kania dewi seorang pengusaha sukses dan tidak suka membaca nove,tiba-tiba transmigrasi ke novel yang ia pinjam dari sahabatnya.
bagaimana kisah kania dewi ketika tahu dirinya menjadi protagonis?
terima kasih yang sudah membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ossi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 10
ketika kamu jatuh cinta maka bersiaplah untuk patah hati 💔.
plak..
"lo itu emang j*****"tamparan bella membuat semua orang terdiam melihat kelakuan bella dan kawan-kawan.
"j******? Haha lucu sekali kata-katamu nak? kalau lo pengin dapat perhatian dan cintanya cavan jangan nyakitin orang lain bahkan sampai lo membunuh orang itu lo nggak akan pernah dapat cintanya"iris sudah menerima semua yang harus dijalani yang kini ia lakukan adalah menjaga dirinya sendiri.
"lo tahu apa? umur lo aja piyik sok bijak banget"ucap pedas elena dengan tampang polos sambil ngebut permen.
"dewasa itu bukan karena umur tapi bagaimana dia berpikir dan bagaimana dia menyelesaikan masalah, dari pada lo sok polos munafik"tak tahan dengan tampang polos elena,iris pun langsung menyindir.
"apa lo bilang!"teriak elena dengan tampang galak.
"see akhirnya keluar juga mau sampai kapan berpura-pura nggak capek bu"
mendengar ucapan iris dan tingkah elena membuat orang-orang disekitar tertawa seolah mereka sedang menonton komedi.
"gue ingetin sekali lagi jangan deketin cavan atau lo tahu akibatnya dan inget lo siapa cuman anak beasiswa yang nggak tahu siapa orang tuanya aja belagu yuk gais pergi"
"ris lo nggak takut sama mereka?"tanya melody ke iris dengan tatapan ingin tahu.
"tentu saja.....tidak! ngapain gue takut sama ondel-ondel nggak jelas"dengan tatapan malas iris membalas ucapan melody.
"gue cuman ingetin aja takut lo kenapa-kenapa apa lagi lo tinggal sendiri "
"iya terima kasih bestie"iris memeluk erat sosok sahabat dan keluarga,meski mereka baru kenal tapi bathin mereka terikat kuat.
"lebay awas nanti gue dikira nggak normal lagi"melody mencoba melepaskan pelukan karena ia malu dilihat banyak orang.
"bilang aja lo malu dilihat banyak orang"
"lo tahu kenapa bella membully lo?"dengan serius menatap mata iris.
"iya karena cavan,bella cemburu cavan dekat sama gue"mengingat kembali awal bella membully ia,meski ia sudah tahu dan mencoba menghindar namun takdir berkata lain.
"begitu tapi siapa dia? dia kan cuman temen pas SMA kalau tidak salah plus kakaknya adalah salah satu sahabat cavan"
"namanya juga cinta bisa membutakan,gue mau ke perpus kalau lo mau pulang.pulang aja bye"pamit iris yang pergi menuju perpustakaan.
cavan yang sedang berada dikantor hanya melihat tulisan data diri iris tanpa latar belakang keluarga,ya cavan sudah mulai bekerja sejak kelas 2 SMA dan jabatannya berawal dari karyawan biasa hingga sekarang menjadi direktur.
begitupun kedua sahabatnya yang sudah bekerja sesuai keinginan mereka,haidar yang menjadi direktur seperti dia karena keluarganya salah satu pengusaha sukses sedangkan abhi memilih untuk membangun rumah sakit meski tidak sesuai jurusan namun karena jiwa dermawan ia memilih untuk membangun rumah sakit bagi warga yang kurang mampu.
"cuman segini? apa yang kalian kerjakan hah!! tidak berguna pergi cari semua datanya sampai dapat!"teriak cavan dengan wajah seram bahkan semua karyawan takut terhadapnya.
brak..
"ada apa denganmu?"tanya seorang laki-laki paruh baya namun masih terlihat segar dan tampan.
"cuman masalah kecil dad,ada apa daddy kesini?"menatap sosok yang sangat ia kagum didunia ini.
"cuman bertanya saja siapa yang membuat tuan muda menjadi marah"ucap santai Robert Edward Rhys,ayah dari cavan yang sifatnya hampir sama bahkan ketampanannya tak memutar meski sudah berumur.
terima kasih sudah membaca.
jangan lupa untuk like, vote and koment.