Zahra Syariah zalza Bila adalah seorang anak broken home, ia anak yg di besarkan oleh ibunya sebatang kara, akibat orang tuanya yang berpisah di usia dimn anak lain masih mendapatkan peran kedua orang tua nya, Zahra harus mencari peran itu dari orang² terdekat nya, namun sifat Zahra yang selalu susah di atur dan selalu membuat masalah bagi ibunya di tambah ibu nya juga yg sudh tua, ibunya pun harus menikah kan Zahra dengan seorang duda yang bernama Ansar zuliyan kerna menurut nya Ansar akan mampu mendidik Zahra di dalam proses menuju dewasa.....
di bacaa ya teman teman biar tau Gimn kelanjutan kisahnya Zahra dan Ansar.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bini pond, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
nyasar.....
Tengah malam yg menunjukkan pukul 23:15
Zahra masih asik nonton TV di ruang tamu dan tak lama kemudian suara guntur terdengar yg berarti sebentar lagi hujan
*nanti ajalah masuk nanggung bentar lagi habis juga nih film*batin Zahra
Tok,tok tok
//Zahra memandang ke arah pintu mendengar ketokan itu
*siapa yang bertamu jam segini sih*
//berjalan mendekati pintu dan membukanya
Grepp
Sebuah tangan Kekar memeluk erat tubuh Zahra
*ini siapa anjing*
Pria itu bersandar di bahu Zahra dengan bau alkohol yang begitu menyengat di tubuhnya
"woi bangun"ucap Zahra tepat di telinga pria itu
Zahra yang memandang wajah itu merasa tidak asing
Dan di benak nya teringat akan om om yg mau menabrak nya kmarin
*anjir ini kan om ansar, ngapain dia kesini gila*batin Zahra tambah bertanya tanya
"jangan tinggalkan saya zizah"memeluk erat tubuh Zahra
"saya Zahra om buka zizah"menyadarkan Ansar
Zahra yg memandang keluar melihat tidak ada siapa-siapa lagi selain Ansar langsung menutup pintu nya dan membawa Ansar berbaring di sofa ruang tamu
Saat Zahra akan pergi mengambil selimut tangan Zahra lansung ditarik menyebabkan Zahra hampir jatuh ke pelukan Ansar
"saya sangat sayang kamu zizah"ucapa Ansar mendekatkan wajahnya ke wajah Zahra
"saya Zahra om buka zizah"dorong Zahra
Zahra lalu pergi mengambil sarung atau selimut untuk menutupi badan Ansar , ia juga mengambil air minum..
"nah minum"menempel air dingin ke wajah Ansar
tak lama kemudian Ansar pun meminum air itu
ia merasa akal sehat mulai kembali lagi hingga ia meliat Dengan jelas orang yang di depan nya bukan lah Azizah malainkan Zahra
"CK bocah oon ini lagi"ucapnya sembari memegangi kepalanya yang masih terasa pusing
"apasih om masih baik saya mau bukain pintu daripada om kehujanan di luar"ucap Zahra duduk tak begitu jauh dari Ansar
"mana kakek dan nenek mu"
"sudh tidur om, liat dong ini jam berapa "
Ansar melihat jam tangannya menyadari sudah pukul 23:48
"maaf datang tengah malam begini"ucap Ansar sembari menutup matanya
"om bisa menjelaskan besok pagi saya ngantuk "
Zahra ingin meninggalkan Ansar namun tangan Ansar kembali Manarik nya.
Hingga tak sengaja bibir Ansar menyentuh pipi Zahra
(cupp)
Zahra yang menyadari itu langsung bangun dan protes
"apasih om tarik tarik gak jelas banget "ucap nya sembari mengelap pipinya
"temenin saya di sini saya takut guntur"ucap Ansar sembari menutupin wajahnya dengan selimut merasa malu
"adehh om kan udah tua masa takut sih sama guntur udh ah om saya ngantuk "ucap Zahra sembari menaiki anak tangga
"ta-tapi"blm sempat ucapan Ansar itu ia teruskan tiba tiba saja lampu padam
"ya kan mati lampu"ucap Zahra lalu lari ke kamarnya dan mengambil ponsel berserta selimut dan bantal
Tak lama kemudian Zahra melihat Ansar yg menutup sekujur tubuh nya dengan selimut
*dasar tua penakut *batinya
Ansar yg menyadari ada cahaya yg menuju ke arah nya membuka tutup selimut nya itu
"kamu mau kan temani saya di sini bocah "tanya Ansar dengan wajah yang di buat buat imut
*sok imut banget sih anjir*batin Zahra
namun beda dengan keadaan perempuan itu wajah Zahra terlihat merah saat Ansar membuat wajah nya seakan akan imut itu
"iya saya tidur di sofa sebelah om"ucap Zahra dan tak lama kemudian mereka berdua pun tertidur nyenyak di atas sofa dengan selimut nya masing-masing...
....