NovelToon NovelToon
Cinta Beda Keyakinan

Cinta Beda Keyakinan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Berondong / Tamat
Popularitas:85.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nai

Menjalin hubungan dengan beda keyakinan tak membuat rasa cinta gadis bernama Tamara Adisti berkurang sedikitpun.
Namun saat Tara membulatkan tekad untuk berhijrah, ia terpaksa harus memutuskan tali cinta yang telah membuncah dihati mereka.

Vano yang sudah terperosok ke dalam lubang cinta dengan sosok gadis sederhana bernama Tara itu tak terima akan keputusan yang Tara berikan atas putusnya hubungan mereka.

"Dua tahun bukan waktu yang sebentar, Tar! Jalan yang kita lalui untuk kita bisa bersama seperti sekarang ini juga tidaklah mudah. Kenapa kamu seperti ini? Bukankah kamu sendiri yang bilang bahwa kamu tidak akan mempermasalahkan keyakinan kita yang berbeda. Terus kenapa sekarang kamu menyerah hanya karena keyakinan? Apakah sepenting itu, Tar. Sampai kamu rela mengorbankan cinta kita!"

Bagaimanakah kisah kedua remaja labil itu?
Mari ikuti kisahnya....

(MASIH DALAM TAHAP REVISI)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 10

Butuh waktu selama dua hari untuk Vano memberanikan diri mengirim pesan singkat pada Tara melalui whatsapp. Sepuluh menit tak ada balasan membuat Vano berfikir jika gadis itu mungkin sedang bekerja.

Setelah jam makan siang pun Vano tak mendapatkan balasan dari Tara akan pesan singkat yang ia kirim dua jam lalu. Apakah mini market saat itu sedang ramai, sehingga Tara tak punya waktu untuk hanya sekedar membalas pesannya?

Sembari menyantap makan siangnya, mata Vano tak henti menatap layar ponsel yang menampakkan ruang obrolan dengan nama kontak Tamara. Ia ingin melihat langsung jika gadis itu online, tapi sampai sekarang tak ada tulisan online dibawah nama kontak itu.

Fani yang heran melihat Vano tak seperti biasanya mencoba mengintip apa yang dilihat Vano di layar ponselnya. Ia tersenyum tatkala menangkap sebuah pesan singkat bertulis 'Hai, Tar?' dan tak ada balasan.

Ya, saat ini Vano dan Fani sedang makan siang bersama diruangan Fani. Fani sudah menganggap Vano seperti adiknya sendiri, begitupun suami Fani yang terlihat akrab dengan pria muda itu.

Fani meleburkan tawanya saat melihat waktu pengiriman pesan itu pukul 10:15, sedangkan saat ini sudah pukul 12:35.

Melihat Fani yang tertawa, barulah Vano mengalihkan pandangannya dari ponsel. Ia mengernyitkan alisnya tatkala mengetahui bahwa Fani menertawakan isi chat yang ada di layar ponselnya saat itu.

"Kamu lagi kasmaran?" Fani berusaha menahan tawanya saat melihat wajah masam Vano.

"Apa cewek suka begitu ya? Membalas pesan aja lama banget," gerutunya sembari memakan makanannya tak berselera.

.....

Sedangkan dikediaman keluarga Tamara. Sebelum berangkat kerja, Tara terlihat sedang membasuh peralatan bekas ayahnya berjualan yang menumpuk.

Semua pekerjaan rumah dibagi secara merata.

Adik bungsunya bernama Kemala yang berusia 15 tahun, bertugas memasak nasi dan air minum dipagi hari serta merapikan rumah yang berantakan.

Adik keduanya bernama Fanisia berusia 20 tahun, bertugas membasuh piring yang kotor.

Tara bertugas mencuci baju dan membantu Ibunya memasak sarapan pagi dan makan malam jika tidak sedang bekerja.

Sedangkan tugas sang Ibu sendiri memasak dan membantu persiapan dagang sang suami.

Berhubung Fanisia atau yang sering disapa Fani sedang pergi bersama Sammy, pacarnya. Dengan terpaksa Tara menggantikan tugasnya, lagi pula ia adalah anak pertama yang dimana harus menjadi contoh yang baik untuk adiknya. Meskipun ia tak sebaik layaknya seorang Kakak yang baik.

Setelah selesai dengan pekerjaannya, Tara kembali ke kamar mengecek ponselnya. Ia yang sedari jam sepuluh tak melirik ponselnya karena disibukkan dengan kompor, baju kotor, dan berakhir dengan sabun cuci piring menatap satu persatu pesan whatsapp yang masuk keponselnya.

Pertama ia membaca pesan grup chat 'SEMPROL' sambil terkikik tak jelas saat melihat Rio terus menggoda Rena dan Nata yang terus mengumpat didalamnya.

Setelah itu ia membalas pesan Amir yang memintanya untuk bertemu besok malam, kebetulan dia besok kerja shift pagi.

Mata Tara beralih kepada pesan singkat dari nomor tak dikenalnya. Ia membuka profil whatsapp orang itu untuk melihat nama akunnya, namun hanya terdapat tanda titik satu dengan foto profil sebuah desain ruang keluarga yang ... WOW amazing!

Dilihat dari isi pesan, sepertinya orang ini mengenalinya. Tapi sepengetahuan Tara sendiri, ia tidak memiliki teman yang suka dibidang desain, arsitek, seni, atau apapun itu.

Baru ingin membalas pesan, tiba-tiba nomor yang sama menelponnya lebih dulu. Dengan ragu Tara menerima panggilan suara itu.

Karena tak ada suara selama hampir satu menit, Tara mencoba membuka suara lebih dulu. "Halo."

Baru ingin membuka suara kembali karena tak ada sahutan, tiba-tiba suara seorang pria yang tak asing menyapanya kaku. "Hai, Tar."

"Tar, ini gue Vano."

"Devano?" tanya Tara memastikan dan langsung diiyakan Vano.

Vano yang kala itu melihat Tara sudah online lebih dari lima menit namun tak membalas ataupun sekedar membaca pesannya mulai memberanikan diri melakukan panggilan suara, dan tentunya hal itu tak lepas dari bantuan Fani yang terus meyakinkannya. Fani senang jika Vano sudah mulai membuka diri apalagi kepada seorang wanita. Karena selama dua tahun ia kenal Vano, tak sekalipun ia melihat Vano bersama seorang teman kecuali Gladis, Bobi, Sinta dan Raka. Itupun ia tak melihat raut wajah pertemanan diwajah cuek Vano. Jadi saat ia tahu Vano sedang menunggu balasan pesan dari seorang gadis bernama Tamara, ia dengan semangat meyakinkannya untuk maju.

"Lo lagi kerja?" tanya Vano bingung mau memulai percakapan dari mana.

"Ini mau siap-siap mandi. Kenapa?"

"Mandi? Kamu shift siang?" Tara mengiyakan.

"Lo ga bales chat gue, kirain lagi kerja." Nada suara Vano sedikit kesal membuat Tara menaikkan salah satu sudut bibirnya.

"Lo nunggu balasan dari gue?"

" Ya begitulah."

"Nunggu banget nih." Jelas ucapan Tara kali ini terdengar meledeknya.

Takut salah bicara, Vano memutuskan panggilannya sepihak. Sedangkan Fani disana tak bisa lagi menahan tawa.

Dengan malasnya, Vano keluar dari ruangan Fani menuju ruangannya yang berada disisi kiri ruangan Fani.

"Sial. Gue kok kayak orang yang ga pernah pacaran aja sih. Deketin cewek aja susah banget gini," gerutunya setiba dikursi kerjanya.

Vano menatap langit-langit ruangannya, ia sedikit menyesal telah memutuskan panggilan itu. Pasti Tara tidak akan menyimpan nomornya, fikirnya.

Sepulang kerja, Vano melewati mini market tempat dimana Tara mencari rezeki. Ia dapat melihat gadis itu tengah berbincang hangat dengan rekan kerja pria yang beberapa waktu lalu sempat meledek Tara. Novri.

Rasanya ingin sekali mampir, tapi Vano malu jika kesana tanpa tujuan, sedangkan dia sendiri paling tidak suka jika berbelanja makanan ringan yang banyak mengandung MSG.

Vano berharap malam ini Mamanya akan memintanya membelikan ice cream lagi. Tapi malang dinasib, menurut informasi dari Deska, Mama Ica malam ini sedang pergi ke toko bakery bersama Papa Berto untuk memantau persiapan acara ulang tahun keponakan mereka -Anak dari adiknya Papa Berto- yang akan diadakan ditoko bakery Papa Berto minggu depan.

Vano tersenyum penuh maksa, ia berencana mengajak Tara keacara ulang tahun sepupunya yang imut itu.

..........

Sebelum berangkat kerja, Vano sempatkan untuk ke mini market tempat Tara bekerja. Ia berharap Tara shift pagi hari itu, dan benar saja Tara terlihat tengah melayani seorang pria bertransaksi virtual. Terlihat jelas karena tidak ada belanjaan satupun diatas meja kasir.

Vano memansang sinis saat melihat sang pria tak pergi jua setelah melakukan transaksi, ia malah asik tertawa dan sesekali menggoda Tara sampai-sampai kedatangannya disana tak disadari oleh kedua orang itu. Sepertinya mereka berdua sudah cukup akrab, batin Vano.

Karena kurang tidur akibat terlalu senang akan membawa Tara keacara ultah sepupunya, kini Vano meraih satu kaleng susu beruang didalam derbi -lemari pendingin- lalu cepat membawanya kekasir. Sontak kedatangan Vano menghentika tawa renyah mereka.

"Tar, gue balik ya. Inget! Jangan kangen sama gue," pamit pria tersebut.

"Sembarangan lo."

"Eh, jangan gengsi dong, ngaku aja."

"Saka sialan, pergi sana huus huus!" usir Tara jengah.

Vano disana sedari tadi hanya menatap tak suka dengan bercandaan mereka. Seperti ada rasa ... cemburu!

"Eh, tumben beli susu beruang. Biasanya tiap kesini yang dicari ice cream," ucap Tara sembari meng scan barcode dikaleng susu.

"Ya kali makan ice cream pagi-pagi begini. Lagian ice cream itu buat Mama bukan buat aku." Vano mengeluarkan uang dua puluh ribu dari dompetnya.

"Oh, Mama mertua suka ice cream ya." Tara menahan senyum menggoda Vano. Sungguh benar-benar godaan.

"Amin," jawab Vano dalam hati menahan tawa bahagianya lalu berdehem menyesuaikan isi hatinya.

Setelah menerima uang kembalian, Vano hendak berbalik pergi, namun ia memutar balik tubuhnya, ia lupa dengan rencana awalnya datang kesana.

"Emm, minggu depan lo kosong ga?" tanya Vano ragu.

"Kenapa? Mau ngajak nge date ya?" goda Tara menaik turunkan alisnya.

"Duh gimana nih ngomongnya," batin Vano bimbang.

"Yee, malah bengong. Minggir sana, ada yang mau bayar tuh!" Vano melihat kebelakang ternyata ada seorang ibu-ibu membawa satu bungkus roti sobek dan susu kental manis.

Setelah Tara menyelesaikan transaksi ibu itu, Vano dengan cepat berucap, "Minggu depan lo mau ga temenin gue ke acara ulang tahun sepupu gue?" tanyanya dalam sekali tarikan nafas.

Tara terbengong mendengar ucapan Vano. Ultah sepupunya? Itu tandanya acara keluarganya dong!

"Emang kita sudah sedekat ini ya?" tanya Tara masih terbengong.

"Maksud lo?" Masih belum mengerti.

"Lo mau bawa gue ketemu keluarga lo? Kita aja baru kenal Devano!"

Vano menepuk jidadnya, dia lupa kalau itu acara keluarganya. Vano memutar otak sebelum menjawab kebingungan Tara.

"Eh, PD banget sih lo. Ini tuh Deska yang minta lo ikut. Kalau ga mau yaudah, ntar gue sampein ke orangnya nanti malam."

"Jelas-jelas tadi lo sendiri yang bilang kalo lo yang minta temenin ke ultah sepupu lo, pake bawa-bawa Deska segala."

"Salah pengucapan. Terserah lo kalo ga percaya, yaudah kalo lo ga mau ntar gue bilangin Deska." Vano hendak pergi dengan raut wajah kesal dibuat-buat.

"Devano tunggu!" Tara sedikit berteriak menghentikan langkah kaki Vano.

"Bilangin Deska iya gue ikut. Suruh dia whatsapp gue, gue ga enak kalau datang sendirian." Vano menahan untuk tersenyum, ia hanya mengangguk lalu melangkah dengan cepat menjauh dari pandangan Tara.

Tara terpaksa mengiyakan jika itu benar Deska yang meminta. Beberapa kali belakangan ini Deska sering kali membantunya saat ia terkena musibah dijalanan.

Seperti satu minggu lalu, Tara pulang kerja pukul tujuh malam, ban motor Tara bagian depan belakang bocor karena tertusuk paku. Ia bingung karena bengkel yang masih buka lumayan jauh. Deska tak sengaja lewat dengan motor maticnya, tanpa fikir panjang, Deska menawarkan untuk meminjamkan motornya karena rumahnya berada tepat didepan Tara berada. Awalnya Tara menolak, tapi Deska memaksa dan ia juga bingung harus pulang dengan cara apa.

Juga dua hari setelah itu, saat motornya kurang angin, dengan baiknya Deska meminta Papanya memompa ban motornya menggunakan pompa angin manual.

Dan hal yang paling penting dari itu semua adalah, kedua masalah itu jelas ulah Devano! Dia bahkan rela membohongi orang tuanya agar Deska bisa keluar malam.

Rencana agar Tara lebih dekat dengan Deska, ternyata bisa dipakai disaat seperti ini. Beruntung sekali!

Vano pergi dari mini market dengan kepuasan hati. Namun nasib baik ternyata tak berpihak padanya, malam hari saat ia tengah berbahagia tatkala tahu jika Tara menyimpan nomor ponselnya karena ia dapat melihat story whatsapp Tara di whatsappnya, ia dikejutkan oleh story terakhir Tara yang menampilkan sepasang tangan yang bergandengan. Tak lupa sebuah cincin sederhana bermata biru bening, berkilau menjadi pemanis di jari tangan pemilik cincin itu.

Ia bisa menebak tanpa harus menanyakan secara langsung apa yang terjadi. Apalagi dengan caption yang sangat jelas tertulis 'Love more'.

Vano menggenggam ponselnya kuat. Tak tahu harus marah kepada siapa? Atau kecewa pada siapa?

.

.

Terimakasih sudah mampir di 10 bab pertama Tara dan Vano.

Maaf jika banyak typo dan penggunaan kata yang bertele-tele serta PUEBI yang tidak sempurna.

Maaf jika yang sedari awal baca dibuat bingung karena ada perbedaan disetiap bab.

Nai kemarin baru saja revisi, alhamdulillah sudah selesai dan sekarang Nai masih memerbaiki kata-kata saja yang amburadul..

1
Bukhori Muslim
keren
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
ENDING YG MMBAHAGIAKN... SMOGA MEREKA SAMAWA DI DUNIA HALUNYA, DN SAMAWA JUGA BUAT YG PRNH ALAMI SPRTI YG DI NOVEL INI..
Sulaiman Efendy
KULIAH JUGA NGGK JAMIN DPT PKERJAAN, BNYK TU SARJANA2 PENGANGGURAN..
Sulaiman Efendy
LO HRSNYA NGERTI SBAGAI UMAT MUSLIM, HARAM WANITA BRSUAMI MNJALIN HUBUNGN, MSKI HNY PRTEMANN DGN LAKI2 YG BKN MAHRAMNYA, KRN UNTUK MNGHINDARI FITNAH, APALAGI LKI2 TRSEBUT MNYUKAI SI WANITA..
Sulaiman Efendy
UDH DIINGATKN DESKA, MSH NGEYEL,, KN DESKA UDH BILANG LO PSTI AKN KECEWA DAN SAKIT HATI..
Sulaiman Efendy
KURANG AJAR SI RAKA, CURI START, SEMOGA TARA MNOLAK LMARAN RAKA
Sulaiman Efendy
KERENNN ABISS DI DESKA YG POSESSIF KE CALON KK IPARNYA SI TARA, RAKA YG GELAGATNYA MMG MNYUKAI TARA, LGSUNG DI SKAK DESKA
Sulaiman Efendy
BAGUS DESKA,, HRSNYA RAKA LBH FAHAM KLO LKI2 TDK BOLEH DUDUK BRDEKATAN DGN WANITA YG BKN MAHRAMNYA
Sulaiman Efendy
ALHAMDULILLAH, AKHIRNYA DESKA JUGA MNDAPATKN HIDAYAH ..
Sulaiman Efendy
BARAKALLAH,, SEMOGA VANO ISTIWOMAH KRN ALLAH, BKN KRN MNGHARAPKN PNGAKUAN MANUSIA, BKN KRN MNGHARAP CINTA MNUSIA, TTPI MURNI LILLAHI TA'ALAA
Sulaiman Efendy
PASTI SI RAKA, SEMOGA TARA TDK MNERIMA RAKA, KRN KYKNYA RAKA SKA MA TARA
Sulaiman Efendy
SIAPA BILANG VANO BSA MLUPAKAN LO, KLO BSA LO PRGI LGI YG JAUH, BILA PERLU KE JOGYA TEMPAT RENA..
Sulaiman Efendy
SKRG HMBATAN TK ADA BUAT VANO UNTUK PINDAH KYAKINAN.. KRN KDUA ORTU NYA SDH MNINGGAL,, TINGGAL KMNTAPAN HATI DN NIATNYA..
Sulaiman Efendy
SEMOGA LEWAT BG MALIK SUAMI FANI, VANO DPT HIDAYAH, DN MAU BLAJAR ISLAM SUNGGUH2, BKN KRN INGIN BSA NIKAH SAMA TARA, TPI KRN ALLAH, DN MNCINTAI JUGA KRN ALLAH...
Sulaiman Efendy
YAA LO JELASIN MASALAH SYARIAT ISLAM, BHWA LO TDK BSA MMAINKN AQIDAH LOO..
Sulaiman Efendy
HRSNYA LO OMONGIN KE VANO, KLO MMG DIA SERIUS KE ELO, TTG VANO UNTUK IKUT KYAKINAN LO, JLSKN KE VANO TTG SYARIAT ISLAM,, LO LIAT, SERIUS GK DY.. JGN SAMPE LO BRBUAT SEMI ZINAH DGN DIPEGANG2 & DIPELUK2 VANO
Sulaiman Efendy
BLM MAHROM KNP MAU DIPELUK2, LO KN SKRG PKE HIJAB, HRSNYA LO KSIH PNGERTIAN KE VANO, BHWA WANITA MUSLIM TDK BOLEH DISENTUH APALAGI DIPELUK2 LKI2 YG BKN MAHRAMNYA..
Sulaiman Efendy
LO KAN UDH SERING IKUT TAUSIYAH, DN LO UDH TTG SYARIAT ISLAM, BHWA WANITA MUSLIM ITU HRS NIKAH DENGN IJAB QABUL DN ADA WALINYA, KLO LO NIKAH DI CATATAN SIPIL, LO NIKAH TNP IJAB QABUL, TNPA WALI, HNY SAH DIHUKUM NEGARA, TNP HARAM DI MATA ALLAH... KONSEKUENSINYA LO TAUKN, LO BRZINAH SEMUMUR HIDUP, INGAT, LKI2 ITU IMAM BUAT WANITA, GMN LO MAU JDIKN VANO IMAM LO, SDGKN VANO NON MUSLIM, HRSNYA LO SHOLAT ISTIKHARAH BUAT MINTA PTUNJUK SAMA ALLAH..
Sulaiman Efendy
LO GK TAKUT NANGGUNG DOSA LO FHAISAL, HRSNYA LO SETUJU DGN SYARAT SI VANO HRS IKUT KYAKINAN KALIAN
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!