NovelToon NovelToon
MY TEACHER GOT ME PREGNANT

MY TEACHER GOT ME PREGNANT

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Romansa-Tata susila / Tamat
Popularitas:46.1k
Nilai: 5
Nama Author: Tirtana Karya

"Pak ... Pak Artha mau ngapain?" tanya Chalinda ketika tubuh kekar guru bahasa di sekolahnya semakin mendekat.

Chalinda semakin memundurkan tubuhnya saat tubuh Artha semakin mendekati tubuh Chalinda yang terduduk di atas sofa panjang sebuah rumah kontrakan.

Di luar sedang hujan deras dengan petir dan guntur yang menggelegar. Hal itu membuat Chalinda harus menunda kepulangannya Sabtu sore ini setelah belajar bahasa Inggris dengan seorang guru tertampan dan menjadi idaman semua siswi di sekolah.

Masa depan yang sudah Chalinda rancang dan impikan seketika hancur saat itu. Artha dengan membabi buta menggarap Chalinda yang merupakan muridnya sendiri tanpa memikirkan apa resikonya.

Akankah Chalinda mendapat keadilan untuk hidupnya?

Pict by Pexels

Saling terhubung di sosial media yuk
IG: tirtanakarya
FB: Tirtana Karya

💖💖💖

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tirtana Karya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia Ayah Bayi Ini

Semakin lama, Chalinda merasa semakin jengah saja mendengar kekesalan dari Martha. Dia menundukkan kepala, mengatur nafasnya yang mulai berantakan karena emosi.

"Dia ayah bayi ini! Puas kamu, Tha?!" ucap Chalinda sembari menunjuk ke arah perutnya yang masih rata.

"Bayi?" tanya Martha, dengan dahi yang mengerut.

Begitu juga dengan Daphnie, dua sahabat perempuan Chalinda itu sama sekali tidak mengerti dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Chalinda.

"Maksudnya apa, Cha?" tanya Daphnie.

Chalinda menyembunyikan wajahnya. Perempuan itu merasa malu, sangat malu. Padahal dirinya sendiri yang memohon kepada kepala sekolah agar jangan ada satupun orang yang tahu tentang kasus ini, tapi justru Chalinda menyebarkannya sendiri kepada dua sahabatnya.

"Kamu ... ka--kamu hamil?" tanya Martha, suaranya terdengar ragu.

"Hus! Martha, jangan ngomong sembaranga." Daphnie lagi-lagi memperingati.

Namun keduanya justru melihat Chalinda yang menganggukkan kepalanya beberapa kali.

Chalinda sudah terlanjut mengatakannya, mungkin lebih baik jika dirinya tetap menjelaskan apa yang sudah terjadi antara dirinya dengan Artha lebih detail lagi.

"Hah?! Seriously?" suara Martha terdengar begitu terkejut dengan nada yang keras.

Lagi-lagi Chalinda menganggukkan kepalanya. "Ini semua salahku, aku yang sudah mengiyakan permintaan ayah dan ibu untuk belajar les bahasa dengan dia secara privat. Andai saja dulu aku tidak menyetujuinya, mungkin sekarang semua ini tidak akan terjadi kepadaku. Bagaimana aku harus menghadapi semua ini? Bagaimana?"

Tatapan nanar Chalinda melihat ke arah Martha dan Daphnie secara bersamaan. Air menumpuk berada di pelupuk mata yang mulai memerah, siap untuk tumpah kapan saja.

Martha yang sedari tadi terus mengungkapkan kekesalan dalam dirinya sekarang justru lebih banyak diam dan menunduk, begitu juga dengan Daphnie.

"Aku nggak tahu harus bagaimana sekarang. Pihak sekolah akan mengeluarkan aku, tapi aku memohon untuk mempertahankan aku sampai ujian," lanjut Chalinda, perempuan itu lantas tersenyum getir. "Betapa tidak tahu dirinya aku, sudah kotor dan hina seperti ini tapi masih meminta orang lain untuk mempertahankan aku."

"Tidak, Cha. Kamu masih berharga," ucap Daphnie.

Chalinda yang sedari tadi hanya memandang jauh ke depan kali ini melihat ke arah Daphnie. Perempuan yang dipandang nampak menundukkan kepalanya.

"Berharga? Berharga apanya, Da? Sekarang bahkan aku merasa sudah tidak ada gunanya lagi di dunia," jelas Chalinda, sembari tersenyum getir.

Martha yang sedari tadi menunduk dan duduk jauh dari Chalinda kini mulai mendekat. "Tidak, Cha. Daphnie benar, kamu masih berharga di mata orang-orang yang tepat. Aku yakin kamu masih bisa menjalankan kehidupan seperti biasanya."

Chalinda menggelengkan kepalanya dengan kuat. "Tidak ada harapan lagi, Tha, Da. Lebih baik aku pergi dari dunia ini saja."

Perempuan itu mulai beranjak dari duduknya dengan menggunakan kedua tangan untuk tumpuan selama prosesnya berdiri.

"Cha! Kamu apa-apaan sih? Jangan berpikir begitu!" cegah Daphnie.

"Tapi aku benar-benar sudah tidak ada gunanya lagi, Da!" ucap Chalinda, dengan suara lebih keras.

"Cha, please, don't be stupid. Aku tahu kamu sangat pintar, gunakan otakmu untuk berpikir," ujar Martha.

"Kamu pikir aku bodoh, Tha?! Aku sudah memikirkannya. Aku sudah mencari tahu apa kegunaan aku di dunia ini setelah aku hamil karena aksi Artha. Hasilnya? Tidak ada! Coba kamu beri aku satu hal saja, gunanya aku tetap hidup ...." Chalinda berkata dengan begitu emosi.

Martha hanya terdiam, perempuan itu menundukkan kepalanya.

"Nggak ada kan, Tha? Kamu juga nggak bisa jawab, kan?" tanya Chalinda kembali.

Chalinda sudah berdiri kali ini, perempuan itu menoleh ke kanan dan kiri pada jalanan yang ada di hadapannya.

Sebuah truk muatan yang sedang melintas dengan kecepatan sedang sebentar lagi akan sampai di dekat Chalinda. Entah apa yang ada dalam pikiran perempuan itu, Chalinda justru berjalan dengan segera ke tengah jalanan, menghadang laju truk tersebut.

"CHALINDA!!!" teriak Martha dan Daphnie secara bersamaan.

Truk berjarak lima meter dari arah Chalinda yang berdiri di tengah jalan. Kendaraan besar dengan kecepatan yang sudah mulai berkurang itu terus membunyikan klakson yang begitu bising.

Chalinda sendiri berdiri di tengah jalanan menghadap ke arah datangnya truk. Kedua tangannya direntangkan dengan kedua mata yang terpejam.

TIINNN!!! TIIINNN!!!

"TABRAK SAJA AKU, PAK! AKU SUDAH TIDAK MAU HIDUP LAGI DI DUNIA INI! AKU MAU MATI!!!!" teriak Chalinda dengan suara yang sekeras-kerasnya.

Supir truk itu menghentikan laju kendaraannya tepat di jarak satu meter dari Chalinda. Tanpa mematikan mesin, supir tersebut turun dari kendaraannya.

"Maaf, Dik, kalau mau bunuh diri jangan di sini. Saya lagi kerja, kerjaan saya itu nyupir, bukan bunuh orang!" ucap supir laki-laki dengan tubuh besar dengan lemak ada dimana-mana.

Supir tersebut mendorong tubuh Chalinda hingga ke pinggir jalanan. Setelah selesai, dirinya kembali masuk ke dalam truk dan melakukannya.

Beberapa pengendara mobil dan motor yang tampak mengantri menunggu truk besar di hadapannya melaju menoleh ke arah tiga siswi yang berdiri di pinggir jalan.

"Memalukan!" kesal Martha, suaranya sangat lirih.

Chalinda masih berdiri, tubuhnya bergetar, perempuan itu menangis.

Daphnie segera mendekat ke arah Chalinda. Tidak mengatakan apapun, Daphnie segera memeluk tubuh Chalinda, dan perempuan itu membalas pelukannya.

Masih dalam posisi memeluk Chalinda, Daphnie mulai memesan taxi online pada ponselnya.

"Maafkan aku, Da, Tha. Aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana," suara Chalinda, masih terus terisak dalam pelukan Daphnie.

"Ini bukan salah kamu, Cha. Sama sekali bukan salah kamu. Kamu adalah korban di sini, tidak seharusnya kamu meminta maaf," ucap Daphnie, sembari tangannya mengusap punggung Chalinda.

Martha yang sedari tadi hanya melihat ke arah Daphnie dan Chalinda, kini melangkah mendekat. "Aku yang seharusnya minta maaf, Cha."

Ucapan Martha membuat Chalinda melepaskan pelukannya pada Daphnie.

Sejenak Chalinda melihat ke arah Martha, perempuan itu memang pedas omongannya, namun hatinya begitu lembut dan baik.

Chalinda memeluk tubuh Martha kali ini. "Aku juga minta maaf, Tha."

"Aku yang paling bersalah di sini, Cha. Tidak seharusnya aku berkata seperti itu kepadamu. Maafkan aku, sekali lagi ... maafkan aku."

TIINNN ... TIIINNN.

Ketiga murid perempuan itu menoleh ke arah sumber klakson. Sebuah mobil taxi online tampak berhenti di antara mereka.

"Ayo, aku sudah memesan taxi online untuk mengantar Chalinda pulang. Setelah itu mengantar aku dan kamu pulang, Tha," ucap Daphnie sembari tersenyum dan melihat ke arah dua sahabatnya secara bergantian.

Martha nampak tersenyum. "Kamu pengertian sekali, Da. Ayo, Cha, biar aku bantu kamu ke mobil."

Martha menyerahkan tas milik Chalinda untuk terlebih dahulu dimasukkan ke dalam mobil, lantas dirinya menggandeng tangan Chalinda dan menuntun perempuan itu untuk duduk di dalam mobil.

Chalinda dan Martha duduk di bangku tengah, sementara Daphnie duduk di depan bersebelahan langsung dengan supir taxi online.

"Kok rumah kamu sepi, Cha? Ayah sama Ibu dimana?"

***

1
Sesye Pattiasina
lanjut thor
Imas Maslahah
Luar biasa
ßĕvïňă
thor jangan sampai berhenti di jalan membuat ceritanya thor plissssss harus lanjut updatenya thor 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
ßĕvïňă
lama kali updatenya thor 😭😭😭😭😭😭
keanna zahira aprillia
kapan mau up lagi
Lili Aprilia
jangan bilang si arthoosss gak mau tanggung jawab thor
Lili Aprilia
waduhhh.... jangan jangan chalinda hamil thor
Adyit Oleng
lanjut
keanna zahira aprillia
gregetan sama sikapnya daphnie... jual persahabatan demi nilai dari lampir. dh gitu gak ngerasa bersalah pulak... ato paling tidak bilang maaf gitu sama chalinda
floufrouu
Sumpah! Sampai lupa waktu bacanya!
Tirtana Karya: Thank you💖
total 1 replies
thesunriseshack
Thor, ceritamu bikin moodku seperti pelangi wkwkw
Tirtana Karya: maaciw, xixixi.
total 1 replies
theseafiles
semngat selalu wokee kak
Tirtana Karya: ngoghey
total 1 replies
Girl Moon Maker
makin penasaran ni lanjutn nya...
Tirtana Karya: Udah update lho, Kak.💖
total 1 replies
infintesoul
Lanjut atau aku gabisa tidur nih thor?! Haha.. pokoknya semangat kakak author
Tirtana Karya: Udah pagi ya nggak bisa tidur dong, kan udah tidur malam, xixixi.
total 2 replies
Grace Shower
Mantap ceritanya thor総 Like&5 検 mendarat untukmu... Semangat terus潮
Tirtana Karya: Thank you.💖
total 1 replies
Garden Rose
Halo author-nim, aku bisa kok nginep gelar tiker disini buat nungguin thornim update haha
Tirtana Karya: Huhuhu, aku bisanya update satu bab perhari. Soalnya lagi mau memulai karir di fizzi juga, hihi.
total 1 replies
blush.and.ochre
Yok jangan kasih kendor updatenya!
Tirtana Karya: Kadang lupa update:( maapin yak.
total 1 replies
Tirtana Karya
thank you.❤️❤️❤️
dwi alfiah
awal cerita yg bgus kak semangat buat authornya
Tirtana Karya: thank you❤️❤️❤️
total 1 replies
Prabu Marbun
Keren banget demi apa pun suaranya keren banget  minta tanda tangan dong
Tirtana Karya: terima kasih banyak.❤️❤️❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!