NovelToon NovelToon
DENDAM Cinta Dua Dunia

DENDAM Cinta Dua Dunia

Status: tamat
Genre:Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Horor / Tamat
Popularitas:41.6k
Nilai: 5
Nama Author: Dayang Rindu

Setelah kekalahan Tujuh tahun yang lalu, dia kembali ke kampung halamannya bersama seorang wanita yang merupakan istrinya.

Walaupun demikian, dia masih saja memikirkan mantan kekasihnya. Menikah tak membuatnya puas, tak membuatnya melupakan masa lalu, masih saja memikirkan gadis yang dulu dicintainya.

Bunga desa yang kini sudah menjadi istri orang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dayang Rindu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berkelahi lagi

Dewi keluar dari rumahnya, sengaja berpura-pura belanja di warung tetangga untuk memulai kedekatan. Dia tahu persis di sana banyak ibu-ibu yang suka bergosip ria.

Sedikit menoleh kisah ke belakang, di sana adalah tempat ibunya Raka duduk dan bergosip ria, termasuk membicarakan perihal hubungannya dengan Melati. Sehingga terciptanya gosip-gosip miring dan banyak lagi cerita lainnya.

Tak ayal ketika ibu-ibu bertemu maka cerita sepotong ubi akan terasa hangat dan menarik, lalu ketika masing-masing membawa ingatan tentang rasanya, maka yang terdengar adalah ungkapan yang berbeda. Dan yang menjadi korban adalah sepotong ubi yang tak bersalah, karena semakin banyak orang yang mengolahnya, maka akan semakin banyak pula rasa dan masakan yang berbeda.

Dua tanganmu tak akan mampu mencegah banyaknya mulut yang bercerita tentang dirimu.

Bunga bak sepotong ubi berasal dari kebun ketika itu, tak punya pilihan dan tak bisa melawan, sehingga pada akhirnya berpisah untuk membebaskan diri dari hujatan dan pandangan rendah terhadap dirinya. Lagi pula, perihal jodoh tak bisa di paksa, jika jodoh bisa memilih, tentu semua orang sudah bahagia dengan pilihannya.

"Nanti malam ada rapat di balai desa." ibu-ibu itu sudah memulai cerita ketika Dewi membeli makanan ringan dan sengaja duduk membaginya dengan beberapa anak-anak tetangga yang ikut duduk di sana.

"Rapat apa ya Bu?" tanya Dewi menyahut, seraya mencolek pipi seorang anak kecil.

"Rapat untuk para tokoh masyarakat dan orang berpengaruh. Salah satunya Mas Raka, juga si Iyan suaminya Bunga." jelas ibu itu terlihat bersemangat.

"Undangannya dititip di sini Mbak Dewi." ibu pemilik warung memberikan kertas bertuliskan undangan kepada Dewi.

Dewi mengambil kertas tersebut, dan benar saja nama Raka Wijaya tertulis di sana.

"Suaminya Mbak Dewi termasuk orang berpengaruh sekarang, malam kemarin sudah berhasil melukai pencuri." seorang ibu menyahut dengan mata mendelik saking serunya bercerita.

"Dengar-dengar tak hanya Mas Raka yang bertarung dengan pencuri, tapi Gibran juga Bu, suaminya Bunga juga terkenal memiliki kemapuan hebat." si ibu pemilik warung menyahut.

"Iya, itu dulu ceritanya pernah bertarung dengan Mas Raka juga ketika masih pacaran sama Bunga." seorang ibu lagi bercerita tanpa peduli, tapi kemudian menutup mulutnya menyadari ada Dewi diantara mereka.

Dewi tertarik dengan nama Bunga yang sudah berulang kali di sebut.

"Boleh tahu, rumahnya Bunga itu ada dimana?" tanya Dewi tak mau kentara soal keingintahuan juga penasaran.

"Di ujung sana Mbak Dewi." ibu muda yang lainnya menyahut. "Eh, tapi buat apa Mbak ingin tahu? Dia kan mantan pacarnya Mas Raka."

Dewi tersenyum, tak mau memperlihatkan isi hatinya. "Sudah tahu Bule." jawabnya halus.

"Baguslah kalau sudah tahu. Mereka berpacaran sangat lama, tapi akhirnya putus karena dia selingkuh dengan Gibran dan menikah. Tapi tidak hanya itu, tapi juga karena ibu mertuamu tidak setuju. Begitu yang kita tahu."

Dewi mengangguk-angguk mengerti, dalam hatinya dia mulai paham penyebab apa Raka masih begitu memikirkan wanita itu.

"Bunga anaknya pak...?" Dewi sengaja memancing jawaban dari ibu-ibu bersemangat itu.

"Pak Gutama." jawab mereka cepat.

"Ah." Dewi tersenyum senang.

'Akhirnya aku tahu siapa nama ayahmu! Jika Mas Raka tidak bisa menyingkirkan namamu di hatinya, maka aku yang akan membuatmu menyingkir untuk selamanya.' Dewi masih tersenyum, tangannya mencoba bermain-main dengan anak-anak agar tawa dan senyumnya tidak terlalu di perhatikan.

"Aku harus bisa mengambil salah satu foto wanita itu." Dewi bergumam sendiri ketika sudah pulang dan masuk ke rumahnya.

"Dari mana Wi?" tanya Raka yang baru saja pulang dari kebun miliknya.

"Dari warung Mas, membeli makanan ringan dan ini." ucapnya memberikan undangan kepada Raka.

"Undangan?" Raka membuka kertas tersebut. Membacanya sejenak dan tersenyum setelahnya.

Malam itu Raka mendatangi perkumpulan warga inti di kampung tersebut, berjalan dengan angkuh sesekali melirik ke kanan dan kiri jalan. "Kehebatanmu sudah tak menakutkan. Hanya menunggu waktu Gibran Dwiyanto." gumam Raka.

"Silahkan Bapak melakukan musyawarah dan memutuskan apa yang terbaik, saya dan Mas Raka akan berjaga di luar karena alasan yang sulit di jelaskan." Gibran memahami apa yang sedang di rasakan Raka, mengikuti laki-laki yang merupakan saingannya tersebut.

"Aku merasa dia ada di sebelah kiri kita." ucap Raka berdiri dekat dengan Gibran, sambil menikmati sebatang rokok agar nyamuk tidak terlalu mendekat.

"Iya Mas." Gibran setuju.

"Aku sudah mencurigai seseorang, dan aku butuh bantuanmu untuk menyelidiki mereka." ungkap Raka menoleh Gibran yang juga sepemikiran dengan Raka.

"Aku juga Mas, dan selama ini aku kesulitan karena tidak ada yang bisa di ajak bergerak. Rata-rata orang berilmu di kampung ini sudah sepuh dan tidak bisa diajak sembunyi-sembunyi." jelas Gibran mengungkapkan keluhannya selama ini.

"Sekarang ada aku." jawab Raka yakin, bangga sekali rasanya dibutuhkan oleh Gibran Dwiyanto.

"Ya." Gibran tersenyum yakin, dia tahu Raka bisa diandalkan.

Lama keduanya hanya duduk dan pura-pura tidak tahu, sengaja hanya terlihat seperti mengobrol biasa. Tapi kemudian seseorang mendekat dan ikut masuk begitu saja.

Gibran melompat dan meraih bahu pemuda tersebut. "Maaf, di dalam sedang ada pembicaraan penting, dan semuanya para tokoh masyarakat dan tokoh agama saja. Yang muda hanya di luar." ucap Gibran tak mengurangi sikap sopan.

"Aku diminta salah seorang istri dari mereka untuk memberikan kabar bahwa ada tamu penting yang datang." Pemuda itu berkata dengan serius.

"Apakah istrinya sedang menunggu di bawah pohon itu?" Raka menunjuk seseorang yang terkesan bersembunyi di tempat gelap.

Pemuda itu langsung melarikan diri, takut ketahuan juga takut di hajar kedua orang tersebut.

"Kau disini saja." ucap Raka meninggalkan Gibran , sengaja melepaskan anak muda tersebut, Raka dan Gibran punya rencana untuk mencari tahu keberadaan dari beberapa orang pencuri tersebut. Mereka yakin sekali mereka tak hanya satu, dua atau tiga, tapi ada banyak.

Gibran mengawasi sekitar yang sepertinya sudah aman, lagipula di dalam sepertinya akan segera selesai. Ia mengikuti Raka,menjaga kemungkinan yang buruk. Bisa jadi laki-laki egois dan penuh emosi itu berkelahi tanpa berpikir lagi, dan akan kesulitan jika mereka tidak sendiri.

Benar saja, Raka mengejar dan menyerang dua orang yang berlari, tapi pemuda kampung yang dia temui malah sudah jatuh tergeletak di jalan, pingsan di pukul pencuri yang lainnya.

"Berhenti atau mati!" suara Raka terdengar mengerikan.

Kedua orang tersebut berhenti dan terpaksa menghadapai Raka yang sudah menghadang mereka.

Perkelahian tak lagi bisa di hindarkan, terlihat sangat seru dengan dua melawan satu, tampak seimbang tapi kemudian datang lagi yang lainnya.

Dua orang lagi datang dengan senjata di tangan masing-masing, dapat dipastikan akan mengeroyok Raka.

'Sial, mengapa aku jadi yang di keroyok.' kesal Raka di dalam hati.

Gibran menghubungi orang-orang yang masih bermusyawarah, berharap mereka datang membantu.

Dan mau tak mau Gibran ikut berkelahi bersama Raka, dua lawan lima. Sama sekali tidak seimbang.

1
Cella
menarik
Cella
berarti joko udah ng ada lagi ya thor?
Dayang Rindu: Iyah kak, musnah dari pandangan mata manusia, tapi Tidak mati dalam dunianya.
total 1 replies
Hana Nisa Nisa
🤣🤣🤣🤣🤣
estycatwoman
nice
estycatwoman
alhamdulillah happy ending wlau masi digantung 😊

Tapi ada bbrp koreksi yg bkin kurang nyaman , typo namanya bkin bingung thor cerita 👉Iyan -Melati kan dh end ,ni kan 👉Bunga-Gibran .
Aq kira ni lanjutan crta anak iyan melati tpi kok bukan 🤣

Smga next tme bisa lbih teliti lagi . 🙏

Ditggu crta horor laenya 😊
Semngt makasih 👍💯❤
estycatwoman: oh gtu tho malah baru tau soalnya jrang bca komenan gk smpet karna kdang bca nvel smbl krja jaga tko biar gk ngantuk klo rda sepi 😅
total 2 replies
Ika Riana
ceritanya bagus banget kak author suka banget sama Alur ceritannya
Biah Kartika
pernah merasakan seperti mba Dewi, sabar ya mba Dewi tapi jangan main dukun juga untuk mendapatkan cinta suaminya 😊
Biah Kartika: Hai juga, alhamdulillah baik
total 2 replies
MasWan
sangat bagus, bnyak pelajaran dan hikmah
Dayang Rindu: terimakasih @ MasWan sudah baca Karya receh ini sampai akhir
total 1 replies
MasWan
kok aku yg nyesek,, saat akhir cerita
Dayang Rindu: Perpisahan memang selalu sedih MasWan. 😁😁😁
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
berarti Arya ganteng maksimal ya kak thor.. 😚
Ai Emy Ningrum: sy ( pura pura ) paham 😂😂😂😂😂
total 13 replies
Ai Emy Ningrum
QS Ar - Rum ayat 21
Ai Emy Ningrum: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 6 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
iissshh.. Adit, daripada minta sama jin mending minta sama doraemon aja, minta kipas otomatis dari kantong ajaibnya, kl jin nanti minta macem2 looh, doraemon paling cuma minta dorayaki doang.. 😁😁😁
Ai Emy Ningrum: waw 😍😍
total 7 replies
Indriyani Pkl
kenapa otak tiara joko melulu dia kan jin, malah g' mikirin angga, adit g' suka dg sifatnya ini beda dg angga dan adit
Ai Emy Ningrum
haduuhh si Tiara ini,mas Joko mlulu yg dipikirin 🙈 ..buruan bantu tuh Kyai,Adit sama bapak nya Angga..😫😩😫😩
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ: siap2 di sentil mas Joko, mental bisa sampe sungai amazon looh 😂😂
total 12 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
yg super super itu cuma ada di film, Adit.. kalau dlm dunia nyata ada nya suparman doang 😸😸😹😹😹
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ: 😙😙😚😚😚
total 27 replies
Ai Emy Ningrum
Adit laper ...meriyang....merindukan makan siang ayah 😙😚😗
Ai Emy Ningrum: 🏇🏻🏇🏻🏇🏻🚵🏻‍♀️🚵🏻‍♀️🚴🏻‍♀️🚴🏻‍♀️🚴🏻‍♀️🚴🏻‍♀️🚴🏻‍♀️🏄🏻‍♀️🚣🏻‍♀️🏊🏻‍♀️🏄🏻‍♀️
total 17 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
aaaaa... Joko benar2 berkorban demi Tiara, rela hancur jadi debu 😐😑
Ai Emy Ningrum: sampe segitu nya yah.. 😐 jgn jd debu knp ga jd kupu2 ajah 🥴🥴
total 1 replies
Ai Emy Ningrum
Tenang Dit walo dr segi pengalaman, pngetahuan km hnya seujung kuku nya mas Joko...tp soal kegantengan ,Adit lebih tamvan 😍😍 mas Joko mah kliyatan ganteng pas udh tuwir..Adit dr kecil bhkan dr orok udh ganteng maksimal 🤪
Ai Emy Ningrum: udah kodrat nya terlahir ganteng Adit mah 😁
total 2 replies
Ai Emy Ningrum
yah bgitulah ...kalok ada mau dgn kakak nya..kudu baik2 dgn adik nya..seperti hal nya mas Joko yg memuji muji Adit 😗😙😚
Ai Emy Ningrum: mantaap 😍😍...cewek2 jaman now kan udh bedain mana Supra mana Ninja 🏍️😎😎
total 6 replies
Meci
suka tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!