Kita seperti air dan minyak, memang tidak bisa bersatu tetapi masih berdampingan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ULANG TAHUN ERLANGGA
Pada hari itu, momen terasa indah dan istimewa, semua orang tampak riang gembira membawa kado ulang tahun dan bingkisan bunga untuk merayakan hari ulang tahun Erlangga yang ke 17 tahun. Semua teman-teman yang di undang menikmati sajian kue tiramisu putih, kue-kue, dan minuman yang di hidangkan di atas meja panjang di taman anggrek.
Hampir semua orang berdatangan, menari bersama dan bernyanyi bersama. Yang di sediakan panggung kecil di tengah taman anggrek. Tidak lupa Diana memakai gaun berwarna merah dengan rambut terkunci pita berwarna merah dengan riasan sederhana sedangkan Rika memakai gaun merah sama seperti diana.
Lalu datang Galih dan dua sahabatnya yang datang, menghadiri perayaan ulang tahun.
Lalu datang Siska yang lebih dahulu ke acara menghampiri diana
"Lu ngapain datang kesini, lu gak di undang "ucap siska yang masih kesal kepada diana, diana hanya bisa terdiam lalu Rika mengajak Diana untuk minum bersama.
"Din, kita ke sama aja yok" ucap Rika sambil menarik Diana yang di hadang siska
Tiba-Tiba datang Erlangga dengan wanita cantik yang berada di sampingnya. Semua memandang ke arah wanita itu. Wanita itu berkulit putih, rambut terurai bagaikan bidadari.
"Loh dia siapa" ucap semua hadirin yang bertanya-tanya. Erlangga yang berjalan selangkah demi selangkah bersama wanita cantik menuju mejanya dan kue ulang tahun.
Erlangga memperkenalkan semua orang yang datang ke acara ulang tahunnya kalau dia adalah pacar nya bernama Tasya dari Jakarta. Tasya melambaikan tangannya ke semua hadiri di acara ulang tahunnya. Mereka mulai menyanyikan lagi ulang tahun dan memotong kue uang tahun, tak di sangka Tasya mencium pipi erlangga yang membuat hadiri merasa cemburu.
Diana yang melihat Erlangga bersama wanita lain merasa sakit hati sampai menundukkan pandangannya ke bawah dengan ekspresi yang lemah.
" Lu kenapa Din?" ucap Rika yang tidak tahu apa-apa melihat tingkah Diana yang tadinya bahagia berubah jadi sedih.
" Gak apa-apa kok Din" ucap Diana yang merasa kuat.
" Kamu beneran naksir kak erlangga ya" ucap rika sambil menyuruh mengaku dan mengacuhkan pertanyaan
Namun rasa canggung dan malunya saat Rika menanyakan masalahnya tentang perasaan pribadinya. Ia pura pura cuek dan berargumen. "Mungkin saja" ucap diana
Tak di sangka Siska yang melihat Erlangga dan Tasya merasa cemburu, karena iya juga menaruh rasa sama kak Erlangga. Sampai tidak sengaja menabrak meja di depannya hingga makanan jatuh.
"Ya ampun sorry" ucap Siska yang berlari menuju toilet.
Geng Galih merasa heran melihat tingkah wanita-wanita yang berada di acara tersebut.
Setelah puas dengan acara ulangtahun, acara di bubarkan oleh kak Erlangga dengan ucapan terima kasih kepada semua teman-temannya yang ikut merayakan kebahagiannya.
Satu persatu orang orang pada pulang, Galih masih menunggu Diana. Diana yang pulang bareng Rika di cegat galih dengan sepeda motor.
"Eh Diana ayo bareng sama aku" ucap galih menawarkan bangku belakang yang tengah kosong.
"Enggak deh, gw mau bareng Rika" ucap Diana yang keke menolak keinginan galih
"Ya udah bareng galih aja deh Din, gw juga gak mau jadi obat nyamuk hehe" ucap Rika yang menyodorkan Diana ke arah Galih.
Kemudian Diana naik motor bersama Galih meninggalkan Rika. Diana pun duduk di belakang galih, diana duduk berjauhan dengan galih. "Kenapa gak pegangan" ucap galih yang tau Diana tidak suka kepada nya.
lalu ia menarik gas kencang sampai diana memeluknya " Galihhhhh" ucap Diana yang teriak. Sampai Galih bisa tersenyum lebar.