----- Sekuel of Istri Cantikku Yang Angkuh -----
Queena Almeera Putri Diora atau dikenal dengan Queena Diora adalah gadis cantik Kaya Raya yang super Angkuh. Gadis yang dipenuhi cinta kedua orangtuanya. hidup mewah adalah kehidupannya.
Kehidupannya berubah saat kedua orangtua Queena berencana menjodohkan Queena dengan anak Sahabat Mereka.
Muhammad Alif Bin Abdul Malik adalah Pria tampan dari negeri Jiran Malaysia. Seorang CEO muda Real Estate yang sangat sukses ini adalah calon suami Queena.
Bagaimana kisah Cinta Mereka ?? jangan lupa terus ikuti kisah Cinta Queena dan Alif
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs.A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Fitting Baju
Hari demi hari dilalui Queena juga Alif. Mereka masih sama-sama sibuk dengan Bisnis Mereka. Kedua keluarga tengah sibuk menyiapkan acara pernikahan Queena juga Alif. Akan Ada dua Pesta. Pesta pertama di Jakarta dan Pesta kedua di Kuala Lumpur.
Queena hanya pasrah dengan semua rencana orangtua. Ia sudah tidak mau marah atau berontak lagi karena hanya menghabiskan energynya.
"Nona, ini berkas yang harus ditanda tangani". Nizam memberikan beberapa dokumen yang harus ditanda tangan.
"Oh ya, Tante Eriska bilang, pukul tiga sore Nona disuruh mengunjungi Butik untuk fitting gaun pernikahan bersama Datuk Alif". Ujar Nizam.
"Ok". Jawab Queena yang masih sibuk tanda tangan.
Setelah selesai, Queena mengembalikan berkas pada Nizam.
"Baiklah, Saya permisi". Nizam pamit pergi.
"Hey Nizam". Panggil Arsyad juga Irsyad.
"Tumben kalian kesini. Ada apa?". Tanya Nizam.
"Bertemu Nona CEO". Jawab Irsyad.
"Yasudah, Kita masuk dulu". Arsyad menepuk bahu Nizam.
"Assalamualaikum". Salam Arsyad juga Irsyad.
"Waalaikumsalam. Duo A tumben kemari?". Tanya Queena
"Disuruh Mama untuk menemani Kakak fitting gaun pengantin". Jawab Irsyad duduk disofa disusul Arsyad.
"Oh begitu". Jawab Queena singkat.
"Kak pesankan juice dong. Haus". Ujar Arsyad.
"Pesan sendiri Kan bisa".
"Itu Kakak tinggal angkat gagang telepon lalu tinggal bilang Pesan dua orange juice". Ujar Irsyad tertawa.
Queena hanya menggelengkan kepalanya. Queena menelepon bagian restaurant meminta tiga orange juice.
Tak lama, Pelayan datang memberikan orange juice.
"Segeerrrrr". Ujar Arsyad setelah meneguk juicenya.
Queena hanya tersenyum melihat tingkah Adiknya.
"Kak, Abang Alif ikut juga nanti?". Tanya Arsyad.
"Mungkin". Jawab Queena yang masih sibuk dengan laptopnya.
"Abang Alif tuh berwibawa ya. Tampan, cerdas juga Kaya raya. Memang cocok lah dengan Kak Queena".
"Jangan lihat orang dari cover nya saja. Kalau mau memuji orang harus kenal dekat dulu agar tidak salah menilai". Sahut Queena.
"Mama Papa pasti tidak akan sembarangan memilih jodoh untuk Kakak. Meski tatapannya agak dingin seperti ikan dalam ruang chiller, tapi Bang Alif sangat sopan". Ujar Irsyad.
Queena menghentikan pekerjaannya. Ia menatap Adik kembarnya. "Kalian jadi team hore nya ya? Dibayar berapa Kalian? Daritadi terus memujinya". Kesal Queena.
"Tidak, Kita tidak dibayar, iyakan Ars". Irsyad menyikut pinggang Arsyad.
"Iya Kita tidak dibayar kok". Jawab Arsyad.
Queena hanya menghela nafas. Ia tahu Mereka dibayar oleh Eriska untuk memujinya didepan Queena.
Waktu sudah menunjukkan pukul dua siang. Setelah makan siang, Queena juga kedua Adiknya yang dikawal siap pergi menuju Butik untuk fitting gaun.
Saat sampai lobby, tiba-tiba seseorang memanggil Queena.
"Queena".
Queena juga dua A menoleh kearah suara.
"Kak Langit". Ujar Arsyad dan Irsyad.
Queena membeku melihat Langit menghampirinya.
"Queena, Aku ingin berbicara denganmu". Panggil Langit menghampiri Queena.
Seketika para pengawal melindungi Queena.
"Pergilah Kak. Sudah cukup Kakak menyakiti Kak Queena". Usir Arsyad.
"Queena, dengarlah. Semua ini hanya kecelakaan. Aku tidak pernah menduakanmu". Langit terus mencoba menjelaskan.
"Cukup Kak! Pergilah". Usir Irsyad.
"Aku masih sangat mencintaimu, Queena. Dengarkan penjelasanku". Langit maish terus mencoba menjelaskan.
"Sorry, tapi sekarang Queena adalah milikku". Terdengar Surat berat dari belakang Langit.
Queena memiringkan tubuhnya melihat siapa yang berbicara. Begitu juga Langit yang membalikkan badannya.
Alif berjalan menghampiri Queena melewati Langit. Para pengawal pun menyingkir dari hadapan Queena.
"Sayang, dah lama tunggu? Maaf Saya telat". Alif merangkul pinggang Queena lalu mencium kening Queena.
Queena terkejut dengan apa yang dilakukan Alif. Queena melotot pada Alif. Alif hanya menunjuk Langit dengan ujung matanya.
"Kenapa Kamu lama sekali? Aku sudah menunggumu sejak tadi". Queena memukul bahu Alif dengan manjanya.
Arsyad juga Irsyad terkejut dengan apa yang Mereka lihat.
"Queena". Panggil Langit.
"Maaf ya Langit. Hubungan Kita sudah berakhir lima tahun lalu. Sekarang juga Kamu sudah memiliki keluarga sendiri. Juga sebentar lagi Aku akan memiliki keluarga sendiri. Jadi, lupakan saja perasaanmu itu. Kesempatanmu sudah lama kadaluarsa. Ayo sayang Kita pergi". Queena menggandeng tangan Alif masuk kedalam mobil.
"Queena...". Panggil Langit dengan lemah melihat Queena telah pergi.
Didalam mobil, Queena merebahkan tubuhnya dengan menutup matanya.
"Masih belum move on?". Tanya Alif.
"Siapa bilang? Sudah!!". Jawab Queena.
"Oh ya? Tapi dari wajahmu nampak masih ada sisa rasa cinta padanya". Ujar Alif.
"Siapa bilang? Tidak! Mana ada Queena Diora tidak bisa move on!". Elak Queena.
Alif hanya tersenyum melihat wajah Queena yang kikuk.
"Dasar annoying". Ejek Alif.
"Dasar cowok aneh". Ejek Queena.
Mereka berdua saling tertawa kecil.
"Cowok Gila". Bisik Queena.
"Apa you cakap?". Tanya Alif.
"Apa? Aku tidak mengatakan apapun". Elak Queena.
Tak lama, Merekapun sampai di Butik. Queena turun setelah dibukakan pintu oleh pengawalnya. Begitu juga Alif. Duo CEO ini berjalan dengan membawa kharisma masing-masing.
"Selamat siang, Tuan dan Nona". Sapa Assistant Desainer.
Queena hanya mengangguk.
"Mari ikuti Saya, Ibu Jenny sudah menunggu".
Ibu Jenny adalah Desainer pernikahan yang sangat terkenal. Banyak yang berharap bisa dirancang oleh Ibu Jenny untuk pernikahan Mereka.
Queena dan Alif mengikuti Assistant Ibu Jenny. Mereka masuk kesebuah ruangan.
"Queena.... Selamat datang". Sapa Ibu Jenny.
"Tante, apa kabar?". Queena memeluk Ibu Jenny.
"Seperti yang Kamu lihat, Ibu sangat sehat". Jawab Ibu Jenny dengan ramah.
"Oh ya kenalkan, ini calon mempelai Pria". Queena mengenalkan Alif.
"Datuk Alif Malik, akhirnya bisa berjumpa dengan Datuk. Perkenalkan, Saya Jenny perancang busana untuk Kalian berdua". Sapa Ibu Jenny ramah.
"Alif". Ujar Alif tersenyum.
"Baiklah, tidak perlu menunggu lama, Kita mulai saja ya fitting bajunya". Ujar Ibu Jenny.
"Tolong ambilkan gaun milik Nona Queena dan Datuk Alif". Ujar Jenny pada Assistant nya
"Baik, Bu". Assistant Jenny pun pergi.
Queena dan Alif juga duo A duduk menunggu gaun itu datang.
Beberapa Pekerja Jenny telah membawa beberapa gaun dan juga tuxedo untuk Queena dan Alif.
"Inilah rancangan Kami Nona Queena dan Datuk Alif". Ujar Jenny menunjukkan pada Queena juga Alif.
"Ini sangat indah, Tante". Ujar Queena tersenyum gembira melihat rancangan gaun untuk pernikahannya.
"Kami mendesain khusus untuk Nona Queena yang cantik ini, tentu akan sangat indah apalagi jika Nona mengenakannya". Puji Ibu Jenny.
Queena dan Alif pun pergi menuju ruang ganti untuk mencoba pakaian Mereka.
Tak lama, Alif lebih dulu keluar dengan Jas berwarna Putih untuk acara Ijab Qobul. Terlihat sangat tampan, gagah dan berwibawa.
Tak lama, Queena keluar dengan kebaya berwarna Pink. Ketika banyaknya pengantin menggunakan kebaya putih saat Ijab Qobul, Queena meminta berwarna pink karena menurutnya warna pink adalah lambang Kebahagiaan. Ya, Dia berharap pernikahan ini menjadi awal Kebahagiaannya meski Ia tahu Kebahagiaan itu Tak mudah Ia raih karena calon suaminya pria yang menyebalkan.
"Ya Tuhan, cantik sekali Nona Queena". Puji Jenny melihat kebaya yang Queena kenakan benar-benar cocok untuk Queena.
"Datuk juga terlihat sangat tampan dan berwibawa. Kalian berdua memang serasi". Puji Jenny melihat pasangan muda ini.
Alif dan Queena berdiri dipantulan cermin. Mereka saling menatap meski hanya sesekali.
Cantik juga. Batin Alif.
Lumayan. Batin Queena.