NovelToon NovelToon
Trapped By The Devil

Trapped By The Devil

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: ingrid nadya

Davina pikir dia akan menjadi pengantin paling bahagia hari ini. Pernikahannya berjalan dengan baik bahkan sampai dia mengucapkan janji setianya pada lelaki impiannya.

Namun, tiba-tiba seseorang bangkit dari tempat duduknya untuk merusak segalanya.

"Calon pengantin perempuan itu milik saya, Pak Pendeta! Dia tidak boleh jadi milik orang lain!" kata Raka, tegas.

Seluruh jemaat yang hadir langsung gaduh.

Apakah Davina jadi menikah hari ini? Atau dia harus mengenyahkan terlebih dahulu si iblis yang selalu mengganggu hidupnya selama ini?

Covers obtained from pexels, free to use.
IG Author : @ingrid.nadya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ingrid nadya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Awal Mula Bencana

Davina melangkah was-was di ruang tamu.

"Dav, kamu duduk dong. Mama makin stres lihat kamu mondar-mandir daritadi," keluh Diana.

"Gimana Davina bisa tenang, Ma? Niko belum datang-datang juga. Jangan sampai Raka yang duluan nyampe disini." Davina geregetan.

"Emang Niko udah dimana?" tanya Dave.

"Baru keluar tol, Pa."

"Gak nyampe lima belas menit pasti dia udah disini, Sayang. Kamu tenang dong." Kini Dave menarik tangan anaknya itu.

Akhirnya Davina menurut. Dia duduk di sebelah Papanya.

"Davina takut."

"Takut kenapa?"

"Takut sama Raka."

"Kenapa takut sama Raka?"

"Raka itu penyerap kebahagiaan Davina. Dia itu senang kalau Davina menderita."

"Raka itu sayang sama kamu, Dav. Kalian udah kenal dari kecil, mungkin Raka cuma lagi salah mengartikan perasaannya."

Davina menggeleng. Dia tahu persis watak laki-laki, teman sedari kecilnya itu. Raka bukan sedang salah mengartikan perasaannya.

Dia — hanya sesederhana — menganggap Davina sebagai boneka mainan miliknya sendiri. Tidak boleh ada yang memiliki boneka itu. Hanya dia seorang saja. Tapi kalau dia sudah bosan, dengan sesuka hati, dia buang lagi boneka tersebut.

Begitulah yang selama ini yang dilakukan Raka padanya.

"Pasti dia itu lagi ngerencanain sesuatu, Pa. Gak mungkin dia datang cuma mau minta maaf dan tiba-tiba setuju sama pernikahan Davina."

"Kita lihat dulu ya, Sayang. Kalau benar-benar dia punya rencana lain, Papa bakal usir mereka."

Davina menatap dalam kedua mata Dave. Dan akhirnya mengangguk.

Lalu, orang yang dinanti-nantikan daritadi datang juga.

"Sorry, Dav, aku telat. Tadi jalanan macet banget." Nikolas langsung duduk di sebelah Davina setelah menyalam Dave dan Diana.

"Iya, gak apa-apa. Aku udah tenang asal kamu duluan nyampe." Davina langsung menggenggam tangan Nikolas untuk mencari keteduhan. Dia selalu merasa panik setiap kali Raka akan muncul dalam hidupnya lagi, jadi dia perlu Nikolas untuk menenangkan dia.

Tidak berapa lama kemudian, mereka mendengar sebuah mobil memasuki halaman rumah. Jantung Davina langsung berpacu. Darah seperti langsung surut ke kakinya.

"Semua bakal baik-baik aja, Dav," bisik Nikolas.

Kalimat ini harusnya menenangkan Davina, tapi tidak kali ini.

Begitu melihat satu sosok yang baru keluar dari mobil tersebut, dia kembali gelisah. Raka datang dengan segala kesempurnaannya. Kaus hitam polos dan jeans yang sama gelapnya membuat sosok Raka benar-benar terlihat semakin mengintimidasi. Apalagi begitu mata mereka bertemu, dia malah tersenyum miring. Betapa sebenarnya, laki-laki itu punya sejuta pesona yang bisa membuat wanita manapun bertekuk lutut.

Tapi pesonanya tidak akan mempan lagi untuk Davina. Wanita itu malah mendengus, lalu mengalihkan tatapannya.

Laki-laki kurang ajar satu itu! Rasanya ingin dia cekik sampai kehabisan nafas!

Azel dan Nayla terlebih dahulu masuk ke dalam rumah mereka.

"Makasih udah nerima kita." Azel menyalam Diana dan Dave terlebih dahulu.

"Thank you, Kak Diana, Dave." Nayla juga mengekor di belakang Azel.

"Papa minta maaf banget ya sama kamu, Dav." Azel menyentuh pipi Davina dengan ekspresi super menyesal.

"Bukan salah Papa." Davina tersenyum kecil.

"Maafin Raka ya, Sayang." Kini Nayla yang menyalam Davina.

"Iya, Ma," kata Davina.

Dia masih ingat sejak kecil sudah digendong-gendong oleh Nayla, dirawat dengan baik jika Diana sedang ada kesibukan. Mana mungkin dia marah dengan orang yang sudah seperti ibu angkatnya itu?

Kemudian, si biang kerok pun muncul di ambang pintu. Raka nyengir saat melihat wajah Dave yang ditekuk. Tidak ada raut wajah bersalah. Dia hanya bertingkah seperti anak kecil yang tidak sengaja memecahkan vas mahal neneknya.

"Papa Dave," ujar Raka, akhirnya merasa sedikit ragu karena Dave tidak menunjukkan wajah ramah seperti biasa. Tapi, dia harus tetap menyalam untuk memenangkan hati Dave lagi.

Dia menunduk saat menyalam Dave.

"Kamu tuh ya!" Dave menjitak ubun-ubun kepala Raka.

"Aw, sakit, Pa!" Raka mengelus-elus kepalanya sendiri.

"Bandel banget kamu tuh!" gerutu Dave.

Raka mengangkat wajahnya, dan menemukan ekspresi Dave sudah melembut.

"Hehe." Raka nyengir lagi, karena tahu bahwa Dave sudah memaafkannya. Dia kan sejak dulu sudah seperti anak laki-laki yang tidak sempat didapatkan Dave, jadi tidak mungkin Dave bisa berlama-lama marah padanya. Dia tahu betul hal itu! Dan dia teramat suka memanfaatkan kasih sayang Dave.

"Mama Dee." Kini Raka berusaha mengambil hati Diana.

"Sungkem di kaki Mama, kalau mau minta maaf!" Diana memerintah dengan mata melotot.

"Apa yang enggak buat Mama." Raka langsung berlutut dan menunduk dalam, pada pangkuan Diana.

"Ampun, Ma!" kata Raka, lagi.

"Kamu tuh jangan bandel lagi ya, Ka! Mama gebukin kamu kalau macam-macam lagi!" Diana memukul bahu Raka.

Si pembuat onar menegakkan badan lalu tersenyum lebar, "Gak janji ah, Ma. Aku malah mau digebukin sama Mama."

Dia sekarang sudah terkekeh lagi.

"Rakaaaa!" desis Azel dan Nayla. Raka langsung cemberut pada Papa dan Mamanya.

Diana sendiri sudah mendelik marah padanya. Raka jadi langsung mengubah ekspresi ngambeknya dengan ekspresi sok serius.

"Iya, janji deh! Aku janji gak nakal lagi." Raka menangkupkan kedua tangan di depan Diana.

Diana mendengus, lalu berkata, "Ya udah, duduk sana!"

"Makasih, Ma." Raka bangkit berdiri.

Sejenak tatapan Raka beralih pada gandengan tangan Nikolas dan Davina. Dia tersenyum meremehkan.

Ingin rasanya Davina melempar guci besar, pusaka turun temurun keluarganya, ke wajah sempurna Raka. Betapa bencinya Davina dengan pria satu itu!

"Hai, calon manten!" sapa Raka, asal-asalan, lalu dia berjalan menjauh untuk duduk di sebelah Azel dan Nayla. Padahal Davina dan Nikolas belum membalas sapaannya sama sekali.

Davina bisa merasakan genggaman Nikolas mengencang. Perhatian Davina kembali pada tunangannya. Dia mengelus tangan Nikolas yang pasti sekarang sudah tersulut emosi. Kedatangan Raka memang benar-benar tidak baik untuk hubungan mereka!

"Jadi, maksud kedatangan kami kesini, tentu, pertama-tama untuk minta maaf dulu. Gak ada kalimat yang bisa membenarkan kelakuan Raka. Kami benar-benar minta maaf karena udah merusak kebahagiaan Davina dan Nikolas." Azel membuka pembicaraan.

Dave, Diana, Davina dan Nikolas mengangguk saja mendengar Azel. Memangnya mereka bisa apalagi? Karena bukan Azel terdakwa di dalam kasus ini!

"Kami sama sekali gak membela kelakuan Raka. Dia seratus persen bersalah. Dan Raka udah benar-benar menyesal dengan kelakuannya kemarin," kata Nayla, sambil mencubit pinggang Raka agar mau menunduk.

Raka meringis pelan, akhirnya mau menunduk.

"Mungkin pembukaaan dari kalian udah cukup, Zel, Nay. Sekarang waktunya Raka yang ngomong." Dave mengusulkan, karena daritadi dia tidak menangkap sedikit pun raut penyesalan dari Raka.

Nayla mendelik pada anaknya.

Raka pun menegakkan badannya, dia menatap tajam pada Davina.

Davina langsung tahu bahwa ini semua tidak akan berujung baik. Justru inilah awal mula bencana.

"Papa sama Mama udah mengemukakan pendapatnya. Sekarang waktunya Raka yang ngomong. Raka sama sekali gak menyesali perbuatan Raka kemarin. Dan sampai selamanya, Raka gak bakal setuju sama pernikahan Davina dan Nikolas! Karena Raka cinta sama Davina!"

Semua mata langsung melotot kepada Raka. Tapi, Raka tidak gentar sama sekali.

***

KA, AUTHOR AJA GELENG-GELENG LIHAT KETENGILAN KAMU TUH!!!! Jangan lupa like dan comment-nya, teman-teman!!! 😉

IG Author : @ingrid.nadya

1
Borahe 🍉🧡
Haha gila si Raka
Vina
uhuy
Shifa Burhan
novel egois wanita

aku tantang author nya jika kau diposisi raka apakah kau akan Terima saja diperlakukan kayak gitu

jadi wanita punya hati sedikit dalam berkarya lihat juga perasaan pemeran utama pria jangan egois hanya semua tentang pemeran utama wanita (posisi diri kalian)

kalian bangga lihat novel yang merendahkan lelaki, di novel kelihatan sekali kalian tidak peduli perasaan pemeran utama pria kalian buat pemeran utama pria kayak orang bodoh yang Terima saja diperlakukan dan dipermain

ini contoh kalian merendahkan karakter raka (pria)
*dibuat kayak pengemis yang terus mengemis cinta
*dibuat kayak lelaki bodoh diperlakukan seperti apapun dia Terima begitu saja
*dibuat hanya sebagai pelarian dia Terima begitu saja
*raka yang ditolak dan campakkna tapi dia juga yang terus mengejar devina
*dipermalukan didepan banyak orang kayak pengemis
*digantung dan dibuat kayak boneka yang bisa dipermainkan begitu saja
*saat diperlukan dia harus ada tapi saat tidak dibutuhkan dia di campakan kayak sampah

author punya hati, coba kau diposisi raka apakah kau Terima begitu saja,

novel memang bagus tapi keegoisan mu sebagia wanuta sangat jelas disini
Fareza Gmail.Com: baper keknya..
total 3 replies
Shifa Burhan
kasian sekali karakter pemeran utama pria di dalam nov buatan wanita

raka jelas hanya dibuat pelarian oleh davina tapi author seakan karakter raka jadi lelaki bodoh yang harus Terima saja dipermainkan devina, dipermalukan devina, dibuat pelarian devina

aku tantang author jika author diposisi raka, apakah author mau diperlakukan kayak gini

jadi novelis juga harus punya hati dalam membuat novel, jadi novel bisa adil

lihat saat raka melakukan kesalahan pada devina kalian buat devina tegas dan tidak mudah memaafkan raka
tapi saat devina yang mempermainkan raka kalian buat raga menerima begitu saja kayak lelaki bodoh

pakai hati sedikit saja thor dalam berkarya biar kelihatan betapa egois dirimu sebagai wanita dalam membuat novel
Indri Any: bener banget novel mom tree aku ngikuti novelnya semua
total 2 replies
Shifa Burhan
enak ya jadi pemeran utama wanita dalam novel bebas berbuat apa saja dan semua perbuatannya pasti dibela author (karena authornya wanita jadi dia hanya melihat dari posisi ini)

dan mirisnya jadi pemeran utama pria ketika dia salah dia akan dibuat dapat balasan dan kayak pengemis, tapi ketika dia disakiti dia dibuat harus menerima begitu saja dan kayak lelaki bodoh yang selalu siap untuk pemeran utama wanita


*aku tantang kalian (author) jika kalian diposisi raka apakah kalian akan Terima begitu saja diperlakukan kayak gitu

pakai hati sedikit dalam membuat novel jadi kalian juga memikir pemeran utama pria jangan hanya melihat dari sudut pandang pemeran utama wanita

sekian
Andi Andi
puas banget bacanya. sesuai keinginan ku. 🥰
Andi Andi
nggak sadar diri banget sih si yuni. dari awal dia muncul dicerita ini. aku uda benci banget.
Andi Andi
mantaap raka utk pertama kalinya bersikap dewasa😄
Andi Andi
assyk ini yg aku mau. aku sukaaaa.
Andi Andi
akhirnya ketahuan kan siapa yg lebih tulus mencinta. mana si yuni yg sok sok an. dukung teman. yg di dukung kurang ajarrr. 😁
Andi Andi
akhirnya terucap juga. rasa yg terpendam selama ini
Andi Andi
ya aku juga benci julia
Andi Andi
aku benci yuni.
Andi Andi
niko kamu tu yg masuk dalam kehidupan raka dan dav bukan raka yg masuk dlm hubungan kalian. lupa ya. klu aku mah ogah punya camer kayak mama niko
Andi Andi
aku dari awal uda benci banget sama si yuni ini.
Andi Andi
uda balikan lagi aja.
Andi Andi
nggak banget nih mamanya niko.
Andi Andi
sumpah aku tak bisa lagi menahan air mata ku. tes.. yes jatuh deh. mewek ha.. 😂
Andi Andi
nyesek ya. nyesek nggak. nyesel nggak. bangeeet pake iya. ya mau gimana lagi. Terima aja walau pahit.
Andi Andi
kok aku nggak rela ya niko sama dav. pake cium2 lagi.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!