CEO & DOLL
Di sebuah pesta perayaan ulang tahun seorang pengusaha muda bernama Gabriel Rowen bertaburkan para tamu undangan eksklusif dan penuh dengan hadiah mahal, namun di antara hadiah mahal, seorang sahabatnya yang bernama Medi memberinya sebuah hadiah yang tak biasa yaitu sebuah boneka s*ks.
Gabriel Rowen lantas memarahi sahabatnya atas hadiah konyol itu.
Namun saat terbangun di pagi hari Gabriel mendapati boneka itu hidup dan membuatnya sangat panik.
Berjalannya waktu Gabriel mulai menerima kehadiran boneka cantik itu hingga jatuh cinta padanya.
Boneka yang di namai Rose olehnya adalah seorang korban pembunuhan.
Dulu Rose bernama Deera yang bekerja di sebuah pabrik pembuatan boneka s*ks sebagai seorang sekretaris,bosnya bernama Darshon menyukainya namun di tolak terus menerus oleh Deera sehingga nekat memperkosanya lalu membunuhnya.
Deera yang belum mendapat keadilan memasuki boneka yang di hadiahkan kepada Gabriel untuk meminta bantuan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellsqueen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10
Gabriel hendak mendekati Rose,langkahnya berhenti mendengar pintunya diketuk dan suara dari kate sekretarisnya terdengar dari balik pintu.
"Masuk" Ucap Gabriel dengan suara berat.
Kate masuk ruangan dan menyampaikan pesan penting untuk Gabriel.
"Tuan Rowen ada yang ingin bertemu"
"Bukankah aku sudah bilang aku sedang sibuk dan tidak ingin bertemu dengan siapapun??"
"Maaf tuan tapi ..." sebelum Kate menyelesaikan kalimatnya, seorang wanita masuk begitu saja .
"Hallo Tuan Rowen, apa kamu terkejut dengan kedatanganku?? ucap Amber white dengan seringainya.
Gabriel nampak tidak senang dengan kedatangannya.
"Apa maumu??" kata Gabriel tak ingin berbasa-basi.
Amber lantas tertawa lalu memperhatikan Rose yang duduk disofa dengan tatapan polos.
"Siapa gadis itu" tanya Amber setelah melihat sosok Rose .
"Kate bawa dia pergi dari sini" perintah Gabriel .
Kate lalu mendatangi Rose dan mengajaknya pergi dan Amber tentu saja memandanginya dengan sorot kebencian.
"katakan maumu dan enyahlah dari hadapanku"
"hahaha... Amber tertawa kencang, oh sayang kamu harus sedikit lembut padaku, aku memiliki sesuatu yang sangat berharga untukmu"
"omong kosong"
Amber membuka ponselnya dan membuka galery foto dan menunjukkan pada Gabriel.
Gabriel terkejut dan mencengkram bulpoint ditangannya.
"Ternyata kamu masih mengingatnya". ucap Amber Puas.
"Apa maumu katakan " Gabriel menahan segala amarahnya namun tatapan matanya tidak bisa berbohong.
jika Amber tidak sedang memiliki sesuatu yang sangat berharga miliknya maka dia akan membunuhnya saat itu juga.
"Datanglah kerumahku malam ini aku akan memberitahumu tentangnya" dengan tersenyum puas Amber meninggalkan ruangan.
Gabriel dengan kasar melonggarkan dasinya dan berjalan ke jendela kaca yang lebar dihadapannya.
Pandangannya menerawang jauh kedepan dengan penuh kebingungan dan pertanyaan.
Di malam hari Gabriel bersama pengawal mendatangi mension mewah milik Amber.
Amber telah menyiapkan makan mewah untuk menyambut Gabriel.
dengan mengenakan Gaun seksi Amber menyambut Gabriel dengan penuh kegembiraan .
"Akhirnya Tuan Gabriel Rowen yang perkasa menginjakkan kakinya dirumahku" sambut Amber sembari berjalan memimpin ke ruang perjamuan yang telah dipersiapkan.
"Silahkan duduk tuan Rowen"
Gabriel dengan malas duduk dan mengikuti kemauan Amber.
"Mari kita makan malam terlebih dahulu"
"Langsung saja, aku tidak ingin berbasa-basi dengan semua ini" ucap Gabriel tajam.
"Jangan merusak suasana Romantis ini , atau aku akan melakukan sesuatu yang buruk"
Mendengar ancaman tak main-main Amber, Gabriel terpaksa mengikuti permainannya.
Setelah makan malam Amber mengajak Gabriel berdansa .
Musik indah dan romantis mengalun lembut, Amber merapatkan tubuhnya yang sintal ketubuh Gabriel yang kokoh.
Gabrie dengan enggan berdansa dengan Amber,trik demi trik dilakukan Amber untuk menggoda lelaki pujaannya itu.
Dengan sengaja Amber menempelkan Dada besarnya ke tubuh Gabriel .
Tak tahan Gabrel mendorong tubuh Amber menjauh darinya.
Kecewa Amber berjalan ke bar dan meneguk segelas anggur yang disiapkan pelayan.
Amber berjalan dan membawakan segelas anggur untuk Gabriel dan menuntunnya ke meja Bar lalu duduk dan melanjutkan minum-minum.
"Dimana dia" . tanya Gabriel tak sabar.
"Hmm ... dia baik-baik saja" ucap Amber sambil memutar jarinya dibibir gelas.
"sebut saja berapa harga yang kamu minta"
Mendengar tawar menawar itu Amber tertawa terbahak-bahak.
"Ayolah tuan Rowen aku bukanlah orang yang kekurangan uang"
"Lalu apa maumu?"
"Kamu ..." tunjuk Amber terang-terangan.
Bak kesabarannya habis, Gabriel mencengkram leher amber dengan penuh amarah.
"jika kulitku tergores sedikit aku juga akan melakukannya padanya" ancaman Amber berhasil meloloskannya dari jurang maut.
"Uhuk ...uhuk ...." Amber terbatuk setelah Gabriel melepas cengkramannya.
"Jika kamu ingin dia baik-baik saja maka yang harus kamu lakukan hanya mengikuti keingananku"
Sambil memegang lehernya yang sakit Amber meninggalkan Gabriel yang diliputi dengan emosi
Gabriel membanting Gelas dan Botol didepannya dan hancur berserakan dilantai .
pengen deh liat sih Gabriel menyesal se nyesal2nya pas tau itu anaknya