NovelToon NovelToon
Risa bukan Zeline

Risa bukan Zeline

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengganti / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:77k
Nilai: 5
Nama Author: 1PM

Katanya di dunia, ada tujuh orang dengan wajah serupa. Hal itu yang kini tengah dirasakan seorang gadis bernama Risa Kirana.

Suatu hari, dia bertemu dengan gadis yang bernama Zeline, gadis sma yang mempunyai wajah mirip dengannya.
Zeline datang dan meminta Risa bertukar tempat dengannya.

Apa Risa bersedia menerima tawaran Zeline apalagi dengan perbedaan usia mereka?

Simak yuk ceritanya di novel berjudul Risa bukan Zeline hanya di noveltoon!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 1PM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Zhen mendekat, membuat Risa buru-buru mengakhiri panggilannya. Zhen mengernyitkan dahi, lalu duduk di samping gadis yang sampai saat ini dia kira adiknya.

"Telponan sama siapa, asyik banget kayaknya."

"Sa….sama teman bang," jawab Zeline gugup.

"Teman? Cowok apa cewek?" Zhen bertanya penuh selidik.

"Cewek."

"Coba abang lihat!"

"Oh ya, abang kesini mau ngapain?" 

Zhen baru ingat kedatangannya ke kamar Zeline untuk meminta maaf pada adiknya atas kejadian tadi pagi.

"Abang kok malah bengong," Risa bersikap seolah tidak pernah terjadi apa-apa antara mereka berdua, tidak ingin hubungan mereka jadi canggung nantinya.

"Hmm abang kesini...abang ingin minta maaf soal keja…"

"Stop abang, hmm sebaiknya hal itu tidak perlu dibahas lagi." Risa segera menghentikan ucapan Zhen sebelum pipinya kembali memanas saat mengingatnya.

"Kamu marah ya sama abang?"

Sebenarnya Risa ingin marah, tapi entah kenapa dia tidak bisa.

"Tidak abang, Ri...hmm maksud Zeze, Zeze tau kalau abang gak sengaja."

"Tapi bagaimana kalau abang sengaja," ucap Zhen namun hanya dalam hati saja.

"Ya sudah ayo makan! Kamu pasti lapar, abang juga lapar sekali nih."

Risa mengernyit, bagaimana mungkin Zhen merasa lapar, padahal tadi jam 10 baru sarapan.

"Abang tadi juga tidak jadi makan," kata Zhen seolah tahu apa yang ada di pikiran Zeline.

"Oh ya uda ayo!" 

Keduanya melangkah bersama menuju ruang makan sambil mengobrol, dengan tangan Zhen yang melingkar di bahu adiknya.

"Ih abang, berantakan rambut Zeze," Zeze manyun dengan tingkah Zhen yang hobi sekali mengacak-ngacak rambutnya.

Zhen menarik tangan Zeline untuk berhenti, menarik kedua bahunya, memutar badan Zeline agar menghadap ke arahnya.

Zhen yang memang tinggi harus menunduk saat merapikan rambut adiknya yang bertubuh mungil.

Risa menatap Zhen tanpa berkedip, bohong jika dia tidak terpesona dengan pria itu, baru beberapa hari saja tinggal bersama, Risa selalu menanyakan kesehatan jantungnya yang selalu berdebar kencang setiap di dekat Zhen.

"Sudah."

Tatapan keduanya bertemu, tak hanya jantung Risa, Zhen pun merasakan hal yang sama.

Zhen buru-buru menjauh dari adiknya. Dia tidak mau jika sampai kejadian tadi pagi kembali terulang, jika posisi masih sedekat itu.

Risa salah tingkah sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Di juga kini langsung berbalik dan kembali melanjutkan langkah ke dapur terlebih dulu.

Zhen yang tersadar segera menyusul Zeline, dan begitu sampai di ruang makan, tampak Zeline sudah mulai menikmati makanannya.

Bi Irma yang melihat Zhen segera menyiapkan makanan untuk tuan nya itu.

"Makasih Bi," ucap Zhen kepada Bi Irma yang kini tengah menuangkan minuman untuk pria itu.

Zhen melirik Zeline yang cuek tengah menyantap makanannya. Adiknya itu tampak lahap, membuat Zhen tersenyum, dan hal itu tak luput dari penglihatan Bi Irma yang ikut senang melihat kakak beradik itu kembali berhubungan baik, setelah dua tahun lamanya berpisah.

"Makannya pelan-pelan Ze, tidak akan ada yang merebut makanannya darimu."

Risa hanya mengangguk karena mulutnya masih penuh dengan makanan, rupanya gadis itu memang sangat kelaparan.

"Kamu ini seperti tidak makan setahun saja," cibir Zhen.

"Uhuk, uhuk," Risa terbatuk saat akan menjawab perkataan Zhen.

Sementara Zhen panik dan segera menyodorkan minuman kepada adiknya.

Buru-buru Risa meminumnya , tenggorakannya terasa pedas efek dia tersedak tadi.

"Apa abang bilang tadi, pelan-pelan saja, kalau perlu makanan abang juga buat kamu."

"Loh kenapa? Kan abang bilang tadi lapar banget."

"Ya takut kamu kurang aja," jawab Zhen santai.

"Memangnya menurut abang Zeze rakus sampai makanan segini banyak, Zeze makan sendiri, yang ada nanti perut Zeze nantu meledak," guraunya.

"Kamu ini, ada-ada saja."

*

*

Setelah makan malam, Risa tetap di kamarnya untuk belajar, beberapa jam berkutik dengan peralatan tulisnya, membuat tubuhnya begitu kaku. Risa sedikit meregangkan tubuhnya dengan gerakan-gerakan sederhana.

Tiba-tiba saja Risa menoleh dan  langsung bangkit, menutup tirai yang masih terbuka, saat tadi melihat kilat menyambar, disusul suara petir yang menggelegar, hingga membuat gadis itu sampai terkejut dan mundur beberapa langkah.

Tak lama, hujan pun turun dengan derasnya. Risa berbalik dan berjalan menuju ranjang, langsung naik kesana. Menarik selimut, guna menutupi tubuhnya. 

Risa yang memang sudah mengantuk, tak membutuhkan waktu lama, hingga dirinya kini sudah tampak lelap dalam tidurnya.

***

Sementara itu di tempat lain, di sebuah ruangan yang dikelilingi kaca besar,  Zhen yang sedari tadi fokus pada pekerjaannya, menoleh saat tiba-tiba melihat kilat, dari jendela yang terbuka tirainya. Zhen buru-buru menutup pekerjaannya, lalu yang dia lakukan sekarang berjalan keluar menuju kamar Zeline.

Zhen langsung masuk begitu saja setelah berkali-kali mengetuk pintu tapi pintu tidak kunjung dibuka, beruntung saat ini, pintunya  tidak dikunci. Dengan berjalan tergesa, Zhen mendekat ke arah ranjang dan kini bisa ia lihat adiknya sudah dibungkus selimut.

Zhen semakin mendekat, lalu dengan perlahan naik ke atas ranjang di sebelah Zeline yang tampak tidur dengan gelisah. Zhen sedikit mengangkat kepala Zeline, mengulurkan satu tangannya agar bisa dijadikan bantalan gadis itu, lalu Zhen menarik Zeline ke dalam pelukannya. Hal itu bukan pertama kalinya Zhen melakukan itu, dulu sebelum dirinya memutuskan pergi, Zhen selalu menemani tidur Zeline dengan posisi seperti saat ini, tentunya juga dalam situasi yang sama persis seperti ini.

Saat melihat kila, Zhen dengan cepat menutup telinga Zeline, karena yakin jika sebentar lagi petir akan berbunyi. Zhen seperti itu karena tahu, jika Zeline adiknya begitu takut dengan kilat dan petir. Ada kejadian dimana saat itu, Zeline yang masih berumur 5 tahun mengalami kecelakaan bersama kakek dan nenek mereka hingga keduanya langsung tiada di tempat dan Zeline sendiri yang selamat. Kecelakaan itu terjadi saat hujan deras dan juga petir yang tengah bersahut-sahutan. Dan karena kejadian itu, Zeline selalu takut jika mendengar bunyi petir, bahkan gadis kecil itu terkadang sampai gemetar hebat. Makanya Zhen tadi buru-buru ke kamar adiknya saat mendengar bunyi petir, memastikan Zeline baik-baik saja.

"Ada abang disini sayang," ucap Zhen sambil mengelus punggung Zeline pelan, menenangkan adiknya dan memberitahu kepada Zeline bahwa dia tidak sendiri dan ada Zhen yang selalu bersamanya.

Perlahan Zeline sudah mulai tenang. Tapi tak membuat gerakan tangan Zhen di punggung adiknya berhenti. Zhen bahkan terus mengecup puncak kepala Zeline berkali-kali.

Perlahan mata Zhen mulai meredup, Zhen berusaha menahan matanya agar tetap terbuka, tapi tiba-tiba…. perlahan tetap saja, walaupun Zhen berusaha untuk tidak tertidur, nyatanya kini kedua mata pria itu sudah terpejam erat, Zhen ikut terlelap menyusul Zeline ke alam mimpi.

1
Bandar Jayalampung
sekian abad baru up
Bandar Jayalampung
nah Lo kn terungkap. ayo double up dung Thor dh lama jg GK pernah up please🙏
Bandar Jayalampung
ada hubungan apa ya antara ibunya Zelin dengan abi
Elly Suryani
lanjut.....
Indah Mariani
Bagus ceritanya
Endah Puji
kerennn
karenina
siapa?males lah kl abangnya zeline..gak ada tanggung jwb nya..sebel..yg salah siapa yg dicuekin siapa..serbasalah..risanya lembek pulak..
karenina
kasian Risa serbasalah JD nya
karenina
ngamuk dong risaa...udh dimanfaatin..hancur semua pekerjaan dan keseharian mu,dituduh2 yg nggak2 pulak sama Mak nya zeline..hadehh..
karenina
Risa nya lemah bgt sih..mau ajh dimanfaatin..sebenernya Risa udh dimanfaatin SM zeline..udh gitu disalah2in pulak sama maknya zeline..zeline pun gak tau terimakasih..udh dibantu tapi bgitu
moon struck traveller
Kita emang nunggu crazy up, tapi author jangan cape-cape, ya! Jangan lupa makan, thor!
SugarGenius
cepetan up thorr plisssss semangat cuy
leena
seru banget...di tunggu updatan nya
CupcakeHugs
aku rela begadang demi nungguin karyamu, thor!
Ella Hassan
Sangat menarik
Dadan Buldansyah
lanjut ka
karenina
lanjutttt kak..
karenina
seruu kak..ceritanya...semangaat thor
karenina
bapaknya zeline kah kekasih nya temen risa
SweetWhimsy
Hari ini aku mantengin HP ku karena nunggu update-an dari author :( Suka banget :( lanjutannya jangan lama-lama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!