NovelToon NovelToon
Antara Aku Kamu Dan Dia (Perjodohan Membawa Luka)

Antara Aku Kamu Dan Dia (Perjodohan Membawa Luka)

Status: tamat
Genre:Persahabatan / Dijodohkan Orang Tua / Angst / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:30.2k
Nilai: 5
Nama Author: Anisa Kalista putri

"Disini aku adalah orang ketiga nya di mana aku harus terjebak di antara dua orang sepasang kekasih karena perjodohan orang tua, kami pun mau tak mau akhirnya menikah meskipun kami tidak saling mencintai karena pria yang di jodohkan dengan ku ternyata adalah kekasih sahabat ku sendiri"

Berpura² menjadi wanita jahat demi agar tidak di sukai dan menjalin kasih dengan adik iparnya membuat suaminya membencinya.

kesalahan satu malam karena kecemburuan suaminya membuatnya harus mengandung anak suaminya.

Namun dia tidak ingin egois karena tidak ingin menyakiti sahabat baiknya dia selalu bersikap seperti orang yang tidak pernah peduli dengan suaminya itu namun kenyataan besar membuat nya menjadi wanita lemah karena tiba² dia di fonis menderita penyakit.

Menutupi rapat² penyakitnya dengan berpura² kuat apakah Laras akan berjuang melawan penyakitnya atau justru memilih mempertahankan anaknya?

Yuksimak ceritanya akan berakhir Sad End atau Happy Ending yang suka jangan lupa faforitin ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisa Kalista putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Antara Nyaman Dan Cinta

"Ka Tama, untuk apa kau masih di sini?" tanya Laras dengan terkejut.

"CK .. tentu saja aku ingin tidur di kamar ku, tapi kau menggangu," Tama berdecak kesal menatap ke arah Laras tanpa sedikitpun ingin bertanya, dan segera masuk begitu saja.

Pria itu merebahkan tubuhnya di atas ranjang milik Laras tanpa sedikitpun memperdulikan Laras.

"Hay keluar kau dari kamar ku, setelah menguping pembicaraan ku kau malah ingin tidur di ranjang ku!" ketus Laras sambil menatap Tama dengan tatapan tajam.

"Ini kamar ku, kau tidak bisa mengusir ku dari sini!" jawab Tama tidak ingin sedikit pun beranjak dari tempat tidur.

"Kau lupa dengan perjanjian kita? bahwa kita tidak akan pernah tidur satu ranjang dan kau tidak akan pernah meminta hak mu sebagai suami, meskipun kita sudah menikah!" jelas Laras dengan penuh penekanan.

"Percaya diri sekali kalau aku bakal meminta hak ku pada mu, tenang, walaupun kau telanjang bulat sekalipun di depan mata ku, aku tidak akan pernah tertarik dengan mu karena aku hanya tertarik dengan Tiara, cinta ku hanya untuk nya, jadi jangan mimpi, lagian ini Kamar ku kau saja sana keluar dari sini!" jawab Tama dengan penuh penekanan di setiap kata-katanya sambil menatap Laras dengan sengit.

"Oya, baguslah kalau begitu dengan begitu aku ikut lega dan bisa menjalankan hubungan gelap ku tanpa gangguan dari mu, tapi aku tidak akan pernah membiarkan mu tidur di ranjang ku, keluar sana dari kamar ku!" jawab Laras sambil tersenyum tipis, langsung mendorong Tama yang sedang tertidur di atas ranjangnya.

Tama yang sudah memejamkan mata nya tiba-tiba terjatuh karena dorongan Laras yang kuat.

Bruuuuuughh

"Kau beraninya? mendorong ku sampai jatuh!" Tama berkata dengan suara yang cukup keras karena merasa sangat begitu marah, matanya menatap Laras dengan nyalang rasa kesal nya kini bertambah.

"Salah sendiri kenapa mengganggu orang mau istirahat!" ketus Laras tanpa memperdulikan tatapan Tama yang sedang menatap nya tajam, wanita itu justru malah asyik bermain Hpnya sambil menutup tubuhnya dengan selimut seakan ingin tidur.

Tama yang marah langsung saja menarik selimut yang menutupi tubuh Laras, membuat Laras terduduk karena merasa terkejut.

"Ka Tama Kau gila sekali sih? seneng sekali mengganggu orang mau istirahat, kamar mu itu di sana bukan di sini, apa perlu aku mengeluarkan jurus kejam ku untuk mengusir mu!" Laras berkata sambil berdiri di atas ranjang nya menatap Tama dengan tatapan tajam.

Tama yang melihat penampilan Laras kini terkejut dengan apa yang di lihat nya, wanita itu memakai pakaian tidur yang hanya sepaha dan menampilkan paha yang terlihat putih mulus di tambah belahan dada yang terlihat menggoda jika siapa pun melihat nya, karena pria itu sedari tadi tidak melihat langsung seperti apa pakaian yang di kenakan wanita itu.

"Kenapa kau diam saja? apa kau takut dengan ku? haaah!" Laras berkata dengan suara yang cukup keras sambil turun dari ranjangnya dan mendekati Tama yang sedang diam mematung.

"Keluar dari kamar ku, atau aku akan mengeluarkan jurus kejam ku!" Sambung nya lagi sambil menunjuk ke arah pintu.

"Ba-baik aku keluar!" jawab Tama dengan terbata-bata dan segera berjalan menuju ke arah pintu keluar.

"Belum juga aku keluarkan jurus kejam ku sudah ketakutan, aneh sekali?" Laras bertanya-tanya dalam hati nya karena merasa aneh dengan sikap Tama yang keluar begitu saja padahal tadi terlihat sangat begitu marah.

"Shiiit kenapa dengan diriku? hanya melihat nya memakai pakaian seperti itu saja, aku bisa merasakan sesuatu? padahal tadi aku tidak tertarik dengan nya sedikit pun!" umpat Tama di dalam kamarnya sambil menatap ke arah miliknya, pria itu tidak habis pikir dengan dirinya sendiri yang merasa aneh, dengan terpaksa akhirnya pria itu menuntaskan hasrat sendiri di kamar mandi.

Jam Menunjukkan Pukul 12 malam

Tama yang sudah menyelesaikan hasratnya kini merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan melihat ke arah Hpnya, pria itu terkejut sudah ada banyak pesan dan panggil berulang kali dari Tiara.

"Ya ampun saking terlalu banyak nya aku bertengkar dengan wanita itu, Aku sampai melupakan nya padahal Aku sudah membuat janji," ucap Tama sambil mengusap wajahnya kasar.

Pria itu memutuskan untuk menghubungi kekasihnya itu namun tidak di angkat membuat nya merasa frustasi dan heran dengan dirinya sendiri.

"Sudah lah mungkin besok Tiara bisa mengerti, lagian kenapa? dengan diri ku ini sih, kenapa juga harus peduli dengan wanita itu, seharusnya aku tidak peduli bukan?dan anehnya aku jadi sering banyak bicara dengan nya Kalau di biarkan seperti ini terus Tiara bisa salah paham," Tama bertanya-tanya dengan dirinya sendiri merasa aneh dengan apa yang terjadi, hingga menjelang pagi hari, pria itu tidak bisa tidur karena terus kepikiran dengan apa yang terjadi.

Pagi Hari nya.

Setelah kejadian semalam Tama lebih memilih untuk keluar dari rumah lebih pagi, agar bisa menjemput kekasihnya itu karena tidak ingin bertutur sapa dengan Laras yang akan membuat dirinya mengingat apa yang terus ada di otak nya, kini pria itu sudah cukup lama menunggu di depan teras kosan Tiara namun belum di bukakan sedikitpun oleh wanita nya.

Setelah hampir lima belas menit menunggu pintu terbuka membuat Tama langsung berdiri, menatap wanita itu dengan sorot mata tajam.

"Kau ngapain saja di dalam? apa kau Bener-bener tidak memperdulikan ku yang sedang menunggu mu?" Tama berkata dengan suara datar sambil menatap Tiara dengan tatapan tajam.

"Untuk apa tuan menunggu saya, saya bisa berangkat sendiri," jawab Tiara sambil menunduk tidak berani menatap wajah Tama.

"Ti kenapa formal sekali? ada apa dengan mu?" Tama memegang tangan Tiara yang terlihat masih menunduk.

"Pikir saja sendiri!" jawab Tiara sambil berjalan melewati Tama begitu saja, karena merasa sangat begitu kesal jika harus mengingat kejadian semalam, di mana Tama berjanji akan menemui nya di Cafe biasanya setelah pulang dari rumah orang tuanya, tapi pria itu tidak ada batang hidungnya sama sekali membuat Tiara merasa sakit hati dengan apa yang selalu ada di pikiran nya, terlebih pikiran nya tentang sahabat itu terus-menerus berada di otak nya.

"Sayang maaf, Aku benar-benar tidak bermaksud untuk seperti itu sungguh semalam aku Bener-bener lupa," Tama memeluk Tiara dengan begitu erat.

"Lupa kau bilang? jika kau tidak berniat untuk melanjutkan hubungan ini lebih baik kita sudahi saja, semakin kau mengikat ku maka semakin sakit rasanya, aku berusaha untuk rela kau bersama Laras tapi hati ini terasa sesak jika harus terus-menerus berada di posisi seperti ini, kau mengatakan bahwa diri mu milik ku tapi aku terlalu takut jika kau akan jatuh cinta pada nya," Jelas Tiara panjang lebar sambil menumpahkan air mata nya jika harus mengingat apa yang di bayangkan nya untuk kedepan.

"Ti, cinta ku hanya untuk mu, jantung ini berdebar kencang hanya saat dekat dengan mu, tidak ada kata Kalau aku mencintai nya percayalah bahwa semuanya akan baik-baik saja," Tama membalikkan tubuh Tiara agar menatap wajah nya sambil memegang tangan wanita itu agar menyentuh dadanya.

"Lalu apa yang terjadi semalam? kenapa kau tidak mengangkat panggilan ku?" Tanya Tiara sambil memalingkan wajahnya.

"Aku semalam lama di rumah mama karena keasikan mereka mengobrol, sampai malam kami baru pulang dan aku baru mengecek HP ku pukul 12 malam kamu sudah tidur," jelas Tama sambil memegang tangan Tiara agar wanita nya itu percaya.

"Benarkah apa yang kau katakan? semoga tidak ada yang kau tutupi, ingat sedikit pun kau berbohong pasti semuanya akan kecium baunya!" Jawab Tiara sambil menatap Tama dengan menyelidik, membuat Tama memalingkan wajahnya, karena tidak ingin terjadi sesuatu, Tama tahu betul seperti apa sikap Tiara wanita lembut yang mudah tersentuh dan menangis membuat Tama merasa bersalah jika harus melihat nya menangis.

"Sayang, Aku tidak berbohong, mending kita kekantor nanti telat Aku ada Meeting pagi ini juga," ucap Tama sambil merangkul lengan Tiara menunjuk ke arah jam tangan agar wanitanya itu mau mengerti.

Tiara hanya mengangguk saja sambil mengikuti langkah kaki pria nya itu menuju ke arah mobil.

"Bagaimana sudah tidak marah lagi kan?" tanya Tama saat sudah berada di dalam mobil nya.

"Iya tapi aku merasa kau sangat berbeda, entah apa yang terjadi semoga kau bisa memahami apa yang diri mu rasakan," ucap Tiara sambil mengangguk menatap Tama dengan menyelidik membuat Tama diam saja.

BERSAMBUNG

Jangan lupa like komen vote hadiah nya yah jika suka agar author semangat ngelanjutin nya 🙏

1
Uthie
mengharap kelanjutannya lagi 😢😢🙏🙏🙏
Uthie
ditunggu lagii kelanjutannya.. kalau bisa sampai Endingnya.. jangan bikin penasaran 😢😢🙏🙏🙏🙏
Uthie
Waooww... kejutan
Uthie
😢😢😢😢😢
Uthie
ujungnya malah menyakiti diri sendiri
Uthie
egois emang 😡😡
Uthie
ternyata yaa 😡😡😡
Uthie
Wahhh... ternyata memang Malik dan Tama adalah pria2 bodoh 😡😡
Uthie
Makanya Tiara.. harus nya kau lebih sadar diri lagiii 😡😡
Uthie
dasarnya aja si Tiara yg gak tau diri 😏
Uthie
seperti ada kesenjangan perlakuan memang....
Uthie
bikin si Tama nyesel tuhhh nantinya 😡
dan juga si Tiara.. jika dia memang cewek baik, harusnya bisa menerima jika dia dan Tama udah beda status 😡
Uthie
kalau udah gitu, namanya kalian gak berjodoh!!! karena yg disatukan dalam pernikahan, itulah jodoh yg sebenarnya 👍
Uthie
Langsung sukaa sejak awal mampir nya 👍👍👍👍👍
Uthie
menarik 👍
Uthie
Langsung suka, tertarik sejak baca sinopsisnya 👍🤗
Retnomaulida
ceritanya bagus tapi ngga ada klnjutan nya jd ceritanya ngegantung bangattttt
Retnomaulida
kayak film diindosiar judulnya nih,.. adik suami ku pacarku, teman ku pacar suami ku,.. ribet jg🤣
Retnomaulida
asli lucu,... mau ngomong apa aja jd serba salah ,... karna ada istri, pacar dan adik kandung,... 😀
Rina Aris
ini msih berlnjt ga sih ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!