NovelToon NovelToon
Upik Abu Vs Bad Boy

Upik Abu Vs Bad Boy

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Teen School/College / Persahabatan / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama / Tamat
Popularitas:36.2k
Nilai: 5
Nama Author: Asda Tan

Citra Kiana dan Reyhan Alexander adalah musuh bebuyutan sejak pertama bertemu, Reyhan yang merupakan anak pemilik yayasan itu adalah anak yang kurang perhatian, ia selalu membuat keributan di sekolah dan salah satu gadis yang menjadi incarannya adalah Kiana, gadis cantik dengan mata besar seperti boneka barbie.
Rasa benci itu akhirnya muncul menjadi benih-benih cinta ketika Rayhan tahu kalau Kiana adalah anak yang berjuang keras untuk hidupnya demi sang mama yang sedang dirawat di rumah sakit jiwa.
Bagaimana kisah upik Abu dan Bad Boy? Yuk dibaca!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asda Tan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rindu Kasih Sayang Mama

"Sabar, Kiana!"

Reyhan mencoba menenangkan Kiana, agar wanita yang sangat dikaguminya itu tidak lagi menaruh dendam dan merasakan sakit yang mendalam.

"Lelaki itu telah menghancurkan hidupku dan Mama, Rey!"

Kiana geram dan sangat marah, membayangkan papa yang selama ini menjadi pujaan hatinya, lapa yang menjadi panutan dan cinta pertama sang putri malah berkhianat dengan seorang wanita muda yang kaya raya. Ya, sejak usaha papanya semakin sukses dan berkembang, bertubi-tubi masalah datang menghampiri Kiana dan keluarganya. Dan puncak dari kehancuran hati Kiana dan mamanya adalah ketika semua harta, tahta dan wanita yang menjadi godaan papanya, hingga beliau tega mengusir Kiana dan mamanya dari rumah.

Beruntung Reyhan selalu ada untuk Kiana, lelaki tampan itu memberikan semua kebaikan hatinya untuk membantu Kiana dan mamanya. Bahkan Reyhan memperlakukan mama Windari seperti mamanya sendiri, walaupun mungkin kebaikan hati Reyhan tidak serta merta gratis karena Kiana harus bekerja untuk Reyhan.

"Kia, tidak usah menyesali semua yang telah terjadi, jangan rusak hatimu untuk sesuatu yang tidak penting seperti itu. Kamu tidak pantas menangisi dia yang sudah pergi meninggalkanmu dan Mamamu, kamu pantas bahagia."

Kata-kata penghibur dan penyemangat kini selalu keluar dari lisan Reyhan. Ya, sejak kejadian malam itu, Reyhan memang menjadi laki-laki pertama yang akan membela Kiana, menjadi garda terdepan untuk membantu Kiana dan ia tidak akan pernah membiarkan ada seorangpun yang membuat Kiana menangis. Jika semua itu terjadi maka bersiap-siaplah berhadapan dengan Reyhan. Dan memang benar, tidak ada seorangpun yang berani menyakiti Kiana di sekolah bahkan jika ada maka akan berurusan dengan Reyhan sang anak pemilik yayasan.

"Rey, terima kasih banyak karena kamu telah menjadi malaikat di hidupku," ucap Kiana lembut sembari menengadahkan wajahnya menatap Reyhan dengan mata yang masih berkaca-kaca.

"Udah ah, jangan nangis! Jelek tahu!"

Reyhan mencubit hidung mungil Kiana yang sangat jauh sekali dari kata mancung.

Hal yang selalu Reyhan lakukan untuk membuat mood Kiana kembali membaik.

"Iih, kenapa sih selalu aja bikin hidung pesek ini makin pesek!" protes Kiana.

Kiana tidak suka jika Reyhan menggunakan kelemahannya untuk menghinanya.

Ya, dibanding Reyhan yang memiliki hidung mancung layaknya artis bollywood Shakrul Khan, hidung Kiana tergolong minimalis dan imut. Tapi disanalah letak kecantikan Kiana, ia memiliki wajah cantik, imut dan mempesona.

"Makanya oplas, biar mancung!" cibir Reyhan.

"Nggak usah, yang asli udah cantik!" timpal Kiana.

Ya, begitulak kedekatan antara Kiana dan Reyhan. Sejak perjanjian kerja mereka waktu itu, ketika Kiana menangis atau bersedih, Reyhan selalu mengajak Kiana bercanda dengan mencubit hidungnya atau mengacak-acak rambutnya yang terurai panjang. Tentu saja hal itu membuat Kiana kesal dan marah kepada Reyhan, tapi setidaknya marahnya Kiana bisa ia luapkan dan lampiaskan lewat Reyhan.

Kiana selalu memanyunkan bibirnya jika Reyhan melakukan hal itu kepadanya, dan ujung-ujung dari canda tawa itu selalu Reyhan yang mengalah karena Kiana akan memakai jurus merajuk dan menangisnya untuk membuat Reyhan mengalah dan tidak tega melihatnya. Ya, sikap yang sangat berbeda dengan di kantor, dimana Reyhan memperlakukan Kiana seperti budaknya.

"Udah ah, jangan nagis lagi!"

"Beliin coklat!" pinta Kiana manja dengan wajah merajuknya yang terlihat lucu dan sangat manis bagi Reyhan. Ya, Kiana bertingkah layaknya anak kecil yang ingin semua keinginannya dikabulkan.

"Yaa Allah, mana ada sekretaris yang memperlakukan bosnya seperti ini," ujar Reyhan sembari menggeleng-gelengkan kepalanya menatap Kiana yang terlihat lucu.

"Ya sudah, kalau begitu aku mengundurkan diri!"

Kiana selalu mengeluarkan amplop surat yang berisi surat pengunduran dirinya, surat yang dibawanya setiap hari dan akan ia gunakan untuk mengancam Reyhan jika lelaki itu tidak ingin mengabulkan keinginan hatinya. Ya, tidak hanya Reyhan yang bisa bersikap seenaknya kepada Kiana, tapi Kiana juga bisa melakukan hal yang sama.

"Kia, kenapa kamu selalu mengancamku dengan mengundurkan diri?" tanya Reyhan dengan tampang ketidaksukaannya.

Kiana tidak pernah menjawab pertanyaan Reyhan, karena ia juga tidak pernah ada niat untuk mengundurkan diri dari perusahaan itu. Ia hanya ingin mengancam dan menakut-nakuti Reyhan supaya lelaki itu mau mengabulkan keinginannya.

Kiana sangat tahu, Reyhan tidak akan bisa akur dengan sekretaris manapun kecuali dengannya. Kiana seperti pawang bagi Reyhan, setiap usaha yang dilakukannya akan berhasil karena ada Kiana di belakang layar yang membantunya.

"Pokoknya sekarang aku ingin coklat!" pinta Kiana sekali lagi.

"Aku juga ingin coklat," ucap Windari yang tiba-tiba saja bangun dari pembaringannya ketika mendengar coklat.

Ya, terkadang mama Windari juga terdengar seperti anak kecil yang membutuhkan kasih sayang dan perhatian lebih.

Kiana dan Reyhan menatap ke arah sang mama. Dengan lembut Reyhan dan Kiana berjalan pelan mendekati mama Windari.

"Ini, Ma!"

Reyhan berjalan mendekati Windari, kemudian mengulurkan coklat batang dari kantung jas berwarna hitam yang dikenakannya. Ya, sekarang Reyhan memanggil Windari dengan panggilan mama, karena terkadang Reyhan dianggap Windari sebagai anaknya.

"Terima kasih, Nak Rey," ucap Windari dengan senyum manis dan sangat menawan.

Satu hal yang sampai saat ini menjadi misteri bagi Kiana, kenapa mamanya selalu ingat dan mengenal nama Reyhan padahal beliau lupa dengan putri kandungnya sendiri.

Terkadang Kiana sangat iri, karena di saat-saat tertentu Reyhan bisa merasakan kehangatan dan kasih sayang dari mamanya yang selama ini selalu ia rindukan.

"Mama, makanlah!" ucap Kiana lembut sembari tersenyum kepada mamanya.

Windari menatap ke arah Kiana, wajahnya yang awalnya tersenyum ceria kepada Reyhan langsung berubah menjadi masam, tatapan hangatnya langsung berubah sendu. Wanita separuh baya itu langsung membaringkan kembali tubuhnya di ranjang dan memalingkan wajahnya dari Kiana.

Hati Kiana hancur!

Bagaimana tidak, orang yang sangat dicintai dan disayanginya malah bersikap tidak acuh dan tidak mengenalnya. Namun, malah mengenal orang lain yang bukan anaknya.

"Kia, sabar!"

Reyhan memeluk Kiana, ia sangat tahu hati gadis cantik itu saat ini sedang tergores dan terluka sangat parah.

"Rey, kenapa Mama bersikap seperti itu kepadaku?" tanya Kiana sembari menatap Reyhan dengan tatapan penuh dengan kesedihan dan sejuta pertanyaan.

"Kamu bukan putriku!" teriak Windari kepada Kiana.

Windari melepaskan pelukannya dari putri cantik yang dulu sangat dicintainya itu. Beliau kemudian membaringkan tubuhnya di ranjang rumah sakit dengan tatapan kosong dan hampa.

Windari memalingkan tubuhnya dari Kiana, seolah ia tidak ingin putrinya itu ada di sini untuk menemaninya. Bukan, Windari bahkan tidak mengenal Kiana, beliau bahkan tidak tahu kalau Kiana adalah putri kesayangannya yang teramat dibanggakannya selama ini.

Tapi, bagaimanapun sikap mama Windari, Kiana tidak pernah berhenti memberikan cinta dan kasih sayangnya untuk mamanya, karena Kiana yakin jika cinta tulusnya mampu menyembuhkan mama yang sangat dicintainya itu.

"Mama ...," ucap Kiana di dalam hati sembari terus menatap sendu kepada mamanya.

Banyak hal yang ingin Kiana ungkapkan, banyak hal yang ingin Kiana sampaikan, namun tidak ada yang bisa ia lakukan sekarang kecuali diam dalam kebisuan.

1
Anik Sukmawati
tgvdrtgtgyvtvvvvygevvgygg
Keren banget ini ceritanya, ditunggu doble up nya thor, nggak sabar pengen langsung baca banyak sampai tamat
Amegatari
semangat kia
Zayna Almeta: Terima kasih kakak, pantengin kia terus ya kakak
total 1 replies
Randa kencana
ceritanya sangat menarik
Amegatari
wah minta 10 jt langsung dikasih 😂 pengen juga punya sahabat kayak gitu
Zayna Almeta: iya kk, author juga mau, hehee
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!