"Caca gadis cantik pemilik toko bakery yang sangat mencintai seorang abdi negara namun berkali kali di buat kecewa dan memberi harapan dan menghilang selamanya.."
tidak itu saja kehidupan Caca selalu di kecewakan pria yang juga gagal menikah dengannya.
Caca terjatuh dan lagi-lagi di sakiti...
tapi siapa sangka takdirnya sangat lah beruntung.
Caca di temukan dengan orang orang yang salah dengan berbagai kekecewaan lalu di pertemukan dengan cinta yang sesungguhnya..
namun kesabaran seseorang dan keikhlasannya membuat Caca bertemu dengan seorang pria tampan, terhormat, dan memiliki perusahaan
yang besar".
Pria itu bukan orang asing baginya tetapi temannya di masa dulu..
takdir seseorang tidak pernah salah dan tertukar sama halnya dengan jodoh.
yuk dikepoin cerita hidupnya Caca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lili oktarina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 10
Keramaian pun menjadi hening ketika seorang laki laki sedikit paruh baya berdiri menyampaikan sesuatu.
Semuanya saya mewakili keluarga Rizal meminta maaf atas keterlambatan kami ini " ucap lelaki itu" menundukkan kepalanya
lelaki itu pun meneruskan pembicaraannya.
Saya ingin menyampaikan sesuatu hal yang sangat penting mengenai hubungan Rizal dan Caca.
Saya adalah paman dari Rizal.
Rizal sudah seperti anak bagi saya.
Maaf sebelumnya kami datang kesini tanpa membawa persiapan apa pun kemari di karnakan anak kami Rizal tidak pernah memberi tahu keingginannya ini kepada kami sehingga sebagai orang tua kami merasa sudah begitu sangat malu pada kalian, ucapnya yang membuat seisi rumah terkejut dan semakin hening.
Bukankah semua nya di siapkan dari jauh hari, mengapa bisa seperti.
"Kami tidak tahu kalau anak kami Rizal ingin melamar Caca, kami belum ada persiapan dan kami sangat sangat tidak siap untuk melanjutkannya dengan keaadaan ini" lanjut lelaki itu. "Kami belum bisa mengadakan lamaran ini dan juga sepertinya anak kami Rizal belum siap untuk menikah apa lagi membina sebuah rumah tangga sepertinya itu sangat mustahil."
Saat mendengar itu. Caca merasakan seperti tersambar petir di kemarau yang sangat panjang dan merasa mendapatkan tamparan yang sangat keras diwajahnya.
Sungguh alasan yang tidak masuk akal dan tidak logis, laki- laki seperti apakah kau ini.
"Tuhan mengapa rasa kecewa ini lagi yang menghampiriku.."batin Caca.
Lagi - lagi luka yang amat dalam terasa kembali dan membuat Caca harus mengingat kejadian yang telah berlalu, kesalahan yang ia buat kembali. Dengan mudahnya ia mempercayai seorang laki- laki yang sama sekali belum lama ia kenal, bukan kah tuhan telah memberikan petunjuk dengan luka dari Yudha. Tapi Caca masih mempercayai laki-laki yang tidak memiliki prinsip itu. Caca dan keluarga terdiam, setelah mendengar semuanya Caca berlari masuk ke dalam kamar tanpa menghiraukan siapa pun.
...
...
Tidak sempat menyelesaikan pembicaraannya lelaki tua itu terdiam saat seseorang keluarga Caca berdiri dan mengutarakan kemarahannya yang sangat meledak-ledak.
..
"Cukup, cukup sudah tutup saja perkataan mu itu maaf sebelum nya untuk lamaran yang tidak kalian siapkan ini saya katakan dengan lantang, bahwa lamaran dan pernikahan ini saya batalkan dan kamu Rizal, jika kamu sangat mencintai dan ingin melamar Caca, tidak begini seharusnya yang kamu lakukan, jadi lah laki- laki yang tegas dan berprinsil jangan seperti pengecut" ucap paman Caca.
...
Rizal pun tertunduk malu dengan perkataan tersebut. Malu nya setengah mati, berharap mendapatkan istri ternyata keluarga nya menghancurkan itu semua.
"Jika tidak ada yang ingin disampaikan lagi silakan kalian pergi dari sini dan jangan pernah mencoba untuk datang kembali" teriak paman Caca.
Paman Caca merasa terpukul dengan apa yang dilakukan oleh Rizal dan keluarganya.
Entah apa yang di pikirkan keluarga itu, untuk apa hadir ke sini jika hanya ingin memberikan pernyataan yang pahit. Seharusnya sedari tadi mereka mengerti tujuannya dengan kebisuan lelaki itu.
...
Keluarga Rizal pun langsung meninggalkan rumah Caca dengan wajah yang tertunduk malu.
Tidak disangka mereka memberikan penghinaan yang teramat sakit kepada gadis malang itu.
"Lamaran apa ini, laki- laki pengecut tidak berguna" kata pamannya berteriak.
...
Keluarga Caca dan teman-temannya pun langsung pamit pulang tanpa berbicara apapun karena tidak ingin menyakiti hati Caca dan ibunya. Ibu caca pun tak ingin menganggu Caca, karena dia tahu ini adalah sekian kalinya Caca terluka dan saat ini ibu hanya bisa menangis untuk menenangkan diri nya sendiri.
"Seandainya kamu masih hidup yah, tidak mungkin putri kecil kita mengalami penghinaan sebesar ini, mengapa ayah meninggalkan kami. Haruskah anak mu mengalami penghinaan seperti ini, ayah apakah kau lihat yang dilakukan laki- laki itu pada gadis kecil kita. Apa ayah lihat, ntah bagaimana aku akan menghiburnya, apakah dia mampu menjalani semua ini, apa dia akan kuat dengan penderitaan yang selalu ia alami. Mengapa dia harus kehilangan setiap orang yang sangat dia sayangi. Jawab aku. Apa yang harus aku lakukan. Kesalahan apa yang pernah ku lakukan hingga anak ku harus menanggung semua ini" jeritnya yang terisak tangis.
...
....
Di kamar.
Saat itu kamar begitu gelap tanpa cahaya sedikit pun, kamar yang begitu hening.
Caca sangat bersedih dengan kejadian itu namun tak henti Caca memanjatkan rasa syukurnya.
"Terima kasih tuhan, ternyata dia orang yang salah untukku. Bukan dia jodoh yang kau kirim kan untuk ku. Aku yakin tulang rusuk tidak akan salah dan tertukar dari tuannya. Mengapa kecewa ini lagi yang menghampiriku, mengapa luka ini lagi yang datang, sakit yang aku rasakan berapa tahun lalu seakan kembali lagi dan mengingatkanku dengan luka yang dulu pernah hadir. Tapi aku harus kuat menghadapi semuannya karena aku yakin semua kan indah pada waktunya "tangisan Caca terisak senduh memecah keheningan yang ada di saat itu.
..
..
Disisi lain teman- teman Caca memberikan semangat dan dukungan kepada Caca lewat pesan whatshap, namun tak ada satu pun yang di hiraukan Caca. Kesendirian lah yang mampu menenangkan hatinya yang terluka. Bulir bening bergantian menetes hingga membasahi pipinya.
"Tetap kuat sahabatku, tuhan punya rencana yang lebih indah".
pesan Septi
"Mbk Caca, orang baik akan mendapatkan yang baik pula, mbk harus bersyukur di hindarkan darinya. Tetap semangat ya mbak ku tersayang."
Sekali lagi Nadin mengirimkan pesan nya...
Begitu pun dengan Tika seperti tak ingin kalah, ia juga mengirimka sebuah pesan singkat.
"Rencana Tuhan jauh lebih indah dari rencana kita. Tersenyum.
Melihat semua pesan itu membuat Caca sedikit tersenyum walaupun tak sedikit ia balas.
Bukan tak menghiraukan pesan mereka namun diam adalah obat dari segala obat untuk apa pun baginya saat itu.
..
..
Caca keluar dengan mobilnya menuju sebuah pemandangan yang sangat indah dan mebawa diary kecilnya itu, disana Caca ingin mencurahkan isi hatinya ke dalam buku kecil kesayangannya itu.
..
"Wahhh indah sekali pemandangan ini sangat menakjukkan hati " ucap Caca sambil duduk di sebuah kursi.
..
Caca menatap pepohonan yang begitu hijau dan memandang langit yang indah. Yaahh saat itu menunjukkan pukul 16.00.
"Aku yakin Tuhan ada hal yang lebih indah yang akan kau berikan kepada ku suatu hari nanti, aku percaya itu" teriak Caca. "Di tempat ini aku merasa nyaman dan damai, saat ini aku bisa melupakan semuanya, bahkan aku pun lupa dengan toko bakery ku "ucapnya terkekeh yang diiringi buliran bening yang keluar dari matanya.
...
Waktu pun berlalu, matahari pun mulai tenggelam Caca sangat menikmatinya.
...
Diperjalanan Caca singgah disebuah masjid untuk melaksanakan sholat Maghrib.
..
Setelah itu Caca langsung pulang kerumah, namun saat diperjalanan pulang Caca berhenti sejenak dan menatap ke atas langit.
"Waah begitu indahnya bulan dan bintang di atas langit, terus mengapa aku harus bersedih dengan semua ini. Bulan tetap memberikan sinarnya dimalam hari. Aku ingin seperti rembulan, yang tak pernah takut menampakkan sinarnya di antara ribuan bintang" ucap Caca lirih.
..
Akhirnya Caca pun meneruskan perjalanan pulangnya.
..
..
salam dari IKYD
semangat!
mmpir balik yah,
slm dr " Rendra dan Dalia "
Karyaku juga udah up nih kak! Jangan lupa mampir ya! 🤗💖