang! kalian harus mengenal satu sama lain. Sekarang kalian sudah berstatus suami istri bukan hanya sekedar dosen dan mahasiswa lagi. Kau harus melayani suami mu sepenuh hati meskipun usianya lima tahun lebih muda dari mu. Bagaimana pun Gilang adalah seorang imam, sedangkan dirimu adalah seorang makmum. Di sini makmum harus bisa mengikuti imam. Jika imam mu melakukan kesalahan kau wajib mengingatkan dengan menepuk pundaknya agar ia menyadari akan kekeliruannya. Akan tetapi, mama yakin Gilang Prasetya adalah sosok imam yang baik, kendati usianya lebih muda darimu!" Mama Alya tersenyum sambil mengusap lembut puncak kepala sang putri yang masih terhalang hijab.

Nada terdiam meskipun dalam hati tidak bisa menerima sepenuhnya kehadiran Gilang dalam hidupnya. Namun, ketika sang mama berkata demikian Nada tidak berani untuk menyela. Baginya, keramat hidupnya teramatlah berharga.

Nada menyadari nafas kehidupan yang selama ini ia hirup hingga dirinya bisa sukses menjalani proses kehidupan dan bisa menjadi seorang dosen karena adanya campur tangan dan do'a seorang ibu yang telah melahirkannya kedunia ini. Jadi, satu patah katapun dari sang bunda jika itu untuk kebaikannya Nada Rindu Kinandita tidak berani membantahnya.

"Baiklah mama, Nada akan tetap disini sebagaimana yang mama minta!" Nada berusaha memaksakan senyumannya demi menyenangkan hati sang mama.

"Awas saja, aku tidak akan pernah membuat mu betah di dekatku! Kakak mu telah mengkhianati dan membohongiku, jangan salahkan aku jika aku menjadikan mu sebagai pelampiasan kekesalanku!"

Nada yang notabenenya gadis lembut dan dosen yang paling baik dikampus tempat ia mengajar sontak berubah menjadi monster yang menakutkan akibat perasaannya yang dipermainkan. Ia sengaja ingin menjadikan suaminya menjadi objek pelampiasan kekecewaannya.

Gilang seolah mengerti apa yang dipikirkan sang istri. Ia bersikap acuh tak acuh tepatnya pura-pura tidak tahu apa yang telah direncanakan oleh Nada.

Mama Alya dan mommy Soraya ibunya Gilang Prasetya sudah keluar dari kamar pengantin baru itu. Pagi ini mereka berencana untuk check out dari hotel dan meninggalkan anak menantu mereka. Sedangkan para suami mereka sudah berangkat ke kantor dari sejak tadi, karena ada urusan penting yang tidak bisa dilewatkan.

Setelah kepergian orang tua mereka, Nada tersenyum licik. Dikepalanya sudah tersimpan rencana untuk membuat Gilang ilfil padanya.

"Belikan kan untukku sarapan pagi! Aku sangat lapar, aku tidak ingin menu yang tersedia di hotel. Aku ingin menu nasi goreng yang ada di pedagang kaki lima!" ketus Nada yang sengaja membuat Gilang tidak betah disisinya, hingga akhirnya menandatangi kontrak pernikahan selama 3 bulan setelah itu mereka bercerai dengan alasan tidak ada kecocokan.

"Baiklah Bu Dosen cantikku, apa yang menjadi keinginanmu akan senantiasa aku turuti asal kau bahagia dengan pernikahan kita yang begitu penuh warna!" sanggah Gilang yang sengaja mengikuti permainan Nada.

"Dia benar-benar menuruti keinginan ku? Lihat saja sampai dimana ia mampu bertahan denganku!" sengit Nada didalam hati.

1
falea sezi
kok g lanjut
falea sezi
jalang menjijikkan si Inayah ini
falea sezi
pelakor g tau malu
Aquarius97 🕊️
hallo bunsay, aku mampir 😍
Mommy QieS: Baik akakku.🥰😘
total 3 replies
Anita Jenius
5 like + 1 /Rose/buatmu thor.
semangat ya.
Mommy QieS: Terimakasih untuk semua support-nya, Kak.😊😘
total 1 replies
Anita Jenius
5 like mendarat buatmu thor.
semangat ya
Mommy QieS: Terima kasih, Kak.😊😘
total 1 replies
Anita Jenius
5 like + 1/Rose/buatmu thor. semangat ya.
Mommy QieS: Terima kasih, Kak.😊😘
total 1 replies
Anita Jenius
Semangat Gilang
Anita Jenius
Kasihan Innayah nya..
Lanjut thor. 5 like mendarat buatmu thor.
semangat ya
Anita Jenius: semangat aja kak. namanya juga nulis. kadang ada yg baca kadang nggak.
total 2 replies
Anita Jenius
/Rose/buatmu thor. semangat lanjutkan ceritanya ya.
Anita Jenius
Lanjut kak
Anita Jenius
Awas diabetes loh.
Anita Jenius
Aku mampir kak..
Mommy QieS: iya Kak
total 1 replies
Maria_azis
ini mommyqies?
Mommy QieS: Salken kembali Kak. Senang bisa ketemu author famous.😊😘
total 3 replies
Suren
semangat thour. smg slalu diberikan kesehatan. aamiin🤲
Mommy QieS: Terima kasih support-nya, Kak.😊😘
total 1 replies
Ara Julyana
kasihan Inayah sih😭
Ara Julyana: sabar ya, yuk tetap semangat untuk kita💪💪💪
total 2 replies
Ara Julyana
kepo banget sih mama
Ara Julyana
salting lah si Nada hehe
Akinda Surya Imanina
jangan lama lam donk thor updetnya🙏
Mommy QieS: Iya, Kak. Maaf dua hari kmrn aku sedang ada kesibukan di real life, hingga terhalang update. Insya Allah hari ini aku update, terima kasih sudah mampir di karyaku, Kak.
total 1 replies
Mmh Azka_Adzkiya
next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!