NovelToon NovelToon
Posesif Daddy

Posesif Daddy

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: ketua kocheng

(REVISI)


Bagaimana jika ingatan mu di hapus oleh kakakmu dengan alasan bahwa ia mencintaimu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ketua kocheng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keberanian violet

Sekarang violet harus bisa lepas dari Dave, ia tidak mau hidup dengan seorang psikopat yang rela melakukan apapun termasuk membantai keluarganya hanya demi obsesinya pada violet

Siang hari, betapa laparnya violet dan betapa pegal badannya karena berbaring cukup lama, Violet tidak melihat Dave tapi ada sesuatu yang menahan tangannya

Dave memborgol tangan kanan Violet di sudut ranjang "Apa apaan ini kenapa aku diborgol gini ini!! ARGH!!" Violet berusaha melepaskan borgolnya

Menjambak rambutnya frustasi apa yang harus ia lakukan sekarang dan bagaimana dengan Sabina apakah dia baik baik saja? Ya Tuhan apa yang harus violet lakukan kenapa violet lahir jika Hanay membuat orang lain menderita

Violet teringat tentang Agra ia mencari hpnya di dalam laci, saat menemukannya violet langsung menelpon Agra meminta pertolongan, karena yang paling utama adalah violet harus bisa keluar dari rumah ini

Saat telpon sudah tersambung violet langsung mematikannya kembali sambungan nya, ia lupa jika sekarang ia sedang berusaha menjerumuskan Agra pada psikopat gila

"Kamu gak boleh kenapa Napa, gak boleh..." violet mencoba berfikir bagaimana ia lepaskan borgol ini dari tangannya, violet mengambil jepit rambut di dalam laci lalu ia luruskan jepitan itu untuk ia jadikan sebagai pengganti kunci

Violet tak pernah melakukan ini tapi ia pernah melihat di siaran TV dan ternyata ia berhasil violet membawa hpnya lalu ia perlahan membuka pintu kamarnya violet mengendap ngendap menuruni tangga ia perlahan berjalan menuju pintu utama ia juga bingung kenapa rumahnya sangat sepi

Saat violet hendak membuka pintu utama tak sengaja ia mendengar jeritan seorang wanita

"eh? siapa itu?.."

Karena penasaran Violet berjalan menuju ruang bawah tanah, firasat nya tidak enak ia merasa jika seseorang yang menjerit tersebut orang yang ia kenal

Itu adalah Sabina, terlihat masih mengenakan baju pasien rumah sakit banyak darah di sekujur tubuhnya, keadaannya sangat mengkhawatirkan yang lebih mengenaskan lagi adalah orang yang menyeret Sabina adalah Dave ia menyeret Sabina dengan katana di tangannya

Violet ingat bahwa Dave pernah berkata bahwa Sabina telah tewas ternyata ia berbohong sekarang violet tidak akan mempercayai perkataan Dave lagi

"Lepaskan dia !!... sialan apa yang kau lakukan!!.." teriak Violet dan berlari menghampiri Sabina tak ada yang berani mencegahnya para bawahan Dave membiarkan violet mendekat mereka semua bahkan terlalu takut hanya untuk sekedar melirik sang nona

Violet menarik Sabina dari genggaman Dave memeluk Sabina yang gemetar takut violet menatap tajam Dave "beraninya kamu menyakiti temanku!!..." Dave dan para bawahannya terkejut dengan apa yang violet katakan

"Vi To--tolong... a-ku... takut hikss..." Sabina memeluk violet dengar erat dan sebisa mungkin violet menenang kan sabina dengan mengelus punggung Sabina

"iya ci kita keluar oke" violet membantu Sabina berdiri dan dengan tatapan tajamnya Dave memandang Sabina, ingin sekali violet mengumpat Dave tapi ia urungkan yang lebih penting sekarang adalah membawa sabina ke rumah sakit

"Berhenti!! jangan bawa dia Pergi!!"

Violet membulatkan matanya saat sesuatu menempel di pundaknya, Dave gila! sekarang ia sedang menodongkan katananya kepada violet

Violet semakin tertantang, menyingkirkan katana yang Dave pegang lalu berjalan mendekati Dave "lepaskan dia sebagai gantinya bunuh aku!!.."

violet berteriak di depan wajah Dave matanya sudah memerah menahan tangis Dave yang tersadar menggeleng dengan wajah sedih ia mengusap pipi violet

"Vi maaf.. Daddy gak bermaksud menodongkan senjata, maaf daddy hanya refleks saat kamu akan bawa dia pergi.." violet menepis kasar tangan Dave

PLAK!

Semua menjadi hening tak ada yang berani bicara hanya terdengar isakan Sabina, violet kembali membantu Sabina untuk berjalan ke luar ruang bawah tanah, Dave tak menghalangi dan ia juga tak memerintahkan para bawahannya untuk mengejar violet

BUAGHH

Satu pukulan kei terima, sekarang ia juga tau bahwa ia akan menerima pukulan semenjak violet masuk ke ruang bawah tanah kesalahannya adalah kei tidak mengunci pintu ruang bawah tanah

"Kau ingin mati kei?!!" Dave mengusap kasar wajahnya "maaf tuan saya ceroboh..." pukulan demi pukulan kei terima ia tak melawan karena ia masih ingin melihat keluarganya hidup

Dave masih merasakan pipinya yang memanas akibat tamparan Violet sungguh Sabina harus segera ia habisi supaya tidak menjadi pengganggu diantara hubungan mereka

Violet membawa Sabina menuju rumah sakit terdekat, setelah sampai ia membayar taksinya lalu memapah tubuh Sabina masuk setelah di dalam violet berteriak minta tolong para suster langsung menghampiri dan membawa Sabina menuju UGD

Violet sekarang menjadi takut, mengapa ia seberani itu pada dave bagaimana jika Dave semakin menjadi

seharusnya ia tak dilahirkan saja di dunia jika hanya membuat orang lain menderita. Agra. Itu yang pertama violet pikiran ia harus memberi tau Agra karena Sabina juga teman Agra

Tapi saat ingin menelponnya violet lupa dimana ia menyimpan hpnya pasti ia tinggalkan di ruang bawah tanah saat membatu Sabina

"Dengan keluarga pasien?..." Tanya dokter yang baru saja keluar dari UGD "iya saya bagaiman keadaan teman saya?..." Tanya violet dengan panik "lukanya cukup parah kemungkinan besar ia harus di rawat inap dan harganya juga tidak kecil"

Violet tidak membawa uang sepeserpun uangnya habis untuk taksi sekarang ia harus bayar dengan apa "jadi bagaimana?" Tanya dokter meyakinkan "i-iya lakukan yang terbaik..." dokter pun mengangguk lalu pergi meninggalkan violet sendirian

Violet berjalan melihat Sabina dari balik kaca, sungguh sangat menderita sekali Sabina dan ini semua salah violet, seandainya saja violet tidak keras kepala untuk bertemu Sabina mungkin ini tidak akan terjadi

"Untuk lebih lanjutnya silahkan mengisi administrasinya..." ujar suster yang baru saja datang menghampiri violet "kasih saya waktu sus..." suster itupun mengangguk lalu pergi meninggalkan violet

Violet berjalan tanpa arah, ia tidak mungkin kembali pada Dave hanya untuk meminjam uang, bisa saja Dave tidak akan membiarkan nya untuk keluar

BRUKK

"Maaf! maaf Vi gak sengaja maaf..." ucap violet tanpa melihat siapa yang ia tabrak, violet terduduk di lantai "Violet?" Violet mendongakkan kepalanya melihat siapa yang ia tabrak ternyata Agra ia terkejut melihat penampilan violet yang sangat kusut rambut yang tak beraturan dan mata yang sembab

Agra membantu violet berdiri ia membawa violet ke kursi panjang lalu mendudukkannya "kamu lagi apa disini? Kamu sakit?.." violet menggeleng lalu memegang kedua tangan Agra

"Agra.. vi minta tolong sama kamu Cici lagi di rawat dan vi gak bawa uang untuk administrasinya... apa boleh Vi pinjam uang Agra, vi janji nanti Vi bakal bayar kok.." Agra mengerutkan keningnya lalu mengangguk mengiyakan violet langsung membawa Agra untuk membayar administrasi setelah itu mereka menuju ruangan Sabina dan duduk di sofa

"Makasih Agra makasih udah mau nolongin Vi..." Agra menggeleng lalu mengusap puncak kepala violet dan mengusap air mata yang membasahi pipi violet

"Apapun untuk kamu Vi... Dan sekarang jelaskan kenapa kamu bisa disini..." violet heran mengapa Agra khawatir padanya sedangkan yang dirawat itu adalah Sabina "Agra sendiri sedang apa disini harusnya Agra di sekolah..." Agra tersenyum, meraih tangan violet dan menggenggamnya begitu erat

"Aku khawatir sama kamu yang tiba-tiba telpon... tapi waktu aku telpon balik kamu malah gak angkat..." Mungkin sekarang Dave sudah menghancurkan hp milik violet

"Vi tanya, kenapa agra ada di rumah sakit..." Agra terdiam bagaimana ia menjelaskannya tapi yang sedang bicara dengannya ini violet jadi ia tidak bisa berbohong

"Tadi waktu aku pulang dari sekolah aku gak sengaja liat seseorang yang lagi lari gak jelas dan waktu aku perhatiin ternyata dia lagi di kejar beberapa orang berpakaian hitam dia terlihat kecapean jadi aku suruh saja masuk mobil dan ternyata dia orangnya baik ramah dan sopan sekarang dia lagi di rawat disini karena penyakitnya lagi kambuh..."

Violet kagum dengan Agra ia menolong orang yang sama sekali tak ia kenal violet sangat beruntung karena ia mengenal Agra

Agra mendekatkan wajahnya mencoba menatap mata hitam violet mencari tau apakah violet mempunyai rasa pada Agra seperti dirinya yang menyukai violet dari pandangan pertama

Blush

Pipi Violet menjadi merah saat Agra mendekatkan wajahnya terlihat wajah Agra yang begitu tampan dan manis jantung violet berdetak sangat cepat kenapa Agra mendekat seperti ini dia mau apa, apakah dia mau mencium violet?

Agra tak kuat menahan tawanya karena violet yang tiba-tiba memejamkan matanya apakah ia berfikir bahwa Agra akan menciumnya? walaupun ingin tapi Agra menahannya dan mencoba melihat reaksi Violet

"hahahah..... kenapa kamu tutup mata Vi hahaha... kamu mau aku cium? Hahaha! boleh boleh sini..." Agra mencoba mendekatkan kembali wajahnya dengan spontan violet menahan wajah Agra dengan dan berbalik menahan malu

Sekarang Agra yakin bahwa violet menyukainya terlihat pipi violet yang memerah "Vi aku suka kamu.." ujar Agra dengan penuh perasaan "maaf, Vi gak suka Agra karena Agra nyebelin.." violet memalingkan wajahnya mempoutkan bibirnya dan menyilangkan tangannya

"Sstt.. Vi jangan berisik Sabina lagi istirahat.." violet melirik Sabina lalu kejadian beberapa tadi mulai melintas kembali

wajah violet menjadi cemas bagaimana jika Dave menyusulnya ke rumah sakit dan bagaiman jika Dave melukai Sabina lagi

"Vi.. apa yang sedang kamu pikirkan?" Tanya Agra mengusap kedua tangan violet "kamu boleh cerita apapun, aku akan menjadi pendengar yang baik.."

Mungkin Agra benar violet harus menceritakan kejadian ini pada Agra supaya ia merasa lebih tenang dan Violet pun mulai menceritakan tentang Dave lalu saat mengapa ia lari dari Dave dan yang paling akhir adalah kejadian hari ini, Agra terkejut tapi ia berusaha tenang dan terus mendengarkan cerita violet

"Sialan... Dimana si Dave sialan itu? Akan ku bunuh dia!!.." violet berusaha mendudukan kembali Agra yang tengah berdiri berniat mencari keberadaan Dave "jangan Agra duduk dulu..." Agra menurut ia duduk kembali dan masih dengan perasaan marah

"Jangan pergi dia itu gila, gimana kalau agra terluka dan kalau agra pergi lalu orang yang agra tolong tadi gimana?..."

"Yasudah aku lihat dulu dia, kamu juga ikut.." violet menggeleng jika ia ikut Sabina akan sendirian ia takut Sabina akan membutuhkannya

"Nggak Vi disini aja temenin Cici..." Agra menggeleng lalu mendekat dan mencium kening violet

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Hih Sider

1
nilim
ceritanya menarik, tp perbaiki lagi beberapa ada yg ga nyambung dan pake koma atau ga tirik. gw baca agak bingung
nilim
sempet' nya /Facepalm/
nilim
30m banyak loh gila si kl lngsng di abisin
Ayu galih wulandari
Aqu hadir k ak author msh blm mengerti alurnya
Jewel Kefrill
gk ada
Jewel Kefrill
bagian selatan itu apa??
Memyr 67
lebih suka visualnya regan daripada dave
Memyr 67
ternyata dave kakak tiri violet. kakak tiri yg mencintai adik tiri
Memyr 67
violet itu tidak sadar diri tw bodoh? berkali kali diancam dave, kalau violet membantah, tidak menurut, akan dihukum, tetapi selalu saja membangkang sama dave. begitu kena hukum dave, nangis, marah marah. yg psikopat violet kayaknya. masak cewek udah besar, berkalibkali dibritau, diancam, nggak ngerti ngerti?
1234
makin seru thorrr
1234
masih nyimakk thor
Regii Regii
ko aku cari ga ad ya ka
Putri Pink
makanan ringan apa sih yg sampek sebulan gaji masih gk bisa membelinya?!...
heran deehhh
Rafika Aprilyanti Alfian
thooor nyimak
Aisyah Prasutio
kurang sreg tokoh biola nya,🙏🙏
Jilioni MD: KEPEMILIKAN adalah cerita dalam novelku, jika berkenan mampir ya, bisa di klik profilku, terimakasih 😊
total 1 replies
Aurel
kok mala nyeritain sama si agra sih.....bukanyya sama si dady....
Aurel
meskipun jahat ma orang tapi cintamya....si dave tulus....lo....
M 🐼
Loh kok malah gini, klau sama arga gk sesuai judul
Roetipa Tipa
Dove sadisnya keterlaluan
Atika Darmawati
jgn mati lah violet ..kasian baby nya buat ending nya violet bahagia thorrrr ....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!