NovelToon NovelToon
Jadi Bos Perusahaan Entertainment

Jadi Bos Perusahaan Entertainment

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Showbiz / Reinkarnasi
Popularitas:524
Nilai: 5
Nama Author: ILikeAll9

Pernah gak sih kamu lagi enak enaknya tidur, eh bangun bangun malah pindah dunia. Ini adalah kisah seorang pemuda yang baru saja lulus dari masa SMAnya, dia berusia 18 tahun, namanya Ethan Lucifer.

Dia anak yang hidup sederhana bersama orang tuanya, Ayahnya bekerja di bengkel, Ibunya bekerja di warung kecil depan rumah mereka. Alias warung mereka sendiri, warungnya berupa warung makanan.

Ethan kadang akan membantu orang tuanya berjualan, dia juga memiliki adik perempuan yang saat ini baru duduk di kelas satu SMP, dan adik laki laki yang baru masuk SD tahun ini. Keluarga mereka beranggotakan 5 orang, dan selalu harmonis.

Pesan Author: Mungkin sebagian akan berbeda dari awal alur, tapi semoga tetap bisa menikmatinya, karena di karya ini terdapat bantuan dari Ai, mohon dimaklumi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ILikeAll9, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

C009: Festival Bunga & Kebun #2

...Selamat Baca...

Tanggal 1 April, pukul 10.00 WAZ pagi

Musim semi masih menyelimuti Kota Adelia dengan hangatnya—sinar matahari menerangi jalan raya menuju Mall Central Adelia, di mana Festival Bunga Aurelia masih berlangsung meriah.

Ethan mengenakan kaos polos putih dan celana panjang hitam, bersama Evan, Felix, dan Adrian yang tampak antusias menyaksikan sesi vokal hari ini.

“Kita fokus pada sesi vokal saja hari ini,” ujar Ethan sambil menunjuk ke papan informasi di depan mall. “Informasinya bilang ada peserta dari luar negeri yang akan tampil.”

Mereka memasuki mall dan langsung naik eskalator menuju lantai 5. Ruangan acara vokal sudah dipersiapkan dengan baik—panggung kecil dengan dekorasi bunga musim semi, dan speaker yang siap menyala.

Setelah beberapa peserta tampil dengan performa yang baik, suara MC memenuhi ruangan dengan semangat:

“Selanjutnya, mari kita sambut peserta ke-23 yang datang dari jauh—Negara Levia, dengan lagu berjudul ‘STARLIGHT CALL’ yang di arasemen secara eksklusif oleh dirinya sendiri!”

Seorang pemuda berusia 18 tahun dengan rambut pirang muda bergelombang maju ke panggung. Rambutnya sedikit berkilau di bawah lampu panggung, mata biru cerahnya terpancar semangat.

Dia mengenakan kaos bergambar grafis khas Levia dan celana jeans sobek yang trendy. Saat musik mulai mengalir, suaranya yang kuat dan penuh emosi memenuhi ruangan.

Dia mampu menjangkau nada tinggi dengan mudah, bahkan bagian yang membutuhkan transisi cepat dari nada rendah ke tinggi dilakukan dengan presisi.

Penonton terpana dan memberikan tepukan meriah setiap kali dia menyelesaikan bagian sulit.

Evan mengangguk dengan kagum, “Suaranya sangat kuat Kak Ethan—dia benar-benar paham bagaimana cara menyampaikan emosi melalui lagu.”

Setelah musik berakhir, pemuda tersebut mengucapkan terima kasih dengan senyum lebar dan kembali ke belakang panggung.

Setelah beberapa peserta lain tampil, MC kembali naik ke panggung dengan wajah penuh kegembiraan:

“Dan pemenang sesi vokal hari ini adalah—Peserta ke-23, Leo Whitmore dari Negara Levia!”

Suara sorak menggema saat Leo maju ke depan untuk menerima piala dan amplop hadiah.

Setelah acara selesai dan kerumunan mulai menyebar, Ethan mendekatinya yang sedang melihat-lihat stand bunga di sudut ruangan.

“Halo, saya Ethan Lucifer dari Lucifer Entertainment,” ucap Ethan dengan senyum ramah.

“Saya sangat terkesan dengan performamu tadi—suara yang kuat dan bisa menyampaikan emosi dengan baik. Bolehkah saya tahu lebih banyak tentangmu?”

Leo segera menoleh dengan mata yang bersinar. “Terima kasih banyak, Pak Ethan! Nama saya Leo Whitmore. Saya datang ke Aurelia sendiri untuk mengejar impian menjadi idol—keluarga saya sangat mendukung saya.”

“Bagus sekali,” ujar Ethan sambil mengeluarkan kartu nama.

“Perusahaan saya sedang membangun grup idol baru, dan juga merencanakan formasi kedua. Bakat vokal dan kreativitasmu sangat sesuai dengan visi kami."

"Apakah kamu berminat untuk bergabung sebagai trainee untuk grup kedua kami?”

Leo terdiam sebentar sebelum menjawab dengan mantap, “Saya sangat bersedia, Pak Ethan! Saya bisa mulai kapan saja.”

Tanggal 2 April, Pukul 05.45 WAZ Pagi

Ethan bangun pagi dengan senyum setelah melihat pesan dari Leo yang mengatakan dia siap pindah hari ini.

Dia sarapan dengan roti bakar dan jus buah segar, sambil melihat jadwal hariannya: “Cek perusahaan → apartemen → sekolah swasta”.

Pukul 07.15 WAZ, Ethan tiba di Lucifer Entertainment. Gedung sudah jauh berbeda—lantai kayu baru mengkilap, dinding dicat putih bersih, dan beberapa tanaman kecil menghiasi sudut ruangan.

Kontraktornya Leo Martinez menyambutnya dengan senyum:

"Tuan Ethan, pekerjaan hampir selesai. Dalam satu minggu setengah lagi, semua akan siap sesuai jadwal yang disepakati.”

“Terima kasih, Tuan Martinez,” jawab Ethan dengan lega. “Kerja keras timmu sangat terlihat.”

Saat itu, Adrian muncul dengan tas barangnya. “Selamat pagi Kak Ethan! Saya baru saja membawa barang ke Apartemen Sentral Adelia—Evan dan Felix sudah menunggu saya.”

Setelah mengecek beberapa bagian perusahaan, Ethan pergi ke apartemen. Di Unit 1 (untuk grup utama 5 orang), Evan dan Felix sedang membantu Adrian menata kamar—rak buku tentang musik dan tari sudah terisi rapi, kostum latihan tersusun dengan baik.

“Kalian bekerja sama dengan baik ya,” ucap Ethan dengan senyum. “Nanti jika ada anggota baru yang bergabung, tempat tidur sudah siap.”

Kemudian Ethan pergi ke Unit 2 (samping unit 1, untuk grup kedua 4 orang) yang sudah siap. Leo sudah ada di sana dengan beberapa tas barangnya, sedang melihat kamar dengan kagum:

“Tempatnya sangat nyaman, Pak Ethan! Saya akan merapikan barang sebentar dan bisa langsung datang ke perusahaan jika diperlukan.”

“Jangan terburu-buru, Leo,” ucap Ethan ramah. “Istirahat dulu hari ini. Besok kita bisa mulai tanda tangan kontrak, dan tes dasar serta membicarakan jadwal.”

Pukul 10.30 WAZ, Ethan mengemudi menuju Sekolah Swasta Stella Maris di kawasan utara Kota Adelia.

Gedung berarsitektur klasik dengan taman bunga di halaman depan. Dia bertemu dengan pembina Klub Dance Modern bernama Ms. Claire di ruang guru:

“Tuan Ethan, selamat datang. Klub kami memiliki beberapa siswa berbakat, tapi satu di antaranya sangat istimewa—dia baru saja menyelesaikan koreografi baru untuk acara tahunan sekolah.”

Mereka masuk ke ruang latihan yang luas. Beberapa siswa sedang berlatih, namun di sudut ruangan paling dalam, seorang pemuda berusia 16 tahun dengan rambut hitam rapi sedang duduk di lantai kayu, fokus mengedit gerakan di buku catatannya.

Wajahnya tampak tenang, mata coklatnya mengamati setiap garis gerakan yang dia gambar.

Ms. Claire menjelaskan dengan lembut, “Namanya adalah—” sebelum bisa melanjutkan, pemuda tersebut menoleh dengan tatapan yang tenang namun sopan. Dia berdiri tegak dan memberikan sapaan dengan sopan:

“Selamat pagi, Ms. Claire, Selamat Pagi Tuan.”

“Saya bisa melihat bakatmu dari gerakan yang kamu buat. Bolehkah saya tahu nama kamu dan apa yang sedang kamu kerjakan?”

Pemuda tersebut menjawab dengan suara tenang namun jelas, “Nama saya Xavier Valentino. Saya sedang menyempurnakan koreografi untuk acara sekolah tahun depan. Saya juga suka bermain musik dan menulis lirik sederhana.”

Ethan mengangguk dengan kagum. “Saya Ethan Lucifer dari Lucifer Entertainment. Saya melihat potensi besar dalam dirimu, terutama dalam menyusun gerakan tari dan pemahaman musik."

"Apakah kamu berminat untuk bergabung sebagai trainee setelah lulus bulan ini?”

Xavier terdiam sebentar, matanya menunjukkan rasa terpikir. “Saya sangat menghargai tawaran ini, Tuan Ethan."

"Saya akan mempertimbangkannya dengan matang setelah lulus pada tanggal 13 April mendatang.”

Saat itu, seorang pemuda lain dengan rambut hitam lurus rapi mendekat dengan senyum sopan. “Permisi, Pak. Nama saya Michael Volkov dari Negara Valeria."

"Orang tua saya mengirim saya ke Aurelia untuk sekolah dan mengeksplorasi bakat saya di bidang musik."

"Saya teman sekelas Xavier dan sering membantu dia dalam latihan tari. Saya dengar anda sedang mencari trainee baru? Bolehkah saya menawarkan diri?" Tanya pemuda lain, yang datang mendekat ke arah Ethan.

Ethan tersenyum dan memberikan kartu nama, “Sangat senang bertemu denganmu, Michael. Bakatmu dalam mendukung teman dan kemampuan vokal yang saya lihat tadi sangat menjanjikan."

"Apakah kamu bersedia bergabung sebagai trainee untuk grup kedua kami?"

Michael mengangguk dengan antusias, “Saya sangat bersedia, Pak! Saya akan segera menghubungi orang tua saya untuk memberitahukan ini.”

Sinar matahari mulai menyinari jalan pulang saat Ethan masuk ke dalam mobilnya. Dia membuka buku catatannya dan mencatat nama-nama baru: Leo Whitmore, Michael Volkov, Xavier Valentino.

Semua nama tersebut menjadi bukti bahwa perjalanan untuk membangun grup idol terbaik di Aurelia semakin dekat dengan tujuan.

“Sekarang kita hanya perlu menunggu keputusan Lucas dan mempersiapkan evaluasi bulan depan,” bisiknya sambil memulai mesin mobil.

Sinar matahari musim semi menerangi jalan pulang, membawa harapan untuk masa depan yang lebih cerah bagi Lucifer Entertainment.

Di perjalanan, Ethan mendengar suara musik akustik yang merdu dari arah trotoar yang ramai—suara itu berasal dari seorang pemuda yang duduk di atas kotak kayu kecil, bermain gitar akustik dan menyanyi dengan gaya yang khas.

Ethan menepi di parkiran supermarket kecil, dan memarkirkan mobilnya disana. Sebelum ia turun dan mendekati arah suara gitar akustik yang ia dengar tadi.

Saat mendekat dia melihat sebuah kotak kecil bertuliskan, "Saya ingin menjadi penyanyi, tolong bantu saya mengumpulkan dana." Ethan mulai tahu, bahwa cita cita pemuda yang kiranya sekitar berusia 14 tahun seusiaan Felix.

Dia berhenti disana untuk melihat kemampuan Vocal anak itu, dan gerakan tangan saat memetik senar gitar.

Itu terdengar merdu, dia mungkin tidak pernah berurusan dengan industri hiburan di kehidupan sebelumnya, tapi dia yang saat ini tahu bahwa bakat anak itu sangat bersinar.

'Mungkin skill asli pemilik tubuh asli, meski namanya sama sepertiku...' gumamnya dalam hati saat menikmati musik anak itu.

Saat musik berakhir dan dia mengusap dahinya yang berkeringat, Ethan mendekatinya dengan pelan.

“Suaramu luar biasa sekali. Musik yang kamu mainkan juga sangat unik—apakah itu ciptaanmu sendiri?” tanya Ethan ramah.

Pemuda itu sedikit terkejut tapi segera tersenyum. “Ya Tuan, terima kasih banyak. Saya membuatnya sendiri dari cerita sekitar saya.”

“Bagus sekali. Boleh saya tahu nama kamu siapa?”

“Alexander Wright, Tuan. Biasa dipanggil Alex.”

“Saya Ethan Lucifer dari Lucifer Entertainment.” Ethan menarik sebuah kartu nama dari dompetnya dan memberikannya dengan kedua tangan.

“Ini kartu nama saya—kamu bisa hubungi nomor atau email yang tertera kapan saja. Bakatmu benar-benar luar biasa—apakah kamu berminat untuk bergabung sebagai bagian dari keluarga Lucifer Entertaiment kami?"

"Kami tidak hanya fokus pada grup idol, tapi juga mengembangkan penyanyi solo dan musisi kreatif."

Alex menerima kartu nama dengan hati-hati, menatapnya sebentar lalu mengangkat kepalanya dengan mata bersinar. “Benarkah Tuan? Saya siap kapan saja! Nanti akan saya hubungi nomornya!”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!