Kisah sukses seorang istri gendut yang berhasil bertransformasi menjadi istri yang cantik dan seksi.
Kok bisa sang istri mati-matian merubah penampilanya menjadi cantik dan seksi, setelah itu suami masuk bui begitu saja.
Inilah kisah rumah tangga pasangan yang kurang harmonis, Kate Winslet dengan Jason Statham. Sampai pada akhirnya Kate berlabuh pada Nathan Wu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu_Merdeka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ulah trio kwek kwek
Pagi-pagi sekali Sam dan Dev sudah mendatangi rumah Nathan. Mereka berdua memang sepakat untuk fokus pada program diet Kate.
Siapa yang tak terlena dengan sebuah mobil mewah yang berharga milyaran.
Tentu saja dua cicunguk itu juga tergiur, mereka berdua rela mengambil cuti panjang dari pekerjaannya, hanya untuk meloloskan rencananya.
Kira-kira diantara trio Wek Wek itu siapa ya yang bakal menang?
"Hemh....." Dev membuang nafas kesal
"What's Kate, Kenapa perut mu jadi naga lagi" Sam menepuk keningnya. Dev menggaruk kepalanya yang tidak gatal
Hadeh mereka berdua tercengang melihat perut buncit Keket, keduanya melirik ke arah Nathan yang tersenyum licik
"Pasti ini gara-gara bocil ini, kamu kan tersangkanya. Cepat ngaku bocah tengil" cecar Sam sudah pasang badan untuk melawan Nathan
"Suwer gua nggak salah, orang mbak Keket sendiri yang minta dibuatkan mie rebus semalam" kata Nathan tak ingin disalahkan
"Ya kan Mbak" imbuhnya melirik Kate
"Maaf... aku yang salah, aku khilaf Sam, Dev, maaf ya" tutur Kate dengan nada memelas
"Sekarang sit up 100 kali" titah Sam dengan wajah marahnya
"Nanti siang kamu nggak dapat jatah makan siang, cukup minum jus buah-buahan dan salad, malam hari juga begitu, apa kamu ngerti Kate" Dev juga menambahkan hukuman untuk Keket. Keduanya tampak kesal dengan Kate dan Nathan.
Mereka mengendus rencana jelek Nathan "Dev, sepertinya ini ulah bocil Nathan, apa yang harus kita lakukan, kalau seperti ini terus, bisa-bisa dia yang menang taruhan" Sam berbisik di telinga Dev
"Aku punya rencana Sam, bagaimana kalau kita tinggal disini untuk dua Minggu ke depan sampai taruhannya selesai. Bagaimana menurut mu" jawab Dev membalas dengan bisikan pula
"Wih, bagus juga idemu" ucap Sam tersenyum dengan ide cemerlang Dev
"Ekhem... ekhem" deham Nathan melototi mereka
Sam mengambilkan matras untuk Kate, lalu meminta Kate untuk segera melakukan pemanasan. Setelah melakukan pemanasan lima menit, Kate berbaring telentang di atas matras, menekuk lututnya, posisi telapak kaki rata di lantai, dan lurus dengan pinggul.
Kate mulai meletakkan tangannya di atas kepalanya, menatap langit-langit, lalu menarik nafas dalam-dalam, sekuat tenaga ia mengangkat tubuh atasnya ke posisi duduk
"Satu, dua, tiga..... sepuluh, sebelas, dua belas, tiga belas.... yah" Sam mulai menghitungnya, tetapi Kate berhenti di hitungan tiga belas. Dia sudah tak kuat lagi, nafasnya terengah-engah
"A...aku nyerah, nggak kuat lagi Sam" kata Kate terbata sembari terlentang mengatur nafasnya
"Nathan bantu Kate menyelesaikan sit up nya" titah Dev yang tengah berdiri melihat Kate yang lemas, Posisi tangannya terlipat di dada, menandakan dirinya masih kesal dengan ulah Nathan
"Kok aku sih Dev, ini kan tugas Sam" elak Nathan
"Cepat lakukan saja, kalau tidak "
"Iya..iya" Nathan langsung mengiyakan permintaan Dev, ia takut Dev memberitahu Kate tentang taruhannya
Nathan duduk di kaki Kate, memegang kedua lutut Kate yang putih mulus. Kedua matanya terpejam, tak berani menatap paras Kate. Jantungnya serasa mau copok, dadanya serasa sesak mendadak, ada sesuatu yang menegang di dalam celana pendeknya
"Akh.....mesum" teriak Kate menendang tubuh Nathan, ia merasakan ada sesuatu yang keras bergerak-gerak di punggung kakinya
"Kenapa sih Kate?" tanya Sam
"Kenapa Kate, apa Nathan menyakiti mu" Dev juga turut bertanya
Kate menatap paras Nathan, secara respect Nathan memberikan kode, menutup bibirnya dengan satu jari telunjuk, meminta Kate untuk tak memberitahu mereka hal memalukan itu.
Paras Kate memerah, malu dan juga marah, ingin sekali dia menjitak kepala Nathan, si bocil mesum itu
"Cepat lanjutkan" titah Sam kembali.
Untung saja mereka berdua tak menyadari polah Nathan
"Sam, olahraga yang lain saja, geli aku kalau sit up sama Nathan. Malah nggak bisa konsen" tuturnya merasa tak nyaman
"Ya udah ganti dengan posisi push up, Nathan kamu berbaring di atas matras, bantu Kate push up" perintah Sam kembali
"Hehehe, Sam ada aja idemu... rasain kamu Nathan" gumam Dev menggeleng sembari tersenyum girang melihat expresi lucu bocil itu
Nathan sudah berbaring terlentang menatap ke atas, Kate di bantu oleh Sam memulai push up nya yang bertumpu di kedua tangan Nathan. Nafas lelaki di bawahnya menyapu seluruh wajahnya, sungguh jarak wajah mereka hanya beberapa senti saja. Kate terus melakukan push up nya, dengan hati-hati ia menaik turunkan tubuh beratnya. Nafas mereka semakin tak beraturan, tubuh Kate terjatuh di atas Nathan, kedua bibirnya menempel membuat mereka mendorong tubuh menjauh satu sama lain
"Ha...ha.ha... Nathan gimana rasanya bibir Kate ?" Dev dan Sam berdiri mematung, tak kuat menahan derai tawanya.
Sungguh adegan yang menghibur
"Diam... nggak lucu tahu" bentak Kate, kesal. Karena malu ia pun berlari masuk ke dalam kamar, membanting keras pintu kamarnya
Nathan tersenyum tersipu malu, wih karena ulah kedua teman Wek Wek nya, ia mendapatkan bibir manis Keket.
"Hoe bocil, seneng ya..kamu ?" goda Sam
"Atau jangan-jangan bocil ini suka sama Kate" imbuh Dev menebak expresi malu-malu maunya
"Apaan sih kalian, siapa juga yang suka sama cewek gendut dan jelek kaya mbak Keket. Nggak level "
Kira-kira bagaimana perasaan Keket ya, next