NovelToon NovelToon
PEMAKSAAN BERUJUNG CINTA

PEMAKSAAN BERUJUNG CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Lari Saat Hamil
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: SariRani

Sir Leonardo, Komandan Militer Inggris, memburu pemberontak yang membunuh orang tuanya. Setelah berhasil menemukan si pemberontak dan membunuhnya beserta istri tapi menyisakan putri mereka. Balas dendam Leo tidak berhenti hanya dengan kematian pembunuh kedua oran tuanya, namun menjadikan putri si pemberontak sebagai pelampiasan amarah, nafsu, gairah dan perasaan lainnya. Apa yang terjadi dengan putri si pemberontak kemudian? Apakah dia akan bertahan atau menyerang balik seorang Leonardo?

Cerita lainnya :
1. Putri Jenderal bersama Mafia (Haile & Antonio)
2. Putri Duke bersama Bos Wine (Katy & Terios)
3. Cinta saudara Tiri (Eliza & Zane)

Mana cerita pemaksaan cinta yang paling kalian sukai? Jangan lupa dukung author yaaaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariRani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENCOBA KABUR

Hari demi hari dilalui oleh Agatha di pondok milik keluarga Davarza hingga berjalan 6 bulan.

Biji biji sayuran atau tanaman lain yang ia minta telah didapatkan dan mulai menghasilkan rutin setia hari makanan untuknya.

Leo tidak mempermasalahkan jika Agatha menggunakan lahan tanahnya untuk berkebun. Pria ini juga menepati janji setiap 3 bulan sekali akan mempertemukan wanita tawanan dengan adiknya.

Meskipun Leo terkesan menjadi pria baik dengan memberikan banyak kelonggaran bagi Agatha, namun disisi lain dia juga terkesan menjadi pria buruk bagi wanita itu.

Tidak ada gratis di dunia ini apalagi menghadapi musuh.

Agatha harus melayani nafsu Leo setiap pria itu inginkan, entah itu pagi, siang, ataupun malam. Tidak ada penolakan. Setiap hari Agatha juga harus meminum obat kontrasepsi.

Meskipun tidak setiap hari, Agatha benar benar dipaksa untuk melayani Leo meskipun dirinya sedang datang bulan tanpa melakukan hubungan intim.

Tapi anehnya, semakin lama Agatha melayani Leo, dirinya sendiri yang bisa merasakan perubahan sikap pria itu diranjang. Dipaksa melayani namun juga menikmati, seperti itulah istilahnya.

Leo memperlakukannya diatas ranjang dengan gentlement dan sesuai prinsip pria itu hanya sekali menembakkan benihnya setiap permainan tidak lebih.

Malam ini, malam dimana Agatha akan dipertemukan oleh Bianca, sang adik.

Pertemuan mereka dilakukan di pondok Agatha, Leo membawa Bianca kesana.

"Kakak!!" seru Bianca saat melihat kakaknya sudah menunggu didepan pondok.

"Bianca!" balas Agatha lalu menyambut pelukan anak perempuan itu.

Mereka berpelukan cukup erat.

Dibelakang Bianca ada Leo dan Eliza yang mengantarnya.

Pria itu memandang hubungan persaudaraan yang tidak pernah ia miliki.

"Aku beri kalian waktu 30 menit" ucap Leo membuat keduanya melepaskan pelukan.

"Sir, apakah tidak bisa lebih panjang untuk aku bertemu adikku?" tawar Agatha.

"Sudah mulai menawar. Tidak, waktu 30 menit sudah cukup untuk memberi waktu kalian bersama. Eliza akan mengawasi kalian" sahut Leo.

Bianca dan Agatha memandang sinis kepada pria yang kini sudah berjalan menjauhi pondok.

"Tuan muda sudah baik kepada kalian. Aku harap kalian tidak pernah menawar kebaikannya lagi" celetuk Eliza.

"Dan satu lagi, baru kali ini aku melihat Tuan muda memberikan kesempatan untuk musuh bisa hidup setenang ini. Agatha dan Bianca, kalian beruntung" lanjutnya.

"Hmmm bagaimana bisa beruntung jika hidupku dan adikku menjadi tawanannya?" balas Agatha.

"Benar kata kakakku. Aku ingin tinggal bersama kakakku" tambah Bianca.

Eliza tersenyum kepada keduanya.

"Kukira kalian sudah bisa merasakan kebaikan Tuan muda, ternyata kalian masih berfikiran buruk tentangnya. Tidak masalah, aku disini sebagai teman kalian, tidak ingin menghakimi. Jadi silahkan gunakan waktu kalian untuk bersama sebelum tuan muda datang" ujar Eliza.

Agatha dan Bianca pun mengangguk setuju.

Mereka bertiga masuk pondok. Eliza mengawasi sambil ikut mendengarkan percakapan adik kakak tersebut.

Tidak ada yang aneh.

Agatha memamerkan hasil kebunnya. Bianca pun menyimak. Lalu mereka makan bersama masakan Agatha yang ternyata super enak.

Eliza beberapa kali juga sudah makan masakan Agatha dan memang enak. Kali ini lebih enak dilidahnya. Tanpa ia tau, ada obat tidur yang dibuat Agatha dari tumbuhan2 yang ia tanam lalu keringkan dan jadi bubuk obat tidur.

Eliza menyadari dirinya mulai merasa ada yg aneh dengan tubuhnya. Ia mulai mengantuk.

"Agatha....ka..kamu" belum juga selesai berbicara, tubuhnya sudah jatuh ke lantai saat wanita yang sudah ia anggap teman itu memukul tengkuknya.

Agatha langsung berdiri dan menggandeng tangan adiknya untuk keluar dari pondok melalui pintu rahasia di belakang pondok yang ia buat selama 6 bulan ini secara diam diam.

"Kita akan keluar dari sini ya Bianca. Kamu harus mengikuti kakak, jangan sampai melepaskan tanganku" ucap Agatha lirih.

"Baik, Kak" balas Bianca sambil mengangguk.

Dengan kondisi halaman belakang pondok yang begitu gelap, karena berada di tanah luas, Agatha sudah meletakkan tanda jalur yang bisa ia lihat menuju tepi kawasan rumah Davarza bagian belakang samping yang ternyata ada jalan menuju hutan.

Saat waktu pertemuan selesai, Leo datang ke pondok bersama Zane. Mereka begitu terkejut melihat Eliza tergeletak di lantai sedangkan tidak ada orang lain didalam pondok.

"SIALAN!!! BERANINYA MEREKA MENANTANG KESABARANKU!!" teriak Leo.

"Perika Eliza terlebih dahulu, lalu panggil para penjaga untuk menyusuri semua kawasan di rumah ini. Aku akan mencari mereka dulu. Aku yakin mereka mengarah ke hutan" lanjutnya.

"Baik, Sir" sahut Zane.

Leo keluar pondok dan berlari kencang ke belakang pondok mencari jejak tawanannya yang kabur.

"Ck! Dasar wanita tidak tau diuntung! Udah dikasiu hati malah minta jantung! Aku tidak akan berbaik hati lagi padamu, Agatha!" gumamnya lalu kembali berlari menuju hutan.

Matanya yang tajam bisa melihat tanda tanda yang diberi Agatha di jalan gelap yang ia lalui.

Setelah berlari sekitar 20 menit, Agatha dan Bianca sudah masuk ke hutan. Tumbuhan tinggi menjulang, suara angin yang menerpa ranting pohon berirama mengiringi perjalanan kabur keduanya.

"Kak..aku capek.." rintih Bianca.

"Sabar, kita sudah jauh dan harus menemukan tempat sembunyi yang pas" sahut Agatha.

Keduanya kembali berjalan bergantian, mencari tempat persembunyian.

Leo juga sudah menyusul ke hutan. Ia berlari menuruti insting untuk menemukan Agatha dan Bianca.

"AGATHA!!! JANGAN KABUR!!! AKU AKAN MENEMUKANMU!!" teriaknya bergema didalam hutan.

Entah berapa jarak antara Leo dan Agatha-Bianca, tapi teriakan Leo sampai ke pendengaran keduanya.

"Kak! Pria itu sudah menyusul kita" panik Bianca.

"Tenang. Kita akan bisa kabur darinya" sahut Agatha.

Keduanya tetap berjalan dengan rasa takut yang mulai menekan mereka.

"LEBIH BAIK KAMU MENYERAH DAN MENAMPAKKAN DIRIMU!! AKU AKAN MEMAAFKANMU!" teriak Leo lagi.

Lagi lagi Agatha dan Bianca bisa mendengarnya.

"Kak!" gumam Bianca yang semakin ketakutan.

"Kita berasal dari keluarga pejuang, Bianca! Kita bisa selamat. Kamu ikuti kakak saja" sahut Agatha.

DOR!!

Suara tembakan membuat keduanya semakin ciut nyalinya. Bianca mulai menangis dan Agatha mulai panik.

"Aku sangat ceroboh" batin Agatha ketika menyadari bahwa rencananya kali ini akan gagal.

Agatha menghentikan langkah kakinya lalu menghadap sang adik.

"Bianca, maafkan kakak. Sepertinya rencana kakak kali ini gagal. Aku kira setelah masuk hutan ini, kita bisa menemukan kehidupan baru, tapi ternyata.." ucapnya dengan mata berlinang air mata.

"Maaf, kakak gagal" lanjutnya lalu memeluk Bianca.

"Maafkan aku kak...aku yang membuat kakak menderita seperti ini" jawab Bianca dengan tangisnya.

Kesedihan keduanya dipecahkan oleh suara serigala yang tiba tiba mendekat kearah mereka.

"Diam! Jangan bergerak" ucap Agatha memperingatkan Bianca agar tidak berbicara atau bergerak.

Bianca mengangguk.

Pandangan Agatha mengintari lokasinya dan melihat ada 2 serigala berjalan mendekat kearahnya dari samping.

Agatha memeluk Bianca dan berjalan mundur menjauhi hewan buas itu.

Suara serigala membuat mereka tersudut dan tidak ada jalan keluar.

"Lebih baik kita mati dimakan serigala daripada harus terus terkurung oleh musuh" celetuk Agatha.

"Be..benar..kak. Aku akan selalu bersama kakak" balas Bianca lirih.

Suara serigala semakin mendekat dan tubuh mereka menabrak pohon besar.

"Maafkan kakak ya, Bianca" lirih Agatha.

"Aku juga minta maaf, Kak" sahut Bianca.

Mereka kembali berpelukan dan pasrah akan hidup mereka.

Tapi bukannya tubuh mereka disergap oleh serigala, malah suara 2 tembakan menggelegar ditelinga mereka.

DOR!!

DOOR!!!

1
Mia Camelia
aduh leo kau kejam😂
Mia Camelia
semangat thor😄
cerita nya seru👍
SariRani: Terima kasih kakak 🙏🏻 mohon dukungannya biar semangat berimajinasi hehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!