NovelToon NovelToon
PESONA LUCIA

PESONA LUCIA

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Hamil di luar nikah / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:427.2k
Nilai: 5
Nama Author: iraurah

Jika hidup adalah sebuah buku, maka bertemu denganmu adalah bab favorit ku.

Bagaimana jadinya jika perempuan yang tengah hamil mengikuti kegiatan Ospek sebagai Calon Mahasiswa Baru? Banyak lirikan sinis serta desas-desus miring sudah pasti.

Namun tak berlaku ketika dia bertemu Mahasiswa nomor satu, lelaki semester akhir yang justru tertarik pada ibu hamil satu ini.

***

"Kenapa harus aku?" ~Lucia~

"Aku bangga memiliki kamu. Dalam kurang dan lebihmu" ~Fabio~

Instagraam: @iraurah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iraurah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ku Kira Dia Berbeda

Seperti dedaunan yang gugur berantakan menutupi jalanan panjang di setiap sudutnya, namun malah memberikan kesan indah nan klasik.

Hari berganti hari...

Tak terhitung berapa banyak, tapi aku selalu menunggunya untuk mengetahui seberapa panjang jalan yang aku lalui.

Seperti secangkir kopi panas yang terletak di atas meja tempat aku duduk di salah satu cafe kecil di pinggir jalan.

Kopi dengan gambar cantik itu membuat ku tak kuasa menyesapnya, malah ku pandangi dengan sangat lama.

Tersenyum simpul sambil bertumpu pada satu tangan yang menempel di pipi sebelah kiri, mengagumi sesuatu baru yang amatlah sederhana.

Hanya beberapa detik sebelum akhirnya gambar cantik itu melebur ketika ku aduk diikuti senyuman yang menghilang.

Malam ini aku merasa harus menikmati waktu sebelum esok melakukan aktivitas seperti biasa.

Namun tak perlu beramai-ramai untuk menikmatinya, cafe ini pun hanya aku seorang yang berkunjung.

Tidak ada orang lain selain aku dan pemilik cafe, namun aku cukup terhibur dengan malam ini.

Tak disangka hujan mendadak turun membasahi seisi bumi, ku rapatkan baju hangat yang aku pakai.

Ku sesap lagi kopi panas yang mengepul menghangatkan tenggorokan serta tubuhku.

Hahhhhh..... Sangat enak!

Mungkin akan sangat bagus jika aku memutar sebuah lagu di suasana seperti ini.

Ku ambil ponsel lalu memilih lagu yang aku suka, benar saja suasana langsung lebih hidup jika ditambah iringan musik.

🎶 Di atas meja rindu itu hilang

Dalam kata kata

Sebentar lagi kita saling lupa

Kita menjelma pagi dingin yang dipayungi kabut

Tak bisa lagi bercerita apa adanya

Mengapa takut pada lara

Sementara semua rasa bisa kita cipta

Akan selalu ada tenang

Disela sela gelisah yang menunggu reda 🎶

Sampai lagu itu selesai diputar aku pun sudah menghabiskan minuman ku sampai tuntas.

Namun hujan belum reda meski hanya rintik-rintik, tapi aku tetap memutuskan untuk pulang.

Aku bangkit dari kursi dan membayar pesanan ku ke meja kasir.

Sebelum pergi dari sana aku membuka sweater milikku untuk ku jadikan sebagai payung dadakan, aku pun lantas berlalu dari tempat tersebut dan berlari menuju rumah.

***

Hari yang dinanti-nanti, detik-detik selesainya masa perjuangan mereka selama pengembangan diri.

Di aula yang luas itu, para mahasiswa duduk di tempat yang telah disediakan, mendengar seksama penutupan sekaligus penyambutan dari dekan.

Di tangan mereka sudah disiapkan sebuah almamater yang sebentar lagi bisa mereka gunakan.

"Dengan ini saya menyatakan selamat kepada mahasiswa dan mahasiswi yang telah mengikuti kegiatan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus yang diadakan selama seminggu berturut-turut. Selamat kalian telah resmi menjadi bagian dari Universitas Hamsam tahun ajaran 20XX/20XX"

"Yeayyyyyy...........!!"

Prokkk Prokkk Prokkk!!

Suara tepukan dan meriahan menandakan seberapa bahagianya mereka bisa sampai di titik ini. Tak ada lagi terik matahari yang menjemur tubuh mereka, semua telah usai bersamaan dengan dimulainya tahun ajaran.

"Sekarang kalian bisa memakai almamater yang sudah kalian pegang"

Dengan antusias para mahasiswa baru itu menggunakan pakaian berwarna biru tersebut, dengan senyum mereka yang tak pernah surut.

"Akhirnya kita gak akan capek-capek lagi nyiapin bahan sampe pagi"

"Bener, rasanya tulang-tulang aku ini mau patah"

"Kita aja gak kuat, apalagi kamu ya Lucia. Iya gak?" sang teman menyiku perempuan di sampingnya.

"Hehe.... Lumayan lah" Lucia mengiyakan.

Kegiatan itu berlangsung sampai waktu siang, mereka dibubarkan dan boleh langsung pulang. Dikarenakan pelajaran akan dimulai besok.

Tak lupa mereka melakukan sesi foto-foto sebagai kenang-kenangan, sebab setelah ini belum tentu mereka akan satu kelas.

Lucia ikut saja sesuai ajakan.

"Udah ini mau kemana? Kantin yuk?"

"Boleh, Lucia mau ikut gak?"

Mendengar nama kantin akhir-akhir ini Lucia merasa campur aduk, beberapa hari ia tak melihat sosok lelaki yang selalu menghampirinya. Padahal Lucia sudah berharap supaya mereka bisa dipertemukan kembali.

Tapi hari ini, mungkinkah lelaki itu ada lagi?

"Gimana Ci? Mau?"

"Iya, aku ikut aja"

Mereka pun berjalan menuju tempat pembelanjaan, ternyata jauh lebih ramai, malas sekali Lucia untuk sekedar masuk, tapi entah kenapa ia seperti ingin mencari sesuatu di dalam sana.

Sangking padatnya Lucia memilih duduk di bangku kosong.

"Beli apa Cia? Biar aku yang antri kamu duduk aja disini"

"Aku samain aja kayak kalian"

"Ayam geprek?"

"Boleh, tapi jangan terlalu pedes"

"Oke"

Lucia menunggu sambil mengedarkan pandangannya, di pojok kiri tatapan Lucia terhenti pada seseorang yang tengah berkumpul bersama teman-temannya.

"Kak Fabio? Dia ada disini" gumam Lucia.

Terus ditatapnya sampai orang itu pun menengok ke belakang dan tak sengaja bersitatap dengan Lucia.

Lucia hendak tersenyum untuk menyapa, tapi Fabio seolah menghindar dan cepat-cepat berbalik sambil berbincang dengan para teman.

"Dia tadi liat ke arahku, kan?" Lucia ragu, ia merasa tak salah melihat. Tapi kenapa Fabio tak membalas sapaannya? Apa karena dia sedang bersama teman-temannya? Mungkinkah Fabio malu?

Ku pikir dia orang yang berbeda.

Lucia beranjak dan menghampiri teman sebayanya, mereka masih mengantri dan belum memesan.

"Sya, aku gak jadi beli ayam geprek kayaknya"

"Lho, kenapa? Padahal bentar lagi ini udah mau pesen"

"Tiba-tiba berubah selera, aku mau pulang aja" Lucia dengan nada setengah sendu.

"Kamu sakit?"

Lucia menggeleng, badannya baik-baik saja. Tapi tidak dengan hatinya.

"Ya udah, mau aku anterin sampe ke depan?"

"Gapapa aku sendiri aja, kamu lanjutin antrinya. Aku duluan ya"

"Oke, hati-hati ya"

Lucia menjauh dari tempat tersebut, melangkah dengan hati yang gundah. Harusnya dia sadar diri, mana ada orang yang benar-benar tulus bersamanya.

Lucia mengambil ponsel untuk memesan ojek online supaya lebih cepat, dikarenakan supir yang biasa menjemputnya belum Lucia kabari.

Lucia menunggu di depan gerbang kampus, ia mendapat telpon dari ojek yang dipesannya.

"Hallo pak?"

"Dengan mbak Lucia?"

"Iya, betul"

"Maaf mbak kayaknya saya gak bisa meneruskan pesanan, ada jalan yang ditutup, kalau muter bakalan lama sampainya"

"Oh gitu ya pak, ya udah saya batalkan aja. Makasih pak"

Lucia mendengus, disaat suasana hatinya tengah buruk ada saja hal-hal yang membuat dia semakin badmood.

Tinnn!

Bunyi klakson motor mengagetkan Lucia, ia terkesiap. Sebuah motor Harley Davidson Ultra Limited berhenti tepat di depannya.

Lucia mengernyit, ada banyak tempat kosong kenapa mesti berhenti di depannya??

Namun ketika pemilik motor itu membuka helmnya, seketika Lucia terbelalak.

"K-kak Fabio???" Lucia beberapa kali mengerjap, benarkah ini laki-laki yang sudah membuatnya sebal itu? Kenapa dia ada disini sekarang? Apa coba maksudnya?!

"Naik, aku anterin"

1
Audrey Chanel
seruuuu mami memang pintar bikin cerita..jd bingung pilih yg mana...tp kalau boleh pilih fabio ya mom🥰🥰🥰 buat lucia
Audrey Chanel
😓kasian lucia⚘️💗😓 fabio pas buat suami tapi gmntuhygdi ono😓
Audrey Chanel
kak aku baca ini sambil nunggu cerita yg masih up
Audrey Chanel: sama³ kakak💗⚘️
total 2 replies
Sandisalbiah
nyatanya Ghani beneran jadi pecundang sejati.. gak di hadapan Jihan, lebih lagi di hadapan Lucia... beneran laki gak bertanggung jawab plus gak berguna...
Sandisalbiah
istrimu sudah minggat, Ghani
Sandisalbiah
nyatanya tetap disini Lucia yg jd korban keegoisan mereka.. sebaik apapun perlakuan mereka tetap gak adil buat Lucia yg di paksa terikat dgn hubungan yg merugikan dirinya, sama sekali gak memihak pdnya.. poor Lucia
Sandisalbiah
obsesi berlebihan si Vino
Eby cantik
jujur aku suka novel karyanya tapi yg Lucia ini aku kurnag srek agak gimna gitu kedua belah pihak abu² gk nemu kebahagian
Sandisalbiah: setuju.. kek ngegantung nasib para tokohnya...
total 1 replies
Heidi Aden
moga ending jihan & ghani juga bahagia thor.. jangan lama2 update ya...
Nila
🥰🥰
Nila
kenapa ???
🥺
Nila
gustiiii Fabio
kalau Fabio sama Lucia aku suka senyum2 sendiri
macam orang gila🤣
Ety Nadhif
tamat deh
Ety Nadhif
🤭🤦
Ety Nadhif
waras ga sih kamu fabio😂😂😂
Ety Nadhif
jangan egois jihan,,,kemaren" kamu yg nyuruh ghani perhatian ma lucia sekarang kaya merasa tersakiti🤦🤦🤦
Ety Nadhif
pa ,,ma anakmu mencintai istri orang,,,,
Ety Nadhif
sedih🥹🥹🥹🥹
Ety Nadhif
kasian lucia hamil besar harus sendiria,,,di sini yg jd penolongnya lucia si fabio tp slh juga kalau harus tidur satu ranja😴🤦
Ety Nadhif
cinta fabio tulus tidak memandang lucia buruk,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!