NovelToon NovelToon
Salah Kamar

Salah Kamar

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Nikahkontrak / Cintamanis
Popularitas:41.3k
Nilai: 5
Nama Author: Salwaa RJ

'Salah kamar bukan salah jodoh'

Kisah 2 insan yang memiliki kisah tersendiri. Di mana Kinan yang sangat menjunjung tinggi kriteria untuk pasangannya dan Bram yang bergelut dengan lukanya di masa lalu. Siapa sangka? Keduanya dipertemukan dalam keadaan tak terduga yang justru membuat mereka harus terpaksa menikah.

Up : Jum'at & Minggu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salwaa RJ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#9 Salah Paham

"Astaghfirullah." Kinan terkejut saat mendapati sang Tante masuk ke kamarnya. Apalagi dengan kondisi tubuhnya yang hanya terbalut selimut serta ranjang yang cukup berantakan. "Harus lapor Kak Wulan."

Kinan mengembuskan napas. Baru saja ia membayangkan akan seperti apa dirinya jika fakta soal ini terkuak, kali ini justru terjadi dengan sang Tante yang melapor. Tamatlah riwayatnya.

"Sa-saya--"

Kinan memejamkan mata, membiarkan air matanya jatuh begitu saja. Ia sungguh kehilangan akal sekarang. Padahal biasanya ia akan punya ide cemerlang untuk setiap masalahnya. Namun, kali ini pikirannya seolah buntu.

Kunci kamarnya memang ada dua. Namun, Kinan masih tak mengerti kenapa Bram bisa masuk bahkan tanpa kuncinya.

"Saya janji bakal nikahin kamu. Serius."

...***...

Kinan tak kembali ke acara pernikahan itu. Ia merasa perutnya sangat sakit hingga ia tak sanggup untuk beranjak dari ranjang. Bahkan hal ini sampai membuat Bram tetap berada di sana dan membantu Kinan.

Kinan harap semalam memang tak terjadi sesuatu antara dirinya juga Bram. Ia juga masih berharap jika darah yang ada pada ranjang adalah darah haid.

"Apa efeknya separah ini?" tanya Bram, membuat Kinan menghela napas. Bukankah Bram adalah pria normal? Mana mungkin Bram tak tahu apa pun soal itu. Ia yakin setidaknya Bram sudah pernah melakukan hal itu sebelumnya.

Kinan menatap tajam Bram, membuat pria itu kembali duduk di tepi ranjang. Sejak tadi Kinan merasa menjadi seorang ratu dengan Bram yang terus mengambilkan ini dan itu untuknya. Bahkan Bram juga dengan sukarela memegang botol berisi air hangat itu.

"Kenapa gak bilang kamu datang bulan coba? Saya udah panik liat darah tadi," ujar Bram. Ia memang tak pernah melakukannya. Namun, ia tahu apa yang terjadi jika mereka melakukan hal 'itu'. Ia tak selugu itu.

"Bisa diem gak sih?!" Rasa sakit yang ia rasa sungguh membuatny ingin sekali meneriaki seseorang. Namun, ia memilih untuk memendamnya dan memutuskan diam. Lagi pula menurutnya tak ada guna meluapkan amarah pada Bram.

Bram juga sebenarnya ingin menarik janjinya tadi. Namun, ia terlalu gengsi untuk melakukannya. Lagi pula ini bisa jadi alasannya agar tak menikahi Lia. Terlebih ia juga belum sepenuhnya yakin Lia adalah gadis kecil yang dulu menjadi cinta pertamanya.

Perlahan Kinan memejamkan mata, membuat Bram membenahi selimut yang menutupi tubuh gadis itu. Wajah pucat juga keringat yang terus mengalir, tentu membuat Bram cukup khawatir dengan kondisi Kinan. Ia tak tahu jika rasa sakit itu akan membuat Kinan seperti ini.

Bram beranjak perlahan agar tak membangunkan Kinan. Ia harus menghubungi sang Nenek dan mengatakan jika ia akan membatalkan pernikahannya dengan Lia. Ia rasa menikah dengan Kinan jauh lebih baik dibanding menikah dengan Lia. Setidaknya ia tak perlu merasa bersalah jika tak bisa mencintai wanita itu karena dari awal mereka berdua memang tak saling mencintai. Ia akan anggap pernikahannya hanya sebagai cara untuk menyelamatkan reputasi Kinan.

Ponselnya terus berdering, menampilkan nama Lia di sana. Namun, ia memutuskan untuk menolaknya dan mencoba menghubungi sang Nenek.

"Halo, Nek?"

"Bram, kamu ke mana sih? Lia nyariin kamu terus."

Bram berdeham untuk menenangkan hatinya. Ia sebenarnya tak berani mengatakan jika ia sudah merusak anak gadis orang. Meski itu belum pasti, tetap saja semalam mereka tidur di ranjang yang sama dan dengan kondisi yang sudah cukup membuktikan jika sesuatu memang terjadi di antara mereka.

"Gini, Bram mau batalin pernikahannya."

"Loh, kenapa?"

Bram mengusap tengkuknya. Ia sungguh bingung harus mengatakan apa. Ia juga tak mau sang Nenek terkejut mendengar fakta jika cucu kesayangannya telah merusak kehormatan seorang gadis. Ia juga tak mungkin berbohong soal ini.

"Bram gak bisa nikah sama Lia. Udah itu aja, Bram gak bisa jelasin sekarang, tolong bilangin ke Lia," ujar Bram kemudian memutus sambungan telepon itu. Ia benar-benar gugup hingga jantungnya serasa mau copot. Sungguh, ia menganggap ini adalah kebodohan terbesar yang ia lakukan selama 35 tahun hidup di dunia. Lebih parahnya lagi ia tak ingat apa-apa.

...***...

Kinan sungguh takut untuk pulang ke rumah. Ia bahkan terus merasa gelisah karena sang Ibu tahu jika semalam ia tidur bersama seorang pria. Ia yakin semalam tak terjadi apa pun. Namun, yang dilihat sang Tante hanya ujung dari kesalah pahaman itu.

Kinan masih berdiri di depan pintu mobil. Ia sungguh berpikir untuk pergi saja dari rumah dibanding menjadi bahan omongan tetangga. Namun, seseorang justru menarik tangannya dan memintanya untuk masuk ke mobil.

"Apa? Mau culik saya? Apa semuanya gak cukup?" Kinan kesal. Ya, bahkan jika ia adalah seorang psikopat, ia akan langsung memutilasi tubuh pria itu karena telah menyebabkan harga dirinya hancur sekarang.

"Biar sekertaris saya yang bawa mobil kamu. Kamu pulang sama saya," ujar Bram membuat Kinan terpaksa naik mobil pria itu. Dari pada ia harus menghadapi kenyataan sendirian, akan lebih baik jika Bram juga bersamanya. Ia harap pria itu mau menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

Kinan memilih untuk memejamkan mata. Ia harap matanya takkan terbuka lagi untuk melihat tatapan-tatapan penuh kecurigaan dari tetangganya. Namun, ia kembali membuka matanya. Ia memang ingin tiada saja, tapi ia masih memikirkan soal sang Ibu.

Kinan memutuskan untuk membangun kepercayaan dirinya lagi. Untuk apa ia merasa malu saat ia tak seperti beberapa gadis yang hamil di luar nikah. Ia merasa datang bulan itu cukup menyelamatkannya.

Mobil itu sunyi. Tak ada satu pun dari mereka berani buka suara. Bahkan hanya ada suara bungkus permen terbuka karena Kinan merasa kepalanya terasa sakit.

"Masih sakit?" tanya Bram kemudian mendapat tatapan tajam dari Kinan.

"Apa urusannya sama Bapak?"

Bram memutar malas kedua bola matanya. Ia akui ia salah karena mabuk dan mengira jika kamar yang ia masuki adalah kamarnya. Namun, bukankah hal ini cukup menguntungkan untuk Kinan? Terlebih karena gadis itu bisa menikahi seorang pria kaya juga tampan. "Saya lagi latihan."

"Kulkas tujuh pintu bisa perhatian juga ya?"

"Dari tadi saya udah bantu kamu apa itu masih kurang?" tanya Bram dengan nada geram. Ia sungguh kesal sebab Kinan menganggap hal ini sebagai sebuah kesalahan yang fatal. Bahkan Kinan terkesan seperti sangat membenci Bram.

"Oke gini aja, kita nikah tapi pake sistem kontrak. Kamu punya perusahaan jadi sedikitnya kamu pasti ngerti soal kontrak. Kamu bisa tulis apa yang kamu mau begitupun dengan saya. Besok kita ketemu lagi buat bahas kontraknya sekalian tanggal pernikahan."

Kinan membulatkan mata saat pria itu mengatakan soal tanggal pernikahan. Ia pikir semua janji itu hanya main-main. Ternyata tidak.

"Gak ada nikah-nikahan."

"Yakin kamu mau nolak ini? Ya ... tanggung aja akibatnya nanti gimana. Saya yakin orang-orang bakal terus ngomongin kamu. Kalo saya sih gak ada masalah. Gak bakal ada yang cap saya sebagai pria murahan."

"Jaga ya mulutnya atau saya jait!" Kinan sebenarnya merasa bimbang. Ia tak mungkin menikah sekarang juga tak mungkin tetap melajang saat sang Ibu mengetahui jika anak gadisnya tidur bersama seorang pria di hotel. Padahal selama ini Kinan selalu menolak soal pernikahan. Ia juga tak mau dicap sebagai wanita murahan.

*****

Bandung, 6 April 2021

Salwaa RJ

1
Yus Warkop
up nya sedikit padahal lama up nya 🙏🙏lanjut thor
Yus Warkop
semoga bayinya selamat
Yus Warkop
yg nabrak siapa yah
Yuli Alfian
up nya masih lama kak
Yus Warkop
nyesek banget nih hatiku
Yuli Alfian
kok udah g pernah update ya. .
Yuli Alfian: ok kak di tunggu update annya. .
tp masih di lanjut kan kak kapan2
total 2 replies
Yus Warkop
harusnya bram terus terang aja jujur . itu akan lebih menyakitkan kinan
Yus Warkop
baiknya bram terus terang aj biar jujur deh
Yus Warkop
makin sensitif aja kinan nih
Salwaa Roudlootul: iyaaa nih🤣
total 1 replies
𝐘𝔲𝚒k̷α Z̷𝐮𝚔oཽ
Semangat kak, btw mampir di Master Dunia Game ya, jangan lupa tinggalkan jejak♡⁠(⁠Ӧ⁠v⁠Ӧ⁠。⁠)
Salwaa Roudlootul: siap laksanakan
total 1 replies
𝐘𝔲𝚒k̷α Z̷𝐮𝚔oཽ
Akhirnya sampai sini
Yus Warkop
makasih thor semoga bram cepet bisa menemukan orang yg dicurigai
Salwaa Roudlootul: mksih juga udah dukung karya inii✨
total 1 replies
Yus Warkop
lanjut
Salwaa Roudlootul: siap laksanakan
total 1 replies
Yus Warkop
kinan ngidam kayanya yah thor
Salwaa Roudlootul: wah spertinya iya😶
total 1 replies
Yus Warkop
lanjut thor
Salwaa Roudlootul: siap laksanakan
total 1 replies
Abid Aqila
semangat thor
Salwaa Roudlootul: siap 86!👌
total 1 replies
Yus Warkop
lanjut
Salwaa Roudlootul: siap!!!
total 1 replies
Yus Warkop
asiiik nih kan walinya udah ketemu sama bram
Salwaa Roudlootul: 😂😂 awal kisahnya bnr2 dimulai
total 1 replies
Yus Warkop
ok
Ratih Shakiya
kurang greget ah😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!