Jatuh hati pada seorang kasir di salah satu cabang Marmart milik nya? Mungkin hal ini akan menjadi lelucon di kalangan kelas atas.
Tapi salahkan paras dan perilaku gadis mungil itu yang terlewat menggemaskan di mata seorang Marvin Cargius Adam's pria berkarisma serta berpendidikan yang harus menggunakan cara kotor nya demi mendapatkan gadis pujaan nya.
*Sequel dari "Don't Touch My Baby!". Jangan lupa baca season satu nya🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri_923, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 10. Bertemu Nicholas
Berharap ada yang dapat Olivia kenal di dalam pesta meriah ini? Tidak, itu mustahil. Bahkan saat ini perempuan itu tidak bisa membedakan mana sembilan karyawan yang beruntung itu dan mana yang bukan.
Semua nya begitu mempesona dan elegan, berbeda dengan nya yang tampil seadanya dengan sedikit polesan make up.
"Dimana manager Jin? Apa dia tidak datang?" Gumam bertanya-tanya Olivia seraya memperhatikan sekitar.
Yap, sedari memasuki aula besar ini mata Olivia terus berkeliling. Setidaknya ia menemui sang manager dengan begitu perasaan nya sedikit tenang, tetapi nyata nya manager Jin belum juga terlihat.
"Sayang?"
Olivia berbalik mendengar suara tak asing itu, dan benar saja saat ini di depan nya berdiri sosok Nicholas yang begitu tampan dengan jas hitam nya.
"Astaga Nicho!" Pekik kaget sekaligus senang Olivia.
Sontak saja tanpa melihat situasi Olivia memeluk Nicholas yang langsung di sambut oleh kedua tangan pria itu yang melingkar di pinggang nya.
"Kamu ngapain di sini?" Tanya sepasang kekasih itu secara bersamaan.
Nicholas terkekeh, begitu pun dengan Olivia.
"Aku ke sini karena di suruh Papa untuk mewakilkan nya, lalu kamu?" Jawab Nicholas lebih dulu.
"Aku mendapat undangan sepuluh karyawan beruntung itu, padahal aku sama sekali tidak tertarik huh!" Celoteh nya kesal seraya mengurai pelukan nya pada sang kekasih.
"Tidak ada yang aku kenal di sini, belum lagi wanita-wanita itu membuat ku insecure" Sambung nya dengan nada mengadu
Nicholas yang gemas pun lantas mencubit kedua pipi Olivia. "Kamu yang tercantik di sini, jadi jangan insecure dan sekarang ada aku yang kamu kenal 'bukan" Sahut nya seraya menaik-turunkan alis.
Olivia menghela napas, kepala nya mengangguk. "Iya sayang, untung ada kamu"
"Ya udah ayo ikut aku menyapa teman-teman bisnis Papa" Ajak Nicholas merengkuh pinggang ramping Olivia.
"Ih ga mau, aku malu" Tolak nya setengah merengek.
"Malu kenapa sayang? Nanti nya kan kamu akan menjadi bagian dari keluarga Prasetya juga"
"Tapi.."
"Udah ayo, jangan banyak tapi-tapian" Potong Nicholas menuntun Olivia agar melangkah.
Sedangkan di sisi lain, mata elang Marvin yang sejak awal memperhatikan gerak-gerik Olivia kini jadi menajam.
Rahang nya mengetat, gigi nya saling beradu menahan geram, dan tangan nya terkepal erat melihat gadis-Nya berpelukan dengan pria lain bahkan bersikap manja pada pria itu!.
"Siapa dia?!" Tanya tidak santai Marvin.
"Nicholas Prasetya, sir. Kekasih nona Olivia" Jawab Rio yang sudah sedia akan pertanyaan-pertanyaan yang Marvin lontarkan.
"Kenapa bocah sialan itu bisa datang ke sini hah?!"
"Dia mewakilkan Papa nya yang berhalangan untuk hadir sir" Jawab tenang Rio.
Mata tajam Marvin pun langsung tertuju pada Rio. "Papa nya?"
"Benar sir, Papa nya adalah pemasok sayuran fresh yang di pasarkan di dalam Marmart Inc"
"Sejak kapan?"
"Kita bekerja sama dengan tuan Prasetya sudah sekitar empat tahun setelah pemasok sayuran fresh sebelum nya bermain curang" Terang Rio.
"Siall!" Umpat geram Marvin. Mood nya yang semula begitu baik kini langsung hancur.
Ingin rasanya pria itu membubarkan pesta sekarang juga, tetapi tidak mungkin karena ia baru saja turun memberi sambutan pembuka.
"Mari sir kita menyapa para rekan yang hadir" Ajak Rio sesaat setelah mendengar hembusan napas sang bos perlahan teratur.
Tanpa menyahut Marvin pun langsung melangkah menuju salah satu rekan kepercayaan nya dan mereka sudah menjalin kerja sama sejak Marvin mendirikan Marmart Inc.
Menyapa para tamu dengan senyum tipis nya dan wajah profesional, Marvin pun cukup merasa senang.
Hingga tiba-tiba obrolan nya terhenti saat mendengar suara seseorang memanggil nya dari belakang.
"Tuan Marvin" Panggil Nicholas.
Marvin pun berbalik dan menatap Nicholas lalu beralih menatap Olivia dan tangan pria itu yang merengkuh pinggang ramping gadis-Nya.
Tersenyum ramah walaupun hati nya begitu panas, Marvin pun membalas uluran tangan Nicholas dan mereka saling berjabat tangan selama beberapa saat.
"Perkenalkan saya Nicholas Prasetya, anak dari Adipati Prasetya. Kehadiran saya di sini karena mewakilkan Papa saya yang berhalangan untuk datang" Ujar mya memperkenalkan diri.
"Aku tidak peduli, kau tidak datang malah lebih bagus" Jawab ketus Marvin dalam hati. "Baiklah tuan Nicholas, selamat menikmati pesta nya dan ini..?" Mata nya melirik Olivia pura-pura tidak kenal.
"Ah iya, ini kekasih saya sekaligus karyawan yang bekerja di Marmart Inc milik anda tuan"
Nicholas mengusap pelan pinggang Olivia membuat perempuan itu menatap nya. "Ayo perkenalkan diri mu" Bisik nya.
Mau tidak mau Olivia pun memperkenalkan diri nya, sama seperti sebelum nya saat Nicholas menyapa rekan Papa nya yang ia kenal.
"Selamat malam tuan, perkenalkan saya Olivia Shannon. Salah satu karyawan anda yang beruntung mendapatkan undangan pesta besar ini"
"Ck, bukan nya anda beruntung tetapi itu semua saya yang mengatur nya nona" Sahut Rio dalam hati.
Lagi-lagi pria itu hanya bisa menyahut, mendengus dan menyeletuk di dalam hati nya. Tidak mungkin Rio seberani itu untuk mengucapkan nya langsung di depan sang bos.
Marvin menarik sudut bibir nya membentuk seringai tipis. "Baiklah nona Olivia, selamat menikmati pesta nya" Sahut seadanya Marvin.
Marvin pun kembali menatap rekan sebelum nya dan menatap bergantian Nicholas. "Kalau begitu saya akan menyapa rekan yang lain nya, selamat menikmati pesta kecil ini tuan-tuan" Ujar nya merendah.
"Astaga tuan Marvin.." Gumam terkekeh rekan Marvin karena pria itu terus merendah.
Menanggapi itu Marvin hanya tersenyum tipis, setelah nya pria itu melangkah melewati tubuh Olivia.
Namun sebelum melewati nya terlebih dahulu Marvin berbisik. "Temui saya di lantai empat puluh sembilan pukul delapan nanti untuk mengambil kartu pengenal mu"
*
Pukul tujuh lima puluh malam, Olivia mulai gelisah karena tadi Marvin menyuruh nya datang pukul delapan ke lantai yang pria itu sebutkan.
Nicholas yang menyadari kegelisahan sang kekasih pun seketika mengusap pipi nya. "Ada apa? Mau pulang sekarang?"
Olivia menggeleng samar. "Emm itu.. Aku kebelet" Cicit nya bohong.
Nicholas menahan tawa nya mendengar cicitan sang kekasih. "Astaga kenapa harus gelisah gini, kan kamu bisa ke toilet atau mau aku antar?"
Olivia menggeleng cepat. "Ga usah, kamu di sini aja. Lagi pula masa rekan bisnis Papa kamu di tinggal begitu saja 'kan tidak sopan"
Nicholas mengangguk pelan tanda setuju. "Tapi kamu tau kan toilet nya ada dimana?"
"Ayolah aku punya mulut untuk bertanya sayang" Rengut kesal Olivia.
Nicholas terkekeh pelan. "Baiklah sana, hati-hati dan jika terjadi sesuatu hubungi aku"
Tanpa berlama-lama lagi Olivia pun keluar dari aula itu menuju lift, tujuan nya adalah ke lantai empat puluh sembilan dimana di lantai lima puluh nya adalah rooftop hotel tersebut yang arti nya lantai empat puluh sembilan adalah lantai paling akhir dan tidak di lewati oleh sembarang orang.
...****************...
kalau marvin d biarin aja ,mau oliv mngumpat kyk gmn pun 🤣
krna dy tau, akan semarah apa dirinya jika agis anaknya
smua ayah pasti marah klo anaknya d hamili laki2 yg bkn suaminya
gk marvel , gak marvin
sm2 gila
lupa klo suaminya mudah tantrum
keenakan makan sm mantan yg lain d lupakan