"Satu-satunya yang menjadi alasanku adalah, seorang Wanita Malam sepertiku tidak akan pernah menjadi Bidadari Surga untuk Lelaki setulus, Om Garret."
"Saya tidak peduli Haura, saya tahu ini berat untuk kamu, tapi bagi saya, Bidadari Surga bisa datang dari tempat manapun bahkan dari tempat paling ternoda."
Dikhianati suaminya yang menikah lagi dengan perempuan lain, Haura seorang istri yang terpaksa menjadi wanita malam karena masalah Ekonomi, harus menelan pil pahit tersebut.
Depresi, sedih, dan kehilangan arah, Haura semakin larut dalam dunia malam, sebuah insiden membuat Haura tidak sengaja mencelakai seseorang yang sangat berpengaruh.
Melarikan diri, didalam pelariannya Haura bertemu Garret, Mantan Pelanggannya yang membawa dirinya untuk sembunyi di Mansion keluarganya dengan status seorang Istri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 10 | Mungkin Tuhan Menguji Kita
...----------------...
Loki berjalan keluar menuju gerbang Mansion berniat menemui Polisi yang dimaksud oleh Satpam tadi, dan ternyata benar dua orang polisi yang sudah menunggu.
"Maaf Pak, ada apa yah," tanya Loki menyapa kedua orang polisi tersebut yang membuat Dua Polisi itu tersenyum dan berjalan ke arah Loki.
"Selamat siang Pak, kami dari kepolisian ingin menanyakan apa Bapak pernah melihat orang bernama Laura, dia merupakan Buronan kami," tanya polisi tersebut yang membuat Loki mendelik.
"Laura?"
Loki rasanya belum pernah mendengar perempuan bernama Laura, kalau Haura iya dia pernah mendengarnya, Haura kan masih istrinya.
"Bisa saya lihat, fotonya?" tanya Loki yang membuat Polisi tersebut mengangguk.
Salah satu dari mereka mengeluarkan ponsel dan hendak menunjukkan foto sosok bernama Laura itu, tapi ekspresi polisi tersebut tiba-tiba berubah.
"Ada apa?" tanya Polisi yang satunya tadi kepada temannya yang mencari foto Haura.
"Kayaknya HP saya crash, tidak bisa menyala," jawab Polisi tersebut. "Maaf Pak, mungkin lain kali saja, nanti kami akan kembali kesini untuk bertanya lagi, tapi kalau Bapak melihat ciri-ciri wanita yang mencurigakan bisa segera melaporkan itu kepada kami, karena Wanita ini hampir saja membunuh salah satu pebisnis terkenal yang ada di kota sebelah."
"Siap Pak, kalau ada apa-apa, akan saya segera laporkan," jawab Loki.
Kedua polisi tersebut kemudian membalikkan badannya meninggalkan Loki menuju mobil mereka, sementara itu Loki yang sudah selesai bicara segera berjalan masuk kembali ke rumah.
Haura sendiri, dia berjalan melewati ruang tamu hendak berjalan naik melewati tangga menuju kamarnya.
[Breaking News! Pebisnis Arash Radiatno Natanandro, mengadakan sayembara senilai Satu Milyar, bagi siapa saja yang bisa membawa pelaku penganiayaan terhadap dirinya kepada Beliau dalam keadaan hidup]
Haura terdiam kaku, dia ragu, tentang apa yang barusan dia dengar sampai dia membalikkan badan dan melihat TV yang menyala menampilkan berita tentang penganiyaan Arash.
"Gimana ini, semua orang akan tahu kalau aku adalah Buronan," gumam Haura khawatir.
Disaat Haura tampak ragu, sebuah tangan menariknya yang membuat Haura sontak membalikkan badannya ke arah orang tersebut.
"Pak Daniel?"
"Akhirnya, saya punya waktu berdua dengan kamu, saya merindukan kamu Haura," jawab Daniel pada Haura.
Haura menggeleng yang membuat Haura terdiam. "Maaf Pak, tolong jangan macam-macam, saya adalah menantu Bapak sekarang."
Daniel tersenyum. "Saya tidak akan melakukan apapun kok terhadap kamu, tapi kamu masih menjual diri kan?"
"Bagaimana kalau saya, menyewa kamu malam ini?" lanjut Daniel yang membuat Haura menggeleng.
"Maaf Pak, saya sudah tidak melakukan pekerjaan itu, kalaupun saya masih melakukannya saya tidak akan melakukan itu dengan Bapak lagi, satu kali seumur hidup," jawab Haura berjalan meninggalkan Daniel.
"Tapi Haura! Saya tidak akan melupakan malam itu!"
"Tidak apa-apa, Pak, simpan baik-baik memori itu, karena itu tidak akan pernah terjadi lagi, seumur hidup saya," jawab Haura benar-benar menghilangkan diri dari pandangan Daniel.
-
"Haura?"
Garret membuka pintu kamar, jarum jam di arlojinya sudah menunjukkan pukul dua belas malam, dia mendapati Haura sedang tidur dalam posisi duduk di sofa.
Garret tersenyum, dia berjalan masuk ke dalam kamar, memang hari ini dia kemalaman untuk pulang, saat sampai dirumah, rumah sudah keadaan sepi.
Garret menghampir Haura kemudian menaruh paper bag yang dia bawa di meja nakas.
"Haura, kamu tidur aja cantik," ujar Garret yang membuat senyum tercipta. "Bisa-bisanya saya terpesona."
Garret berjalan ke arah Haura kemudian memandangi wanita itu sampai Haura tersadar kemudian terbangun.
"Om, Om udah pulang, Mau makan, biar aku ambilin," ujar Haura saat dia terbangun.
"Gak, Gausah, saya sudah makan di luar, kamu sudah makan?" jawab Garret yang membuat Haura mengangguk. "Gimana hari ini?"
"Baik-baik aja, Om, jam berapa sekarang, aku belum sholat isya," Haura melirik jam kemudian segera berdiri.
"Sama, saya juga belum, gimana kalau kita sholat berjamaah, saja, tapi saya bersih-bersih dulu yah," ujar Garret melepaskan jas-nya.
"Kalau gitu, aku keluar dulu yah Om, biar Om bisa ganti baju," Haura berjalan keluar setelah mendapat anggukan dari Garret.
Garret kemudian segera bersih-bersih dan mengganti pakaiannya dengan baju Koko untuk sholat, sedangkan Haura yang sudah mengambil air wudhu juga segera memakai mukenanya dan akhirnya mereka berdua menjalankan sholat isya dengan Garret menjadi iman-nya.
Hening, proses bersujud antara hati ke hati dengan Allah itu berjalan dengan lancar dan khusyuk, sampai salam terakhir mempertemukan manik mata Haura dan Garret.
"Jikalau dia adalah Bidadari Surga yang aku cari, berikanlah petunjuk mu, Ya Allah," batin Garret menatap Haura sejenak.
"Haura, saya ada beli sesuatu untuk kamu," Garret berdiri kemudian berjalan ke arah nakas meraih paper bag yang dia bawa tadi. "Saya gatau ini bagus untuk kamu atau tidak, saya tidak akan memaksa tapi jikalau kamu mau, kamu bisa memakai ini."
Garret mengeluarkan pakaian syar'i wanita beserta hijabnya dari dalam paper bag tersebut kemudian menyerahkannya kepada Haura.
"Allah membawa kamu kepada saya bukan tanpa alasan Haura, saya ingin menjadi orang yang bisa Kamu jadikan tempat pulang, saya ingin kamu berubah menjadi lebih baik, saya tidak tahu rasanya apa Haura, saya mencintai kamu, tapi cinta saya terlarang, karena kamu masih berstatus suami orang," ujar Garret yang membuat Haura menunduk. "Jika kamu ingin berubah jauh lebih baik, saya harap kamu bisa memulai dari hal paling mudah, yaitu menutup aurat kamu."
Haura mengangkat kepala menatap Garret dan berujar pelan dalam hatinya. "Apa aku jujur saja kalau Loki itu adalah suamiku?"
...----------------...
bodo mau aja kerja sama dgn arash, mlh hsncur sdr kamu