NovelToon NovelToon
Rujuk Bersyarat Turun Ranjang

Rujuk Bersyarat Turun Ranjang

Status: tamat
Genre:Menikah Karena Anak / Suami ideal / Cinta Seiring Waktu / Istri ideal / Cintamanis / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:974.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rositi

Memiliki Kenzo Alianso sebagai mantan suami yang masih sangat posesif kepadanya, Khalisa masih bisa menerima. Namun ketika Kenzo sekaligus keluarga mereka meminta Khalisa menikah dengan Kenan Alianso, dunia Khalisa yang awalnya mulai tertata, langsung menjadi tidak baik-baik saja.

Kenan Alianso merupakan adik kandung Kenzo. Dengan kata lain, Khalisa akan menjalani pernikahan turun ranjang. Kenzo sengaja memilih sang adik yang tengah patah hati. Sebab Syahaya kekasih Kenan, lebih memilih merintis karier balerina di luar negeri.

Kenzo yakin, Kenan tidak akan pernah tergoda kepada Khalisa yang memang sangat cantik sekaligus tipikal istri idaman. Hingga pernikahan turun ranjang rancangannya akan berakhir dengan perceraian, dan ia bisa segera kembali menikahi Khalisa.

Demi Alesha sang putri yang sedang sakit flek paru-paru dan berharap papa mamanya bersatu, Khalisa terpaksa menerima. Namun, selain Khalisa dan Kenan yang tak bisa langsung melakukan hubungan “suami istri” selaku syarat sebelum perceraian terjadi, Kenzo mendadak tergoda pesona Bella Arleta, sang mantan kekasih.

Kenzo berniat membuat dirinya kecelakaan dan dinyatakan meninggal, hanya agar bisa leluasa bersenang-senang dengan Bella. Namun, meninggalnya Kenzo justru membuat Khalisa dan Kenan tetap menjalani pernikahan turun ranjang.

Kenzo terlalu yakin, kapan pun dirinya kembali, Khalisa akan menerima apalagi ada Alesha putri mereka yang menjadi alasannya. Padahal, pernikahan turun ranjang yang diwarnai banyak emosi, membuat Khalisa dan Kenan mulai ketergantungan satu sama lain. Khalisa apalagi Kenan, benar-benar menikmati pernikahan turun ranjang yang mereka jalani.

Akan tetapi, apa jadinya jika Kenzo dan juga Syahaya, kembali mencoba menjadi bagian Khalisa maupun Kenan? Akankah pernikahan turun ranjang mereka tetap ada? Berhasilkan Kenzo dengan rencananya?

[Merupakan bagian dari novel : Talak Di Malam Pertama (Kesucian yang Diragukan)]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rositi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10 : Kenan yang Sudah Ada Rasa

Khalisa menjelma menjadi alarm untuk Kenan. Khalisa yang sudah membersihkan wajahnya, jongkok di lantai sebelah tempat tidur Kenan tidur. Tak jauh dari wajah Kenan, panggilan lembut Khalisa masih berlangsung.

“Mas ...?”

Karena Kenan tak kunjung merespons, Khalisa memberanikan diri untuk meraih lengan kiri Kenan.

“Mas ...?”

Detik itu juga Kenan terusik. Namun, dunia Kenan seolah berhenti berputar hanya karena ia mendapati Khalisa, sebagai alasannya terbangun.

“Mata teduh yang selalu memancarkan ketulusan, ... wajah cantik yang selalu diselimuti kedamaian. Juga, suara lembutnya yang begitu sopan. Yaya, ... lihat. Aku mulai menemukan kebahagiaanku, meski kamu memilih meninggalkanku. Wanita di hadapanku benar-benar menjadi alasanku untuk bahagia,” batin Kenan yang perlahan berangsur duduk. Ia belum bersuara, tapi dengan sangat santun, Khalisa menjelaskan semuanya.

Kenan benar-benar lupa, mengenai pernikahannya dan Khalisa yang diwajibkan hanya sementara. Hingga tanpa sadar, Khalisa mulai menjadi alasannya hidup dengan bahagia.

Mengenai waktu yang kini sudah pukul lima lebih. Khalisa yang mengingatkan Kenan untuk shalat subuh. Juga, mengenai sarapan maupun makan siang untuk Kenan. Khalisa tengah mengatakan itu dengan suara lemah lembutnya. Suara lemah lembut yang cenderung mirip suara ibu Arimbi.

“Memang kamu sudah mendingan?” tanya Kenan dengan suara berat. Ia menatap khawatir wajah sang istri yang memang masih pucat. Kantung mata Khalisa tampak hitam apalagi kini, Khalisa tak memakai make up.

Khalisa yang memang masih lemas dan sampai sekarang masih jongkok, mengangguk-angguk. “Alhamdullilah, Mas. Jauh lebih mendingan daripada pas awal-awal.”

“Kalau begitu, kamu enggak usah repot masak. Nanti, kamu sama mama papa kamu termasuk Alesha, beli saja. Kalau aku, ... sotonya masih ada, kan? Nanti aku sarapan itu saja pakai nasi. Sementara bekal, ... habis shalat, aku buat sup pir saja. Karena hasilnya memang langsung bikin tenggorokan lebih mendingan. Nanti aku bikin sendiri.” Setelah mengatakan itu, Kenan kembali meminta Khalisa untuk istirahat.

“Mama papa kan masih di sini, nanti bisa bantu jaga Alesha. Yang penting kamu kasih tahu saja, jadwal minum obatnya Alesha.” Kenan masih menatap Khalisa penuh keseriusan.

“Biar aku yang siapkan semuanya saja. Sekarang, aku beneran masih kuat. Habis itu, baru istirahat,” ucap Khalisa seiring ia yang mencoba berdiri.

Sadar Khalisa masih sempoyongan, Kenan segera menangkap kedua tangan Khalisa. Khalisa refleks menerima uluran kedua tangan Kenan. Tangan mereka menggenggam satu sama lain.

“Kamu masih sakit,” ucap Kenan.

“Enggak, Mas. Aku mau langsung siapin semuanya,” ucap Khalisa buru-buru meninggalkan Kenan.

“Dia masih sangat sungkan kepadaku,” yakin Kenan.

Di dapur, Khalisa sudah mendapati sang mama. Ibu Arimbi tengah mencuci botol susu Alesha.

“Gimana?” sergah ibu Arimbi menatap khawatir sang putri. Karena selain wajah Khalisa pucat, Khalisa juga terlihat lemas.

Khalisa yang paham maksud sang mama, berangsur menghela napas dalam. Mengenai hubungan suami istri antara Khalisa dan Kenan, Khalisa yakin itu yang sedang sang mama pastikan.

“Aku mens ... semalam nyaris sekarat,” ucapnya yang kemudian kembali menghela napas dalam. “Untung mas Kenan cekatan urus. Mas Kenan bahkan sampai beliin aku pembalut, obat, termasuk susu sama yogurt buat Alesha.” Khalisa menceritakan semuanya yang memang penuh dengan sikap tanggung jawab Kenan.

Apa yang Khalisa katakan membuat ibu Arimbi sampai lupa bernapas. “Gimana, yah, Mbak?” ucap ibu Arimbi yang sebenarnya memang sudah mulai cocok pada Kenan. Sikap Kenan yang begitu santun, dan juga sangat tanggung jawab. Sampai-sampai, ibu Arimbi sempat berdalih, Kenan mirip pak Aidan.

“Ma? Tadi, maksud Mama, apa?” tanya Khalisa jadi khawatir. Ekspresi sang mama yang menjadi gelisah lah alasannya.

Setelah menghela napas pelan sekaligus dalam, ibu Arimbi berkata, “Enggak apa-apa. Sekarang kamu jalani saja. Doanya kencengin juga. Mama sama semuanya juga akan bantu. Insyaallah, apa pun hasilnya nanti, itu beneran yang terbaik.”

“Amin ...,” refleks Khalisa yang memang menyimak. Terlepas dari semuanya, Khalisa juga sudah lelah menghadapi Kenzo yang begitu posesif. Khalisa berharap, andai nantinya ia benar-benar harus kembali menikah dengan Kenzo, Kenzo bisa jauh lebih sabar.

Keluar dari kamar, suasana sudah terang. Waktu nyaris pukul enam pagi dan Kenan mendapati itu pada jam dinding di ruang keluarga. Yang membuat Kenan terusik, tentu obrolan renyah antara pak Aidan dan Alesha. Di ruang keluarga, kebersamaan itu terjadi. Pak Aidan tengah memakaikan pakaian Alesha. Aroma bedak anak apalagi minyak telon, terci.um kuat dari kebersamaan keduanya.

“Mbahkung(mbah kakung), nanti rambutku diikat jadi banyak, ya!” ucap Alesha.

“Tapi Mbah Kakung bisanya paling banyak ikat dua, Sha. Paling nanti minta tolong ke Mbah Uti, atau mama saja, ya. Apa ... kamu mau diikat dua saja?” balas pak Aidan yang memang siap menyisir sang cucu.

“Sekarang aku tahu, kenapa Khalisa bisa setulus dan setegar itu. Dia dibesarkan sekaligus tumbuh di lingkungan penuh cinta. Lain dengan aku dan keluargaku,” pikir Kenan.

“Beda lingkungan tumbuh, beda pemikiran. Jadi, akan lebih baik juga jika aku membiasakan diri dengan mereka. Orang seperti mereka enggak perlu kemewahan. Enggak perlu juga janji muluk-muluk. Orang seperti mereka beneran hanya butuh bukti nyata. Selain, sikapku yang wajib waras,” pikir Kenan.

“Aku yakin, Alesha juga merasakan apa yang aku rasakan. Bedanya, Alesha tetap mendapatkan kasih sayang dari mama sekaligus keluarga mamanya. Namun, akan lebih baik lagi jika adanya aku di sini, juga memberinya peran seorang papa,” pikir Kenan lagi.

Kenan sengaja menghampiri kebersamaan pak Aidan dan Alesha. Ia meletakan dua tas kerjanya di sofa. Setelah terlibat obrolan cukup akrab dan sengaja Kenan lakukan, Kenan memboyong keduanya ke dapur. Rencananya, mereka akan sarapan bersama.

Hanya saja, kenyataan Kenan yang sampai mengemban Alesha, sukses membuat Khalisa dan orang tuanya bengong. Kenyataan tersebut membuat Kenan makin memiliki nilai lebih di mata mereka.

“Uncle, aku juga mau makan soto!” pinta Alesha yang memang masih lemah.

Kebersamaan kini membuat mereka layaknya keluarga bahagia pada umumnya. Bahkan meski Kenzo tak menjadi bagian di dalamnya.

Namun sekitar pukul setengah tujuh, Kenzo sudah ada di depan gerbang rumah Kenan. Kenzo sengaja mendatangi rumah minimalis berlantai dua tersebut untuk menyelesaikan urusan mereka. Kenzo sudah terlalu yakin, semuanya sudah sesuai rencana bahkan lebih. Kenzo tak akan menunda-nunda lagi, meski jika ia diminta mengakhiri hubungan dengan Bella, Kenzo belum mau.

Wajah Khalisa yang pucat, selain Khalisa yang terlihat kurang sehat, menambah keyakinan Kenzo. Efek di rumah Kenan belum ada pekerja tetap, Khalisa sengaja keluar ketika bel rumah bunyi.

“Mas ...?” sergah Khalisa bergegas turun dari teras menuju gerbang rumah Kenzo terjaga.

Khalisa membutuhkan waktu cukup lama hanya untuk menghampiri Kenzo. Meski jarak teras dan gerbang rumah, hanya terpaut sepuluh meter.

1
Rusma Yulida
orang kalem marahnya gbterduga 😄😄
Vindy swecut
kereen...beneran cerita othor keren2 banget...ini sampek pinhin baca cerita2 lainnya yg masih berhububgan...keluarga cemara banget...😭😭
Vindy swecut
hasan anaknya syam kah ini...
aksari
lawan terus kenan, km jgnn lemah
mboll
terbaik
Rismawati Damhoeri
sebaik2 nya ayah tiri, tetap aja nggak pantas memandikan anak tirinya, walaupun masih kecil, tapi kan perempuan dan berakal
Rismawati Damhoeri
oh ada mafia2 an toh?
Isranjono Jono
aduh lelaki plinplan
Vivo Blue
Luar biasa
Cia Sanu
selalu oke dan keren semua ceritanya
Fifid Dwi Ariyani
trussemsngst
Fifid Dwi Ariyani
terus sehat
Fifid Dwi Ariyani
trusceria
Fifid Dwi Ariyani
trussabar
Fifid Dwi Ariyani
trussemangat
Fifid Dwi Ariyani
trussemangat
Liya Agus
cerita bagus, sambung menyambung dengan cerita novel yg lainnya, 👍🏽👍🏽
Adinda Kusuma
Luar biasa
Adinda Kusuma
bagus thor..semangat😊😊
Nafilla Hikari
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!