NovelToon NovelToon
BAD WIFE

BAD WIFE

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Perjodohan / Balas Dendam / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Aliansi Pernikahan / Obsesi / Dijodohkan Orang Tua / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:459.9k
Nilai: 5
Nama Author: oktiyan

Hanum Saraswati, seorang gadis dengan kepercayaan diri sangat minus akal. Di tambah dengan bentuk tubuhnya dan tanda lahir di wajahnya, jauh dari kata cantik.





Namun hidupnya berubah setelah mengenal Alfa Jhonson, pria yang telah menodainya membawa dirinya ke dalam pernikahan batin sengsara selama pernikahan

Hidup dan cintanya bagai ada di roller coaster, semakin di kejar semakin jauh. Semakin rumit saat Hanum harus menyelesaikan balas budi kecelakaan sang papa dari papa temannya, dan semakin rumit ketika ia meminta berpisah.

Mampukah Hanum melepas diri dari suami si pria yang kejam, dan menyakiti batinnya?!






Ikutin jangan lupa tekan ♡ jadi biru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oktiyan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

GAUN PENGANTIN

"Kau mau pukul aku? Dasar gila."

"Kau sendiri yang gila, jika kau tak menoleh. Sudah pasti aku tusuk kau dengan gunting ini. Aku cabik mulutmu agar kau tak mengeluarkan kata kata kasar dan membuat aku down seperti tadi."

"Hey! aku berkata jujur, apa kau tidak sadar?"

"Setidaknya jangan katakan seperti tadi. Apa kau manusia sempurna?"

"Lalu maumu apa Hanum?" teriak Alfa.

"Aku akan buktikan, jika aku bisa cantik seperti wanita yang kamu sukai. Setidaknya menunjukan siapa Hanum wanita di depan mu saat ini?"

"Silahkan! kau hanya wanita yang akan terus gendut." tawa Alfa kembali meninggalkan Hanum.

Sementara Hanum menatap Alfa dengan kesal, ia terus mencoba mengatur nafas. Agar emosinya terus terkontrol. Hal yang tak bisa Hanum terima adalah cacian akan fisiknya setiap saat ketika dekat dengan seseorang.

"Aku pasti akan buat kau menyesal. Alfa Jhonson. Aku benci kamu." teriak Hanum.

***

Hingga beberapa waktu, Hanum kembali dipertemukan oleh keluarga. Untuk kesebuah tempat yang kedua orangtua mereka telah rencanakan.

"Kau sedang apa melototiku?" ketus Alfa yang masih memegang benda pipih ketelinganya. Mau tidak mau, ia harus menutup ponselnya pada Irene.

"Jika bukan karna kedua orangtua kita, aku tidak akan menyusulmu ke sini!" balas Hanum.

"Kau sudah berani membentakku?"

"Hah!" Hanum hanya menyibirkan senyuman pahit, seolah ia bicara atau tidak tetap salah. Sehingga kini ia harus mengikuti kemauan pria itu.

Hanum menunjukan sebuah kartu nama, mau tidak mau Alfa menatap tajam. Setelah itu ia meminta dirinya paling akhir masuk ke dalam butik.

"Hey! gendut, jangan bicara kau calon pengantin ya! kau cukup memilih pakaian sesuai ukuranmu saja dan jauh jauh dariku. Mengerti!"

Hanum hanya mendeheum kesakitan, memendam rasa sakit hatinya kala pria di depannya, berkali kali lipat membuat ia semakin kesal. Belum apa apa, sudah menyakitkan itulah batin Hanum. Tapi ia tidak ada pilihan lain, setelah berjalan waktu mungkin ia bisa bebas dan bercerai agar dirinya yang ternoda oleh pria itu tetap bertanggung jawab. Dan mama papa tidak pernah mengetahui hal buruk apa yang terjadi padanya.

'Hah! andai waktu bisa di putar, aku benar benar ingin pergi saja. Tidak akan menginjak kamar 501. Dan tidak berurusan dengan pria gila angkuh ini.'

"Silahkan tuan Alfa! kami sudah menyiapkan jas terbaik!" ucap pelayan ramah pada sosok Alfa, tapi tidak pada gadis bernama Hanum.

Seluruh pelayan melirik lirik, ada rasa tak percaya kala Hanum juga ikut melihat dirinya dan menatap dirinya di dinding cermin. Jika di sandingkan dengan Alfa, memang sangat jauh.

"Mbaknya boleh tunggu di ruang sebelah kiri saja ya!" ucap pelayan, ia tak mengira jika Hanum adalah calon pengantin wanita.

Hanum ingin menjawab, tapi ia ingat perkataan Alfa untuk tidak membeberkan dirinya adalah calon pengantin, jujur saja Alfa sangat malu membawa wanita bernama Hanum. Jika saja bukan karna keluarga Jhonson. Butik ini tidak akan ada pengunjung, sampai ia selesai membuat fiting baju.

Hanum yang mendapat pesan dari paman Jhoni. Ia segera membalas dengan ragu, seolah ia bingung untuk mengatakan. Jika dirinya tetap masih diam, dan pelayan tidak sekalipun mengukur panjang lebar ukuran bentuk tubuhnya, apalagi menyapa dan melayaninya.

Hanum menghela nafas, matanya masih melirik lirik sebuah gaun. Lalu ia bertanya pada seoarang pelayan.

"Mbak! maaf, kalau ukuran saya bagusnya apa ya untuk gaun pengantin?" tanya Hanum namun di balas dengan cuekan, atau lirikan menjijikan padanya.

Satu pelayan acuh! Dua, sampai tiga pelayan juga acuh. Hanum menelan saliva, ingin sekali ia mengakhiri tapi tidak bisa. Hingga akhirnya ia memundurkan langkahnya untuk tidak bertanya. Sehingga salah satu karyawan magang maju menghampirinya.

"Nona butuh gaun apa?" tanya karyawan berseragam putih hitam, membuat Hanum terkejut karna ia berbeda dari yang lainnya.

"Nona tenang saja! saya memang masih magang, tapi kakak saya jebolan ajang designer luar kota. Jadi bisa mengukur sesuai gaya yang di inginkan. Mohon maaf, terutama pada fisik big. Bisa terlihat ramping." senyumnya masih ramah dan sopan.

"Oh! benarkah kamu mau membantu saya?"

"Ya nona. Saya adalah Mila. Saya akan tunjukan ketempat terbaru, design yang bagus untuk tampilan pengantin. Ada tiga pilihan yang mungkin bisa menutupi sebuah lingkaran perut, juga bahu. Model dua dan Tiga, mungkin nona bisa coba."

"Benarkah? Jika saya suka warna dua. Apa bisa dibungkus?" tanya Hanum.

Mila tersenyum, lalu ia bicara bisa di siapkan untuk kado. Tapi Mila segera mengukur lingkar tangan, bahu dan pinggang Hanum saat itu. Sementara karyawan lain acuh, karna mereka masih melayani Tuan Alfa yang tampan dan royal.

"Hadeuh! Mila, orang dia pembokat aja kok. Emang dia mau pesen apa, mending kamu lihat tuan sebelah kanan. Ia juga melihat ukuran gaun dengan size S body goals." ucap salah satu karyawan yang memegang gantungan gaun beberapa pcs untuk di antar.

"Nona Hanum ga perlu dengerin mereka, percaya sama saya. Ukuran nona hanya butuh size L small. Sudah cukup,"

"Mila. Kamu yakin, bahkan aku selalu pakai Xl kadang Xxl. Kamu yakin ukuran gaun itu pas di saya?"

"Percaya sama saya! jika ini cukup. Juga akan mudah di kecilkan, kapan saja. Bahan dari Al'jazeera ini kualitas bagus tapi masih terlihat indo." senyum Mila.

Hanum tersenyum, ia meminta pelayan bernama Mila mempackingnya. Sehingga ia akan mencobanya di rumah saja. Hanum pun melihat Alfa yang dengan cepat keluar, dan membawa dua paper bag kedalam mobil, sementara Hanum hanya satu paperbag saja.

"Kau ini benar benar tega sekali."

"Kenapa?"

"Kau membeli gaun, tapi tidak tanya padaku. Lalu aku telah memilih ini apa tidak mubazir?"

"Hey! gendut. Kau jangan terlalu berbunga, aku memesan ini dengan banyak pilihan untuk kekasihku Irene. Dan awas jika kau bicara semua tadi kita di butik, kau sudah memilih jangan sampai salah kostum mempermalukan."

"Hih! dasar pria kejam, aku memilih gaun bukan sarung." cetus Hanum menoleh ke jendela samping. Ia berusaha menghindar dari tatapan Alfa yang kembali video call pada seorang wanita.

'Hah! apa nasibku sebagai wanita gendut adalah musibah. Kenapa aku selalu mendapat perlakuan kejam hanya karna fisik ku ini.'

Sementara ponsel Hanum bergetar, ia melihat nama dari paman Jhoni. Hanum masih bingung, untuk diangkat atau tidak. Namun saat Hanum ingin menggeser tombol hijau. Alfa segera meraihnya dan menatap tajam.

"Don't pick up!" ( jangan angkat)

Tatapan tajam, mencengkram tangan Hanum yang kenyal dan gempal. Sehingga mata mereka saling menautkan dengan serius.

To Be Continue!!

1
Sonya Bererenwarin
Luar biasa
Uthie
love this story'❤️
Uthie
sukaaaa....
Uthie
Kaya nya langsung suka diawal baca ini 👍🤗
Miss GH: Thanks, mampir nanti di judul new ya kak. Masih belum buat new karya
total 1 replies
HNF G
hahahaha.... jgn2 si al iseng2 liat pake teropong n gak sengaja malah nemu si hanum😅😅😅
Miss GH: Hihihi ,😅
total 1 replies
HNF G
hanuummmmm.... buruan minta CEEERAAAAAAIIII !!!!!!! 😡😡😡😡😡
HNF G
maunya si al tuh apa sih????? jd pengen sleding kepalanya😡😡😡😡😡😡
HNF G
pasti wafaz. udah hempaskan aja si al, ganti yg baru yg jauh lbh baik dan tulus 🙁
HNF G
iya.....minta cerai saja, dr pd makan hati, mending sama wafas aja
HNF G
cerai aja trs nikah sm fawaz, biar gigit jari dia😏
Miss GH: Terimakasih😁
total 1 replies
HNF G
pasti anaknya jhoni yg satu lagi itu si fawaz
HNF G
semoga Hanum mendapatkan pengganti yg lebih.... lebih.... lebih segalanya dr si al😒
HNF G
hahahaha.... begitu dong Hanum, km hrs bs membalas si al, biar nyaho' dia😄😄😄😄😄
HNF G
nah looooo..... 😄😄😄😄😄
HNF G
hahahaha..... karma dibayar kontan. selamat menikmati
HNF G
hanum... bodoh jgn dipiara, gemes deh ah😅😅😅🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
HNF G
rasain kau al.... biar mampos sekalian, gak usah ditolong 😒
HNF G
hahaha kamarnya ada no 501 lg. buruan glow up han, trs otaknya diasah biar gak lemot lg😄😄😄
HNF G
harusnya td kelakuan si al di pesawat diabadikan, jd sewaktu2 bs jd senjata. spt skrg, kl ceweknya macem2 ikut ngerendahin Hanum, dia bs kasi bukti kl si al udah gak senonoh di pesawat, biar hubungan mereka berantakan sekalian😄😄😄
HNF G
jijay banget sm kelakuan si al, mending hanum cari sendiri makanan di pantrinya, gak usah dengerin si al. aq curiga nanti si lisa jd pelakor 🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!