Banyak peristiwa di luar nalar terjadi semenjak pasangan pengantin baru ( Safira dan Danu ) menghuni sebuah rumah yang baru mereka beli dari seseorang.
Menurut penduduk sekitar, rumah tersebut sudah lama kosong dan di tinggal kan pemilik nya.
Bahkan salah satu pemilik rumah tersebut pernah meninggal dalam keadaan tak wajar di sana. Tak ada kejelasan penyebab orang itu meninggal.
Nama nya Ningrum. Banyak orang percaya jika arwah Ningrum masih menghuni rumah itu.
Beberapa masyarakat setempat pernah melihat sosok Ningrum saat melintas di depan rumah itu.
Safira dan Danu awal nya tidak mempercayai cerita dari mulut ke mulut , mereka menganggap tahayul.
Namun kejadian demi kejadian mengerikan menteror mereka. Hingga ada nya Cleo teman dari Ragil ( adik Safira) menguak keberadaan Ningrum.
Apa yang membuat Ningrum menemui azal nya ?
Mengapa Ningrum menteror mereka ?
Simak cerita di setiap bab nya, jangan lupa tinggal kan jempol, komentar dan favorit. Happy reading 😱😱 !!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Keanu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
" Permisi.." Ucap Danu dan Safira kompak saat mereka memasuki rumah nya sendiri.
Mata mereka menyapu seluruh ruangan utama, langit-langit pun tak lepas dari pandangan mata mereka.
Dengan ragu mereka melangkah masuk terus ke dalam. Danu tak mau terlihat penakut, sebagai seorang pria dia harus berani dan memberi sugesti baik pada istri nya agar tidak takut lagi.
" Safira, kita tidak boleh terlalu larut. Ini jaman modern kita tidak boleh takut sama hal-hal yang tak terlihat. Kita dan mereka hidup di dunia yang berbeda. Aku yakin mereka juga tidak akan mengganggu kita lagi asal ingat pesan mbok Surti. Tetap menghormati keberadaan mereka. " Tutur Danu sembari memegang pundak istri nya.
Safira mengangguk pelan berusaha merubah suasana hati yang penuh kecemasan dan rasa was-was.
Bagaimana pun hidup harus terus berjalan, tak mungkin mereka harus hidup dalam ketakutan seperti ini.
Mereka pun akhir nya beraktifitas kembali. Safira mulai memasak untuk sarapan, sementara Danu meneruskan pekerjaan mengecat nya kemarin yang belum selesai.
Di kampus Ragil dan ketiga sahabat nya tengah serius mendengarkan cerita Cleo.
Mereka mencoba memecahkan teka-teki yang di lontarkan Darsi nenek Cleo.
" Aku heran kok bisa sih kuntilanak tertarik sama cewek. Biasa nya di film horor tuh kuntilanak tertarik sama cowok dan ngejer-ngejer tuh cowok. " Ucap Amara sambil melihat ke arah Soni.
" Maksud nya apa liat kemari hah ? Kuntilanak tuh harusnya suka sama aku gitu ? " Soni sedikit kesal.
" Ya kali tuh Kunti suka sama lu. " Amara mencibir.
Ragil tertawa terbahak-bahak mengundang mata para mahasiswa tertuju ke arah mereka yang tengah berada di cafe kampus.
" Hus..sssttt!! " Cleo menepuk paha Ragil , dengan satu telunjuk menempel di bibir nya.
Mata mereka melihat ke sekitar yang juga tengah memandangi mereka berempat.
" Bikin malu aja, tuh orang pada liatin kita. " Kata Cleo.
" Sorry. Lagian sih Amara sama Soni bikin ngakak aja, masa iya kunti bisa jatuh cinta. " Ragil menahan tawa nya.
" Bisa aje dodol, kamu sih gak pernah nonton film horor . " Ucap Amara.
" Malah ngetawain lagi, aku sumpahin tuh kunti suka sama kau. " Ucap Soni.
" Udah-udah..gimana sih kalian bukan nya bantuin mikir malah nambah pusing aja. " Cleo segera beranjak meninggalkan ketiga sahabat nya.
" Cleo..." Sahut ketiga nya kompak namun tak di gubris oleh Cleo.
Gadis itu terus melangkah tak perduli dengan panggilan ketiga sahabat nya. Cleo kesal karena mereka tidak merasakan apa yang ia rasakan. Ketakutan dan kegelisahan yang Cleo alami semenjak kejadian demi kejadian terjadi pada nya.
Amara , Ragil dan Soni saling menyalahkan satu sama lain. Mereka tidak segera mengejar langkah Cleo malah sibuk saling menyalahkan.
Cleo melewati beberapa koridor kampus yang sudah mulai lengang. Langkah nya terhenti saat melewati ruang kesenian. Suara gamelan berbunyi tertangkap begitu jelas oleh telinga nya.
Cleo melongok ke dalam aula tersebut melalui kaca jendela. Ia mengira ada mahasiswi yang tengah berlatih gamelan.
Namun tak seorang pun ada di sana, suara gamelan terus berbunyi dengan ketukan nada yang begitu selaras.
Cleo terperangah saat melihat alat pemukul gamelan bergerak sendiri begitupun dengan goong berbunyi serta bergerak dengan sendiri nya.
Cleo mundur semakin mundur menjauhi kaca aula. Nafas nya mulai tak beraturan, peluh pun sudah membanjiri dahi, bibir nya gemetar karena ketakutan.
Bruukkk
Cleo menabrak tubuh seseorang di belakang nya. Cleo menoleh kan kepala tanpa membalikan badan.
" Aaaaakkkkkk. " Gadis itu menjerit histeris saat melihat siapa yang ada di belakang nya.
Sosok kuntilanak mengerikan yang barusan ia tabrak menyeringai saat Cleo menoleh ke arah nya.
Seketika Cleo ambruk berlutut tak sanggup lagi berdiri apalagi menoleh kembali ke belakang.
Tap..
Tangan seseorang menepuk pundak Cleo membuat gadis itu menepis dan menggoncangkan bahu nya.
" Siapa kamu..jangan ganggu aku..pergi!! " Ucap Cleo tak mau membuka mata nya.
" Ini aku Amara. Kamu kenapa ? " Suara Amara menyadarkan Cleo.
Perlahan ia membuka mata dan menengadah kan kepala. Amara nampak kebingungan melihat tingkah Cleo begitupun Ragil dan Soni yang juga sudah berada di sana.
" A-aku lihat hantu itu lagi. " Kata Cleo sembari menghamburkan pelukan pada tubuh Amara.
Cleo menangis dan memeluk sahabat nya begitu erat. Amara bisa merasakan jika Cleo benar-benar sedang ketakutan.
Amara menatap kedua sahabat nya yang lain dengan wajah kebingungan.
" Sudah sudah..ada kami sekarang di sini. " Ucap Ragil mengelus rambut Cleo.
Cleo mulai tenang dan menceritakan apa yang ia alami barusan. Ketiga sahabat nya itu sedikit ragu jika harus mempercayai hal berbau mistis, tapi dengan melihat Cleo seperti tadi tak mungkin Cleo berbohong atau hanya sekedar berhalusinasi.
Amara memapah langkah Cleo mengantar gadis itu pulang, di ikuti Ragil dan Soni.
Sesampai di kediaman Cleo. Mereka bertemu dengan Darsi dan menceritakan kejadian yang di alami cucu nya.
Darsi bilang jika Cleo memang punya kemampuan melihat makhluk gaib. Hal itu sudah sejak kecil Cleo alami namun saat itu Cleo belum mengerti.
Dan sekarang mata batin Cleo mulai terbuka kembali walaupun belum sepenuh nya. Cleo memiliki keistimewaan bisa merasakan dan melihat sosok gaib bahkan nanti nya dia juga akan bisa berkomunikasi dengan makhluk tersebut jika Cleo mengasah kemampuan nya. Keistimewaan itu pula di miliki oleh leluhur Cleo jauh sebelum Cleo lahir.
Menurut Darsi ada kemungkinan Cleo menerima titisan dari leluhur nya yang memiliki ilmu kebathinan. Ilmu leluhur nya bukan lah ilmu sesat namun ilmu turun temurun semenjak jaman kerajaan pasundan. Ilmu yang di olah oleh para wali melalui jalan syariat yang kemudian di ajarkan pada murid-murid nya untuk kejayaan kerajaan dan untuk melawan bangsa asing yang pernah menjajah pada masa lampau.
Bukan hal mudah mendapatkan keistimewaan dari Tuhan, mereka harus membayar nya dengan puasa, tirakat, bahkan bersemedi (berdzikir) berbulan-bulan bahkan bertahun lama nya demi tercapai nya ilmu kebathinan.
Darsi menceritakan semua pada Cleo dan teman-teman nya. Beruntung nya Cleo saat ini yang sudah di warisi ilmu tanpa harus bersusah payah seperti para pendahulu. Namun tetap saja ia harus menguatkan iman, memperbanyak ibadah serta berpuasa agar ilmu tersebut terasah. Hal itu salah satu alasan yang membuat Darsi selalu mengajarkan syariat pada Cleo. Di samping keutamaan yang paling utama yaitu menanamkan agama sebagai pedoman hidup.
[ Reader ,kira-kira apa sih mau nya Ningrum ngedeketin terus Cleo ? Simak terus cerita nya ya, dukung author lewat like, vote dan hadiah jika berkenan 😊]
Alhamdulillah saya tempatin rmh ini ga ada apa².niat saya baik🤭 sekarang malah tetangga pada nanya dan sering pada main.dari awal saya beli sampeu mau 5tahun blm ada yg direnovasi
always gak di novel ataupun di film horor
apa jangan jangan dulu emak temanan sama penghuni lama rumah itu?
makanya kudu dengerin nasehat emak kalau gak mau kenapa kenapa
lama kelamaan bakalan kangen sama kehadiran kakaknya ntar
secara udah biasa berantem kesehariannya eh malah damai gak ada gelud
g d film2 ato d novel juga d dunia nyata pasti namanya ningrum. spt dgn sosok yg q jumpai d tmpt sblm pos 1 saat pendakian mt bekel. dia ngaku brnama ningrum tp lbih suka dan sering d panggil ningsih..dia mbk kunti yg brtempat d salah satu pohon besar dia atas pemandian jolotundo, sblm pos 1.