NovelToon NovelToon
Sebatas Pengganti

Sebatas Pengganti

Status: tamat
Genre:CEO / Tamat
Popularitas:196.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Yenita wati

Menjelang pernikahan, Cahaya harus menerima kenyataan bahwa sang calon suami ternyata sudah menikah dan hanya memanfaatkannya saja.

Saat mengadu pada Paman dan bibinya, ia malah akan dijodohkan dengan pria tua agar mendapatkan uang dari calon suaminya.

Merasa putus asa, ia pun nekat melakukan percobaan bunuh diri dari atas jembatan penyeberangan orang.

Namun, aksinya itu berhasil digagalkan oleh seorang pria kaya dan tampan bernama Davin Pramudya.

Karena merasa saling membutuhkan, mereka pun sepakat menikah.

Namun, apa yang terjadi jika salah satu diantara mereka terjebak cinta yang seharusnya tidak perlu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenita wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyakitkan

Malam harinya, saat sedang makan malam, Davin melihat Cahaya menggunakan sendok dan garpu dengan salah. Suara dentingan kedua benda itu pun membuat Davin merasa jengah. Karena selama ini dia tidak pernah mendengar suara itu saat makan bersama keluarganya.

"Cahaya, bisa diam tidak?" tanya Davin dengan tatapan kesal.

"Maaf, Mas, aku hanya belum terbiasa makan dengan sendok dan garpu seperti ini." Cahaya langsung mempraktekkan ucapannya. Dia mengambil nasi dan lauk pauknya dengan tangan, lalu menyuapkannya ke dalam mulut.

"Cahaya, apa yang kau lakukan? Itu berkuman!" Davin menegur Cahaya yang menggunakan cara makan tak biasa.

"Ingat saja saat kau makan ayah HFC, Mas," sahut Cahaya tanpa memperdulikan ucapan Davin dan terus makan dengan tangannya.

"Keluarga besar ku tidak pernah makan dengan tangan karena itu kotor, hentikan, Cahaya, itu sangat menjijikkan!"

Ucapan Davin langsung membuat Cahaya berhenti makan. Dia menatap Davin yang seakan menatap jijik padanya.

"Oh, maaf, aku tidak tahu seperti itu cara makan orang kaya. Maklum lah, aku kan orang miskin." Cahaya menatap sinis.

"Bukan, bukan begitu maksudku. Setidaknya kau ikuti saja peraturan di rumah ini."

"Boleh aku tahu peraturan seperti apa saja yang ada di rumah ini selain sendok dan garpu yang bersentuhan?"

"Cahaya, kau jangan tersinggung dengan hal sepele seperti ini. Setidaknya patuhilah sampai kita bercerai. Aku tidak ingin..."

"Malu? Baiklah, Mas, aku akan mematuhinya. Silakan lanjutkan makannya, aku tidak bisa makan lagi karena tak bisa menggunakan sendok dan garpu dengan baik." Cahaya langsung meninggalkan meja makan meski perutnya belum kenyang.

"Tunggu! Cahaya."

Cahaya langsung berhenti tanpa menoleh.

"Kau bisa makan dengan gaya makanmu. Bawa saja ke kamar, tidak apa-apa. Tapi, berlatihlah menggunakan sendok dan garpu karena mungkin suatu hari kita akan diundang ke acara-acara resmi. Maaf jika penyampaianku kurang mengenakkan hatimu."

"Ya, Mas, aku akan mengingatnya. Terima kasih, tapi aku sudah kenyang." Cahaya menoleh sambil tersenyum. Dia pun segera pergi meninggalkan ruang makan dengan Davin yang masih merasa bersalah.

Sedangkan Cahaya menangis di kamarnya karena kata-kata Davin memang lumayan menyakitkan baginya. Kata menjijikkan itu memang sangat menyakitkan karena dia merasa seakan rendah dan tidak punya harga diri.

"Padahal aku yakin dia makan permen dengan tangan, bukan dengan garpu." Cahaya menepuk bantal di pangkuannya dengan kesal.

Dia pun segera mengambil air wudhu dan sholat di kamar itu. Untung saja dia membawa sajadah dan juga mukena, jadi tidak perlu merepotkan siapapun.

Selesai sholat, Cahaya pun menyadari bahwa kamarnya mengunakan AC. Dia yang tak pernah tidur dengan AC lantas berusaha mematikan AC tersebut dengan menekan berbagai tombol di remote AC.

Namun, bukannya mati, AC itu malah semakin dingin. Dirinya pun sampai mengambil selimut untuk menutupi tubuhnya dari hawa dingin.

"Bagaimana ini? Kalau aku minta tolong Mas Davin, itu tidak mungkin karena aku kan sedang kesal. Biar saja dia yang menyapaku dulu."

Bermodalkan rasa gengsinya, Cahaya pun nekat tidur di atas ranjang dengan suhu yang sangat dingin. Dia menggunakan selimut yang sangat tebal untuk menutupi seluruh tubuhnya untuk sekadar mencari kehangatan.

Namun apa daya, selimut itu nyatanya tak mampu menepis dinginnya ruangan hingga dia pun tertidur sambil menahan dingin.

1
Komsiyah Komsiyah
iya banyak yg gak nyambung
Memyr 67
𝖽𝖺𝗏𝗂𝗇 𝗄𝖺𝗇 𝗉𝗂𝗇𝗍𝖺𝗋. 𝗉𝖺𝗌𝗍𝗂 𝗂𝗇𝗀𝖺𝗍 𝗉𝖺𝗌 𝗂𝗃𝖺𝖻 𝗄𝖺𝖻𝗎𝗅, 𝗆𝖾𝗇𝗒𝖾𝖻𝗎𝗍 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗅𝖾𝗇𝗀𝗄𝖺𝗉 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂𝗇𝗒𝖺 𝖽𝖾𝗇𝗀𝖺𝗇 𝖻𝗂𝗇𝗍𝗂 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝖺𝗅𝗆𝖺𝗋𝗁𝗎𝗆 𝖻𝖺𝗉𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺
Memyr 67
𝖽𝗂 𝖺𝗍𝖺𝗌𝗇𝗒𝖺 𝖽𝗂𝗍𝗎𝗅𝗂𝗌 𝗍𝖾𝗁. 𝖽𝗂 𝗌𝗂𝗇𝗂 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗄𝗈𝗉𝗂. 𝗈𝗍𝗁𝗈𝗋 𝖽𝖺𝗁 𝗇𝗀𝖺𝗇𝗍𝗎𝗄 𝗂𝗇𝗂
Memyr 67
𝗆𝗎𝗅𝖺𝗂 𝗂𝗇𝗂, 𝗇𝗀𝖺𝗃𝖺𝗄 𝗍𝖾𝖻𝖺𝗄𝖺𝗇
Memyr 67
𝗌𝖾𝗏𝗂𝗇𝖺 𝗄𝖺𝗇 𝖺𝗇𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺 𝗏𝗂𝖺𝗇𝖺. 𝗄𝖾𝗇𝖺𝗉𝖺 𝗄𝗅𝖺𝗄𝗎𝖺𝗇 𝗄𝖺𝗒𝖺𝗄 𝗂𝖻𝗎 𝗂𝖻𝗎 𝗃𝗎𝗅𝗂𝖽 𝖽𝗂 𝗄𝖺𝗆𝗉𝗎𝗇𝗀? 𝗄𝖾𝗌𝖾𝗋𝗂𝗇𝗀𝖺𝗇 𝗀𝖺𝗎𝗅 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝗆𝖻𝖺𝗁 𝗆𝗈𝗇𝖺?
Yunerty Blessa
Makasih banyak kak thor buat karya nya
sungguh mantap sekali
terus lah berkarya dan sehat selalu 😘😘
Yunerty Blessa
akhirnya tamat juga...
Yunerty Blessa
semoga Cahaya bisa menerima kakek nya.....
Yunerty Blessa
senangnya Cahaya masih memiliki kakek nya....berarti kakek nya bukan orang biasa² juga
Yunerty Blessa
akhirnya Davin dan Cahaya bisa buka puasa juga..... semoga Cahaya cepat hamil
Yunerty Blessa
senangnya Cahaya dapat gaji.....
Yunerty Blessa
sabar Reno masih ada Silvi yang suka sama kamu.....
Yunerty Blessa
apakah orang itu adalah orang tua Cahaya .....
Yunerty Blessa
akhirnya Cahaya luluh juga.... semoga memang ada cinta di hati Davin.....
Yunerty Blessa
tetap berdosa Reno.....biar lah Cahaya meraih kebahagiaan nya... masih ada Silvi yang mencintai mu
Yunerty Blessa
astaga rupanya kakek Cahaya.... kenapa dari awal tidak mengaku Cahaya sudah mau mati baru cari....
Yunerty Blessa
apakah orang tua itu adalah keluarga Cahaya....
Yunerty Blessa
kasian sekali dengan kehidupan Cahaya....
Yunerty Blessa
mantap Cahaya pergi jauh dari Davin....mula lah hidup baru mu... biarkan Davin menyesal atas kepergian mu.....
Yunerty Blessa
Davin lebih baik lepaskan Cahaya biar dia cari kebahagiaan nya sendiri... biarlah kau bersatu kembali dengan bayang² Safira 😏😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!