Apa Jadinya jika sekelompok orang dengan berbagai pandangan tapi satu tujuan dan si satukan dalam satu Agensi bernama JULID VANGKE. Sebuah institusi penegak keadilan. Yang digawangi oleh, Khodijah, Romlah, Caitlyn, Jukaykha, Jaenab dan Ijah.
Tugas mereka cukup berat, karena harus membasmi para penjilat tak berguna pemakan dana Bansos yang seharusnya dialirkan untuk Masyarakat yang membutuhkan. Para penjilat yang mereka beri nama Keledai Dungu itu ternyata memiliki banyak akal untuk melakukan Playing Victim.
Mampukah para detektif Julid Vangke membuktikan kebusukan mereka?
Karya ini hanya fiktif belaka. Terinspirasi dari banyaknya kasus yang terjadi dimasyarakat biasa😍Dilarang Baper! Ini hanya guyonan semata😍Selamat membaca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
Bab 10.
Khodijah kali ini meminta Caitlyn untuk bergerak mengawasi si keledai dungu. Caitlyn memang pandai mengorek ngorek info, mengorek upil saja dia ahlinya.
Alasan Caitlyn yang bergerak karena dia adalah anggota tim Julid Vangke yang memiliki kemungkinan tidak dicurigai si dungu dibandingkan anggota lain.
"Cait, lu harus setuju ye."
"Oke bosku, cuma ngorek-ngorek doang kan?" tanya si Caitlyn dengan tangan mengorek-ngorek lubang hidungnya.
"Hooh itu sangat benar!" Romlah mengacungkan jempolnya. "Tapi jangan sambil ngorek-ngorek itu segala keleus…
"Astaga…naga Bonar jadi dua." Ijah menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan konyol si Caitlyn. Begitu pula dengan anggota geng Julid Vangke yang lain.
"Oke oke…gua serius dah sekarang. Jadi what problem huh? Apa yang kudu gue do it?" tanya Caitlyn dengan gaya premannya.
"Sini sini…gue bisikin. Buat semuanya." Khodijah melambaikan tangan kepada para anggota tim julid Vangke yang lain. Mereka bertujuh pun berbisik-bisik, manggut-manggut, saling menyenggol nyenggol.
"Okeh?" Khodijah tersenyum lebar nyengir ala kuda.
"Ocehhh…" jawab keenam wanita penuh pesona dari anggota Julid Vangke.
"Tos dulu dong!" ajak Romlah sambil mengulurkan tangannya ke depan. Diikuti dengan anggota julid Vangke yang lain.
"Persatuan Julid Vangke! Yes yes…aye…aye…dengan kekuatan bulan kita hempaskan si KD! Gemparkan negara api dengan pesona!" teriak anggota tim Julid Vangke serempak dan kompak. Jangan lupakan juga joget joget ala Julid Vangke, the Changcuters yes.
Caitlyn dan Jaenab bersiap dengan kecantikan paripurnanya untuk bertempur dengan keledai dungu. Dengan strategi 11 11 eh salah, strategi menghancurkan dari dalam.
Kini Jaenab dan Caitlyn berada di dekat markas si Keledai dungu. Caitlyn asyik melihat-lihat ponselnya.
"Ayo Nab, kita ngebaso. Gue dah siap." kata Caitlyn pada Jaenab yang berjalan di belakangnya.
"Woy kita bukan mau ngebaso Cait, lu mah ngebaso mulu dah! Kita lagi misi, misi!" serka Jaenab kesal dengan si Caitlyn, orang sedang misi malah mikirin ngebaso.
"Ya deh sorry nab, udah ini kita ngebaso ye. Gue mau serang si KD, hehe terimalah serangan dariku!" Caitlyn dengan jari jemari lentiknya tengah mengetik sesuatu di ponselnya. Kemudian dia pun tersenyum menyeringai, kira-kira apa yang dia ketik?
Jaenab hanya terdiam dengan wajah bingung.
******
Di tempat lain, geng Keledai dungu tampak santai setelah membuat kegaduhan di medsos.
Odah Saodah Mukodah, Amat Supramat, Ningsih Ambarawaria, Ntun Marotun, Kokom Markonah. Ya, inilah geng keledai dungu.
Ting!
Bunyi dering pesan masuk terdengar dari ponsel yang dipegang si Odah bin Saodah Mukodah, sebut saja begitu yes.
"Siape yang kirim pesan Dah?" tanya Ntun kepo sambil melirik lirik manjah pada Odah dan hpnya.
"Ini si Cait, tiba-tiba aja dia chat gue." jawab Odah dengan kening berkerut.
"Apaan?" Kali ini si Amat ikut kepo dan mendekat pada si Odah.
"Dia komen status gue noh." Odah memperlihatkan ponselnya kepada anggota tim keledai dungu yang lain.
Tiba-tiba saja Kokom merenung dengan kening berkerut seperti memikirkan sesuatu. "Lu kenape Kom? Mikirin jemuran?" tanya Odah.
"Sigana mah mikirin hutang si eta." serka Ningsih dengan logat sunda yang mendayu-dayu.
"Diiih, gaje banget lu pada!" cicit Odah pada anak buahnya yang govlog tiada tara itu.
Lantas, sesaat kemudian Odah mendapatkan pesan lagi. Isi pesan itu merujuk pada kecurigaan semua orang terhadap kasus korupsi bansos yang mereka lakukan.
"Omigod! Ieu teh kumaha atuh, naha jadi kieu ey!" pekik si Odah tercengang melihat sesuatu di ponselnya.
"Alah…cilaka 12 ieu mah, warning warning." Amat heboh melihat isi pesan di ponsel si Odah. Hingga anggota Keledai dungu yang lain menjadi panik.
"Dunia api telah terguncang, ini pasti gara-gara si Khodijah." tuduh Kokom yakin dengan wajah merah menyala karena pake blush on kebanyakan.
"Kita udah ketahuan, jadi kita harus gimana?" tanya si Ntun sambil mengacak-acak rambutnya.
Atensi semua orang tiba-tiba tertuju pada si Amat yang menjadi biang keladi penggelapan bansos, penipuan berhadiah, eh salah penipuan anu.
"Lu kenapa pada ngeliatin gue, hah?" tanya si Amat bingung.
"Ini semua salah lu, gara-gara lu reputasi kita jadi ancur." tunjuk si Odah dengan hari jempolnya.
"Hey Odah! Bukannya lu yang bikin status, kenapa nyalahin gue?" si Amat tidak terima disalahkan, dengan gaya tangan ke atas melambai-lambai. Ia marah-marah pada semua anggota tim keledai dungu, terutama si Odah.
"Wes wes…kagak usah ribut maraneh, hayu urang beresken." kata si Ningsih menengahi.
"Jadi gimana ieu teh jadinya? Lu ada solusi, Sih?" tanya Kokom dengan kalemnya.
"Aya, abdi ada hiji solusi tapi aranjeun tong debat hooh. No debat!" Ningsih memicingkan mata, dia memiliki ide yang menurutnya sangat spektakuler dan luar biasa untuk memutar balikkan fakta. Membuat semua orang berpikir bahwa yang salah bukan mereka, tapi satu orang saja yaitu….
Bersambung...
Sukses bwt kk
makannya mad jangan suka makan duit haram saat kamu menerima karma nya kamu tersiksa kan tapi saat kamu melakukan kejahatan itu kamu senang dan tak memikirkan apapun
akhirnya perjuangan kalian menemukan titik akhir juga dengan tertangkapnya para geng meresahkan 😁😁😁
kebanyakan bikin ulah sih
sokoooooor tuman kelamaan kalian senang di atas penderitaan orang lain saat nya kalian memetik apa yang kalian tanam