NovelToon NovelToon
Marry Me, Please

Marry Me, Please

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:446.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: dewi wahyuningsih

Cinta pandangan pertama seorang Dokter tampan yang membuatnya begitu menggila untuk mengejar cintanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi wahyuningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Curhat

Satu hari menegangkan telah berlalu dengan susah payah bagaikan menggendong kuda ke tepian jurang. Setelah Dokter Kevin keluar dari ruangannya, mata-mata elang sudah mulai bereaksi saat melihat Sherin. Memang sudah menduganya, tapi mau bagaimana lagi? ini juga bukan maunya, apalagi disengaja hanya untuk sekedar memamerkan kepada mereka yang mengagumi Dokter Kevin. Jujur, kalau boleh memilih, maka Sherin lebih memilih untuk tidak pernah bertemu dengan Dokter Kevin kalau keadaanya sangat sulit seperti ini. Bukan hanya sekali dua kali dia mencoba untuk melarikan diri, tapi sudah hampir setiap bertemu dengan Dokter Kevin. Bukan takut dengan Dokter tampan itu, tapi takut dengan tatapan kebencian dari para tenaga medis yang lain. Ditambah lagi hari ini Sherin tak sengaja berpapasan dengan kekasihnya Dokter Kevin. Huh...! Sungguh mengerikan tatapan matanya yang seolah siap merobek dadanya dan mengobrak-abrik organ dalamnya degan liar.

Sherin menatap langit-langit kosong bersama sahabat lamanya yang ternyata adalah Ibu dari Nathan Refez yang sering bersama Berly akhir-akhir ini.

" Vanya, apa kau pernah merasa muak saat bertemu dengan seseorang? " Tanya Sherin tapi tak mengubah arah pandangannya. Entah mengapa menatap langit-langit membuatnya sedikit lebih tenang.

" Muak? ada sih, tapi aku malah lebih takut menghadapi seseorang. " Jawabnya yang juga lebih nyaman menatap lagit-langit kamar Sherin.

" Takut? " Sherin memiringkan tubuhnya lalu terlungkup dengan tubuh bagian atas yang tersangga oleh kedua siku lengannya lalu menatap Vanya penuh tanya.

" Iya. Aku merasa takut, gugup, khawatir akan sesuatu yang bahkan dia tidak tahu menahu. "

Sherin semakin mengeryit bingung mendengar penuturan Vanya.

" Siapa? "

Vanya menatap Sherin lalu menghela nafas kasarnya.

" Presdir di tempat ku bekerja, ternyata adalah Ayah dari anakku. "

Sherin terperangah lalu menutup mulutnya menggunakan telapak tangan.

" Serius? "

" Iya. "

" Ya ampun, aku iri sekali. Kalau aku jadi kau, aku pasti akan sangat bahagia. Punya anak yang tampan, lalu ayah dari anakku adalah Presdir ku. Kapan ya aku bisa memiliki kekasih lalu mengalami itu semua? "

Vanya tersenyum kelu. Mungkin memang terdengar seolah ini adalah ke beruntungan, tapi mau bagaimana lagi? tentang hidupnya yang ini tidak mungkin bisa ia ceritakan kepada siapapun. Tak mau fokus dengannya, Vanya akhirnya mengalihkan pertanyaan itu untuk Sherin.

" Kau sendiri? apa kau pernah merasa muak saat bertemu seseorang? " Tanya Vanya.

Sherin memutar bola matanya jengah. Hanya dengan teringat bagaimana tatapan tajam semua orang padanya, ini cukup membuat rasa takut yang menjurus ke arah trauma baginya. Tapi apa mau dikata? dia haruslah tetap berjuang mengabdikan diri sebagai sosok yang disebut tangan malaikat di dunia nyata. Sejujurnya saat bertemu Dokter Kevin dia seolah ingin lari, tapi karena teringat akan sumpah sebelum menjadi Dokter, hatinya kembali membuatnya menjadi kuat dan bertahan meski rasanya tidak nyaman.

" Akhir-akhir ini, seorang pria seperti tengah mengerjai ku. "

" Maksudnya? " Tanya Vanya.

" Dia itu adalah seorang Dokter kebanggaan dirumah sakit tempat ku bekerja. Kami bertemu secara tidak sengaja waktu itu. Tapi seolah sedang sengaja mengerjai ku, dia terus saja menggoda ku dan membuat para penggemarnya mendelik tajam saat melihat ku. Aku bahkan sampai tidak berani membeli makan siang dan hanya pergi ke toilet sehari sekali saja. "

" Eh? " Vanya menatap heran Sherin.

" Memang kau pernah membuat kesalahan apa dengannya? " Tanya Vanya karena merasa jika tidak akan ada asap kalau tidak ada api disana.

Sherin menghela nafasnya lalu menutup wajahnya menggunakan bantal. Lagi-lagi teringat adegan menjijikkan itu.

" Saat itu aku sedang makan siang di kafe, aku tidak sengaja melihat dia dan kekasihnya berciuman dengan gaya menjijikkan. Lalu aku mual dan dia mendengarnya. "

Vanya cekikikan mendengar cerita Sherin tapi juga semakin penasaran dibuatnya

" Memang, bagaimana cara mereka berciuman? "

" Kenapa kau menanyakan itu? " Tanya Sherin judes. Tentulah judes, selain dia iri, dia juga kesal karena belum pernah sekalipun berciuman dengan seorang pria.

" Kenapa diam? kau berbohong ya? "

" Tidak kok, aku memang melihatnya. Lidah mereka menjulur, lalu melilit satu sama lain, kemudian seperti lahap dengan menjijikan. Huek.... "

Vanya memegangi perutnya yang terasa sakit karena tertawa terbahak-bahak mendengar Sherin bercerita. Mungkin iya memang menjijikkan bagi Sherin, tapi kalau orang sudah saling cinta, bagaimana mungkin mengena jijik. Tapi karena Sherin gadis polos yang belum pernah sekalipun berpacaran, Vanya tentu saja bisa memakluminya.

" Kenapa kau tertawa? " Protes Sherin yang justru merasa kesal karena Vanya menertawainya habis-habisan.

Vanya perlahan mulai menghentikan suara tawanya. Dia bahkan sampai mengusap matanya yang berair karena terbahak tadi.

" Begini ya, Sherin. Kalau berciuman memang seperti itu. Kalau hanya menempel, itu namanya kecupan. Lagi pula itu wajah-wajah saja kok. Aku dan mantan pacarku juga berciuman saat berpacaran dulu. "

Sherin terperangah menatap Vanya yang berbicara dengan begitu entengnya. Dia memang tahu benar kalau Vanya sangat suka membicarakan tentang kegiatan haram seperti itu, tapi tentulah ini masih asing baginya dan juga tida masuk di akal sehat.

" Apakah kalian tidak jijik? kan air liur kalian tercampur dan kalian pasti menelannya lagi kan? apa kalian tidak takut? mulut juga bisa menularkan banyak sekali penyakit loh. Seperti, Pilek, demam kelenjar, infeksi herpes, cacar air, kutil, radang tenggorokan, hepatitis B, dan masih banyak lagi bakteri yang bisa dengan mudah menular. "

Vanya terperangah sesaat, tapi setelah itu dia mengambil nafas untuk menenangkan diri yang begitu kesal dengan Sherin. Tentu saja kesal, kalau semua wanita seperti Sherin, maka tidak akan anak yang akan lahir di dunia ini. Menjaga kebersihan memang perlu, tapi apa salahnya berciuman degan pasangan sendiri kan? Vanya kembali melirik Sherin yang masih saja terlihat polos dengan wajah yang bloon dan jelas sekali tidak tahu menahu tentang dunia percintaan apalagi dunia ranjang.

" Dengar ya, Sherin. Dokter terbaik dirumah sakit mu saja tidak masalah kok berciuman dengan pacarnya. Memang kau pernah menangani pasien yang kritis karena berciuman? atau pasien yang mati setelah berciuman? " Kesal Vanya hingga tidak bisa lagi menyembunyikan itu dari wajahnya.

Sherin terdiam dengan wajah yang seolah berpikir apakah pernah dia mendapatkan pasien dengan kasus seperti itu?

" Iya memang tidak ada. Kan bakteri tidak langsung bekerja secepat itu, dia juga butuh proses untuk menguraikan diri ke beberapa orang tubuh kan? "

Vanya terdiam sembari menggigit bibir bawahnya. Matanya sinis menatap Sherin yang dengan bodohnya hanya kebingungan dengan ekspresi aneh Vanya itu.

" Sherin, aku ingin memukul kepalamu. " Kesal Vanya.

Belum sempat Sherin membalas, suara bel pintu terdengar beberapa kali. Sherin bangkit dan membuka pintu itu.

" Hai, Sherin? "

" Dokter Kevin?! "

TBC..

1
Dysha♡💕
somplak emang dokter Kevin,, tapi kayaknya dokter Kevin Sangat ngeri kalau marah
Dysha♡💕
hahaha beryl²
Ran Aulia
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ran Aulia
reaksi Sherin selalu wow , di luar ekspektasi 🤣🤣🤣🤣
Ran Aulia
ceritanya bagus, sungguh menghibur , Sherin yg polos Kevin yg menyebalkan 🥰🥰🥰🥰🥰

terima kasih ya kak 😍😍😍❤️
Husna Farahdiba
sekarang serin gak punya mobil lagi kah,kok nunggu bis🙄,Thor tolong di revisi biarpun ini novel lama .. bnyk yg TDK sinkron...
Husna Farahdiba
serin kan gak punya mobil katanya lebih suka jln kaki dan naik umum...kok tiba-tiba kencan buta bawa mobil
sherly
Luar biasa
sherly
nyosor aja otakmu Kevin.. Ama Renata saja woiii
sherly
terlalu berlebihan sikap perawatnya ke dokter Sherin..
sherly
pede kalilah belum apa2 dah mengklaim kalo kamu itu berjodoh Ama sherin
sherly
maksudnya di Kevin nih suka teh celup juga
christina lilik
perbesar ukuran huruf 2x
martina melati
berhub dg mafia???
fa _azzahra
Luar biasa
Dessy Arisandy
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
aira aira
yey
Ernii Erni
bagus
Ririn Santi
benar2 tipe ibu durhaka. pantas utk ditinggalkan
Windarti08
anak tunggal kedua orang tuanya, dan anak kedua ayahnya setelah ibunya meninggal dunia, maksudnya?🤔🤔🤔
Dessy Arisandy: ayah ibunya cuma punya anak tunggal, sherin. trus ayahnya nikah lg punga anak. trus ibunga nikah lg punya anak juga🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!