NovelToon NovelToon
Perjuangan Cinta CEO

Perjuangan Cinta CEO

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Anak Yatim Piatu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:481.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: FitrianiYuriKwon

Follow IG ku ya guyss fitrianiyuri_


Gagalnya pernikahan yang sudah dirancang sedemikian rupa. Meninggalkan luka yang mendalam.


Rexy Viollitha (25) yang kerap dipanggil Echy. Wanita cerdas dan berprestasi. Pernikahan nya yang gagal menjadikan dia sedikit berhati-hati untuk memulai hubungan.


Regan Domain Walkie (30) Seorang CEO perusahaan ternama. Kepergian dimasa lalu membawa nya kembali memperjuangkan cinta yang telah lama dia tinggalkan.


Apakah Regan akan berhasil?
Yuk simak kisah mereka....



Dia pergi tanpa permisi meninggalkan jutaan luka yang membelut hati. Setelah waktu berjalan lama, semua mulai kembali normal dia datang kembali seakan ingin menguak luka yang sudah lama alit (Rexy Viollitha)


Akan kuperjuangkan hingga titik akhir. Maaf jika pernah pergi tanpa alasan. Aku menyadari jika pergi tak membuat cintaku juga pergi. Beri aku satu kesempatan dan aku akan memperbaiki segalanya (Regan Domain Walkie).


Jangan lupa like, vote dan komennya ya guysss

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FitrianiYuriKwon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak terduga

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹 🌹🌹🌹🌹

"Pagi Rein". Sapa Echy duduk dikursi meja makan "Sarapan apa hari ini kita?". Tanyanya

"Seperti biasa roti dengan selai strawberry dan Kakak tidak boleh makan makanan yang berat pagi hari". Rein memberikan diri yang baru saja dia olesi dengan selai strawberry.

Echy merenggut kesal "Apa tidak bisa bubur saja adikku sayang?". Tak lupa Echy menampilkan puppy eyes nya.

"No... No.. No.. Besok baru makan bubur". Ujar Rein sambil menggoyangkan jari telunjuk nya.

"Ya baiklah". Ketus Echy sambil memutar bola matanya malas.

Echy mengigit roti itu dengan kesal. Sejak dia diponis penyakit mematikan itu, makan pun tidak boleh sembarangan dan harus dalam pengawasan adiknya yang calon dokter itu.

"Bagaimana kuliahmu?". Tanya Echy sambil menguyah rotinya.

"Seperti biasa, akan menyebalkan jika bertemu dengan dosen killer itu". Ucap Rein setengah kesal.

"Hmmm, Kakak pikir ada baiknya juga jika ada dosen killer dikampus mu. Sebagai penyemangat agar kau rajin kuliah". Celetuk Echy cekikikan melihat wajah kesal adiknya.

Rein mencebik kesal "Ya, dan sayangnya Rein tidak sepintar Kakak". Echy terkekeh pelan

Setelah makan seperti biasa Rein akan mengantar Kakaknya itu berangkat ke kantor. Tabungan Echy belum cukup untuk membeli mobil mewah. Dia sedang mengumpulkan uang untuk membelikan adiknya itu mobil, agar tidak setiap hari ke kampus pakai motor.

Echy masuk kedalam gedung pencakar langit itu dengan senyuman menggembang. Tak lupa dia menebarkan senyum mempesona pada siapa saja yang dia jumpai.

"Pagi Nona Echy".

"Pagi semua".

Echy meletakkan tasnya diatas meja. Dia tersenyum hangat melihat para bawahannya sudah berada dimeja masing-masing dan mengerjakan pekerjaan mereka.

Sebagai seorang pemimpin Echy memang harus memberikan contoh yang baik terutama dalam kedisplinan waktu agar datang tepat waktu dikantor dan mengisi absensi masuk serta finger print.

"Pagi Nona, ini laporan pendapatan bulan ini". Ucap salah satu pengawai Echy.

"Oh oke. Terima kasih". Dia mengambil berkas itu "Apa semua yang saya minta ada disini?". Tanyanya

"Sudah Nona".

Echy berdiri dan membawa berkas serta tasnya menuju ruangan Sean. Hari ini adalah pertemuan nya dengan pemilik perusahaan RDW Group.

"Pagi Tuan Sean". Sapanya.

Wajah Sean langsung sumringah saat melihat siapa yang datang. Pria itu meletakkan berkas ditanganya dan segera menyambut Echy.

"Bagaimana apakah sudah siap?". Tanyanya tapi katanya terfokus pada wajah cantik Echy.

"Sudah Tuan. Semua data yang anda minta sudah saya siapkan. Apakah kita bisa berangkat sekarang?".

"Ohhh tentu. Ayo".

Echy dan Sean keluar dari ruangan CEO. Diikuti oleh Willy dibelakang mereka. Jika masalah pekerjaan Echy adalah gadis yang serius dan tidak suka bermain-main.

Sejujurnya dia kurang nyaman dengan kedekatan pada Sean. Tapi Echy berusaha profesional karena Echy tidak mau kinerjanya diganggu oleh pikiran nya yang kacau itu.

Ketiga orang itu masuk kedalam mobil. Sepanjang perjalanan selalu ditemani dengan obrolan hangat.

"Kau ini.......". Sean gemes sendiri.

"Kakak. Jangan pegang-pegang". Ketus Echy memukul pelan lengan Sean yang mengacak rambutnya.

Sean hanya terkekeh gemes. Setiap kali dia mengacak rambut Echy rasanya dia bahagia. Tapi berbeda dengan Echy dia sedikit terganggu dan tidak suka. Bagi Echy tidak ada yang boleh menyentuh tubuhnya sembarangan walaupun itu hanya rambut dan hanya sebuah candaan.

"Kenapa rambutmu rontok?". Sean mengambil beberapa helai rambut yang menempel dibaju belakang Echy.

"Seperti biasa salah pakai shampoo". Jawab Echy asal. Padahal dalam hati dia sudah panik. Takut jika Sean curiga.

"Kan sudah tahu salah shampoo kenapa masih dipakai?". Sean geleng-geleng kepala heran.

"Ya Kakak tahu kan jika wanita itu mahkluk ajaib yang selalu suka melakukan kesalahan tapi tidak mau disalahkan".

Sean terkekeh. Begitu juga dengan Willy yang menyetir. Terbiasa dengan ocehan Echy membuat kedua pria itu tak heran lagi.

.

.

.

.

Seorang pria tengah menatap kosong keluar jendela ruangannya. Jantungnya berdegup kencang. Beberapa kali dia memegang dadanya agar detak jantungnya normal.

"Mereka sudah dimana Ben?". Tanyanya menarik nafas dalam.

"Dalam perjalanan kesini Tuan". Sahut Ben.

"Apa kau sudah mempersiapkan semuanya Ben? Jangan sampai gadisku curiga". Ujarnya

"Semuanya beres Tuan".

Kembali pria itu menatap keluar jendela ruangannya. Hari ini adalah hari yang dia nantikan, dimana dia akan berpapasan secara langsung dengan gadis nya itu.

"Aku merindukan mu sayang. Semoga pertemuan kita ini tidak membawa kebencian dihatimu. Maafkan aku". Gumamnya sambil memejamkan mata berusaha menahan gugup dihatinya.

Ben hanya melihat saja. Dia turut prihatin dengan kehidupan Tuan-nya ini. Setelah kehilangan yang cukup membuatnya menguras emosi. Dia juga harus pergi meninggalkan cinta yang sebentar lagi berakhir di pelaminan. Dan semua hancur dalam sekejap.

"Saya berharap anda selalu bahagia Tuan. Semoga Nona memberi anda maaf. Meski ini terlalu sulit untuk Nona". Batin Ben.

Selama bertahun-tahun mengikuti Tuan-nya tentu Ben tahu seperti apa kehidupan pria itu. Tidak mudah memang tapi harus dijalani bukan.

Drt drt drt drt drt drt

Ponselnya berbunyi. Segera pria itu meronggoh saku celananya dan mengambil benda pipih itu.

"Hallo Son". Sapanya tersenyum ramah saat melihat gambar bocah tampan dilayar ponselnya.

"Daddy, Daddy pulang jam belapa?". Tanya seorang bocah tampan dengan wajah imut dan menggemaskan nya.

"Ehem, Daddy usahakan pulang cepat. Kenapa Son?". Tanyanya.

"Tidak. Aku hanya ingin Daddy pulang cepat, agar bisa belmain". Ujarnya

"Baiklah akan Daddy usahakan". Senyumnya

Setelah menelpon putranya dia mematikan sambungan telponnya.

"Tuan mereka sudah datang dan menunggu diruang meeting". Ucap Ben sambil memberi hormat.

"Baik".

Dia itu memperbaiki dasi dan jasnya yang sedikit bergeser. Tak lupa dia sedikit merapikan rambutnya dengan jari tangannya.

Dia memaksakan senyum diwajah dinginnya dan berharap semua akan baik-baik saja

"Silahkan Tuan".

Dia keluar dari ruangan CEO dan berjalan dengan kedua tangan yang dia masukkan kedalam saku celana kanan dan kirinya. Tatapannya tajam dan juga dingin. Seolah mampu menebus Indra penglihatan siapa saja.

Dia tampak tenang. Padahal dalam hati, dia sebenarnya sedikit gugup dan was-was. Dia akan berusaha untuk menahan emosi nya untuk tidak memeluk gadis yang dia cintai itu. Hanya ingin bertemu dan memastikan jika gadis itu baik-baik saja.

Sampai didepan pintu ruangan meeting beberapa kali pria itu menghembuskan nafasnya kasar. Gugup, jelas saja gugup sekian waktu lama berlalu hari ini dia akan melihat wanita yang dia cintai selama ini.

Ben membuka pintu agar pria itu segera masuk. Disana sudah ada dua orang pria tampan dan seorang gadis cantik yang tampak sibuk dengan iPad ditangannya, ada bulu agenda dan pulpen juga diatas meja.

"Apakah sudah menunggu lama?".

Deg

Deg

Deg

Deg

Bersambung.........

1
Alifah Azzahra💙💙
😭😭😭😭
Alifah Azzahra💙💙
😭😭😭😭😭
Alifah Azzahra💙💙
Echy😭😭😭
Alifah Azzahra💙💙
Echy😭😭😭😭
Muri
jangan dibuat lama2 sakitnya thour,biar endingnya bahagia.
Muri
semoga nyawa echy selamat ditangan athour
Muri
sedih jg ya kalau terpisah utk selama2nya semoga echynya sembh ya thour
Muri
jangan dibuat Echynya meninggal thour kasian kan blm bahagia dgn pasangannya🙏🙏
Adnia Stg
Luar biasa
Marrysa Arkhan
emng bayiny udh brp bln kok udh dksh mkn? maaf...
Komang Diani
khasian echy,, semoga penyakit nya tidak parah ya thorr
Novryanita haura Aulia
keren
Novryanita haura Aulia
keren
Arie Chrisdiana
komentarmu terlalu panjang thor.....
Arie Chrisdiana
jgn2 pria itu yg dulu minggat saat pernikahan dg echi
Ely
Bagus ceritanya. Happy ending ... thank you othor cantik. Terus berkarya💐💐
Ely
Es boba lagi echy...tp ngomong2 seger ya???
Ely
huah.......pasti sembuh..
Ely
hai hai...aku absen dulu...💐💐
Dek Erna II
kereeeeen
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!