NovelToon NovelToon
Belum Cukup Umur (Sweet Seventeen)

Belum Cukup Umur (Sweet Seventeen)

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Tamat
Popularitas:60.8k
Nilai: 5
Nama Author: Kiki Amalia

Livia Renata harus menelan pil pahit saat mengetahui dirinya hamil, setelah kejadian naas yang menimpanya beberapa minggu yang lalu.

Salah satu mantan kekasihnya yang masih menaruh hati pada Livia, menyerang dan memperkosa gadis itu.

Livia yang baru berusia 17 tahun di paksa harus meninggalkan sekolah dan kepopulerannya.

Orang tuanya yang merasa malu dan pilu kemudian menerima lamaran Deni, kekasih Livia yang polos. Namun, tidak lama kemudian laki-laki yang menghamili Livia datang dan mengatakan dirinya akan bertanggung jawab.

Bagaimana kelanjutannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiki Amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 10 : Mual dan Muntah

Episode sebelumnya...

Livia memutar bola matanya, merasa kesal melihat Deni yang membuatnya menunggu lama.

"Maaf ya Livia. "

"Ya udah, ayo balik. "

###

Happy Reading and Enjoy Guys.

Pembelajaran di kelas Livia berlangsung dengan sangat tenang, seperti biasa Livia pergi ke sekolah mengikuti pembelajaran, sebelum perutnya benar-benar membesar.

Saat mata pelajaran berlangsung rasa mual tiba-tiba saja merasakan makanan di dalam perutnya berputar-putar dan naik ke kerongkongannya. Makanan yang ia makan tadi pagi siap untuk di muntah kan di dalam kelas jika Livia tidak segera berlari keluar kelas menuju toilet yang ada di sekolahnya tersebut.

"Hueeeekkkkkk." Livia memuntahkan semua makanan yang ada di dalam perutnya.

"Huekkkkk." Rasa mual sekaligus pusing membuat pertahanan tubuhnya lemah, Livia terduduk di lantai toilet.

"Livia? Kamu gapapa kan kak?. " Tanya Guru Bahasa Indonesia yang tadi mengajar di dalam kelas Livia lLu ikut mengejar saat gadis itu berlari keluar kelas .

Tidak ada jawaban.

"Livia?. " Panggil Guru itu lagi merasa khawatir.

Sementara di dalam kamar mandi toilet itu, Livia merasakan kepalanya berkunang-kunang, sehingga tidak sanggup menjawab panggilan Bu Guru tersebut.

"Livia? Nah kamu gak apa-apa kan?. " Teriak Guru itu lagi, namun masih tidak ada jawaban, ia kemudian mencoba menggedor-gedor pintu memastikan apakah Livia pingsan atau masih tersadar.

"Livia? Buka pintunya?. " Teriaknya sekali lagi.

Berkali-kali tidak ada jawaban, Bu Guru itu segera keluar dari toilet dan memanggil orang lain untuk membantu membuka pintu kamar mandi tempat Livia berada.

Tidak lama kemudian Bu Guru tersebut kembali lagi bersama seorang security, sekitar lima menit mereka mencoba mendobrak pintu kamar mandi, hingga akhirnya pintu itu terbuka memperlihatkan Livia yang duduk sambil bersandar di lantai rumah sakit.

Gadis itu terkulai lemas. Dengan panik Guru Bahasa Indonesia itu membopong tubuh Livia, untungnya security tadi dengan sigap membantu dan mengangkat tubuh Livia yang tidak terlalu berat.

Mereka membawa Livia ke UKS, saat menuju ke UKS mereka melewati kelas Deni, Deni yang dari dalam kelas melihat mereka lewat kemudian menyadari bahwa yang di gendong oleh security itu adalah Livia.

###

Setelah mata pelajaran selesai di pagi hari itu, Deni segera berlari keluar dari kelasnya mencari Livia, dan benar saja gadis yang tadi di bawa oleh security itu adalah Livia.

Deni berlari tergesa-gesa masuk ke dalam UKS, melihat Livia yang tertidur pulas.

Tidak lama kemudian orang tualivia juga datang.

"Ya Tuhan Liviaaaaa. " Teriak Mama Livia.

"Deni? Ada apa dengan Livia?. " Pak Zul menyusul, masuk ke dalam ruangan UKS.

"Tadi katanya dia pingsan om di dalam kamar mandi. " Jawab Deni.

"Oh ya ampun, bagaimana ini Pa?. " MamaLivia nampak sangat takut jika anaknya kenapa-napa.

Sedetik kemudian Guru Bahasa Indonesia yang tadi menemukan Livia dan membawa gadis itu ke UKS ikut masuk.

"Livia tadi pingsan, setelah mengalami muntah-muntah, saya tadi sementara mengajar di dalam kelasnya dan mengikuti anak bapak dan ibu ke toilet karena pada saat pembelajaran saya berlangsung Livia tiba-tiba berlari keluar dari kelas saya tanpa meminta izin, karena khawatir makanya saya mengikuti Livia dan mendapati nya sudah terkulai lemas di dalam kamar mandi. " Tutur Bu Guru Tersebut menjelaskan kronologi yang ia ketahui.

"Ah Terima kasih ya Bu, kalau begitu mungkin kami sudah bisa membawa anak kami ini pulang, untuk beristirahat di rumah saja. " Balas Pak Zul.

"Iya boleh, silahkan saja karena kondisinya sepertinya memang tidak memungkinkan untuk mengikuti pembelajaran selanjutnya, biar nanti saya yang akan berbicara dengan wali kelasnya dan juga kepala sekolah. " Tutur Bu Guru Baha Indonesia itu lagi.

"Ah Terima kasih banyak sekali lagi ya Bu, untuk kepala sekolah mungkin biar saya saja yang berbicara langsung dengannya. " Ujar Pak Zul.

"Oh kalau begitu, saya tidak ada masalah Pak, silahkan saja. " Balas Bu Guru itu lagi.

"Baiklah kalau begitu kami permisi, sekali lagi terimakasih ya Bu. " Kali ini Mama Livia yang berbicara.

"Iya sama-sama. "

Pak Zul segera mengangkat Livia keluar dari ruangan UKS di ikuti oleh Mama Livia dan Deni yang hanya diam sedari tadi, ia merasa tidak berguna karena tidak bisa menjaga Livia dengan baik.

Sesampainya di mobil Livia segera di masukkan ke dalam, sedangkan Papa Livia bergerak menuju ke kantor kepala sekolah, Deni sendiri terlihat sangat khawatir namun tidak dapat berbuat banyak hal.

"Deni?. " Panggil Mama Livia.

"Iya Tante?. " Jawab Deni, cepat.

"Kamu gak usah terlalu khawatir ini hal biasa untuk orang yang baru hamil di trimester awal, tante harap kamu akan selalu ada dan bisa nemenin Livia, mungkin ke depannya Livia bakalan sekolah dari rumah aja. " Tutur Mama Livia kepad Deni.

Deni menganggukkan kepalanya pertanda ia mengerti.

"Saya pasti akan selalu ada untuk Livia tante. " Jawab Deni, penuh tanggung jawab.

"Terima kasih ya nak Deni. " Mama Livia menatap wajah Deni, tulus.

Tidak lama kemudian, Pak Zul kembali ke mobilnya karena ternyata kepala sekolah tidak berada di dalam kantornya.

Orang tua Livia segera membawa gadis itu pulang, sementara Deni masih tidak ggak di sekolah untuk mengkuti pelajaran selanjutnya.

###

Hari-hari Livia berikutnya saja saja, setiap hari merasakan mual dan pusing bahkan untuk bergerak dari atas kasurnya saja gadis itu merasa sangat berat. Karena baru saja akan berdiri penglihatannya akan terasa berputar-putar.

"Huuhhh, ya ampun. " Keluh Livia.

Gadis tu menatapi foto-foto dirinya yang tertempel di setiap sudut kamarnya. Ceria, cantik dan modis. Dalam foto-foto itu Livia nampak tidak memiliki beban apapun.

Menjadi salah satu gadis yang populer di sekolah, siapa yang menyangkan Livia akan mengalami nasib buruk seperti ini? Hami diluar nikah, di perkosa oleh mantan kekasihnya sendiri dan yang lebih buruk lagi laki-laki itu sana sekali belum datang ke rumahnya untuk sekedar meminta maaf.

Tanpa sadar Livia mengeluarkan air mata namun segera ia hapus dengan kasar.

"Ah apa-apaan sih gitu aja nangis. " Gumam Livia kepada dirinya sendiri.

Sejak mengetahui kehamilannya, Livia memang jadi semakin sensitif dan sangat gampang emosinya. Livia kadang terbangun di malam hari karena merasakan ada sesuatu yang bergerak di dalam perutnya, biasanya hal itu akan membuatnya menangis tampa sebab.

Sudah satu minggu sudah Livia tidak mengikuti pembelajaran lagi di kelasnya. Untungnya orang tua Livia selalu siaga dan selalu ada untuknya. Jika tidak mungkin Livia sudah lama berpikir untuk menghabisi hidupnya saja.

Sebuah ide kemudian terlintas dalam pikiran Livia untuk mengakhiri penderitaannya ini.

Gadis itu segera meraih ponselnya dan membuka internet untuk mencari cara melakukan aborsi.

"Aborsi yang tidak menyakitkan.... " Gumam Livia sambil mengetikkan ucapannya itu ke dalam mesin pencarian.

Setelah hampir satu jam mencari-cari di internet Livia kemudian menemukan satu tempat aborsi yang cukup terkenal dan dalam keterangannya, pasien tidak akan merasakan sakit apapun, namun biayanya lumayan.

"Ah soal biaya, aku akan meminta Deni untuk membayarnya. " Lirih Livia, tersenyum kecil memikirkan sebentar lagi ia akan bebas kembali.

Bersambung...

klik like, vote, subscribe dan berikan komentar kalian...... terimakasih.

1
Qaisaa Nazarudin
Perlakuan peran Livia di sini terlalu sombong dan Kasar menurut ku, Sekarang tambah jadi isteri durhaka lagi,Walau gimana pun Radit udah SAH jadi SUAMI nya..Aku semakin eneg dengan sikap sombong Livia..
Qaisaa Nazarudin
NGEBACTIKIR itu apa thor?? Banyak ayat kata2 mu yg aku gak paham,Padahal cerita mu bagus lho..
Qaisaa Nazarudin
CINTA bisa bikin orang cerdas jadi BODOH, CINTA bisa bikin orang WARAS jadi GILA,Jangan karna CINTA kita rela kayak Jadi PENGEMIS di mata orang yg tak bisa MENGANGGAP dan MENGHARGAIN kita..
Qaisaa Nazarudin
Udah di perkokos kek gini masih aja sombong,Ini jahat kan kalo aku bilang ini KARMA buat Livia..
Qaisaa Nazarudin
Apa Livia gak punya sahabat ya..Biasanya cewek Cantik n tajir pasti punya geng lho..
Qaisaa Nazarudin
GILA si Radit..Ini mah bukan CINTA tapi OBSESI,kalo orang udah gak suka ya udah,maksa banget,Cewek tuh bukan Livia doang,Cewek Matre kek gitu di rebutin...
Qaisaa Nazarudin
Kecil' aja udah matre,Gimana saat udah gede..
Qaisaa Nazarudin
Kasian juga Deni,Tapi harusnyandia tau diri juga kalo gak modal jangan berani2 dekatin nih cewek,udaj tau dia cewek cantik,pasti gayanya selangit,Kalo gak punya modal,lupain aja..Biasanya yg berani deketin cewek cantik yah paling juga cowok2 tajir,Jadi gak masalah hanya beli boneka dgn es krim doang,Tapi di sini terlihat kan kesungguhan Deni..👍👍

Mampir thor...🙋🙋
Aurora
Ceritanya bagus... 👍
Mampir juga ya kak..
Anonim
Lanjutannnnnnn
🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣhˢ⍣⃟ₛ❤️⃟Wᵃf࣪ᯓℛ𓍝
cerita yang sangat menarik, alurnya juga oke
🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣhˢ⍣⃟ₛ❤️⃟Wᵃf࣪ᯓℛ𓍝
aduh kalian ini yaa, gosip and ngomongin orang aka kerjaannya, belajar heh
🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣhˢ⍣⃟ₛ❤️⃟Wᵃf࣪ᯓℛ𓍝
alasannya dong liv, kasian deni
🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣhˢ⍣⃟ₛ❤️⃟Wᵃf࣪ᯓℛ𓍝
pasti enak banget ya Livia
🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣhˢ⍣⃟ₛ❤️⃟Wᵃf࣪ᯓℛ𓍝
kak habis tanda tanya tak perlu ada titik. Dan setelah tanda petik itu huruf kecil kalau berupa dialog tag🤗
lanjutkan
masokk
lanjutkan
bgaus
🥑⃟Bejo
lanjutt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!