NovelToon NovelToon
Dendam Berdarah Sang Mafia

Dendam Berdarah Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

Malam itu, Akila Georgina kehilangan segalanya.

Tunangan yang dicintainya ternyata berselingkuh dengan adik tirinya sendiri. Belum sempat pulih dari pengkhianatan itu, Akila kembali dijadikan kambing hitam atas kecelakaan yang merenggut nyawa seorang wanita bernama Natalie Hartawan.

Dan putra wanita itu adalah William Hartawan—mafia kejam yang dikenal sebagai The Reaper.

William yakin Akila adalah penyebab kematian ibunya.

Maka ia menjadikan Akila istrinya. Bukan karena cinta, melainkan demi dendam.

"Mulai hari ini, kau adalah istriku. Dan hidupmu menjadi harga atas kematian ibuku."

Namun, semakin lama William mengenal Akila, semakin ia menyadari bahwa wanita yang ingin ia hancurkan ternyata hanyalah korban dari permainan orang lain.

Dendam perlahan berubah menjadi rasa memiliki.

Sementara Akila mulai dihadapkan pada satu pilihan: tetap membenci pria yang memaksanya masuk ke dalam pernikahan itu, atau mempercayai hati yang diam-diam mulai luluh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Sudah satu bulan berlalu sejak Akila berada di kota Y.

Sari membawakan makanan yang sempat ia bawa dari pasar kota ia berbelanja.

"Nona Akila, saya..."

Akila menoleh menatap Sari lalu detik setelahnya Akila peluk Sari dengan erat. Akila sangat merasa bersyukur telah melewati hari-harinya dengan sangat baik.

Sari bingung tapi ia tetap membalas pelukan Akila.

"Ada apa Nona?" Tanya Sari.

Akila lepaskan pelukan itu lalu ia tersenyum pada Sari.

"Aku senang sekali Sari. Aku mendapatkan lokasi dan izin ditempat yang akan menjadi pembangunan restoran yang pernah aku katakan padamu." Ucap Akila.

Sari turut senang mendengar ucapan Akila.

"Kalau begitu saya ikut senang Nona, saya harap restoran milik Nona akan terbangun dan menjadi yang terbaik kelak." Ucap Sari.

"Terima kasih Sari, semuanya juga karena bantuanmu. Oh ya, aku akan mengembalikan beberapa uang milikmu. Kini aku mendapatkan satu investor yang akan bergabung denganku. Sari, aku mau kau yang menjadi pemilik restoran itu." Ucap Akila membuat Sari menggeleng.

Itu tidak mungkin karena Akila lah yang sangat mengusahakan dengan susah payah mau membangun sebuah restoran.

"Tidak Nona. Saya tak mau. Itu milik Nona, dan Nona pula yang harus menjadi pemiliknya." Ucap Sari menolak.

Akila menggeleng.

"Sari, aku tak mau jika kelak orang lain mengenalku. Aku mohon padamu, aku tak ingin sampai kembali bertemu dengan orang-orang yang ada di masa laluku. Untuk saat ini, bagiku hanya seperti ini jalan yang baik." Ucap Akila membuat Sari langsung paham kecemasan Akila tentang masa yang akan datang.

Sari tersenyum, tangannya mengulurkan makanan yang sempat tertunda untuk ia berikan pada Akila.

"Baiklah Nona, apapun yang Nona mau akan saya turut. Saya hanya akan mengikuti apa yang Nona inginkan. Asal semuanya demi kebaikan Nona Akila." ucap Sari.

Akila mengangguk seraya menyambut makanan yang Sari berikan.

"Terima kasih Sari, aku bersyukur punya kau disisiku." Ucap Akila.

"Hm, ya Nona." Balas Sari ikut bahagia.

Akila membuka isi paper bag itu, mendadak ia segera menutup hidungnya hanya karena aroma makanan itu.

Akila merasa tak enak pada perut miliknya bahkan mual seperti tak tertahankan.

Sari mengambil alih paper bag itu membuat Akila berlari lalu muntah di kamar mandi.

Sari jelas cemas, ia segera menyusul Akila untuk memastikan keadaan Akila.

Tubuh Akila lemas, ia terduduk di lantai dalam diam.

"Aku pasti salah makan, aku rasa aku..."

"Nona Akila." Panggil Sari memotong ucapan Akila.

"Hmm?" Balas Akila.

Sari segera berjongkok di depan Akila. Tatapan Sari membuat Akila gugup, tak mungkin rasanya kalau tatapan itu sama dengan isi pikiran Akila.

"Nona tidak hamil kan?" Tanya Sari cemas.

Akila langsung menelan ludahnya susah payah. Rasanya itu tidak mungkin ia hamil karena Akila selalu meminum obat penunda kehamilan usai berhubungan dengan William, pria Mafia gila itu.

"Nona." Cemas Sari kembali bersuara lagi.

Akila langsung menepis ucapan Sari.

"Itu tidak mungkin Sari. Aku selalu meminum obat yang sama setiap kali," tiba-tiba Akila diam. Ia menghentikan ucapannya sendiri.

Ia menutup mulutnya dengan wajah gugup.

Kejadiannya tepat satu bulan yang lalu, terakhir kali ia melakukannya bersama William dan ia tak minum obat apapun. Ia lupa dan kabur tanpa mengingat segalanya lagi.

"Ada apa Nona?" Tanya Sari.

Akila langsung berucap.

"Hari itu aku dan William sempat melakukannya kembali, setelahnya aku kabur denganmu tanpa sadar jika aku telah lupa mengkonsumsi obat." Ucap Akila jujur.

Akila masih mengingat bagaimana William menumpahkan seluruh benihnya ke dalam perut Akila. Itu tidak menutup kemungkinan kalau Akila akan hamil.

Kepala Akila kini menunduk, ia menatap perut rata miliknya.

'Tidak. Tidak mungkin aku hamil secepat itu. Aku pasti hanya sakit.' ucap Akila membatin meyakinkan dirinya.

Sari merapikan rambut Akila yang berantakan bahkan wajah Akila sudah mulai memucat karena takut.

"Tak mungkin aku hamil benih dari William kan Sari? Itu tidak mungkin kan?" Tanya Akila seraya mengangkat kepalanya menatap wajah Sari.

Akila merasa semakin hancur, ia ketakutan sekali.

Sejenak Sari diam, namun setelahnya Sari berusaha tersenyum. Bagaimanapun ia harus tenang agar Akila tidak ketakutan seperti itu.

"Nona mungkin hanya salah makan saja. Semuanya akan baik-baik saja Nona. Percayalah bahwa Nona tidak hamil, Nona hanya salah makan." Ucap Sari berusaha meyakinkan walau dirinya saja tidak yakin setelah mendengar cerita dari Akila.

Akila memilih mengangguk, ia diam walau kepalanya kini banyak berpikir.

Akila sungguh menolak fakta jika dirinya mengandung benih dari seorang Mafia kejam.

---

1 Minggu berlalu...

Sejak kejadian muntah-muntah kini Akila merasa jauh lebih baik. Karena mual itu tak kunjung datang lagi. Akila meyakini bahwa dirinya sungguh tak hamil. Ya, bagi Akila itu tak mungkin.

Mobil taksi yang Akila dan Sari naiki berhenti di sebuah bangunan besar yang hampir jadi itu.

"Apakah disini lokasi pembangunannya Nona?" Tanya Sari.

"Hmm, ya Sari." Balas Akila mengangguk.

"Saya sangat yakin kalau tempat ini akan menjadi tempat paling bagus bagi pembangunan restoran milik Nona." Ucap Sari.

Akila tersenyum mendengar ucapan Sari.

"Aku berharap bisa sukses melalui hal ini, Sari." Ucap Akila.

"Saya yakin Nona akan sukses." Ucap Sari memberi semangat dengan raut wajah yang antusias.

Akila tersenyum senang, untuk saat ini semua beban masa lalu terasa bebas dari pikiran Akila.

Mentalnya juga mulai membaik bahkan bekas luka yang pernah William berikan kini mulai sembuh secara perlahan. Walau semua ingatan milik Akila sudah pasti membekas.

Akila juga memilih memotong rambutnya menjadi pendek, ia masih ingat bagaimana dulu William sering menjambak rambutnya jika sedang emosi pada Akila.

Senyum Akila berhenti terbit tepat saat ia menoleh ke arah jalan lain. Ada penjual keliling yang berjualan, ada yang aneh pada diri Akila.

Dia mau memakan makanan itu. Pikiran tentang kehamilan itu kembali muncul lagi. Akila sadar kalau tingkah anehnya mengganggu sekali.

"Sari." Ucap Akila.

"Ya Nona?" Balas Sari.

"Ayo kita pulang, sebelum pulang aku mau mampir untuk membeli sesuatu." Ucap Akila.

Sari memilih mengangguk patuh.

---

Malam itu.

Akila cemas, ia takut menatap hasil dari alat itu. Ia masih diam sebelum akhirnya mengambil benda berukuran panjang dan kecil itu.

Ada garis dua berwarna merah disana. Tanpa sadar Akila malah tersungkur ke lantai. Ia terkejut bukan main saat melihat hasil yang tak ia inginkan.

Yang Akila takuti malah terjadi, ia benar-benar mengandung benih dari William.

Akila mengacak kasar rambutnya dengan kuat.

"Tidak! Ini tidak mungkin, aku tak mau hamil Anak dari pria itu!" Ucap Akila frustasi.

Akila merasa hilang akal, isi kepalanya terisi dengan semua kejahatan William padanya. Waktu bertemu mereka memang singkat tapi penjara neraka yang William ciptakan berhasil menghancurkan mental Akila.

Ingatan dari kejahatan William sangat membekas untuk Akila.

"Tidak mungkin! Tidak!" Ucap Akila terdengar begitu pilu, rambutnya sudah ia tarik dengan kuat karena pikirannya terisi dengan kenangan buruk yang pernah William berikan untuk Akila.

Dada Akila sesak, ia hampir tak bernafas sampai pintu terbuka. Sari terlihat ada disana.

Melihat Akila frustasi membuat Sari langsung mendekati Akila lalu menarik Akila ke dalam pelukannya.

"Nona ada apa? Nona tenanglah." Ucap Sari memohon berusaha menahan tangan Akila yang terus menjambak rambutnya sendiri.

"Nona! Nona bernafaslah." Pinta Sari.

Saat itulah Akila sadar, air matanya berjatuhan banyak sekali.

"Ini tak mungkin Sari, ini tak mungkin. Aku...aku hamil, bayi di perutku milik William." Ucap Akila mengangkat kepalanya.

Wajah Akila basah karena air mata.

Jelas Sari cukup terkejut mendengar ucapan Akila.

"Nona hamil?" Kaget Sari.

---

Bersambung...

1
Adinda
coba diperhatikan lagi nama tokohnya biar gak salah
Alia Chans: oke kak 🙏🥲
total 1 replies
Adinda
valen bukannya aqila
Nayla Syberia
Sebenernya bagus sih,cuman entah knp si William tetep ga berubah yaa,kek iblis gitu berwujud manusia,mungkin para pengikutnya bakal sungkem kalik yaa.
Yaa sejauh ini sih bagus² aja ceritanya, semangat yaa buat kakak penulis nya
Alia Chans: Makasih buat saran nya
Btw kan sifat William mencerminkan judul novel nya ya kak🤭🤭
total 1 replies
mary dice
sangat rumit ckckck
Alia Chans: ..🤭🤭🤭
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
Nelson Sihombing
Dah di curi, kasih makan pun tak
Haryati Atie
harus nya akila bisa ambil kepercayaan william dh dia percaya bru kabur akila.
Alia Chans: Ini lagi ngajari Akila hal sesimpel itu🤭
total 1 replies
Nelson Sihombing
suka karakter Akila
Haryati Atie
thourr tipo ya jdi vallen .
Alia Chans: Sorry atas ketidaknyamanan nya, soalnya seingatku Valen tadi😭😭
total 1 replies
Gita ayu Puspitasari
kok jadi Valen kak
Mia Camelia
suka nih sama sisi posesif nya wiliam ke akila🤭
lanjut thor😄
Alia Chans: siap kak🤭/Smile//Smile/
total 1 replies
nurulmarisa
seru banget ceritanya 😘
Alia Chans: Thank you kak🙏🏻
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
crazy up kak
Alia Chans: Ditunggu ya 🤭/Slight//Slight/
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
👍👍👍
🔵🌹 Widian🧕
nah ...jadi sial kan mengolok-olok kakak sendiri.
duhh...moga Akila bisa terselamatkan .
Alia Chans: emm gimana ya...🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!