NovelToon NovelToon
Istri Kedua

Istri Kedua

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Azalea Novarina

Nada adalah seorang gadis yang berusia 22 tahun, kedua orang tuanya telah tiada dan dengan terpaksa ia harus tinggal bersama bibi nya, Nada hanya dijadikan tulang punggung keluarga oleh bibinya. Bibinya berstatus single parent dengan satu putri.

Nada bekerja di salah satu perusahaan ternama dan terbesar sebagai office girl, namun nasib baik mengubah nya hingga menjadi asisten pribadi seorang nyonya muda. Hingga sampai suatu saat dan karena alasan tertentu Nada harus menjadi istri kedua dari seorang CEO muda yang tampan yang telah memilik seorang bayi perempuan yang mungil.

namun setelah menikah, Nada hanya berperan layaknya seorang pengasuh.Di karenakan suami nya tak pernah menyentuh Nada sama sekali sampai suatu saat keajaiban pun datang dan mengubah semuanya..

Tak sampai di situ, masih banyak Lika liku kehidupan yang harus Nada hadapi sampai akhirnya ia menemukan kebahagiaan yang sebenarnya.

mau tau kelanjutan nya? yuk di baca 👉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azalea Novarina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Di sebuah lobby Nada dan Elvin menunggu Cassie. "tunggu dia disini aku bawa mobil dulu" ucap Elvin pada Nada dan bergegas ke parkiran. Tak lama setelah Elvin pergi Cassie datang menepuk pundak Nada dan bersembunyi di belakang nya. Nada segera menoleh ke belakangnya namun tak ada seorang pun di belakang Nada, ia kembali menoleh ke depan dan di kagetkan dengan wajah Cassie yang tiba-tiba berada tepat di hadapan nya. "baaaa...." ucap Cassie dengan mengagetkan Nada karena memakai sebuah topeng.

"kyaaaaaa" teriak Nada mundur karena kaget dan hampir terjatuh.

jdukk. . .

Tubuh Nada mentok di sebuah dada bidang yang ada di belakangnya hingga ia selamat untuk yang kedua kalinya dan tak terjatuh. Tanpa Nada sadari sebuah tangan melingkar di pinggang langsing nya dan sebelah tangan menggenggam tangan nya. Nada menoleh ke belakang dan terlihat Raka yang telah menangkapnya, ia segera membenarkan posisi nya dan sedikit menjauh dari Raka.

"hei.. beraninya kau memeluk Nada, apa kalian pacaran?" ucap Cassie dengan sedikit sinis.

"ehh.. enggak Bu kita cuma teman iya kan ka?" saut Nada menjelaskan.

Raka hanya mengangguk tanda mengiyakan ucapan dari Nada.

"baguslah, kalian gak boleh pacaran dan Nada kamu gak boleh punya pacar!" tegas Cassie.

"hah!" suara yang Nada keluarkan karena kaget dengan apa yang saja ia dengar. "kok aku jadi merinding sih? apa Bu Cassie udah gak normal lagi? apa dia menyukai sesama wanita? huaaa... gak, gak mungkin, itu gak boleh terjadi, aku harus menjaga jarak darinya, ya dengan menjaga jarak semuanya akan aman". ucap Nada dalam batinnya.

tiiiinnnn. . .

Suara klakson terdengar dari sebuah mobil yang berada di luar, Cassie langsung menarik Nada dan membawanya masuk ke dalam mobil yang tak lain adalah milik suaminya. "sungguh wanita barbar" ucap Raka yang melihat Cassie menyeret Nada.

Nada duduk di belakang, sementara Cassie duduk di samping suaminya, tak ada percakapan selama perjalanan, Nada hanya memperhatikan Cassie dan Elvin dari belakang ia hanya ingin memastikan kalau Cassie masih wanita normal yang mencintai suaminya. Namun Cassie sesekali melirik ke arah Nada yang berada di kursi belakang dan tentunya membuat Nada semakin takut kalau Cassie bukan lah wanita normal lagi, ia menyuruh Elvin untuk menghentikan mobilnya dan bergegas turun dari mobil Elvin.

"hei kau! kenapa turun disini? bukan nya rumah mu masih jauh?" tanya Cassie.

"maaf Bu aku masih ada urusan, permisi" ucap Nada menundukkan kepalanya dan bergegas pergi dari tempat itu.

"fiuuhh. . . akhirnya aku lolos juga dari cengkeraman singa betina, aish.. kenapa nasib ku seperti ini? sekalinya dapat majikan baik, kelakuannya terlalu barbar" gumam Nada sambil berjalan menelusuri jalan hingga akhirnya ia sampai di sebuah halte bus. Nada terduduk sambil menunggu sebuah bus datang sambil memainkan kedua kakinya mengikuti irama lagu yang ia dengar melewati earphone nya.

kling. . .

Sebuah notifikasi pesan masuk di ponsel Nada, ia segera membuka pesan tersebut yang ternyata Pricilla lah yang mengirimi pesan pada Nada. "cepatlah pulang ini darurat" begitulah isi pesan yang di kirimkan Pricilla. tak lama setelah menerima pesan tersebut, bus dengan tujuan ke arah rumah Nada pun tiba, ia segera masuk ke dalam bus tersebut dan duduk di sebuah kursi paling belakang.

**

Beberapa menit berlalu, akhirnya Nada sampai di sebuah halte yang dekat dengan rumah nya, ia segera turun dan setengah berlari menuju rumah nya, mengingat pesan yang di kirimkan Pricilla. "apanya yang darurat? semoga gak terjadi apa-apa" ucap Nada dalam batinnya sambil terus berlari hingga akhirnya ia sampai di sebuah rumah yang tak terlalu besar. Sebelum masuk ke dalam rumah itu, Nada terdiam sejenak untuk mengatur napas nya yang terengah-engah.

Setelah napasnya normal kembali, Nada mulai mengambil langkahnya dan masuk kedalam rumah nya. terlihatlah dua orang wanita yang sedang duduk santai di sebuah sofa dengan beberapa makanan ringan dan minuman di hadapan mereka.

"haahh... syukurlah tidak terjadi apa-apa dengan kalian" ucap Nada yang masih berdiri.

"siapa bilang tidak terjadi apa-apa?" ucap Lena.

"maksud bibi?" ucap Nada yang tak mengerti dengan keadaan mereka.

"aku butuh uang buat bayar kuliah, kalau gak aku akan kena DO" ucap Pricilla.

"besok aku akan cari uang pinjaman" ucap Nada yang pasrah.

"butuh nya juga besok pagi! aku harus segera membayarnya bukankah kamu punya tabungan?" ucap Pricilla yang membentak Nada.

"apa kau sudah bosan tinggal disini ha? jika kamu gak mau memberikan sedikit uang mu, maka pergilah" ucap Lena yang selaku bibi Nada.

"aku ngerti, besok aku usahain yang itu ada, permisi" ucap Nada yang melangkah pergi menuju kamarnya.

Nada masuk kedalam sebuah kamar kecil namun nyaman untuk di tempati, ia mengunci pintunya dan duduk di bawah sambil menunduk dan memeluk kedua lututnya. Selama ini Nada selalu terlihat ceria dan tertawa lepas hanya untuk menutupi kehidupan kelam nya. "aku harus kuat, kalau bukan bibi yang merawat ku, mungkin sekarang aku gak akan hidup dengan normal, semangat Nada kamu bisa" ucap Nada menyemangati dirinya sendiri.

Nada teringat dengan sebuah kalung pemberian dari ibu nya. ia segera membuka laci meja dan mengambil kalung tersebut, kalau di jual harga kalung itu cukup lumayan mahal, namun Nada tidak bisa menjual barang peninggalan ibu nya itu, ia berfikir untuk menggadaikan nya sampai suatu saat ia bisa menebusnya kembali. Setelah memikirkan semuanya Nada masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya dan mengganti bajunya dengan sebuah piyama.

Selesai mandi dan berpakaian, Nada merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur yang hanya cukup untuk satu orang. saat akan memejamkan matanya tiba-tiba ponsel nada berdering, sebuah notifikasi pesan masuk. Nada segera membuka ponsel nya dan melihat sederetan pesan masuk yang tak lain adalah dari Cassie. "astaga" karena kaget Nada langsung kembali duduk dan melempar ponsel nya tepat di ujung kaki nya.

"apa nasib ku akan berujung seperti ini? tapi aku masih normal, aku mau merasakan cinta seorang pria bukan wanita.. huaaaa....." ucap Nada sedikit merengek.

Nada kembali mengambil ponsel nya dan membaca pesan dari Cassie.

"apa kamu sampai dengan selamat?"

"lagi apa sekarang?"

"kamu udah makan malam? "

"nada jawab semua pesan ku!"

"gak mungkin jam segini kamu udah tidur kan?"

"nada apa kau tau aku merindukan mu? jawablah sekali saja"

"oke besok aku tunggu jam 08.00 jangan sampai telat"

"good night Nada, aku sayang kamu"

"benar-benar gak benar ini, dia merindukan ku? dia bilang sayang aku? mama, papa. . selamatkan anak mu" ucap Nada yang merengek dan menutup wajah nya dengan sebuah bantal.

***

Bersambung. . .

1
Anonim
Lena terlalu muda thor
Reka Marcha
gu
Herti karmila12 Mila12
Kecewa
Herti karmila12 Mila12
seru banget kak
Erlinda
darimana Elvin dapat art yg mode beginian..parah banget.kebidohon mereka aq stop sampai disini aja
Erlinda
Cilla emang org yg ga tau diuntung..kenapa Cilla dan ibunya ga dimatiin aja nyusahin aja hidup nya
Erlinda
makin lama makin ga suka aq dgn sikap nada ga jelas dan super goblok
Erlinda
sumpah aq ga suka dgn sikap bodoh nada yg luar biasa ini..keterlaluan banget kamu Thor menciptakan tokoh yg luar biasa goblok nya
Erlinda
Thor bikin nada pergi dari rumah bibinya yg ga punya hati itu..kasihan nada yg bodoh diperlakukan seenak nya dan menanggung semua biaya hidup keluarga bibinya
Erlinda
kok nada bodoh sekali ya udah tau dia jadi sapi perah dirumah bibi nya kenapa ga tinggal di kos kosan aja daripada dia disiksa dirumah bibinya itu
Ima Yuliantina Tony
plg g suka klu visualnya begitu bagusan orang2 bule apa turky lbh greget
ceritanya sangat menarik
Uniwiraita Ita
Awal cerita yg bagus...buat penasaran
Arum
kakek jngn gk adil donk,,ank cwo cwe sma aja ,,kn yg cucu kandung
Eka Arti
bukannya elvin lawrence ya?
kay-kay
kalo dijadiin film pasti seru nih si nada🤣🤣
Neneng cinta
keren ceritanya....tamat sehari bacanya👍🏼👍🏼👍🏼❤❤❤❤😍😍😍
Neneng cinta
imut bgt chyra😘😍
Neneng cinta
tenang pa...elvin sm nada akan ngasih sepasang anak kembar skalian...😍😍😍
Neneng cinta
💕💕💕💕💕💕💕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!