NovelToon NovelToon
Kisah Rumah Angker

Kisah Rumah Angker

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri
Popularitas:354k
Nilai: 5
Nama Author: alsya suci maesya putri

Menceritakan keluarga sombong yang sangat kaya di kota namun di benci banyak orang.

Ada seorang petani yang pernah datang untuk meminjam uang pada keluarga yang kaya ini untuk berobat anaknya yang sedang sakit parah.

Tak di sangka bukannya pertolongan yang di beri oleh keluarga kaya ini tapi tindasan yang bertubi-tubi pada petani ini.

Karena tersinggung dan tidak terima akan perlakuaan keluarga kaya, petani membantai semua keluarga sombong itu.

Hingga akhirnya rumah itu sangat angker, arwah keluarga yang kaya dan sombong itu penuh dengan kebenciaan dan dendam.

Berpuluh tahun kemudian ada sepasang suami istri yang membeli rumah keluarga sombong itu dengan harga murah, tak di sangka ternyata rumah itu berhantu.

Namun sang istri ternyata bisa berkomunikasi dengan arwah yang penuh dendam itu, Apa yang akan terjadi dengan sepasang suami istri serta keluarganya? Akankah misteri di balik pembantai itu akan terungkap?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alsya suci maesya putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. Rumah Sakit 2

**Hai readers! Happy reading♡♡

Semoga suka ya dengan karya ku,

mohon dukungannya ya readers. Dukungan yang kalian berikan adalah semangat bagi penulis.

Salam hangat dari penulis

#alsya suci maesya putri**

Vivian teriak karena terkejut dengan apa yang ia lihat di tangannya.

Vivian terkejut menutup mata mundur ke belakang namun mentok ke sesuatu yang ada di belakangnya.

Vivian membuka mata dan melihat sesuatu yang berada di belakangnya.

Aaaaaaaaa!!!! Vivian teriak ketakutan.

Lio yang baru saja dari apotik rumah sakit menebus obat Vivian terkejut dengan teriakan dari ruangan Vivian.

"Itu suara Vivian! Apa yang terjadi dengan Vivian? Mengapa Vivian berteriak?" Lio berlari ke arah ruangan Vivian.

Lio membuka pintu ruangan Vivian, Lio terkejut melihat istrinya terduduk di lantai dan menutup mata dengan kedua tangannya.

Lio langsung mengangkat Vivian ke kasur pasien.

"Aaaaa! Pergi jangan ganggu aku! Huhuhuhu." Vivian menangis ketakutan.

"Kamu kenapa? Ini aku Lio suami lmu! Tenanglah jangan menangis lagi!" Lio memeluk dan mengelus kepala Vivian mencoba menenangkan Vivian yang menangis di pelukannya.

Tubuh Vivian panas sekali sepertinya Vivian mengigau karena demamnya, aku harus menenangkannya.

"Huhuhu.." Vivian menangis gemetaran di pelukan Lio.

"Tenanglah Vi!" Lio menenangkan Vivian yang sedang menangis.

"Kakak, ta tadi aku lihat.. Huhuhu" Vivian menangis gemetaran berusaha menceritakan yang ia lihat dan alami sebelum Lio datang.

"Lihat apa Vi? Pelan-pelan saja Vi!" Lio menenangkan Vivian dan menepuk-nepuk lembut punggung Vivian.

"Kakak tadi aku ingin mencari Kakak, lalu aku turun dari kasur pasien ini, tapi aku malah terjatuh karena kakiku sakit Kak, saat aku jatuh aku menyentuh.. Hisk hisk hisk." Vivian menceritakan hal yang terjadi namun kembali menangis mengingat hal yang menakutkan yang baru saja terjadi.

"Menyentuh apa Vi? Tak ada apa-apa di lantai Vi." Lio melihat sekeliling lantai saat Vivian terjatuh tadi namun tidak melihat apa-apa.

"Kakak, aku tadi benar-benar menyentuh.." Vivian berusaha menceritakan yang terjadi namun di hentikan oleh Lio.

"Ssttttttt, jika itu membuat kamu takut, jangan di ceritakan dan jangan di ingat lagi Vi ya!" Lio menempelkan jari telunjuk di bibir Vivian.

"Tapi Kak..." Vivian ingin Lio tau yang baru saja terjadi.

"Sudah Vi, jangan di bahas lagi ya! Sekarang makan dulu ya, tadi saat Kakak menebus obat di apotik Kakak sekalian ke kantin beli makanan untuk mu Vi, Kakak akan suapi kamu makan." Lio mengambil makanan untuk Vivian.

"Hmm" Vivian mengangguk menuruti Lio.

"Anak baik buka mulut, aa pesawat akan masuk." Lio menyuapi Vivian sambil bercanda agar Vivian tidak sedih lagi.

"Aammm" Vivian membuka mulutnya makan di suapi oleh Lio.

"Makannya sambil senyum sedikit dong Cantik, jangan manyun gitu nanti jadi jelek lo" Lio menggoda Vivian agar mau tersenyum.

"Blekk! Biarin jelek juga, yang penting hidup." Vivian mencibir Lio yang sok perhatian.

"Ii kamu ya!" Lio mencubit hidung Vivian sambil tertawa dengan tingkah lucu Vivian.

"Haha, maaf Kakak, jangan cubit hidung ku lagi!" Vivian memegang hidungnya di cubit Lio.

"Kakak maafkan, tapi kamu harus abiskan makanan yang Kakak suapi ini!" Lio kembali menyuapi Vivian makan.

"Iya Kakak" Vivian memakan makanan yang di suapi suaminya.

Tak berapa lama makanan Vivian pun abis, Lio menyuapi Vivian minum obat.

Vivian duduk menyandar di kasur pasien sedangkan Lio tertidur di kursi kepalanya menyandar ke kasur dan tangannya menggenggam tangan Vivian.

Vivian yang sadar membelai kepala suaminya yang terlihat sangat kelelahan.

Kakak, aku sangat beruntung memiliki kamu, kamu selalu ada untukku, kelak aku juga akan selalu ada untukmu Kak.

Aku sangat takut kehilangan kamu Kak, aku sangat mengkhawatirkan kamu, kamu tidak mengerti Kak yang aku mimpikan itu menjadi kenyataan!

Aku sangat takut saat itu, untung saja ada nenek tua yang menolongku, walaupun nenek itu aneh, tapi seperti nya nenek itu baik.

Jika tidak ada nenek tua itu, aku tidak tau apa yang akan terjadi pada kamu Kak.

Vivian yang bergumam menangis mengingat kejadian yang di alami dirinya dan suaminya.

Mengapa aku dan Kak Lio di terror oleh makhluk menyeramkan berulang kali? Apa aku dan Kak Lio pernah berbuat salah kepada makhluk menyeramkan itu?

Tadi juga seperti itu, aku ingin mencari kak Lio malah terjatuh saat turun dari kasur pasien.

Saat aku terjatuh tangan ku menyentuh suatu yang lembab dan berbau sangat amis.

Aku lihat suatu yang tangan ku sentuh itu adalah potongan tangan yang berlumuran darah dan saat aku terkejut dengan potongan tangan itu.

Aku mundur ke belakang dengan cepat dan ternyata aku mentok kepada makhluk yang menyeramkan yang lain.

Karena aku sangat jelas melihat makhluk menyeramkan yang berada di belakang ku tangan nya masih utuh namun aku melihat kepala nya tidak ada.

Huhh.. Vivian merinding.

Jika di ingat membuat bulu kuduk ku berdiri semua, ini sangat menakutkan, tapi mengapa makhluk-makhluk menyeramkan itu terus menampakan dirinya pada aku dan juga Kak Lio.

Sebenar nya apa maksud dari makhluk menyeramkan itu? Apa mereka ingin menyampaikan sesuatu? Tapi aura nya sangat penuh dengan kebencian dan dendam.

Aku sepertinya bisa melihat dan merasakan aura dari makhluk tak kasat mata.

Tapi mengapa makhluk menyeramkan itu sangat penuh dengan kebencian dan dendam?

Aku rasa kematian mereka terjadi dengan cara yang tidak adil dan berujung kematian menggenaskan.

Tapi apa hubungan nya dengan aku dan kak Lio? Perasaanku dulu tidak pernah terjadi hal yang seperti ini.

Aihh, aku jadi sangat mengantuk, aku tidak mau memikirkan nya lagi. Hari ini aku sangat lelah, aku mau istirahat juga.

Vivian ingin membaringkan tubuh nya namun tidak jadi karena ada sesuatu melintas sekilas di hadapannya.

Apa itu? Vivian melihat sekeliling ruangan namun tidak melihat apa pun.

Tiba-tiba lampu di ruangan Vivian mati, lalu mengedip-ngedip dan setelah itu lampu itu mati.

Apa yang terjadi? Apa lampu di rumah sakit konslet? Vivian semakin erat memegang tangan Lio yang masih tertidur.

Vivian deg-degan dengan yang terjadi.

Tiba-tiba lampu di ruangan Vivian kembali hidup.

Aihh syukurlah lampu nya hidup kembali, Vivian melihat sekeliling ruangan.

Vivian berhenti melihat sekeliling.

!!!!!!!! Vivian terkejut berhenti melihat sekeliling, Vivian berhenti melihat di suatu kaca yang bertuliskan "Pembunuh!" Vivian terkejut melihat tulisan dari darah berada di cermin.

Bersambung...

1
Bilal Bilal
p
Widodo Wilujeng
pria gila dan bodoh.. kasihan nicko. pernah sekolah nggak sih 😄😄😄
Mat Jejakbelukar: salam nama awak sapa saya Rayyan kita kawan
total 1 replies
Widodo Wilujeng
jika tidak ada kejujuran dan saling percaya dari Lio maupun Vivian, mereka akan selalu bertengkar. Karena Luo ini gak percaya hantu ,hal2 gaib dan metafisik ,
Widodo Wilujeng
orang kaya mah dikit2 umah sakit.. sekali2 kek ke ustad,ato kyai .. lagian tinggal di rumah baru gak ngundang terangga buat syukuran atao pengajian gitu ya
Widodo Wilujeng
dlm novel ini, keluarga Lio ini seringkali mengucapkan assalamualaikum.. tp tidak pernah diceritakan mereka sholat, ataupun mengingat Tuhan ketika keadaan darurat..
Alsya Ashar
❤️
Mhyta Lasimpala
lanjut dong plis
Edwardpsh
Nex thor
Liani.
vivian bodoh 😡😡🤦‍♀🤦‍♀🤦‍♀🤦‍♀bikin keseel, klo gitu orang " jd salah paham kan, ngira dia yg nyekik. coba jujur aja bilang ke orang " bahwa bisa lihat mereka.
🌸ALNA SELVIATA🌸: Mampir di novelku kak "Suami di Alam Mimpi" di jamin seru kakak
total 1 replies
Liani.
😤😤😤🤦‍♀🤦‍♀🤦‍♀bikin geram aja,, Lio suka marah " ga jelas.
vivian jg ga bilang aja ke suaminya klo dia bisa lihat mereka 😔😔
Liani.
aahhh penasaran, jngn " orang yg baju hitam itu, adalah orang yg sama yg membunuh kluarga kaya itu ya 🤔🤔🤔dan nenek itu adalah sosok gaib yg baik.
Liani.
smoga cpt terungkap deh, biar ga muter ".
Masyitoh Ny Luxman
kapan up lg kak...q suka ceritanya
Anisbasri
Lama nunggu up tp cuman sedikit pula....
Anisbasri
Lama gk baca jd lupa alur cerita nya
Masyitoh Ny Luxman
lanjut kak💪💪
Lina Yg Tersakity
uuuppp thott
Mamanya Vina
katanya vivian orang istimewa indigo tp kok lambat banget nyari tau infonya
Sabda Dewi Bundanaryan
kaya film yurike yg judulnya lukisan berdarah wkwkwkw
Anggie Nifmala
Bikin penasaran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!