Part 2, lanjutan dari Ta'aruf Pembawa Cinta. Disarankan untuk membaca part pertama terlebih dahulu.
Daffa pergi meninggalkan rumah dan melepaskan semua yang akan menjadi miliknya dan mulai membuka usahanya sendiri.
Lelaki bernama Daffa itu adalah seorang duda yang memiliki seorang putri kecil yang begitu cantik, Ia sangat menyayangi putrinya itu bahkan memberinya nama seperti nama mendiang istrinya, Zeline.
Daffa dibuat frustasi saat semua orang mendesaknya agar menikah lagi, hal yang sangat sulit lelaki itu pikirkan, bahkan dengan membayangkannya saja ia sama sekali tidak sanggup jika harus mencari pengganti dari istrinya, wanita yang sangat ia cintai itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siapa Kau Sebenarnya
Keesokan harinya, seperti biasa Daffa mengantar Zeline ke sekolahnya. Daffa memarkirkan mobilnya di seberang jalan lalu membantu putrinya menyeberang dan mengantarnya hingga ke depan gerbang sekolah.
"Selamat pagi Zeline." sapa seseorang yang tidak asing lagi bagi Daffa
Seorang wanita cantik dengan membawa beberapa kantong plastik berisi belanjaan menghampiri Daffa dan juga Zeline.
"Selamat pagi Bibi Zafina, Bibi dari berbelanja?" balas Zeline menyapa wanita yang bernama Zafina tersebut
"Iya sayang, Bibi baru saja dari super market dan membeli beberapa bahan untuk membuat roti nanti." jawabnya tersenyum hangat pada Zeline
"Zeline sayang, masuk sekarang yah nanti terlambat." kata Daffa tidak ingin membuat anaknya berlama-lama dengan wanita itu
"Selamat pagi, Pak." sapa Zafina tersenyum ramah pada Daffa
"Selamat pagi." balas Daffa dengan wajah datar namun tidak membuat wanita itu berkecil hati
"Zeline masuk dulu Pa" kata Zeline pamit masuk ke dalam sekolahnya
"Iya nak" Daffa menganggukkan kepalanya dan melepaskan genggaman tangannya dari Zeline, namun sebelum melangkah masuk ke dalam sekolah Zeline terlebih dulu berpamitan pada Zafina
"Bibi Zafina, Zeline mau sekolah dulu, nanti Zeline mau ke toko Bibi untuk membeli roti yang enak." kata Zeline yang membuat Zafina tersenyum lebar serta gemas dengan gadis kecil berpipi tembem itu
"Kalau begitu Bibi harus segera pulang ke toko dan membuatkan Zeline roti terenak sekarang" jawab Zafina dengan begitu antusias
"Wah Bibi memang yang terbaik" kata Zeline tak kalah semangatnya dengan wanita itu, Daffa pun makin merasa tidak nyaman dengan kehadiran wanita itu di sekitar Zeline putrinya
"Kemarikan tangan Zeline" Zafina meletakkan belanjaannya kemudian mengambil kedua tangan Zeline dan sembari mengucapkan sesuatu.."Semoga hari Zeline berjalan dengan lancar hari ini dan semoga hanya akan ada kebahagiaan di hari ini" ucapnya mencium lembut kedua telapak tangan Zeline, Daffa dibuat terdiam melihat apa yang dilakukan oleh Zafina
"Apa itu Bibi?" tanya Zeline penasaran
"Itu mantra Bibi setiap harinya, jadi hari Bibi akan berjalan dengan penuh kebahagiaan setiap harinya" jawab Zafina, kedua mata Daffa memperhatikan wanita itu, seperti ada yang menjanggal di hati Daffa
"Terima kasih sudah memberitahu Zeline, Bi" ucap Zeline begitu senang
"Bibi permisi dulu sayang" kata Zafina pamit pada Zeline setelah mengelus lembut rambut Zeline
"Iya Bibi" jawab Zeline tersenyum dan melambaikan tangannya
"Permisi Pak" kata Zafina pamit pada Daffa yang dijawab dengan sekali anggukan oleh Daffa.
Mata Daffa tidak lepas memperhatikan wanita itu hingga Zeline menyadarkan lamunannya.
"Papa, Zeline masuk dulu." kata Zeline pamit pada Papanya
"Iya sayang, nanti Papa jemput yah" jawab Daffa tersenyum lembut dan mencium kening putrinya.
***
Setelah memastikan Zeline masuk ke dalam sekolahnya, Daffa segera kembali ke mobilnya dengan banyak sekali pertanyaan di kepalanya setelah bertemu lagi dengan wanita bernama Zafina tadi.
Daffa masuk ke dalam mobilnya dan diam disana tanpa ada niatan pergi dari tempat itu. Segera ia ambil ponselnya di saku celananya lalu membuka satu folder yang ia sembunyikan dengan memberikan password pada folder itu.
Foto-foto kenangannya dengan Zeline terbuka setelah ia memasukkan password untuk folder itu. Banyak sekali foto Zeline disana serta fotonya berdua dengan Zeline saat dulu, dimana saat itu mereka berdua masih sangat bahagia.
Daffa menekan sebuah foto yang ia ambil saat itu saat mendiang istrinya Zeline menghadap ke belakang dan berjalan pergi setelah setelah bertemu dengannya dulu, memorinya kembali terputar mengingat kejadian dihari itu bersama dirinya dan Zeline.
"*Aku sangat benci saat seperti ini, waktu dan takdir untuk kita sangatlah tidak adil" keluh Daffa menatap dalam mata Zeline
"Kita masih bisa bertemu di lain hari, Daffa" jawab Zeline menenangkan lelaki yang sangat manja padanya itu
"Kau pikir hariku bisa bahagia hanya dengan memikirkan mu saja? bertemu denganmu pasti akan membuat hariku jauh lebih bahagia" kata Daffa tersenyum tipis menyayangkan waktu yang sangat sedikit bagi mereka
"Aku juga sama sepertimu, tapi aku memiliki cara untuk menahan itu semua" kata Zeline tersenyum penuh arti
"Caranya?" tanya Daffa penasaran hingga alisnya terangkat sebelah
"Mau ku beritahu mantranya?" tawar Zeline begitu antusias
"Mantra? kau ini ada-ada saja" jawab Daffa menahan tawanya
"Sini, kemarikan tanganmu" Zeline mengambil kedua tangan Daffa yang terlihat pasrah dengan apa yang ingin kekasihnya itu lakukan padanya..."Semoga suatu saat nanti waktu dan takdir berpihak pada kita dan semoga hanya ada kebahagiaan setiap harinya" ucap Zeline lalu mencium lembut telapak tangan Daffa membuat Daffa tidak bisa menahan tawanya lagi
"Mantra apa itu?" tanya Daffa tertawa kecil dan tentunya merasa gemas pada Zeline
"Daffaaa" cebik Zeline kesal merasa Daffa mengejeknya, Daffa pun segera berhenti tertawa agar Zeline tidak kesal
"Baiklah, aku percaya pada mantramu. Sekarang kembali lah, aku tidak ingin kau melihatku pergi, biar aku yang melihatmu pergi" kata Daffa mengelus lembut pipi Zeline yang terlihat murung saat Daffa mengatakan demikian, Zeline menghela nafasnya dalam lalu tersenyum ke arah Daffa
"Kalau begitu aku pulang dulu." pamit Zeline pada Daffa yang sedang menatap matanya begitu dalam
"Hati-hati dijalan Zeline" ucap Daffa dengan senyum yang sangat lembut, Zeline pun berbalik dan melangkah pergi dari sana.
Daffa mengambil ponselnya lalu membuka kamera ponselnya dan mengambil gambar Zeline yang tengah berjalan meninggalkan tempat itu*.
Hati Daffa seakan teriris mengingat saat itu, separuh hatinya begitu kosong hingga sangat merindukan sosok Zeline disisinya.
"Zafina? siapa kau sebenarnya" gumam Daffa merasa janggal dengan apa yang selalu dilakukan wanita itu saat bertemu dengan dirinya.
lanjut dg karya yg bagus lagiii....
semangaaaattt....
MENGEJAR CINTA KAKAK KELAS dari Endergamer 1256
"Malam ini kamu pulang ke rumah.
Rumah kita.
Udah terlalu lama kamu berkeliaran di luar.
Aku harus jaga calon istriku biar gak ditidurin orang lain.
Besok..kita pulang ke Indonesia.
Langsung kawin.
Sedikit aja kamu mau kabur...aku gak akan segan-segan ngeluarin video kita." kembali Michael mengancam.
Numpang iklan dan terima kasih kakak author 😘