Masih Dalam Revisi ,🙏🙏🙏
Jika ada yang membaca ulang mungkin berbeda cerita. Untuk memperbaiki alur cerita.
Safira harus terlibat masalah dengan Presiden direktur di Perusahaannya. Semakin Safira berusaha menghindar, Sang Presiden semakin menindasnya.
Masalah demi masalah harus Safira hadapi, demi masa depan yang harus ia lewati.
Keteguhan hati Safira, bisakah membuat sang Presdir melunak dan mempermudah hidupnya ??
Cek segera Di tiap episodenya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yunsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 10 Emosi Ryder(Safira)
Tatapan Safira dan Ken bertemu lama mereka bertatapan seperti kehilangan kesadaran. Kedua bola mata mereka saling bertemu.
" Jadi seperti ini kalian di belakang ku !! " ucap Ryder begitu dingin. Ia begitu kecewa pada Ken, karena lagi lagi ia ada perasaan terkhianati. Padahal seharusnya rasa itu tidak boleh ada, karena Safira bukanlah siapa siapa untuk Ryder.
Karena terkejut Ken melepas tubuh Safira begitu saja, sehingga sontak tubuh Safira lepas landas dengan bebas kelantai, beruntung gula pasir itu masih dalam dekapan Safira.
" Awww.... "
Pekik Safira meringis memegang pantatnya yang terasa sangat sakit. Dan yang menyedihkan tidak ada dari keduanya yang berusaha untuk menolong Safira.
Ken merapikan jas dan berbalik menghadap Ryder, karena posisi sebelumnya baik Safira maupun Ken sedang membelakangi Ryder.
" Jangan bilang kamu mulai menyukai gadis kampung ini Ryder. Kau tanyakan saja alasan pada gadis kampung ini, kenapa bisa seperti ini. " kata Ken sambil berlalu.
Ryder menatap punggung Ken, seharusnya dirinyalah yang marah dan pergi meninggalkan pantry terlebih dahulu, tapi kenyataan berbanding terbalik, Ken lah yang tersinggung dengan ucapan Ryder, dan pergi meninggalkan ruang pantry terlebih dahulu.
Ryder kemudia mendekati Safira, dan ia ikut berjongkok, karena Safira masih dalam posisi duduk belum bangun untuk berdiri.
" Jadi diam diam kamu merayu asisten ku?? Kenapa kamu tidak berusaha merayuku?? Akulah yang memberimu uang, jabatanku lebih tinggi dari Asisten ku. " kata Ryder menatap Safira, bahkan pandangan mereka bertemu, karena posisi wajah mereka sejajar bahkan sangat dekat.
Safira hanya diam, ia belum bisa menjawab, karena bagi Safira ini adalah fitnah. Ia dan Ken seperti tikus dengan kucing yang selalu bertengkar, Ken selalu menganggap Safira adalah mangsanya dan ingin selalu menelan nya hidup hidup, jadi mana mungkin jika dirinya sedang merayu Ken.
" Katakan, selain Ken siapa Pria di belakangmu, sampai ijazah sma bisa kau gadaikan untuk menjabat sebagai admint di Perusahaan ku ?? " kata Ryder lagi.
Ryder semakin mendekatkan wajahnya pada Safira, sedangkan Safira juga semakin memundurkan wajahnya, agar kedua wajah mereka tidak saling bersentuhan.
" Tuan, aku tadi hanya ingin mengambil gula di laci atas. Karena ternyata ada yang menukar tempat gula dengan garam. Jadi kopi yang ku buat hari ini sangat asin. Ketika aku mencoba meraih gula, Tuan Ken masuk mengagetkan aku, karena hilang keseimbangan ---------- "
Cup.....
Entah karena melihat bibir Safira yang terus bercerocos, membuat Ryder ingin mengecupnya. Sedangkan Safira sangat terkejut membulatkan matanya. Ia berusaha menyadarkan suasana dengan mendorong dada bidang Ryder, agar Ryder berhenti menciumnya. Namun bukan tersadar, Ryder justru meraih tengkuk Safira dan malah semakin memperdalam ciuman nya. Safira masih membuka matanya lebar lebar menatap wajah Ryder yang terpejam, menghayati setiap sentuhan ciuman yang Ryder ciptakan.
Safira tidak menyangka, untuk kedua kalinya ia mendapat pelecehan lagi. Safira semakin keras berusaha mendorong dada bidang Ryder, agar Ryder melepas ciuman nya, sayangnya Ryder seperti sedang menikmati setiap sentuhan bibir Safira.
Merasa Ryder tak kunjung keluar dari Pantry, Ken pun menghampiri ke ruang pantry lagi. Dan betapa terkejutnya Ken mendapati Ryder duduk berjongkok, dan Safira yang masih terduduk di lantai sedang berciuman bibir. Padahal sebelumnya, Ryder sangatlah anti berciuman bibir dengan wanita mana pun. Sekalipun dengan Savia yang memulai dahulu, Ryder sering menghindar dengan alasan di tempat umum, atau di kantor. Tapi kenapa sekarang ini, di ruang pantry ?, di tempat umum ibaratnya, kenapa Ryder bisa lepas kendali. Dan jika di lihat dari posisinya, Ryderlah yang memaksa, karena posisi tangan Safira seperti mendorong dada Ryder, sedangkan Ryder menahan tengkuk Safira agar tidak lepas.
Karena merasa risi, Ken memilih keluar ruangan, dan menunggu di luar ruang pantry, takut ada yang masuk. Karena ruangan itu untuk para petinggi perusahaan, seperti dewan direksi, tim audit juga para manager.
Ken melamun di depan pintu, ia teringat beberapa hari yang lalu ia pergi ke bar, bertemu dengan klient sekaligus bersenang senang. Namun sayang, Ryder sama sekali tidak menikmati cara itu. Ia hanya minum wine sampai mabuk berat, tanpa ada niatan bermain wanita sedikit pun. Ia bahkan marah besar, ketika seorang gadis yang sangat cantik mendekati dirinya, padahal Ken tahu, jika gadis itu anak dari walikota. Bahkan Ryder tak segan segan melepas jas, dan membuangnya begitu saja, karena gadis itu berani menyentuh Ryder. Saat itu, Ken berpikir Ryder sudah hilang rasa ada wanita mana pun. Ken takut Ryder sudah tidak tertarik lagi pada wanita, hanya karena terkhianati oleh mantan tunangan nya yang dulu. Tapi sekarang Ken juga merasa tidak rela jika Ryder harus dengan wanita kampungan seperti Safira.
Ryder membuka matanya, dan baru menyadari apa yang ia lakukan. Begitu Ryder melepas ciumannya, Safira segera memundurkan wajah, juga tubuh tubuhnya merangkak mundur dan bangun. Ia begitu panik, dan keluar ruangan begitu saja. Safira bingung, haruskah ia marah marah karena di lecehkan oleh Ryder, ataukah diam saja. Karena dapat di pastikan jika ia marah dengan Ryder, pasti justru dirinyalah yang kalah, dan pada akhirnya ancaman di pecat juga di tagih hutang akan ia dengar hari ini. Pada akhirnya Safira memilih diam dan kembali bekerja seperti tidak terjadi apa apa.
Ryder kembali berdiri dan merapikan jasnya, ia tersenyum melamunkan dirinya sendiri, kenapa sekarang ia begitu tak bisa menahan diri jika berdekatan dengan Safira. Harum tubuh Safira begitu nyaman menurut Ryder, entah sampo apa yang Safira gunakan, harumnya semerbak, membuat Ryder mempunyai rasa yang berbeda ketika menghirupnya.
Karena melamun, Ryder meminum kopi asin yang Safira buat tadi. Ryder menyemburkan kopi itu, dan barulah ia sadar, ia kembali benci pada Safira. Ryder ikut masuk ke ruangan tak menghiraukan Ken yang berdiri di ambang pintu. Begitu masuk Ryder memperhatikan Safira yang sudah sibuk bekerja.
" Berani sekali kamu membuat masalah denganku. Apa aku terlalu baik pada mu, sampai kamu berani mengerjai, membuatkan kopi dengan garam heh??! " sentak Ryder
Safira mendongakkan kepala nya, barulah ia sadar jika ia tadi akan membuatkan kopi untuk Ryder. Safira menarik nafas, kemudian berdiri dan berlalu meninggalkan Ryder yang masih berdiri didekat meja kerjanya. Ryder tak terima, ia seperti di acuhkan oleh Safira pun seperti orang bodoh mengejar Safira Sampai ke Pantry. Dan di sana masih ada Ken yang lebih seperti orang bodoh menyaksikan keduanya yang begitu berbeda dengan ekspresi yang ia lihat sebelumnya.
" Berani kamu tak mengindahkan ucapan ku ?!! " Ryder emosi menatap Safira yang sedang menghadap dirinya, bersiap membuatkan kopi untuk Ryder.
Bersambung.......
lanjut ah
luv you thor....💕💕💕