NovelToon NovelToon
Super Daddy ( Gadis Kecil Milik Daddy )

Super Daddy ( Gadis Kecil Milik Daddy )

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Duda / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Naura Shafa mahbubah

Area emak-emak yahh! Bocil tidak boleh baca.

Follow ig Author. naura_shafa95


Luna gadis berusia 18 tahun. Wanita cantik ini rela menjadi simpanan Pria yang menjadi sahabat Papahnya. Pria yang bernama Albert ini berstatus duda. Ia ditinggalkan oleh istrinya selingkuh dan memilih bercerai.


Tapi, semenjak mengenal Luna anak dari sahabat karibnya. Albert mulai menyukai Luna secara diam-diam, begitu juga Luna ia menyukai Albert pria tampan, tubuh kekar nan seksi. Membuat ia rela menjalin hubungan gelap dengannya.

Saksikan terus kisah cinta mereka hanya di Noveltoon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naura Shafa mahbubah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Konyol

Albert hanya bisa menghembuskan napasnya pelan, ia melihat raut wajah Luna yang sangat menggemaskan membuat dirinya semakin tidak tahan menahan semua gejolak yang ada di benaknya.

"Om, kan tadi lari mengejar Luna. Sudah dipastikan jantung Om berdebar lebih cepat," jawabnya membuat Luna manggut-manggut tanda mengerti. Albert pun langsung berjalan ke arah tempat tidur, ia langsung melonggarkan dasi yang ada di leher jenjangnya.

Ide muncul di dalam pikiran Luna, ia segera menyusul Albert dengan langkah kakinya sedikit berlari. Luna tidak sabar kalau ia sudah menjadi istri Albert dapat di pastikan ia tidak akan membiarkan suaminya ini keluar sendirian.

"Om, biar Luna bantu, Oh iya. Kamar Luna yang mana Om?" tanya Luna sembari meletakan ponsel miliknya di atas meja yang dekat dengan tempat tidur.

"Tidak, usah Luna. Om bisa sendiri kok," jawabnya sembari melepaskan dasi dan juga langsung membuka kancing kamejanya satu persatu. Albert belum sadar bahwa di depannya ada Luna yang sejak dari tadi melihat ke arah tubuhnya yang seperti roti sobek.

"Omegot, Luna sadarlah. Ini bukan mimpi kan," batinnya menjerit girang setelah ia melihat roti sobek terpang-pang nyata ada di hadapannya. Luna menelan salivanya susah payah, Luna menggigit jarinya sembari terus melihat ke arah roti sobek.

Albert tersadar dirinya membuka baju dihadapan seorang gadis. Betapa kagetnya, Al. Ia segera mengambil kamejanya yang sempat Albert lempar ke sembarang arah.

"Luna, tutup mata mu," pekiknya membuat Luna terkekeh girang. Luna malah sengaja mendekati Albert.

"Tidak, sudah terlanjur Luna melihat tubuh kekar Om. Kalau begini, Om harus tanggung jawab dong! Om sengaja bukan mau menggoda Luna? Ayo ngaku saja Om?" tanyanya mendesak Albert.

"Luna, Kamu salah paham. Om, lupa Kamu ada disini sungguh! Sekarang Luna pergi ke kamar Luna yang ada di sebelah kamar Om," ucapnya seraya menutup tubuhnya kembali.

Luna hanya bisa terkekeh geli, Albert benar-benar lupa. Ia merasa bersalah kepada Luna yang masih polos.

"Mata suci Luna Om nodai dengan cara membuka pakaian di hadapan Luna. Kenapa Om tidak melanjutkan membuka yang bawah saja, dengan begitu Om harus tanggung jawab," serunya sambil berkacak pinggang.

Albert tidak mengerti, atas apa yang di ucapkan Luna kepadanya. Ia begitu ceroboh sampai-sampai Luna ia lupakan dan malah langsung membuka pakaian di hadapannya.

"Luna mending tidur saja, Om minta maaf. Sekali lagi Luna lupakan kejadian tadi Oke," rayunya membuat Luna mengerutkan dahinya.

"Tidak semudah itu, Om harus tanggung jawab. Dengan hukuman besok pagi Om harus antar Lun ke sekolah dan harus pura-pura jadi kekasih Luna," ucapnya membuat Albert tercengang. Bagaimana bisa dia pura-pura menjadi kekasihnya sedangkan dirinya sudah tua yang ada Albert di bilang orangtuanya.

"Tapi, Luna itu sangat konyol sekali," timpal Albert.

"Tidak, pokoknya Om harus mau jadi pacar bohongan Luna di sekolah. Kalau tidak, Om harus tanggung jawab karena telah menodai mata suci Luna," tegasnya membuat Albert kehilangan akal untuk menolak keinginan konyol yang di pinta Luna.

Setelah perdebatan dan perjanjian Albert dan Luna. Akhirnya Albert setuju dengan ide Luna. Albert akan menjadi pacar pura-pura Luna di sekolahnya. Sungguh ini tidak masuk akal, walaupun ada rasa senang di hatinya tapi Albert merasa tidak pantas bersanding dengan yang lebih muda darinya.

Luna pun pergi keluar kamar Albert dengan berbinar. Ia tidak menyangka Luna begitu pede ingin menjadi pacar pura-puranya.

"Luna, Kamu ini ada-ada saja. Tapi dengan cara ini, Aku bisa melihat dan melindungi Luna dari godaan Pria lain," ucapnya mantap sambil tersenyum ke arah Luna yang sudah menghilang dari penglihatannya.

Satu jam telah berlalu.

Hujan turun dikeheningan malam. Luna merasa takut karena petir di luar sana terus mengeluarkan bunyi yang sangat mengerikan. Setelah tadi Luna bersiap untuk tidur dengan menggunakan tangt*p dan juga celana pendek. Kebiasaan Luna di rumahnya ya seperti ini, karena baginya sangat nyaman untuk tidur nyenyak.

Lampu mendadak mati membuat Luna kaget setengah mati. Ia mencari ponselnya tapi tidak ditemukan. Luna tersadar bahwa ponselnya ada di kamar Albert. Dengan langkah pelan sambil meraba-raba dinding tembok menuju keluar kamar. Luna akhirnya menemukan pintu dan segera membukanya.

Untung saja kamar Albert tidak jauh, ia segera membuka pintu kamar Albert. Luna memanggil nama Albert tapi tidak ada jawaban. Luna pun menangis di depan pintu kamar Albert yang saat ini menatap ke arah depan karena Albert tidak menjawab panggilan Luna.

"Om, Luna takut. Hik ... hik .. hik," Luna menangis.

Albert yang sudah tertidur lelap segera membuka matanya karena tersadar mendengar suara tangisan. Ia melihat bayangan hitam di depan pintunya yang terbuka. Sepertinya ia mengenali suara itu, Albert kaget segeralah ia beranjak dari tempat tidurnya. Albert merasa cape setelah memberisihkan diri ia langsung tidur dengan menggunakan boxer dan juga kaos tipis.

Dengan langkah cepat Albert menyalakan ponselnya dan segera memeluk Luna dengan reflek.

Albert segera mengendong Luna ke arah tempat tidur. Luna memeluknya begitu erat hingga keduanya tidak sadar satu sama lain.

Deg!

Jantung Albert berdebar saat ia merasakan gunung kenyal itu berada di dad*nya. Luna masih menangis sambil memeluknya dengan sangat erat.

"Om, Luna takut," tangisnya membuat Albert segera menurunkan Luna dari pangkuannya.

Senter dari ponsel Albert letakan di atas meja hingga kini kamarnya lumayan terang. Luna masih menangis pilu, Albert tidak tega ia segera memeluknya dengan cara mengusap kepala Luna.

Kedua wajah itu saling memandang satu sama lain membuat jantung keduanya berdegup lebih cepat.

"Awwshiit, Luna Kamu begitu seksi," batin Albert.

1
Linda Liddia
Jgn2 daddy Al mafia
Qaisaa Nazarudin
Untung banyak nih pak duda,Udah banyak goa yg dia Rasain,celup sana sini,Yang gak untungnya Luna dapat BARANG BEKAS BANYAK JALANG..Ckk miris banget..🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Kan ku bilang juga apa,MANTAN AKAN DATANG KEMBALI DI SAAT MANTAN SUAMINYA SUDAH PUNYA PENGGANTI,udah biasa ku baca Alurnya yg kek gitu,Apa gak ada Pelakor dari kalangan lain? Bukannya MANTAN?
Qaisaa Nazarudin
Lucas kakaknya Luna? tapi di bab 28 nama kakaknya Luna malah bertukar jadi Arga..🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Bukan kah nama kakaknya Luna yg di luar negeri itu Lucas ya? Kok Arga? 🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Dalam mobil Mahal ada semutnya ya,Apa kabar dengan mobil ku yg biasa2 saja..🤣🤣😜
Qaisaa Nazarudin
Sebelum2 ini gak pernah muncul tuh Mantan,Tapi Al udah Nikah dan bahagia dgn Luna, Pasti tuh Mantan nongol,dan nyalahin Luna merebut Al dari nya,Dan akan ada Drama sok tersakiti,Kan biasa Alurnya mana2 novel kan gitu..Moga yg ini gak ya..😃😃
Catur
dah lama ga up tor
Almi Reyhan: kenap blm up bab baru ya
total 1 replies
Neng geulis
Luar biasa
Ari Ani
jahat ni author😀😀🤣🤣🤣
Bunda
perasaan tadi anaknya bernama lucas
christina
y
Rosdiana Gatri Said
Kecewa
baby jimin
update author plsss
Elsa Oktavian
up Lg lah ditunggu ni😔
Zulfa Ali
UP oThoR
I Gusti Ayu Widawati
Wah panas2. Visual.nya keduanya pas menurutku cocok dgn usia2 mereka. Cantik dan gagah. Author pinter banget.
I Gusti Ayu Widawati
Thor man visual Luna?
I Gusti Ayu Widawati
Albert tua tetapi kereeen....tampan.
I Gusti Ayu Widawati
Ya harusnya dari dulu Ortunjya curiga. Albert duda tampan keren Gadisnya cantik sedang pubertas tas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!