NovelToon NovelToon
‎The Return Of The Phoenix And Princess Of The Dawn

‎The Return Of The Phoenix And Princess Of The Dawn

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: MUSTIKA DEWI

‎"Dulu Ku tulis takdirmu untuk menderita, sekarang malah..aku yang harus bertarung nyawa merubah takdir itu." ‎ ‎Ling Xie seorang penulis novel kolosal, tidak sengaja terjebak ke dalam cerita novelnya sendiri. Ia terbangun ke dalam cerita nya sendiri. Ia terkejut mendapati dirinya terbangun dari tidur, dan masuk ke dalam tubuh putri Jin Ling Xie. Seorang protagonis, yang ia ciptakan untuk hidup sengsara, seorang putri yang terbuang, dan di fitnah sebagai wanita murahan, oleh Putri Li Mei Feng seorang putri palsu dari kerajaan Feng Ling. ‎ ‎Di dunia yang kejam ini, ia harus bertahan hidup dengan bantuan Sistem. Misinya sungguh berat dan tidak main-main. Ia harus mengembalikan takdir putri yang terbuang itu, untuk merebut posisi putri mahkota Kerajaan Feng Ling yang asli, dari tangan Li Mei Feng si putri palsu itu. Serta merebut kembali jodoh sejatinya yaitu seorang pangeran Zhong Yang. Dan membersihkan nama baik Ibu kandung nya, Selir Agung Ling Mei Rong dari fitnahan Yan Shi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MUSTIKA DEWI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 Menyembuhkan Selir Agung

 Langkah kaki Ling Xie dan Dayang muda Bai Zhi bergegas menyusui lorong panjang istana kerajaan Feng Ling. Dibawah cahaya lentera yang bergoyang akibat tiupan angin malam yang cukup kencang. Bayangan mereka terlihat bergerak cepat, saat melintasi koridor istana kerajaan Feng Ling, yang dihiasi oleh burung Phoenix emas. Sebuah lambang dari kerajaan Feng Ling. Ling Xie masih saja mengenakan cadar penutup wajah, hingga terlihat sepasang mata yang tajam dan cantik. Terlihat Selir Agung Ling Mei Rong tampak lemah tak berdaya yang diapit oleh mereka berdua. Perlahan-lahan tubuh Selir Agung kembali memucat hingga terlihat seperti mayat diiringi dengan kondisi yang sangat kritis. Napasnya tak lagi terdengar lagi.

"Nona Ling Xie.. bagaimana ini? Selir Agung Ling Mei Rong semakin memucat dan napasnya tidak terdengar lagi. Apakah Selir Agung bisa di selamatkan?" keluh Dayang muda Bai Zhi dengan suara bergetar karena panik dan ketakutan.

  Ling Xie tetap melangkah dengan mempercepat jalannya, diikuti oleh Dayang muda Bai Zhi, agar mereka cepat sampai di Paviliun Tamu Agung.

"Selama detak jantungnya, masih berdenyut, masih ada harapan untuk menyelamatkan nya. Tetapi..kita harus cepat sampai di Paviliun Tamu Agung." sahut Ling Xie dengan tegas.

  Sesampainya di Paviliun Tamu Agung, Ling Xie langsung memerintahkan Dayang muda Bai Zhi untuk segera menutup dan mengunci pintu kamar. Ia tidak ingin ada orang yang mengganggunya dan menghalanginya untuk menyelamatkan nyawa Selir Agung Ling Mei Rong.

"Bai Zhi..bisakah kamu tutup dan kunci pintu kamar ini? Aku tidak ingin sampai ada orang yang mengganggu ku."

"Baik, Nona Ling Xie," sahut Dayang muda Bai Zhi sambil melepaskan rangkulan tangannya pada tubuh Selir Agung.

  Ling Xie segera membaringkan tubuh Selir Agung Ling Mei Rong di tempat tidurnya. Ia segera berjalan menuju meja, disana sudah tersedia kotak berisi jarum akupuntur miliknya, dan beberapa bahan ramuan herbal kering.

  Dengan gerakan terlatih dan cepat, Ling Xie mulai memeriksa denyut nadi l, dan pupil mata Selir Agung Ling Mei Rong. Setelah sesaat memeriksa, ia mengeryitkan kening dari balik cadarnya.

"Ini racun bunga malam kelabu. Sebuah racun yang akan menyerang kekebalan tubuh dan syaraf. Racun tipe ini adalah racun yang cepat bekerja. Jika lambat di tangani, maka akan berakibat fatal baginya." Ling Xie menjelaskan kepada Dayang muda Bai Zhi.

"Artinya nyawa selir Agung tidak akan tertolong?" tanya Dayang muda Bai Zhi.

"Seperti itulah kenyataan nya," sahut Ling Xie dengan suara tegas dan jujur.

Tanpa membuang waktu, Ling Xie menyisipkan beberapa jarum perak di titik-titik akupuntur tertentu di leher, dada, dan perut Selir Agung. Jarum perak itu berfungsi untuk memperlambat penyebaran racun sekaligus menjaga aliran darah agar tetap lancar. Sambil menunggu efek jarum bekerja, ia menumbuk beberapa jenis akar dan daun obat, lalu menyeduhnya menjadi ramuan kental yang beraroma tajam namun menyegarkan.

"Bisakah kamu membantu menengukkan ramuan obat herbal ini, pelan-pelan," perintah Ling Xie kepada Bai Zhi.

"Bisa, Nona." sahut Dayang muda Bai Zhi sambil menghampiri nya.

  Ling Xie membantu Selir Agung Ling Mei Rong bangun, dan setengah duduk. Dayang muda Bai Zhi mulai menenggukan secangkir air ramuan herbal itu, ke dalam mulut Selir Agung Ling Mei Rong. Setelah ramuan herbal itu masuk ke kerongkongan Selir Agung Ling Mei Rong, tidak lama kemudian tubuh wanita itu mulai bereaksi. Mulai bergerak sedikit, walaupun belum sadar sepenuhnya. Wajah dan kukunya sudah mulai normal. Napasnya sudah mulai muncul kemudian, setelah tadi hilang beberapa menit. Kulit Selir Agung Ling Mei Rong sudah normal, Kini giliran Ling Xie yang mencabut jarum perak itu satu per satu dari titik akupuntur nya tadi dengan penuh hati-hati.

"Racunnya sudah berhasil di lawan, sebagian sudah di keluarkan," ujar Ling Xie sambil membersihkan tangan nya.

"Tapi..Beliau masih sangat lemah dan belum sadar sepenuhnya. Beliau butuh istirahat total. Saat ini, aku hanya menyembuhkan racun nya saja. Kalau penyakit mental nya..aku masih mencoba nya."

 Dayang muda Bai Zhi menghela napas lega, sembari menatap Ling Xie penuh dengan rasa hormat.

"Terima kasih banyak, Nona Ling Xie. Nona tabib. Kalau tidak ada nona, mungkin..Beliau sudah tiada." ucap Dayang muda Bai Zhi dengan perasaan senang dan rasa hormat yang dalam kepada Ling Xie.

"Tapi...mengapa Nona tahu, Jika selir Agung Ling Mei Rong sedang dalam bahaya? lalu siapa yang tega berbuat jahat padanya?" tanya Dayang muda Bai Zhi semakin penasaran padanya.

1
MUSTIKA DEWI
iya, terima kasih banyak ya.🙏
MUSTIKA DEWI
Maaf, ya. terima kasih banyak sudah koreksi, maklum lah. banyak yg kurang nya🙏
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
kak koreksi lebih sopan panggil ibu suri aja dari pada nyonya 🙏🙏🙏🙏
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
hai kak mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!