Gilang Herlambang adalah seorang mantan mafia yang memiliki lima anak perempuan yang terkenal dengan kecantikannya.
Karena khawatir dengan keselamatan kelima anaknya, akhirnya Gilang mengutus lima bodyguard untuk kelima anaknya.
Bagaimana kelanjutan ceritanya? Apakah keputusan Gilang mengutus bodyguard untuk anak-anaknya adalah hal yang tepat?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khintannia Viny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10 (JOEY)
“Kak, kita jadi ngedate kan? Kak Nancy ga akan tiba-tiba batalin date kita karena pacar kakak lagi kan?” tanya Queen dengan nada manjanya.
“Engga kok hari ini pacarku lagi sibuk jadi waktu kita berdua aja…” seru Nancy dengan senangnya.
“Yeay baguslah kalau begitu! Ayo kita segera berangkat kak..” ajak Queen.
Nancy melihat ke arah bodyguardnya dan juga bodyguard Queen secara bergantian dengan tatapan tidak bersahabat.
“Kalian duduk di kursi depan, aku dan Queen akan duduk di kursi belakang.” Perintah Nancy.
Aiden dan Albani segera menganggukkan kepala mengiyakan ucapan Nancy, lalu keduanya segera mengambil mobil dan menaruhnya tepat di depan rumah.
“Kita mau ke mana nona?” tanya Aiden kepada Nancy.
“Ke butik Clara di jalan Melati ya.” Ucap Nancy yang langsung di balas anggukan oleh Aiden.
Aiden segera melajukan mobilnya ke tempat yang di ucapkan oleh Nancy. Sesampainya di tempat yang di tuju, Albani segera turun dan membukakan pintu untuk kedua anak majikannya itu, sedangkan Aiden langsung memarkirkan mobilnya di tempat yang lebih aman dan tidak mengganggu orang lain.
“Hai Clar..” sapa Nancy saat masuk ke dalam butik sahabatnya itu.
“Hai Nancy! Lama sekali tidak bertemu, lo sibuk pacaran akhir-akhir ini.” Protes Clara.
“Hahaha, apaan sih Clar… Udahlah ayo kita ke atas, eh tapi sebelum itu gue mau lo mencarikan pakaian untuk dua laki-laki itu.” Ucap Nancy sambil menunjuk ke arah Aiden dan Albani.
Clara melihat ke arah dua laki-laki yang ada di belakang Nancy.
“Mereka pacar lo?” tanya Clara.
“Ih gila lo! Ya bukan lah!” tegas Nancy.
“Terus mereka siapa?” tanya Clara.
“Mereka saudara kami kak.” Sahut Queen yang dari tadi hanya menjadi pendengar.
“Saudara jauh!” sambung Nancy dengan cepat.
“Oh gitu,, terus ini siapa?” tanya Clara sambil melihat Queen.
“Dia Queen, adik gue yang paling kecil.”
“Ah yang menggemaskan itu bukan? Hai salam kenal, akhirnya aku bisa bertemu denganmu.” Ucap Clara dengan bersemangat.
“Udahlah jangan banyak omong lo Clar! Mending cariin baju buat mereka biar keren dikit, terus gue sama adik gue mau belanja buat ke acara penting bokap.” Ucap Nancy.
“Acara penting apa kak?” tanya Queen.
“Kamu ga tau? Besok ulang tahun perusahaan papi dan seperti biasa kita akan menjadi tamu penting papi.” Ucap Nancy.
“Ah benar juga! Yah tau gitu harusnya kita bawa kak Iren, kak Aleen sama Ratu kak.” Ucap Queen.
“Haduhh,, kamu tau sendiri kalo kak Iren dan kak Aleen sibuk, pasti manager mereka yang akan mengurus semuanya, sedangkan Ratu lebih suka kemana-mana sendirian.” Ucap Nancy.
Queen hanya menganggukkan kepala membenarkan ucapan kakaknya lalu Queen segera berjalan mengikuti Nancy menaiki tangga ke atas.
“Kalian di sini dulu ya, aku akan menyuruh orang untuk membawakan beberapa pakaian untuk kalian.” Ucap Clara kepada Aiden dan Albani yang tidak mengetahui apapun.
Clara segera menyusul Nancy dan Queen ke lantai atas setelah menyuruh karyawannya mengambilkan pakaian untuk Albani dan Aiden.
“Kita juga di belikan pakaian?” bisik Albani kepada Aiden.
“Jangan bilang nanti mereka akan memotong gaji kita lagi.” Balas Albani.
“Kamu kan putra pengacara, gaji di potong bisa minta uang atau tuntut saja mereka.” Balas Aiden.
“Kamu fikir semudah itu berurusan dengan papaku? Kamu masih belum mengenalnya dengan baik.” Ucap Albani.
Sedangkan di atas Nancy dan Queen sudah di suguhi banyak sekali gaun yang sangat bagus dan juga bermacam model dan warna membuat keduanya dengan senang hati memilih.
“Wah kak, bagus-bagus sekali gaunnya, kak Clara memang terbaik!” puji Queen yang membuat Clara senang mendengarnya.
“Hah! Kamu ini pintar sekali membuatnya senang.” Ucap Nancy.
Setelah memilih-milih beberapa gaun, Nancy dan Queen memutuskan untuk menyudahi shopping mereka karena perut mereka juga sudah mulai terasa lapar.
“Kamu sudah menyiapkan pakaian untuk mereka juga kan Clar?” tanya Nancy.
“Beres, jangan khawatir aku sudah menyiapkan semuanya.” Ucap Clara.
Setelah membayar pakaian mereka, Nancy dan Queen segera menyuruh bodyguard mereka untuk mencari tempat makan karena mereka sudah sangat lapar.
Drrtt,, drttt.. Tiba-tiba saja Nancy mendapat pesan dari seseorang dan langsung di baca olehnya. Namun saat membaca isi pesan tersebut Nancy tiba-tiba saja menyuruh Aideng untuk menghentikan mobilnya.
“Berhenti!!” tegas Nancy yang membuat semua orang terkejut.
“Hah? Kenapa? Ada apa berhenti nona?” tanya Aiden yang kebigungan.
“A-aku harus ke suatu tempat dulu, kamu cari tempat makan dulu ya Queen setelah itu kirim lokasimu kepada kakak.” Ucap Nancy kepada adiknya.
“Tunggu nona! Saya harus mengikuti kemanapun nona pergi.” Ucap Aiden.
“Tidak perlu! Kamu harus menjaga adikku juga, aku tidak akan lama dan akan segera kembali.” Sahut Nancy yang langsung membuka pintu mobil dan menghentikan taxi lalu menaikinya.
Queen hanya melihat ke mana kakaknya berlari dan menaiki taxi, begitu pun dengan kedua bodyguard yang khawatir melihat Nancy yang pergi terburu-buru.
“Kenapa kak Nancy buru-buru sekali?” gumam Queen yang masih melihat ke luar jendela.
“Bagaimana ini nona? Apa sebaiknya kita ikuti saja?” tanya Aiden.
“Tenang saja kak, kak Nancy pasti baik-baik saja kok jadi turuti saja permintaannya.” Ucap Queen kepada Aiden.
Setelah mendengar ucapan Queen akhirnya Aiden kembali melajukan mobilnya dan mencari tempat makan yang akan mereka datangi.
“Di sini aja kak, dulu waktu mami masih hidup kami selalu kemari kalau semua sedang libur.” Ucap Queen yang melihat salah satu restaurant yang terlihat sudah berdiri cukup lama.
Di sisi lain, Nancy sudah berada di salah satu apartment yang berada cukup jauh dari tempat yang tadi dia tinggalkan.
“H-hai beb..” sapa Nancy dengan nada gugupnya.
“Hai? Kamu pergi bersama adikmu dan juga dua laki-laki bersama kalian, apa kamu sedang kencan buta?” tanya kekasih Nancy Joey.
“Jo, aku kan udah pamit kalau mau pergi sama adikku.” Ucap Nancy.
“Tapi kamu tidak pernah mengatakan kalau ada laki-laki lain yang ikut denganmu!” ucap Joey dengan nada tinggi.
“Mereka adalah bodyguard yang papiku kerjakan untuk melindungiku dan adik-adikku!” ucap Nancy.
Joey yang kesal langsung menjambak rambut Nancy secara tiba-tiba hingga membuat Nancy merasa kesakitan.
“Aw, sakit Jo jangan menjambak rambutku…” ucap Nancy sambil menahan rasa sakitnya.
“Kamu mulai suka berbohong ternyata ya! Jangan belagak bilang itu adalah bodyguardmu! Kamu tidak sepenting itu untuk mendapatkan perindungan dari seorang bodyguard!” ketus Joey.
“Jo aku jujur, semua yang aku katakan benar! Mereka adalah bodyguard yang di utus oleh papiku…”
“Lalu kenapa kamu mengajak mereka ke butik? Engga, kamu bahkan membelikan mereka pakaian untuk ke pesta? Kamu punya pacar di sini, bukankah seharusnya aku yang kamu belikan pakaian?!” ketus Joey.
“Kamu bahkan tidak pernah mau aku kenalkan dengan keluargaku! Bagaimana bisa aku tiba-tiba mengajakmu ke pesta?”
Plakk!! Sebuah tamparan melayang di pipi mulus Nancy hingga membekas di wajahnya.
“Bukankah aku sudah bilang jangan memukul wajahku! Kamu selalu memukulku dan bodohnya aku selalu memaafkanmu lagi dan lagi!” teriak Nancy yang sudah mulai meneteskan air matanya.
Joey hanya diam, dia segera melepaskan tangannya dari rambut Nancy dan mendorongnya dengan kuat.
Sedangkan Nancy masih menangis sambil memegang pipinya yang terasa sakit akibat tamparan dari Joey.
dan juga minimal kasih tau latar belakangnya..
kecuali klo bodyguardnya tidak tampil di seluruh cerita.. hanya sekilas
jgn sampe jadi monoton
Samagat Kaka 💪💪🔥🔥
apa mksud tujuan dani dan abi jd bodyguard ank nya papi gilang ya??
apa ada dendam terselubung dimasalalu??