Aku seorang wanita yang harus memikul beban kehidupan yang amat sangat pahit, hanya demi gengsi dan ambisi untuk menguasi anak laki-lakinya untuk harta dan tahta karena ingin dipandang oleh semua orang.
Awalnya kusangat bahagia karena dipersunting seorang calon imam yang mumpuni dalam segala hal, namun dengan berjalannya waktu semuanya terbuka dengan sengaja yang mengakibatkan buta mata buta hati, jangankan untuk mengerti pedulipun sudah tiada arti lagi.
Hidupku dihiasi dengan rasa penuh pana dan derita, hatinyapun sudah tak sanggup menerima karena duka yang mendalam. Padahal kuhanya pengakuan saja bukan ingin dimanja dan dipuja, pengakuan itu sudah luar biasa. Harta ku punya keluarga ku punya tapi pengakuan sebagai menantu buatnya kini tinggal kenangan semata.
Walau kelihatanya bahagia padahal kami sangat menderita karena perlakuan yang berbeda dan perhatian yang penuh dengan kebencian semata. Hilanglah semua harapan kini tinggal kenangan batu nisan jadi saksi kebencian seorang mert
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PASKUD Official Channel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 10
Aku sudah tak peduli lagi dengan apa yang terjadi, yang kupedulikan hanya anak anak dan amanah yang sudah diberikan oleh ayah dan umi serta masyarakat.
Esok harinya aku tetap beraktifitas seperti bisa tanpa melihat masalah yang sedang terjadi, bahkan kegiatanku bisa mengalihkan sedikitnya perhatianku pada masalah yang ada. Aku mencoba kuat dan bangkit dari semuanya. Tetapi aku masih ingat anak anakku bagaimana keadaannya, apakah dia baik baik saja atau sebailnya, dilemma mendalam menusuk kalbu.
Siang menjelang istirahat anak anaku tiba datang kekantorku dimana aku bekerja, aku kaget tidak biasanya anak anak kekantor, ada apa gerangan.
Sontak kubertanya pada si kaka dan adik. Ada apa kalian kesini, ko tumben umi jadi khawatir ada apa kaka ade?.
Si kaka
“Dirumah ga nyaman mah, walau ayah pulang ,dari tadi bukannya nanya apa ke ngobrol apake. Ini malah asik telp sana telp sini, ga engeh ada anak anaknya yang kangen sama ayahnya yang sudah lama ga ketemu”.
Si ade
“Aku mending ga ada ayah dirumah, jauh disana. Ayah ada dirumah bukannya main asik sama anak anaknya ini malah kerjaan sama kerjaan yang dibicarakan teh. Aku pusing mah”.
Aku
“Jangan begitu anak anak umi, kamu juga ga akan ada kalau ga ada ayah, sabar aja ya. InsyaAllah kalau ayah kamu paham apa yang umi sampaikan malem dia akan berubah kecuali ayah kamu egois. Dan tak mau berubah, biarkan ayah mu bersenang senang semaunya suatu saat dia akan menyesal untuk selamanya. Selama ada umi kamu nak jang merasa kehilangan dan kekurangan kasih sayang”.
Si kaka dan ade
“Iya mah, kalau begitu aku ikut apa kata mamah”.
Si kaka
“Kami ga mau jauh dari umi, kami ga mau tinggal sama ayah kami hanya ingin tinggal sama umi”.
Aku
“Jangan begitu nak, sabar aja ya”.
Anak anak
“Iya mah”.
Aku
“Kalian sudah makan”.
Anak anak
“Kami belum makan mah, boro-boro makan minum aja belum. Ga ditawarin apa gitu”.
Aku
“Ya udah yu makan diluar aja ya, kita makan di café yang bisa kita makan”.
Anak anak
“Baik umi!”.
Aku
“Kaka kamu bawa mobilnya, sama sama ade di belakang, biar simamang (supir pribadi ibu) istirahat”.
Mamang istirahat dulu ya dikantor, biar mobil dibawa sikaka. Kami mau keluar dulu sebentar kalau ada yang bertanya tolong sampaikan suruh tunggu aja dikantor.
Si mamang
“Baik bu saya sampaikan”.
Aku
“Oke makasih mamang, kami jalan dlu”.
Si mamang
“Oke bu”.
Kami bertiga berlalu menuju tempat yang kami tuju, ditempat itulah mereka curhat dan menumpahkan semua perasaan yang mereka simpan selama ini, mereka tahu umi nya punya masalah keluarga dan karirnya, mereka memahami apa yang sedang terjadi. Tapi mereka tidak mau mengungkapkan takutnya umi nya kenapa napa dan salah arti.
Si kaka
“Mah kami memahami apa yang sedang mamah rasakan, kami selalu diam dan tidak mau ikut campur. Salah salah kalau ikut campur rumah tangga mamah ancur berantakan, kami tidak mau itu terjadi. Kami mengharapkan kemBali seperti dulu”.
Aku
“Mohon maaf nak, mamah tidak mau melibatkan kalian dalam masalah ini, cukup mamah yang menyelesaikan semuanya, mamah sudah rasakan dan sudah pertimbangkan sematang matangnya, itu juga demi kalian. Mamah masih sabar, ikhlas dan akan tetap tersenyum untukmu anak anaku, walau mamah sakit lahir dan batin. Tapi mamah tahan semuanya demi kalian. Kalian jangan ikuti jejak mamah ya nak. Tolong kalian belajar dan jadilah manusia sukses, mandiri serta memiliki cinta yang tinggi tidak seperti kami”.
semangat terus berkarya 👍👍
itu apa ya 🤔🤔
Sahur
sahuuuurrr
Terpaksa menikahi kepsek kejam hadir memberi like...
di tunggu ke hadirannya di karya ku ya...