NovelToon NovelToon
Itu Bukan Salahku, Tuan!

Itu Bukan Salahku, Tuan!

Status: tamat
Genre:CEO / Dikelilingi wanita cantik / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:605.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: muda Anna

Elfamitha gadis 21 tahun lulusan salah satu fakultas di Australia jurusan Psikologi adalah salah satu pelopor pejuang hak wanita yang ada di desa Mami Mitha. Ingin menghapus tradisi yang menikahkan gadis dengan berkedok kawin kontrak dan nikah sirri padahal menjual gadis dengan mahar tinggi.

Sayangnya Elfa harus membayar mahal atas perjuangan dengan kehilangan kehormatan sendiri. Setelah dia berhasil menggagalkan tiga kali usaha seorang casanova Juan Mahardika 30 tahun keturunan Jawa Autralia yang sering menikahi gadis desa.

Juan berhasil membalas dendam dengan menambahkan obat pada minuman Elfa. Berhasil mengambil kehormatan Elfa dengan paksa. Dengan iseng Elfa menghipnotis Juan setelah merenggut kehormatannya saat dia terlelap agar tidak bisa merasakan lagi indahnya wanita.

Mengejar Elfa untuk membalas dendam setelah menghilang selama dua tahun, tetapi Juan jatuh cinta seiring waktu. Bagaimana perjuangan Juan untuk mendapatkan cinta Elfa, apakah Elfa menerima cinta Juan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon muda Anna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10. Mati Suri

Tanpa diduga Juan Mahardika mengangguk mendengar perintah Elfa. Padahal matanya terpejam dengan napas yang teratur. Seolah dia mendengar dan mematuhi apa yang diperintahkan oleh Elfa.

"Ingat sekali lagi, pusaka bumerang ini akan tertidur dan mati suri walau siapapun wanita yang akan membangunkan dengan cara apapun, dia hanya akan bangun setelah bertemu dengan gue, mengangguklah jika elo mengerti!" perintah Elfa sambil menunjuk pusaka bumerang Juan Mahardika yang terlihat lemas.

Juan Mahardika kembali mengangguk dengan patuh setelah lengannya diusap oleh Elfa. Mata tetap terpecam dan badan tidak bergerak. Seolah hanya telinga saja yang sedang bekerja.

Elfa terpaksa mengambil jas Juan Mahardika yang ada di lantai. Langsung dipakai untuk menutupi baju blus miliknya yang terlepas kancingnya. Keluar kamar menuju pintu belakang dan melompati pagar seperti kemarin.

Elfa pulang ke villa milik Papi Alfarizi dan Mami Mitha. Padahal biasanya lebih memilih menginap di markas yaitu rumah Rena. Rumah sederhana namun penghuninya sangat bersahaja.

Elfa jarang menunjukkan identitas aslinya. Tidak banyak  yang tahu latar belakang keluarganya yang tajir jika tinggal di sekitar villa. Demi untuk keamanan anggota kelompok pejuang gadis.

Sebagian gadis desa hanya mengetahui jika Elfa adalah gadis asli berasal dari Ngawi tanah kelahiran Almarhumah Nenek Ani. Hanya Rena alias Rey dan Krisnawati alias Kris yang mengetahui identisas Elfa.

Sampai hampir pagi menjelang Elfa berendan di bath-up yang ada di kamar pribadi. Menangis meratapi diri yang kini sudah tidak virgin lagi. Seolah merasa dirinya kotor karena sudah ternoda.

Menangis sambil teringat cerita Mami Mitha. Nasibnya kini lebih parah dari Mami dan Tetah Rania. Mereka setidaknya terenggut setelah menikah tetapi dirinya kini terenggut tanpa ada status.

"Bagaimana ini, apa yang harus El lakukan, El harus curhat pada siapa?" monolog Elfa sambil menangis tersedu-sedu.

***

Sementara pagi hari Juan Mahardika bangun tidur dalam keadaan badan sakit semua. Rasanya seperti selesai bekerja berhari-hari tanpa henti. padahal tadi malam hanya melakukan balas dendam kepada gadis yan pernah menggagalkan usaha nikah sirri.

Melihat badan yang masih polos memar dan lebam semua. Bibir robek terkena tendangan kaki Elfa yang sangat kuat. Hanya bagian kaki saja yang tidak ada luka atau memar.

Juan Mahardika tersentak kaget setelah bangun dan duduk di pinggir tempat tidur. Gadis yang tadi malam menangis tersedu sambil duduk di lantai sekarang ini tidak ada, "Ke mana gadis itu?" monolog Juan Mahardika sendiri.

Langsung mendekati cendela untuk memeriksa kaca cendela. Karena kemarin gadis itu kabur membongkar teralis dan kaca, "Masih utuh kacanya. Lewat mana gadis itu?" Kembali Juan Mahardika bermonolog sendiri.

Juan Mahardika membersihkan diri di kamar mandi dan berendam di buth-up. Merasakan hari ini seperti hari baru yang belum pernah dilalui. Otak dan pikirannya terasa tenang dan damai tanpa beban.

Sambil sarapan di meja makan setelah selesai mandi dan rapi. Juan Mahardika membuka laptop miliknya. Ingin melihat CCTV yang terhubung di laptopnya.

Mulai melihat Elfa ke luar dari kamar sambil mengendap-endap. Juan Mahardika membuka matanya lebar saat melihat pakaian yang dikenakan oleh Elfa, "Dia memakai jas gue?"

Selesai sarapan bersamaan selesai juga memperhatikan Elfa melompati pagar seperti dulu. Pagar yang sama dan kursi untuk melompat juga sama, "Kemungkinan gadis itu memiliki ilmu bela diri yang lumayan, badanku rasanya sakit semua," kata Juan Mahardika berbicara sendiri.

Ada suara mobil masuk villa terdengar sayup-sayup di halaman villa. Bibi pembantu berlari ke pintu utama untuk membukakan pintu, "Siapa yang datang, Bibi?" tanya Juan Mahardika setelah pintu terbuka.

"Asisten Dwi Saputra yang datang, Tuan."

"Oooo biarkan dia masuk!"

"Baik ...."

"Selamat pagi, Tuan." Asisten Dwi Saputra berjalan dengan langkah panjang mendekati Juan Mahardika.

"Pagi, ada apa kamu ke sini?"

"Tuan Hans Mahardika memerintahkan saya untuk menjemput Anda sekarang juga."

"Daddy di Jakarta?"

"Iya ... Anda di tunggu di Bandara Internasional Soekarno Hatta sekarang."

"Bukankah pesawat pribadi sekarang ada di New York karena menjemput Grandpa Riswan?"

Asisten Dwi Saputra bercerita jika satu jam yang lalu pesawat pribadi milik keluarga Mahardika mendarat di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Akan menjemput sang cucu kesayangan Granpa Riswan Mahardika yang sedang berobat di New York.

Hanya sayangnya yang di jemput tidak mau pulang jika bukan cucu kesayangan yang menjemput sendiri. Dengan terpaksa pesawat harus bolak-balik Australia ke New York dan sekarang ke Indonesia. Hanya untuk menjemput satu orang saja yaitu Juan Mahardika.

"Dasar Gandpa Riswan manja, mengapa harus gue yang repot sih?" gerutu Juan Mahardika kesal.

"Ayo berangkat sekarang, Tuan!"

Juan Mahardika masih enggan bangun dari tempat dudu, "Tunggu sebentar ...!"

"Anda tidak perlu packing, semua sudah dipersiapkan oleh bibi, jangan sampai saya memaksa Anda!" kata Asisten Dwi Saputra dengan suara tegas.

"Berani lo?" tanya Juan Mahardika dengan suara keras juga.

Asisten Dwi Saputra hanya nyengir kuda. Teringat perintah Tuan Hans Mahardika satu jam yang lalu. Untuk menjemput paksa jika perlu di seret seandainya menolak.

Setelah tiba di New York, Juan langsung menuju ke salah satu rumah sakit terkenal di sana. Seluruh keluarga sudah berkumpul. Hanya menunggu cucu kesayangan yang datang paling terakhir.

"Ada apa ini?" tanya Juan Mahardika setelah melihat seluruh raut wajah keluarga bersedih.

"Granpa ... ini yang di tunggu-tunggu sudah datang," bisik Jasmine Mahardika di telinga kakeknya.

Yang awalnya laki-laki tua yang berbaring lemah di brankar tempat tidur itu matanya terpejam. Langsung membuka mata dan tersenyum manis melihat cucu tersayang datang, "Juan ...."

"Granpa, maafkan Juan" Juan Mahardika duduk berjongkok dan mencium punggung tanangnya berkali-kali.

Riswan Mahardika dirawat selama tiga bulan di rumah sakit New York. Setengah tahun yang lalu mengalami stroke. Satu bulan yang lalu keadaannya sudah mulai membaik dan mulai bisa berjalan kembali.

Tidak menyangka sekarang ini Grandpa Riswan Mahardika kembali lemah dan tidak bisa bangun dari tempat tidur. Saat tangannya meraih pipi Juan Mahardika tiba-tiba terjatuh kembali, "Grandpa .... Grandpa!" teriak Juan Mahardika.

Grandpa Riswan Mahardika dinyatakan meninggal dunia oleh dokter. Dimakamkan di Australia setelah dibawa pulang. Hampir satu minggu perhatian dan fokus Juan Mahardika pada keluarga yang baru kehilangan.

Hampir satu minggu Juan Mahardika mampu tidak beraksi karena masih berduka. Selalu berkumpul dengan keluarga saling menghibur dan mendukung. Perusahaan juga diliburkan untuk menghormati pendiri perusahaan.

Juan Mahardika benar-benar bisa bertahan tidak merayu wanita hampir satu minggu ini. Pusaka bumerang anteng tertidur tanpa berontak. Tanpa menyadari yang terjadi dengan pusaka kesayangan yang biasanya selalu mengajak bergoyang.

"Sabar dulu ya, nanti kita balas dendam sehari lima kali kalau perlu" monolog Juan Mahardika sambil mengusap pusakanya.

1
uyhull01
trut berduka cita buat Dokter Yohan,
Alhmdulillah Happy Ending juga ,,
Trimaksih Kak critanya good👍👍
Muda Anna: sama-sama kk trims
total 1 replies
uyhull01
haihhhh masihhh dalam mode Mistri si Dokter itu,
lhaaa truss hasil apa positif apa negatif Kriss ??
uyhull01
hehhh kalian ini yaa bikin penasaran aja ,,
uyhull01
hahaha Babang kulkas lucu yaa amit amitnya spontan gtu ke prut mna tau jadwal si adik harus puasa lgi beuhhh keren👍👍
uyhull01
lhaa El mreka kan ada rumah duka seminggu pun bisa, klo kita kan gak satu hari pun terasa kasihan,
uyhull01
apa salah satu nya si dokter ??
uyhull01
ahhh cari mti dan mnyerahkan dri ke kandang macan kmu mah, gk tau apa Kris dan Rey itu hidup dalam naungan El dan suaminya,
uyhull01
aihhh ada ada aja tuu orang klo mau bikin ulah itu yang apik biar rapihh🤦‍♀️
innalilahi, meski sempet marahtetp aja hati nurani simpati si dokter gila itu kclakaan ya
uyhull01
apik dikit napa weyy ini si bukan misi ancaman tp lebih ke tebak gambar🤭
mau kmna tuu si Dokter??
uyhull01
iseng nya gak apik yaa, masih bisa ketahuan gtu,
uyhull01
huuuu akhirnya bisa masuk lgi ke sini stlah lama Tapa🤭
Serli Ati
sangking penasarannya ya kan subuh pun di jabanin
😃😃😄😄
Noey Aprilia
End y kk???
hhhmm....pst kgn deh nnt...tp udh mmpir ko k krya ka anna yg lain,d usahain bca mskpn sbuk....he...he...
Ttp smngt y kk...
Muda Anna: trims kk sdh mampir jgn lupa komen,
total 1 replies
indy
terima kasih kakak...sangat lengkap rass novelnya. ada kesal, sedih, senyum, ketawa dan bahagia...selamat ya. jangan kapok nulis, readers setia menunggu
Muda Anna: alhamdulillah terima kasih jg kk
total 1 replies
Deriana Satali
Akhirnya semua bahagia tidak ada lagi yg menghalangi kebahagian 3 sahabat terima kasih kasih mba Ann mungkin nanti cerita anak2 3 sahabat nih ✌
Muda Anna: semoga kk doakan saja
total 1 replies
Rosy
yaahh..pantesan semua sudah bahagia ternyata sudah tamat ya..sebenarnya masih belum rela sih pisah sama mereka semua 😢 tapi nggak papa yg penting happy ending..mau ngucapin terima kasih untuk kak Anna karena sudah menyuguhkan cerita yg sangat menghibur di sela kesibukan aku di rl..yg awalnya capek setelah baca ini kadang di bikin ngakak dan itu jadi hiburan tersendiri buat aku...terima kasih dan semangat untuk kak Anna..semoga tetap semangat dan sukses selalu 🤗😘🫶
Muda Anna: alhamdulillah trims kk selalu setia
total 1 replies
Nena Anwar
wah happy ending 😍😍😍
terima kasih Kk Anna sudah menemani dan menghibur hari2ku dengan karya2mu yg keren 👍👍👍 tetep semangat untuk terus berkarya 💪💪💪 dan sehat selalu untuk Kk Anna beserta keluarga 🙏🙏
Nena Anwar: Aamiin 🤲
total 2 replies
Rosy
pasti lucu banget deh..apalagi kalau bayinya gembul 😚
Muda Anna: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Rosy
turut berduka untuk Yohan..kasihan sekali dia meninggal dg cara seperti itu..pasti ibunya sangat sedih karena harus kehilangan dua orang yg di sayang dalam waktu yg bersamaan..
Muda Anna: pasti itu
total 1 replies
Rosy
dasar ya kalian ini..pagi2 buta sudah bikin heboh..apalagi itu sama Rey..dia kepo nya seperti aku..jangan2 dia kemarin malem nggak bisa tidur nyenyak tuh saking kepo nya 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!