Kisah ini menceritakan tentang seorang wanita yatim piatu bernama Viona yang dijodohkan dengan Farel yang menjadi penerus kakeknya pada sebuah perusahaan tambang Batu Bara.
Farel adalah seorang lelaki yang pada awalnya hanya berpura-pura mencintai Viona.
Menjalani pernikahan yang begitu menyiksa batin. Menguatkan hati melihat perselingkuhan suaminya.
Dan terjerumus dalam kenyataan pernikahan yang di atur oleh mertuanya.
Tapi, pada akhirnya Viona mendapatkan kembali cinta suaminya.
Namun, ia harus menghadapi penyakit Alzheimer-Demensia yang mengancam jiwanya saat sedang mengandung.
Perjuangan Viona melawan penyakit yang membuatnya melupakan suaminya.
Akhir kisah cinta Viona yang berada di ambang kematian.
Dibaca yah, mohon krisan membangun untuk author 🙏🤩
Semoga ngoni samua suka nehh 🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MYH 9
"Aku sudah menikah. Dan memar di wajahku, karena pertikaianku dengan suamiku semalam. Dia tidak sengaja." jawab Viona dengan sedikit berbohong
"Apa suamimu tahu kau bekerja?"
"Yah. dia tahu. Dia tak pernah melarangku. Sebenarnya, aku ingin sekali menjadi seorang guru. Namun, gaji honor pasti tidak akan cukup membiayai kehidupanku. Ada sedikit masalah dalam rumah tanggaku. Dan itu, hal itu membuatku terguncang." jelas Viona
"Mengapa kau mau bertahan dalam rumah tangga seperti itu?"
"pernikahanku dan suamiku hanya akan berjalan selama 3 bulan. Dan kini tersisa 2 bulan 2 minggu. Dia tidak mencintaiku. Bahkan ia masih memiliki kekasih sebelum menikahiku." Vionapun menjelaskan dan menceritakan semuanya kepada Wisnu. baginya kini hanya Wisnu dan karywan cafe ini yang menjadi keluarganya
Wisnu merangkul tubuh Viona. Viona menangis di bahu Wisnu. Ada rasa hangat yang ia rasakan saat Wisnu merangkulnya.
"Viona, aku sebagai atasanmu dan teman temanmu yang bekerja di sini akan selalu menjadi keluargamu. Kau tak perlu sungkan dengan kami. Karna aku selalu menanamkan kebersamaan dan kekeluargaan pada setiap karyawanku."
"Terima kasih Pak. Aku merasa menemukan keluarga baru lagi."
"Sekarang, kau makanlah dulu. Kemudian aku akan mengantarkanmu pulang. Aku takut suamimu akan berpikir jelek tentangmu lagi. Dan itu bisa menyakitimu lagi." saran Wisnu
"Baiklah. Terimakasih banyak pak."
............
Viona masuk, namun ruangan begitu gelap. Mungkin Farel belum pulang. Vionapun menyalakan lampu, namun Viona sedikit merasa aneh Farel tidur di kursi sofa tapi seperti orang yang kedinginan, Dia menggigil.
Viona dengan spontan mendekati Fare dan meletakkan tangannya di kepala Farel.
"Dia demam. Apa dia sakit?" gumam Viona
saat Viona melepaskan tangannya, Farel dengan segera menahan tangan Viona dan memohon untuk dibantu memasuki kamarnya.
Viona memapah tubuh Farel, sedikit canggung mengingat bencinya dengan sikap Farel terhadapnya. Viona membuka pintu kamar Farel, kamarnya terlihat sangat rapi meski tanpa ada pembantu yang merapikannya.
Farel terlihat menggigil, Viona segera menutupi tubuh Farel dengan selimutnya. Viona segera membuatkan teh hangat untuk Farel, mungkin bisa membantu menghangatkan tubuhnya. Namun Farel sperti tidak memiliki kemampuan untuk sekedar bangun duduk untuk meminum teh buatan Viona.
"Apa yang harus aku lakukan selanjutnya? ahh aku bingung" gerutu Viona yang sangat ingin segera meninggalkan Farel namun dia juga tak tega
"Na, aku mo-hon pe luk a ku!" suara terbata Farel
"Apaaa????? Apa dia sudah gila karena sakit? entah angin dari mana dia bisa berpikir seperti itu. gila" Viona tetap bertahan dalam diamnya bingung dengan apa yang dikatakan Farel
"viona.. a aku mo hon. i ni sa ngat di ngin. dinginnya menusuk tulangku." mohon Farel
"Maaf Farel, permintaanmu terlalu tinggi." jawab Viona
tiba-tiba Farel segera duduk dan muntah di sebelah tempat tidurnya dan tiba tiba Farel tidak sadarkan diri. Viona terkejut, dan langsung saja menelepon Vina, kakak Farel. Karna hingga hari ini papa mama tidak bisa dihubungi.
tuuut tuuutt tuuutt...
"Syukurlah, kk mengangkat telponku. Sejak lalu aku menghubungi papa dan mama namun tidak pernah bisa."
"Ada apa Viona?" tanya Vani
"Kak, Farel muntah dan tiba tiba saja ia pingsan. Apa yang harus aku lakukan ka?"
"Astaga Viona itu pasti hypotrmia. Farel tidak akan bisa menahan rasa dingin terlebih lagi saat daya tahan tubuhnya lemah. Sekarang tolong peluk dia dan tutup tubuhmu dan tubuhnya dalam satu selimut." pinta Vani
"Apa ka? apa harus begitu?" viona panik
"lah, emang kenapa? kamu kan istrinya. Masa iya harus cari orang lain untuk peluk suami kamu?" jawab Vina
" eh iya ka. Ya sudah ka. saya matikan teleponnya." Viona bingung. Dia malu. dan dia takut saat bangun Farel akan memarahinya. Namun, tadi kan Farel memang sempat memintanya untuk memeluknya.
Viona segera membersihkan muntahan Farel terlebih dahulu dan Dengan ragu Viona membetulkan posisi tidur Farel. Viona tidur disampingnya, kemudian meletakkan kepala Farel di lengan Viona, Viona menghadapkan tubuh Farel ke tubuhnya dan memeluk Farel.
"Ini bukan yg pertama kali. Tidak apa apa Viona. tenang saja. ini sudah yang ke dua kali bukan, aman. tenang. atur detak jantungmu Viona, jangan sampai detak jantungmu membangunkan pria ini." gumam Viona sedikit ragu bingung dan semuamuamua
Viona memandang Farel, ia teringat kembali saat malam pertama mereka. Mereka lebih dekat dari ini. Bahkan sangat mesra. Namun kali ini terasa sangat canggung. sesekali Viona memalinhkan wajahnya dan menutup matanya.
sekitar 1 jam, Viona mengukur suhu tubuh Farel namun tetap saja dingin. Viona sudah sangat mengantuk, dan akhirnya ia tertidur dengan posisi yang tetap memeluk Farel. sedangkan Farel tersadar, ia merasa hangat. Sangat hangat. Dibukanya mata, dan sedikit terkejut karna Viona akhirnya membantunya.
Dia merasa hangat, bahkan Farel tidak berniat berpindah posisi. Sejak beberapa hari lalu, Farel sadar perasaannya terhadap Viona. dan malam ini kesempatan untuk Farel menyadarkan dirinya tentang perasaannya.
"Maaf Viona. Aku sempat kasar padamu. Pelukanmu sangat menghangatkan hatiku. Ini sangat berbeda dengan pelukan Dinda yang hanya dipenuhi dengan nafsu semata. Pelukanmu saat ini penuh dengan ketenangan dalam hatiku. Biarkan aku memperbaiki kesalahanku Viona. Maafkan aku, tolong izinkan aku membalas pelukanmu malam ini." gumam Farel seraya membenamkan wajahnya serta menciumi dalam dalam bau khas Viona yang sangat menenangkan
Saat sinar pagi mulai menyingsing, Viona tersadar dari tidurnya.
"Astaga, ini sudah pagi. Dan,,,,,, ini. Kenapa tangannya memelukku? Apa dia sudah sadar?" perlahan lahan Viona memindahkan tangan Farel dan turun ke dapur untuk menyiapkan sarapan Farel. Namun, Viona merasa tak enak badan. Badannya terasa pegal, perutnya terasa begah. Sangat tidak nyaman. Tetap saja Viona memaksakan diri untuk membuat sarapan.
"hmm... kemana dia? Apa dia sudah pergi?? apa dia tidak mempedulikan aku?" batin Farel dan dengan perlahan ia bangun. Tubuhnya terasa mendingan, dingin itu sudah tidak ada. Dia turun dan melihat Viona sedang menata makanan di meja makan.
"kenapa Viona terlihat lelah? wajahnya pucat." batin Farel
"Na,...!" panggil Farel, belum sempat Farel memanggil untuk kedua kalinya Viona terlihat duduk dengan perlahan dan Farel segera mempercepat langkahnya meraih Viona
"Viona.. Viona... bangun!" panggil Farel.
"Apa Dia kelelahan menjagaku semalaman? ,Maafkan aku Viona!" ucap Farel
Farel mengangkat tubuh Viona ke kamar Farel, dia tidak membawa ke kamar Viona. dan segera menelpon dokter pribadinya.
...........
"Farel, dia hamil!" ucap dokter Sarah setelah memeriksa Viona
"Apaa??" Apa kamu yakin?" tanya Farel
"Apa aku terlihat berbohong?" jawab Sarah, sedikit tersenyum licik. Syukurlah saat itu ia bergerak cepat mengganti sampul vitamin menjadi sampul pilkb.
"Mengapa aku merasa senang. Tapi, bagaimana dengan Dinda?" Farel bingung dengan perasaannya, ia takut jika Dinda tahu. Ataukah, ini bukan anakku? ahhhhhh gilaaa.
"terima kasih Sarah. Kau bisa kembali."
"Farel, dia wanita yang baik. Kau jangan berprasangka buruk terhadapnya. Tidak semua yang kau pikir tentangnya itu benar karna Kau tidak tahu apa saja yang ia lakukan di belakangmu. Kau akan menyesal jika kau mengabaikannya. Dokter Sarah berlalu begitu saja
...........
-bersambung
udah aku kasi like juga
berarti tamat wes.
kl ganti istri wes gk seru neh