NovelToon NovelToon
RAHASIA DIBALIK WAJAH INNOCENT

RAHASIA DIBALIK WAJAH INNOCENT

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Nikahmuda / Poligami / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Yutantia 10

Bulan gadis 18 tahun terpaksa menikah dengan Bharata, majikan ibunya karena dijebak.
Karena tidak ingin ibunya dipenjara, Bulan terpaksa menjadi istri ke 3 Bharata yang sudah berusia 39 tahun.
Tetapi setelah menikah, Bharata justru kecewa karena dibalik wajah innocent Bulan, dia menyimpan rahasia besar.
Bulan ternyata adalah sugar baby sahabatnya sendiri yang bernama Satria.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PINGSAN

Sudah seminggu Bhara tidak datang ke rumah Bulan. Dan sudah seminggu pula Bulan menjadi pembantu.

Aryo memberi Bulan tugas membersihkan halaman depan dan belakang. Walaupun melelahkan, tapi Bulan berusaha menikmatinya.

Ada taman bunga yang cantik dibelakang rumah. Bulan lebih senang menghabiskan waktu untuk merawat bunga disana.

"Apa kau menyukai bunga?" tanya Aryo yang dari tadi memperhatikan Bulan dari jauh.

"Hem." Bulan mengangguk. Bulan memang jarang sekali berbicara, dia hanya mau bicara kalau ada hal penting saja.

"Sudah siang, apa kau tidak ingin masuk untuk makan?" tanya Aryo.

"Nanti saja, aku belum lapar."

"Aku lihat selama seminggu ini kau jarang makan. Apa kau tidak suka dengan makanannya. Makanannya memang biasa saja, mungkin tidak seperti makananmu sebelumnya." Aryo mengira jika Bulan dari keluarga yang kaya seperti Bhara.

"Aku sudah biasa makan seperti itu. Apa aku boleh meminta bantuanmu?"

"Tentu saja." Aryo senang jika Bulan mau akrab dengannya.

"Tolong bantu aku keluar sebentar dari rumah ini. Hanya sebentar, aku merindukan ibuku."

"Maaf, sepertinya aku tidak bisa membantmmu kali ini."

Bulan menghela nafas "Sudah kuduga, aku tidak akan bisa keluar dengan mudah dari sini," batinnya.

Bulan tidak diizinkan keluar walau hanya sebentar. Bhara sudah menugaskan penjaga untuk memastikan Bulan tetap berada dirumah.

Bulan sangat merindukan ibunya. Setelah ponselnya hilang waktu itu, dia belum membeli ponsel baru. Dia ingin sekali menghubungi ibunya. Bhara melarang semua orang dirumah itu untuk meminjamkan ponsel pada Bulan.

Besok seharusnya Bulan wisuda, tetapi rasanya tidak mungkin melihat keadaannya sekarang. Jangankan keluar untuk wisuda, melangkah dari pintu gerbang saja dia tidak diijinkan.

"Hai cinderella, cepat masuk. Bantu aku membersihkan perpustakaan." panggil Rianti dengan nada jutek.

Rianti sebenarnya senyukai Aryo, tapi Aryo tidak menyukainya. Melihat Aryo perhatian pada Bulan, Rianti merasa iri. Rianti selalu mencari cara untuk menjatuhkan Bulan.

Bulan mengikuti Rianti ke perpustakaan. Dia sangat takjub melihat betapa banyaknya buku diruangan itu.

Rianti dan Bulan mulai membersihkan perpustakaan besar dirumah itu. Perpustakaan itu milik orang tua angkat Bhara. Buku buku terlihat kotor dan usang. Setelah Tuan dan Nyonya Prayoga meninggal tak ada yang menyentuh perpustakaan itu.

"Kenapa suamimu tidak pernah datang kesini?" tanya Rianti dengan sinis sambil membersihkan buku buku yang berdebu.

Bulan diam saja dan terus membersihkan buku. Dia malas sekali menanggapi pertanyaan Rianti. Menurutnya dia tak wajib untuk menjawab.

"Ups maaf." Rianti menutup mulutnya dengan telapak tangan. "Aku lupa jika kau sudah tidak dianggap istri. Kau hanyalah seorang pembantu sepertiku. Jadi sepertinya Tuan Bhara tak ada kepentingan untuk datang menemuimu." Rianti menarik ujung bibirnya.

Lagi lagi Bulan tidak memberi tanggapan apa apa. Dia tetap tenang seperti tidak mendengar ocehan Rianti.

Rianti sangat kesal karena Bulan tidak berekspresi apapun mendengar bullyannya. Dia terus memikirkan cara untuk membully Bulan. Menurutnya kurang asyik jika orang ya g dia bully tak memberi perlawanan.

"Aku ingin keluar sebentar, kau sini dulu," ucap Rianti.

Rianti berjalan keluar lalu mengunci pintu perpustakaan dari luar. Mendengar suara pintu dikunci Bulan langung berlari ke arah pintu dan berusaha membukanya.

Ceklek ceklek ceklek

Berapa kalipun Bulan mencoba membuka tapi usahanya nihil karena Rianti menguncinya dari luar.

"Rianti buka pintunya, buka."Bulan berteriak sambil menggedor pintu.

BRAK BRAK BRAK

Perpustakaan itu ada dilantai 3, tidak ada yang mendengar teriakan Bulan. Lantai 3 memang hanya untuk perpustakaan, ruang gim serta bioskop mini. Lantai itu jarang sekali didatangi.

Saat semua pelayan berkumpul untuk makan malam, Aryo mencari cari keberadaan Bulan. Sejak siang dia tidak melihat gadis itu.

"Dimana Bulan, kenapa dia tidak ikut makan?" tanya Aryo.

Tidak ada yang menjawab, semua memang tidak tahu kecuali Rianti. Tapi Rianti pura pura tidak tahu.

"Aryo." Terdengar suara teriakan memanggil Aryo. Suara itu sangat familiar ditelinga semua orang disana, hingga mereka langsung menghentikan makannya.

"Tuan Bhara." ucap Aryo lirih lalu bergegas menghampiri Bhara.

"Tuan Bhara datang, mati aku, bagaimana jika dia tahu aku mengunci Bulan di perpustakaan," batin Rianti. Otaknya langsung berfikir cepat bagaimana caranya untuk mengeluarkan Bulan dari perpustakaan.

"Dimana gadis itu, panggil dia." Titah Bhara saat Aryo baru saja datang.

"Baik Tuan, saya akan memanggilnya." Aryo berusaha tenang walaupun dia sedang gelisah. bmBagaimana dia bisa memanggil Bulan jika dia sendiri tidak tahu Bulan ada dimana sekarang.

"Hei kau kesini." Bhara memanggil Rianti yang ingin naik ke lantai atas. Rianti berniat membuka pintu perpustakaan.

"I... iya Tuan." Jawab Rianti dengan gemetaran.

"Buatkan aku kopi," titah Bhara yang sedang duduk disofa panjang depan tv.

Riantipun mengikut perintah Bhara. Dia segera kedapur untuk membuat kopi sesuai perintah majikannya. Tangannya gemetar saat mengaduk kopi.

"Sini kuncinya?" Aryo mengagetkan Rianti.

Aryo baru saja dari ruangan cctv, dia kesana untuk mengecek keberadaan Bulan. Dengan tangan gemetar Rianti memberikan kunci itu pada Aryo.

"Tolong jangan katakan pada Tuan Bhara." Rianti memohon..

Aryo tak menggubris sama sekali dan pergi meninggalkan Rianti. Aryo bergegas ke perpustakaan dan membukakan pintu untuk Bulan.

"Bulan." Aryo kaget mendapati Bulan yang pingsan di dalam perpustakaan. Aryo langsung mengangkat tubuh Bulan lalu membawanya turun ke bawah.

Bhara terbelalak melihat Aryo menggendong tubuh Bulan. Ada sedikit rasa tidak terima dihatinya saat melihat Bulan disentuh pria lain.

Aryo menjadi kikuk saat melihat Bhara menatapnya tajam. Dia segera menurunkan Bulan di sofa. Aryo meminta Bu Fatma untuk mengambil minyak angin.

"Kenapa dia?" tanya Bhara.

"Dia pingsan Tuan, mungkin terlalu lelah dan belum makan." jawab Aryo.

Bhara melihat wajah Bulan yang terlihat pucat. Dia mengangkat tubuh ringkih itu lalu membawanya ke dalam kamar.

Bhara mengoleskan minyak angin beberapa bagian wajah Bulan. Berharap gadis itu segera sadar.

Perlahan Bulan mulai membuka matanya. Dia menatap sekeliling dengan wajah bingung. Seingatnya dia ada diperpustakaan tadi.

"Kau sudah bangun?" Suara Bhara mengagetkannya.

"Tuan." Bulan berusaha untuk duduk walau kepalanya masih terasa pusing.

"Kenapa kau sampai pingsan di perpustakaan?"

"Kepala saya tiba tiba pusing Tuan." Bulan tidak menceritakan jika Rianti menguncinya. Bulan tak ingin memperpanjang masalah.

Tok tok tok

Tiba tiba Bu Fatma datang dengan membawa nampan berisi makanan dan segelas teh hangat. Sebelumnya Bhara sudah menyuruh Bu Fatma untuk mengantar makanan ke kamarnya.

"Minumlah dulu lalu Makan, aku tidak mau jika kau mati karena kelaparan dirumahku."

Bulan berusaha untuk sabar dan tak menghiraukan kata kata kasar Bhara. Dia memilih untuk makan agar ada tenaga. Dia merasa tubuhnya sangat lemas sekarang. Sejak siang dia tak sarapan, dan pagipun dia hanya makan beberapa sendok saja.

Sementara Bulan makan, Bhara pergi untuk membersihkan diri.

Perasaan Bulan tak tenang, dia terus saja berpikir apa yang akan dilakukan Bhara padanya. Apakah Bhara akan menceraikannya atau tidak. Sebenarnya Bulan tidak takut diceraikan, hanya saja dia memikirkan kondisi ibunya. Darah tinggi ibunya pasti akan naik jika Bulan diceraikan dalam waktu satu minggu pernikahan. Dan semua tetangganya pasti akan menjadikannya bahan gunjingan.

Bulan terus melamun hingga tak sadar jika Bhara sudah keluar dari kamar mandi.

"Apa yang kau pikirkan?" Pertanyaan Bhara membangunkan Bulan dari lamunannya.

"Tidak ada, saya hanya merindukan ibu."

"Apa kau tidak merindukan suamimu?" Tanya Bhara dengan nada sinis.

Bulan tak tahu harus menjawab apa, dia memilih diam daripada salah menjawab.

1
LENY
HAPPY ENDING AKHIRNYA ❤👍👍
LENY
AKHIRNYA BULAN BAHAGIA JODOHNYA SATRIA ❤👍👍
LENY
YA WAJAR ORANG TUA USTAD HAQI KEBERATAN GOSIP DAN KEADAAN NYA BENAR2 GAK BISA DITERIMA APALAGI KEL USTAD MANUSIAWI. HRSNYA URUS DULU PERCERAIAN BARU TERIMA LAMARAN USTAD HAQI.🙏
LENY
DASAR TETANGGA JULID IRI HATI MAIN NUDUH AJA 😡😡
LENY
BULAN JGN EGOIS BHARA SDH MENERIMA HUKUMANNYA DAN DIA SDH BERTOBAT. TUHAN AJA MEMAFKAN HAMBANYA YG BERTOBAT MASA MANUSIA GAK BISA MAAFIN.🙈🙏🙏
LENY
BHARA TEST DNA AJA DIAM2 AMBIL RAMBUT BI BIAR YAKIN 100%
LENY
DUH TERHARU LIHAT KASIH SAYANG DILLA SMG DILLA MSH PANJANG UMURNYA😥😥
LENY
USTAD HAQI MEMANG BUKAN JODOHNYA AYU BULAN. DEV KRN TERLALU DIMANJA SAMA BHARA DAN DILLA JD SALAH DIDIK GAK TAHU DIRI LAMA2 BISA APA2 HRS DITURUTIN JD MANJA DAN KERAS KEPALA. DEV GAK TAHU IBU ATAHNYA CUMA PEGAWAI BIASA DI RMH BHARA
LENY
BETUL KL GAK BISA LIHAT LANGSUNG RIANTI KAMU2 DIAM2 GMN CARANYA BIAR BISA LIHAT WAJAH AYU
LENY
SUMPAH BULAN BAHWA BHARA TAK AKAN BAHAGIA HIDUPNYA KAYAKNYA TERJADI DILLA SAKIT PARAH TAPI BERSYUKUR MEREKA BER 2 SDH INSYAF TOBAT DAN HIJRAH❤🙏
LENY
BI ANAK.BULAN KAYAKNYA
LENY
DARI AWAL SDH BOHONG JD KEBOHONGAN TERUS BERLANJUT🙈
LENY
MAKANYA MEMANG ENAK ISTRI 2 POLIGAMI😊🙈
LENY
KEBAY BENER BHARA. KASIHAN DILLA LAMA2 MERASA TERSISIH. 😥
LENY
MAKANYA IMPOSSIBLE DI POLIGAMI BISA IKHLAS 100 % AKHIRNYA DILLA CEMBURU JUGA KAN. MEMANG ENAK DIMADU SEBAGAI MANUSIA BIASA PASTILAH ADA RASA CEMBURU DLL 😥😥
LENY
TINGGAL TEST DNA AJA GAK USAH RIBUT TAKUT. LAGIAN ITU MEMANG ANAK BHARA KOK.
LENY
KASIHAN ROMI GARA2 BULAN DIPECAT😥. BHARA JG SDH BOSAN LIHAT KELAKUAN BULAN INI. BERBUAT SALAH MELAWAN TERUS MINTA MAAF BEGITU BERKALI KALI JD MUAK JG LIHAT KELAKUAN BULAN😡
LENY
BULAN INI MULAI GAK TAHU DIRI DILLA SDH BEGITU BAIK LAPANG HATINYA EH CEMBURU SAMA DILLA. MEMANG DILLA GAK CEMBURU SAMA KAMU BULAN JGN EGOIS
LENY
DILLA KAMU BAIK BANGET HATINYA GAK PANTAS BULAN CEMBURU KRN BULAN ISTRI KE 3. DILLA LEBIH SEGALA GALANYA DARI BULAN. SDH KAYA CANTIK BAIK DAN MANDIRI TEGAS 👍❤
LENY
MEMANG BENER UCAPAN BHARA SUGAR BABY ITU SAMA AJA DGN PELACUR JD SIMPANAN DAN DIKASIH UANG. BERTAHUN TAHUN BULAN BERZINA SAMA SATRIA DUH GMN REAKSI BHARA YA KL TAHU ISTRINYA TERNYATA SUGAR BABY SATRIA. 🙈🤮
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!