NovelToon NovelToon
Istri Bisu Sang Duke

Istri Bisu Sang Duke

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Pernikahan Kilat / Tukar Pasangan / Pengantin Pengganti
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: farchahcha

“Aku hanya membutuhkanmu untuk melahirkan pewarisku. Tidak lebih!”
Itulah kata paling menyakitkan yang diucapkan Duke Cassian Clyvedon kepada Elowen Whitmore. .
Semua orang di kerajaan tahu bahwa Duke Clyvedon adalah pria yang ditakuti, dingin, kejam, dan tak pernah mempercayai siapa pun.
Sementara Elowen Whitmore hanyalah putri kedua dari keluarga bangsawan yang hampir bangkrut… seorang gadis yang bahkan tidak bisa berbicara.
Ia tidak seharusnya menjadi pengantin sang duke.
Namun ketika kakaknya melarikan diri dari perjodohan yang telah diatur kerajaan, Elowen dipaksa menggantikan posisi itu demi menyelamatkan kehormatan keluarganya.
Kini ia terjebak dalam pernikahan tanpa cinta dengan pria paling menakutkan di kerajaan.
Semua orang yakin pernikahan ini hanya akan berakhir dengan kehancuran.
Tapi tidak seorang pun menyadari satu hal, bahwa sang duchess bisu mungkin adalah satu-satunya orang yang mampu meluluhkan hati sang Duke.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon farchahcha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Seperti malam sebelumnya, pagi itu Elowen berada di ruang makan sendirian untuk menikmati sarapannya. 

“Duke Cassian meminta sarapannya dikirim ke kamar, Your Grace,” ucap seorang pelayan pada Elowen. 

Elowen tidak merespon apa-apa, dia juga tidak terlihat mencari Sang Duke seperti kemarin. 

Dibanding kemarin saat terlihat khawatir dan murung karena tidak ditemani makan malam oleh suaminya. Pagi ini, Elowen terlihat tidak peduli dengan Duke Cassian sama sekali. Wanita itu sibuk sarapan dengan tenang.

Nyonya Wilson mulai menebak ada sesuatu antara mereka. 

“Apa anda dan Duke sedang bertengkar?” tanya Nyonya Wilson hati-hati kepada Elowen. 

Elowen menoleh pelan pada Nyonya Wilson kemudian tersenyum tipis dan menggeleng. 

Nyonya Wilson tidak lagi bertanya, melihat Elowen yang tidak ingin lagi membahas soal Duke. Kepala Pengurus Rumah Tangga itu akhirnya undur diri. 

***

Pagi itu, Cassian sudah duduk di balkon kamarnya. 

Udara masih segar, sisa embun bahkan belum sepenuhnya menghilang. Di hadapannya, tersaji sarapan yang tertata rapi seperti permintaannya. Roti hangat, buah, dan secangkir teh dengan asap yang mengepul tipis. 

Padahal dia sendiri yang menyuruh Jimmy menyiapkan sarapan di kamar. Namun, tidak satu pun menu disentuhnya. 

Cassian hanya menatap makanannya datar, seolah makanan itu tidak benar-benar ada di sana. Pikirannya melayang jauh. 

Jimmy yang berdiri di samping Cassian, dengan tangan terlipat di depan tubuhnya. Pandangannya sempat beralih sekilas ke meja, lalu kembali pada tuannya. 

“Apa ada yang kurang sesuai dengan selera Anda, Yang Mulia?” tanya Jimmy hati-hati. 

Tidak ada jawaban. 

Keheningan menggantung di udara. Canggung. Jimmy berusaha tenang. 

Cassian tetap diam. Tatapannya kosong, tapi rahangnya sedikit mengeras, seolah ada sesuatu yang berputar di kepalanya dan enggan pergi. 

Beberapa detik berlalu. 

Kemudian Cassian menghembuskan napas pendek, nyaris seperti dengusan. Tatapannya beralih dari makanan ke arah Jimmy. 

“Panggil Harry sekarang.”

Suara Cassian rendah dan tegas. 

“Anda ingin saya memanggil Tuan Harry…?” Jimmy makin tidak mengerti dengan Cassian, ini masih minggu pertama pernikahannya. Kenapa dia minta dipanggilkan Ajudan Pribadinya?

“Yang Mulia tidak berpikir ingin bekerja hari ini ‘kan?” 

Cassian tidak menjawab, pria itu hanya menatap Jimmy dengan tajam. 

Jimmy menunduk, dan akhirnya… “Baik, Yang Mulia.”

Dia melangkah mundur, bersiap meninggalkan ruangan. 

“Tunggu,” cegah Cassian. 

“Ya, Yang Mulia?”

“Katakan pada Harry, bawakan aku laporan wilayah utara.”

“Baik, Yang Mulia.”

Namun, sebelum benar-benar pergi, mata Jimmy sempat melirik ke arah meja. Sarapan itu masih utuh. 

Kalau memang tidak ingin makan. Kenapa menyuruh menyiapkan sarapan di kamar? Kalau begini pasti Nona Elowen akan sedih, batin Jimmy merasa kasihan dengan istri tuannya itu.

***

Tidak ada yang istimewa di kastil milik Duke of Clyvedon ini selain kemewahannya yang megah. Mungkin tempat ternyaman bagi Elowen adalah taman belakang dengan danau yang begitu indah. 

Elowen menarik napas dalam, mengisi paru-parunya dengan udara segar di taman itu. 

Sampai Jimmy menghampirinya. 

“Your Grace?” panggil Jimmy. 

Elowen menoleh, matanya melebar mencari tahu apa yang ingin disampaikan Jimmy padanya. Dia menulis sebuah catatan kecil. 

“Ada apa Jimmy?” tulisnya. 

Jimmy mengangguk, mengeluarkan sesuatu dari dalam saku bajunya. 

“Ada surat untuk Anda.” 

Elowen memiringkan kepala. Surat? Dari siapa? 

Tangannya mengulur pelan pada Jimmy, mengambil surat itu. 

Setelah memberikan surat itu, Jimmy langsung mengundurkan diri. 

“Sebuah surat?” gumam Elowen dalam hati. 

Ini pertama kalinya Elowen mendapat surat dari seseorang. Seumur hidupnya, dia tidak pernah mendapatkan surat. Bahkan, ketika hari ulang tahunnya, saat semua orang mendapat ucapan selamat. Elowen sama sekali tidak mendapatkannya. 

Karena itulah, hatinya mulai berdebar kencang. 

Elowen mulai membuka surat itu dan membacanya:

Untuk saudariku, Elowen. 

Aku sudah mendengar kabar tentang pernikahanmu dengan Duke dari Clyvedon itu. Siapa sangka? Aku tak percaya kalau kamu bisa mendapatkan jodoh pria yang luar biasa sepertinya. 

Kupikir, hidupmu memang beruntung. Tidak seperti diriku…

Aku mengira mengejar cinta akan membuatku bahagia. Ternyata kehidupan itu bukan cuma mengandalkan cinta. Aku menikahi seorang rakyat jelata, pria pekerja dari penerbitan surat kabar yang selalu dikirim ke rumah kita. 

Hari pertama menikah dengannya, dia sudah memukulku. Dan, kini aku sudah kembali ke rumah karena aku sudah tidak sanggup hidup bersama pria yang sangat kasar dan miskin. Adrian menjemputku pulang.

Aku tahu kehidupanmu pasti sangat nyaman di istana sang duke.

Kalau saja aku tidak kabur malam itu… Mungkin saja aku yang ada di sana sekarang. Tapi, tidak apa-apa. Aku memang yang bodoh. 

Kuharap pernikahanmu bahagia Elowen. 

Dari saudarimu, Cleona. 

Elowen menghela napas, menutup surat itu. Tiba-tiba saja ada yang mengganggu pikirannya.

Cleona kembali, dan dia menyatakan dalam suratnya kalau dia menyesal telah kabur. Dan, yang membuat Elowen makin resah adalah kalimat dimana Cleona bilang kalau seharusnya posisi Elowen ini adalah miliknya. 

“Cleona benar, kalau saja dia tidak kabur mungkin dia yang akan menjadi Duchess of Clyvedon.” 

Elowen menunduk, menyembunyikan wajahnya. Bahunya turun terlihat sekali kalau wanita itu sedang murung. 

Tanpa Elowen tahu, tempatnya berdiri terlihat jelas dari balkon kamar Cassian. Dan, kini pria itu bisa melihat wanitanya sedang menangis dalam diam.

“Apa yang dia baca sampai sedih begitu?” gumam Cassian. 

Namun, tak lama pintu kamar Cassian terbuka. 

Cassian menoleh, Harry masuk tanpa mengetuk pintu. 

“Kau melupakan sopan santunmu, Harry.” Tegur Cassian. 

Harry hanya tertawa kecil, lalu mengetuk pintu kamar Cassian. “Anda memanggil saya, Your Grace?” sapa Harry dengan senyum menggoda. 

Harry adalah sahabat dekat Cassian yang berubah menjadi Ajudan pribadinya. Tentu saja, tidak ada ketakutan untuk menggoda Duke yang dingin itu. 

“Kau bawa yang kuminta?”

“Tentu saja. Ini laporan dari wilayah utara,” jawab Harry sambil memperlihatkan di tangannya sudah ada kertas yang dibawa. 

Cassian hanya melihat sekilas. “Letakkan di meja,” katanya. Lalu, kembali melihat Elowen. 

Tumpukan dokumen sudah memenuhi meja kerja Cassian. 

“Kau yakin ingin melakukan pekerjaan hari ini?”

“Laporkan semuanya sekarang.”

“Sekarang banget?” Harry sempat ragu. “Hari ini?” 

Cassian akhirnya menatap dingin Harry. 

“Kenapa?” 

Harry berjalan mendekati Cassian akhirnya. “Bukankah kau ingin menghampirinya?” ucapnya sambil mengedikkan dagu ke arah Elowen yang masih berdiri di tepi danau. “Kau melihatnya terus dari tadi.”

“Aku?”

Harry mengangguk. “Ya. Kamu.”

“Tidak mungkin.”

“Tidak mungkin apa? Kau berdiri terlalu dekat ke tepi balkon, bukankah kamu ingin menghampiri istrimu?”

“Tidak,” elak Cassian cepat.

Harry mengernyit. “Kenapa kau terlihat panik? Jangan-jangan kau takut pada istrimu? Malu mendekatinya lebih dulu? Seorang Duke of Clyvedon?” goda Harry. 

1
Yeni Fitriani
penasaran 80 000 pound itu . maksudnya poundsterling kah...?
klo di rupiah kan setara dgn berapa kah...?

auto lsg tanta mbh gogle
farchahcha: Iya best 80rb pound maksudnya poundsterling ya.
total 2 replies
this that PINK VENOM
.
jaka purnomo agung
Penulisan nya sangat rapi, tanda baca juga pas sehingga saya lebih mudah memahami cerita...
you're amazing writer
farchahcha: Thank you best, I really appreciate it. So, enjoy reading the story 🦋
total 1 replies
Emi Sudiarni
lanjut kak
Emi Sudiarni
benar2 nenek lampir putri lydia
Emi Sudiarni
apa lucien suka elowen
Emi Sudiarni
menarik diawal cerita
farchahcha: Enjoy reading best 🦋
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!