Aku menjalani kehidupan yang baru setelah mengalami kecelakaan yang hampir merenggut nyawaku.
Beruntung ada seseorang yang menolongku dan memberikan kehidupan dengan identitas yang baru.
Akankah kehidupan ku kali ini akan lebih baik?
🌸🌸🌸🌸
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leticia Arawinda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
Tok..Tok..Tok..
Niken mengetuk pintu kamar pria itu tapi tidak ada jawaban apapun.
"Kamu, sini!" ucapku sambil menunjuk anak buah pria itu yang berdiri di depan kamarku
"Ada apa nyonya?" jawabnya dengan tegas
Jika aku mengatakan hanya ingin bertemu dengannya dan dia tidak membukakan pintunya pasti tidak akan di dengar oleh mereka.
Akhirnya aku memikirkan cara lain agar mereka mau menuruti ucapanku.
"Aku takut suamiku tidak baik-baik saja, buktinya dia tidak membukakan pintunya, kalau terjadi sesuatu bagaimana?"
"Hiks.. hiks.." sambil menutup mataku dan berlagak seolah sedang menangis sambil sesekali melirik pengawal itu
Seperti yang kuduga sepertinya mereka memang sudah di perintahkan untuk tidak mengganggu pria itu.
Siapa yang akan menolak jika istri bosnya menangis, mereka pasti tidak punya pilihan lain.
Tok.. Tok..
"Tuan..Tuan?" ucap pengawal itu sambil mengetuk pintu
"Benar kan? apa suamiku terluka? gimana ini niken? aku takut"
"Hiks.. Hiks.."
Pengawal itu pun mulai panik dan termakan oleh aktingku.
"Sepertinya aku berbakat menjadi artis papan atas dan menerima penghargaan, haha" aku tertawa puas di balik air mata yang ku buat mengalir dengan paksa
Brak..
Pengawal itu mendobrak pintu dan terlihat memang pria itu sedang tidak baik-baik saja dan terduduk di samping tempat tidur.
"Tuan!" ucap mereka yang panik
"Sudah kalian tunggu di luar saja dan tutup pintunya kembali, biar aku saja karena sekarang aku yang dia butuhkan"
Mereka pun melakukan apa yang ku perintahkan hingga hanya tersisa kami di ruangan itu.
Aku menggerakkan kursi roda dengan kedua tanganku dan perlahan menghampiri pria itu.
Dia terlihat sangat kacau dan sepertinya dia minum cukup banyak.
"Hei.." sambil menepuk pundaknya
Dia menatap ke arahku meskipun dalam keadaan tidak sadar sepenuhnya pria itu menangis melihatku dan tersenyum.
Aku sangat tidak mengerti kenapa dia seperti itu hingga akhirnya dia bersandar di pangkuanku.
"Alexa? kenapa kamu pergi meninggalkan ku sendiri?"
"Segitu bencinya kah kau kepadaku?"
"Tolong kembalilah, aku tidak bisa hidup tanpamu"
"Alexa..."
Pria ini sepertinya sangat terpukul dengan kematian istrinya hingga terlihat begitu tidak ada semangat dalam hidupnya.
Kemudian tiba-tiba dia menatapku dengan tatapan yang dingin.
"Kamu? kamu bukan Alexa, kamu hanya penggantinya" sambil menggenggam tanganku dengan keras
"Ah.. sakit.. lepas"
"Kamu.. hanya orang asing yang kebetulan ku temui di tempat istriku meninggal"
Deg..
Aku sangat terkejut mendengar ucapan pria itu, apa benar semua yang dia ucapkan.
Tanganku sampai berbekas sangat merah karena di genggam pria itu dan akhirnya dia tertidur setelah mengucapkan semua kata-kata itu.
Sehingga aku mendapatkan sedikit jawaban dari pertanyaan ku.
Aku memencet tombol remote kecil yang selalu ku pakai untuk memanggil pelayan dan mereka langsung menghampiri ku.
"Nyonya, tuan kenapa?" ucap Niken
"Seperti dia terlalu banyak minum, tolong kamu pindahkan dia ke tempat tidur" ucapku ke pengawal berbadan besar itu
"Siap"
Akhirnya pria itu bisa berbaring dengan nyaman setelah di pindahkan pengawal itu.
"Ya ampun, nyonya! tangan nyonya kenapa?" ucap pelayan lain yang melihat tanganku sangat merah bekas genggaman tangan
"Cepat-cepat bawa nyonya ke kamarnya"
Kali ini aku membiarkan pria itu tidur karena dia dalam kondisi yang tidak baik-baik saja.
Tapi tidak untuk lain kali, meskipun dia mempunyai banyak hal tetapi tidak seharusnya dia berbuat seenaknya denganku.
Sesampainya di kamarku mereka sangat heboh dan mengobati tanganku dengan profesional dan membiarkan ku untuk istirahat.
"Alexa? sepertinya pria itu sangat mencintai istrinya, andai saja mantan suamiku juga sepertinya mungkin kami tidak akan bercerai"
"Hah?! untuk apa memikirkan orang yang sudah membuat hidupku seperti ini bahkan sepertinya dia senang mendengar kabar kematianku"
"Alexa, kamu sangat beruntung di cintai pria sehebat dia"
Hidupku yang sekarang tidak bisa seperti dulu lagi dan aku sepertinya harus membiasakan diriku.
"Huh"
"Lengkap sudah penderitaan yang ku alami, bukannya konyol?"
"Istri yang menceraikan suaminya karena selingkuh mengalami kecelakaan dan meninggal di saat mengambil akta cerai, haha"
"Atau seorang suami yang tidak menerima perceraian bersekongkol dengan selingkuhannya untuk balas dendam, haha"
"Rasanya aku bisa gila jika memikirkan hal-hal yang menguras tenaga dan pikiran"
Hari ini suasana hatiku sangat kacau bahkan aku bisa tertawa dan setelahnya menangis kemudian tertawa lagi dan menangis lagi.
Hingga aku tertidur begitulah aku menjalani hari ku tanpa hal yang berarti.
Keesokan harinya berjalan seperti biasa tapi pikiranku tidak bisa berhenti memikirkan banyak hal.
Bahkan satu-satunya orang yang ku andalkan di tempat ini tampaknya lebih kacau dari pada kondisi ku sekarang.
"Mana bisa aku tega menyinggung perasaannya yang seperti kaca yang pecah itu? badannya terlihat kokoh, wajahnya bahkan seperti playboy tapi hati nya selembut kapas"
Hari ini aku berjuang kembali untuk terapi dan sepertinya hari ini aku sudah bisa berjalan lagi.
"Haha"
"Nyonya, kenapa?"
"Ah, aku hanya teringat kucing yang menggemaskan"
"Bukannya nyonya tidak suka kucing?" ucap Niken dengan yakin
"Maksudku bukan kucing tapi dia"
"Maksud nyonya! tuan? haha"
"Benar kan? bukannya dia menggemaskan, haha"
Padahal sebenarnya aku tidak berpikir seperti itu bukannya dia lebih terlihat seperti serigala alpha.
"Sepertinya kalian senang membicarakan ku, apa benar aku terlihat seperti kucing yang menggemaskan?" sambil memasang wajah yang garang
"Maaf tuan, saya tidak bermaksud seperti itu" sambil menundukkan kepala
"Sudahlah, aku tahu itu pasti karena istriku sangat mencintaiku, benarkan?"
Pria itu benar-benar pintar dalam menggoda wanita.
Bahkan aku sendiri merasa bahwa aku memang istri yang di cintainya.
"Haha.. benar, kalian tolong tinggalkan kami sebentar"
"Baik nyonya"
Pria itu menghampiriku dan terlihat berbeda padahal semalam dia sangat kacau.
Apa dia tidak mengingat kejadian semalam.
"Hari ini sepertinya kamu sangat senang, Alexa?"
"Cukup! jangan panggil aku Alexa lagi, namaku Fiona, Fiona Deluna"
"Hemm baiklah, Fiona. Jadi apa yang kamu mau sekarang?" ucap pria itu dengan santai
"Sekarang tolong jelaskan semuanya dan siapa kamu, sampai sekarang aja aku nggak pernah tahu namamu siapa? kenapa kamu berlaku seperti suamiku? Hah?!" jawabku dengan kesal
"Tenang jangan marah, ini kan masih pagi"
Dia tersenyum dan menjadi orang yang sangat berbeda saat dia sadar aku bukan Alexa.
"Baiklah tapi harus ku mulai dari mana? sepertinya ini membutuhkan waktu yang lama" ucap pria itu sambil berdiri di belakangku dan membungkuk seperti akan memelukku
Kemudian pria itu menggenggam lengan ku dengan kencang dan mengarahkan diriku ke depan foto mereka.
"Ku pikir kamu cukup pintar kenapa kamu bisa berada disini" sambil menyentuh daguku mendongak ke atas agar menatap foto itu
"Apa yang sebenarnya kamu inginkan" ucapku karena merasa terancam dengan tindakannya
"Kamu memang pintar, Fiona"
"Aku akan menjelaskan semuanya hingga kamu tidak akan pernah menyangka semua itu terjadi dalam hidupmu"
Semua yang dia ucapkan membuatku bingung dan takut.
trus si istri hidup kembali mencoba untuk mencintai suami mafianya ituh.
ada yg tau gak judulnya apa.????
plis penasaran sama endingnya
sgt rapi, ga ada typo