Sebuah kisah yang menceritakan tentang
persahabatan dan cinta segi tiga.
Seorang ibu muda yang harus membesarkan anak nya seorang diri, dan menerima hinaan dari lingkungan sekitar karena mempunyai anak tetapi tidak tahu siapa ayah dari anak tersebut.
Hingga pada akhirnya dia di lamar oleh keluarga konglomerat, untuk di nikahkan dengan anak nya yang sudah berstatus duda beranak dua.
Akan kah Marisa menerima lamaran tersebut?
Atau menolak nya!!!
Akan kah kisah ini berakhir bahagia atau sebaliknya?
Kisah Marisa akan segera di mulai.
Yuk ikuti terus cerita nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gentra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 10
Acara pertemuan antara Nyi janda dan dan Pak duda telah berakhir, mereka telah menghabiskan makan yang mereka pesan.
Begitu juga dengan surat perjanjian yang di buat oleh Rendra akhirnya di sepakati oleh Marisa, dan mereka akan ber pura-pura menjadi keluarga yang utuh di hadapan semua anggota keluarga. Tetapi saat berada di dalam kamar aturan akan berlaku, mereka hanyalah orang asing yang terikat kontrak pernikahan.
"Bagas kamu bawa motor butut itu! " perintah Rendra terhadap Bagas.
"Sembarangan kalau ngomong, itu motor masih layak pakai" kata Marisa sambil menatap Rendra dengan raut wajah judes nya.
"Kalau masih layak pakai, kenapa itu motor kemarin kamu dorang? itu artinya sudah tidak layak pakai jika sudah di dorong" ucap Rendra dengan nada santai nya, sepertinya dia sengaja memancing emosi Marisa.
"Dasar manusia sombong, kenapa juga Mama nyari jodoh untuk anaknya laki-laki model begitu nggak ada lembut-lembutnya" kata Marisa sambil menghentakkan kaki nya, lalu pergi terlebih dahulu untuk segera masuk ke dalam kendaraan sambil membawa ke tiga anak kecil.
Setelah kepergian Marisa, Rendra juga mengikuti nya sambil berkata "Belum menikah saja dia sudah berani menguasai anak-anak ku, dia kan anak ku kenapa bisa nurut sama perempuan aneh itu" gerutu Rendra sambil berjalan di belakang Marisa.
Setelah berada di dalam kendaraan Rendra melihat ke arah Marisa yang duduk di kursi belakang.
"Saya bukan sopir kamu! tidak sepantasnya kamu duduk di situ, pindah! " perintah Rendra terhadap Marisa, sambil menatap nya dengan tajam.
Dengan terpaksa Marisa turun dan pindah duduk di kursi depan, di samping Pengemudi.
Setelah beberapa saat Rendra mulai menyala kan mesin kendaraan nya, lalu menginjak gas dengan perlahan.
Rendra melajukan kendaraan nya dengan kecepatan sedang, kendaraan yang mereka tumpangi membelah keramaian jalanan di malam hari ini.
Ketiga anak kecil yang duduk di kursi tengah, mereka tidak ada yang bicara sedikit pun.
Setelah cukup lama mereka berada di dalam perjalanan, akhirnya sampai di rumah Maria.
Rendra memarkirkan kendaraan nya, lalu membuka pintu samping dan mempersilahkan Marisa untuk segera turun dari dalam kendaraan.
Marisa yang mendapatkan perlakuan seperti ini heran "kenapa tadi pas di kafe dia jutek dan sekarang jadi seperti ini" kata Marisa dalam hati.
Rendra yang melihat Marisa menatap nya dengan heran langsung berkata "Ini rencana awal yang harus kita perankan agar semuanya percaya" kata Rendra.
"Ternyata kamu lakukan ini agar Mama tidak curiga dengan kelakuan mu" kata Marisa sambil menatap Rendra dengan tatapan tajam.
"Emang, siapa juga yang mau memperlakukan perempuan macam kau" ucap Rendra dengan nada bicara pelan.
Setelah beberapa saat Rendra meminta ijin terhadap kedua anaknya,untuk mengantarkan Marisa sampai ke depan pintu.
"Nak, Papa anterin tante Marisa dulu ya.. kalian tunggu di sini, sebentar lagi om Bagas akan datang! " kata Rendra terhadap kedua anaknya, Rendra membawa mentari untuk segera turun dan masuk ke dalam rumah.
Baru juga Rendra dan Marisa akan melangkah, Bagas datang dengan mengendarai motor ya yang di gunakan Marisa tadi.
"Bagas kamu jaga anak-anak dulu, saya mau bertemu sama calon mertua" kata Rendra dengan dada bicara mencibir.
"Yah... kan aku juga ingin ikut masuk" jawab Bagas.
"Tidak usah! saya juga hanya sebentar mengembalikan anak orang " kata Rendra.
"Ya sudah, ku tunggu di dalam mobil saja ya" jawab Bagas.
"Ok"
Marisa dan Rendra berjalan perlahan sambil beriringan untuk menuju pintu masuk, setelah berada di depan pintu. Marisa langsung menekan bel, setelah beberapa saat pintu sudah terbuka.
Setelah beberapa saat pintu sudah terbuka, kedatangan mereka di sambut ramah oleh Bu Diah.
"Silakan masuk dulu! " Bu Diah mempersilahkan Rendra untuk masuk terlebih dahulu.
"Nggak usah tante, anak-anak sudah menunggu di dalam mobil dan ini sudah malam besok mereka harus sekolah" jawab Rendra sambil tersenyum manis terhadap Bu Diah.
"Ya sudah kalau begitu hati-hati di jalan, jangan ngebut! " pesan Bu Diah terhadap Rendra.
"Baik tante, permisi dulu" kata Rendra berpamitan terhadap Bu Diah dan Marisa.
Mereka berdua berdiri di depan pintu sambil melihat Rendra, setelah kendaraan yang di tumpangi Rendra sudah tidak terlihat. Bu Diah dan Marisa segera masuk ke dalam rumah.
"Rendra anaknya baik yah, sopan juga" kata Bu Diah Memuji Rendra.
"Iya, Ma.. " jawab Marisa, dia tidak mau memperpanjang masalah, dan Bu Diah tidak usah tahu bahwa sebetulnya Rendra itu sangat mengenalkan.
"Ayok masuk! " ajak Bu Diah terhadap Marisa dan juga mentari yang sudah terlihat lelah sekali.
Setelah sampai di dalam"Ma... aku ke atas dulu ya,Mentari juga sudah terlihat lelah seperti itu"pamit Marisa terhadap Bu Diah.
"Ya sudah istirahat sanah, besok juga harus sekolah dan kamu juga harus ikut belanja untuk mempersiapkan pernikahan" kata Bu Diah.
"Iya" jawab Marisa dengan singkat, setelah itu dia pergi meninggalkan Bu Diah yang masih berdiri di ruang tamu. Marisa berjalan dengan perlahan menaiki anak tangga satu demi satu hingga akhirnya sampai di lantai atas, di mana kamar nya ada di lantai tersebut.
Setelah sampai di dalam kamar, Marisa langsung me jatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur.
"Sayang, cuci kaki dan bersih-bersih dulu ya sebelum tidur! " perintah Marisa terhadap sang anak.
Mentari yang sudah terbiasa melakukan nya sendiri, langsung pergi berlalu untuk segera membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian.
Setelah semuanya selesai, Mentari langsung naik ke atas tempat tidur.
Setelah beberapa saat Ibu dan anak itu saling terdiam, mereka sibuk dengan pikiran nya masing-masing.
Dan setelah cukup lama, Marisa melihat ke arah Mentari dan ternyata dia sudah tertidur pulas.
Marisa juga bangkit dan langsung mengambil handuk untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu, sebelum memejamkan mata dan mengistirahatkan tubuhnya.
Dia berharap dengan tertidur bisa melupakan sejenak semua beban yang ada di pikiran nya, jika orang melihat nya saat ini Marisa sudah mendapatkan kebahagiaan dengan hidup serba berkecukupan dan di kelilingi orang yang menyayangi nya itu salah besar.
Perjodohan dengan Rendra membuat hidup Marisa terasa semakin sulit.
Kasihan Marisa semua barang istrinya masih di simpan semoga kamu kuat Marisa punya suami cerewet dan mertua julid
sbnrx certx msh bgus tu ko udahan
PD hal bagus log cerita'a.
masih penasaran ama pelakor'a
lawan Marisa bikin tuh pelakor jd gembel.
ah gemes bget pgen ninju pkai bakiak.🤭🤭
lanjut up kak fil