“[Ikan Langka! Hadiah 100 Emas!]”
Beni hanyalah nelayan miskin yang hidup penuh penderitaan. Ia dikhianati istrinya, dijebak hingga terlilit hutang, dan hampir kehilangan harapan hidup.
Namun saat berlayar di tengah badai, ia malah tersesat ke lautan misterius yang dipenuhi bahaya. Di sanalah sebuah sistem aneh tiba-tiba muncul di hadapannya.
Dengan bantuan sistem pengumpul emas, bisakah Ye Fan mengubah nasibnya dan menjadi orang terkaya di lautan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sistem One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9: Ikan Petir bertanduk
Ikan Petir Bertanduk itu terus mengamuk. Tubuhnya yang panjang dan ramping meluncur di atas dek kayu perahu dengan kecepatan yang tidak wajar.
Setiap kali ekornya yang kuat menghantam lantai, kayu jati perahu itu berderak, seolah hendak patah.
Percikan listrik berwarna biru elektrik terus meletup-letup dari duri-durinya, meninggalkan bekas hangus di mana pun ia menyentuh dek kapal.
DUAK!
Ember tempat menyimpan umpan terpelanting ke laut.
"Berhenti merusak perahuku, Ikan Bodoh! Kau tahu berapa harga kayu ini? Aku baru saja meng-upgrade kapal ini dan kau sudah berniat menghancurkannya!" Beni berteriak panik sambil melompat mundur untuk menghindari kibasan ekor yang mematikan. "Memangnya ikan tahu apa tentang uang? Harusnya kau tahu diri dan pasrah saja saat kutangkap!"
Ikan itu tiba-tiba berhenti bergerak. Ia menatap Beni dengan mata kecilnya yang memancarkan kecerdasan aneh. Tiba-tiba, dari tanduk kristalnya, sebuah busur listrik kecil menyambar dengan sangat cepat, tepat mengarah ke selangkangan Beni.
WHOSH!
"AAAKK! Hampir saja!" Beni melakukan salto ke samping dengan gerakan yang sangat tidak elegan, napasnya memburu. "Hampir saja masa depanku hilang sebelum aku sempat menggunakannya lagi! Makhluk apa ini? Kenapa menyerang titik vital?!"
Beni terengah-engah, keringat dingin membasahi dahinya yang lebam. "Makhluk-makhluk di tempat ini benar-benar tidak normal. Bagaimana caranya aku mengalahkan ikan ini kalau dia punya akal licik seperti preman pasar?!"
DING!
Layar sistem muncul di depan matanya, seolah sengaja mengejek kepanikannya.
[Analisis Target]
Nama: Ikan Petir Bertanduk
Tingkat: Spiritual Rendah
Elemen: Petir
Nilai Jual: 20-40 Emas
Beni terbelalak membaca nilai jualnya. "Hanya untuk satu ekor ikan tingkat rendah saja harganya bisa sampai 2 sampai 4 juta? Kalau begini caranya, tuyul di kampung sebelah juga bakal pensiun dan ganti profesi jadi nelayan!"
Beni memegang pisaunya erat-erat. Ia menerjang maju, berniat menghabisi ikan itu sekali tebas. Namun, Ikan Petir Bertanduk itu justru melompat lincah seperti ular yang dilatih kungfu. Ia berputar di udara, lalu menyemburkan petir kecil ke arah mata Beni.
"Sialan! Awas kau!" Beni terus mengejar, namun langkahnya terhenti saat ia merasakan sesuatu yang lengket di bawah sepatunya.
BRUUK!
Kaki Beni terpeleset. Ia jatuh tersungkur dengan posisi yang sangat memalukan, wajahnya hampir mencium lantai dek yang licin oleh lendir ikan.
"Aduh! Sial amat nasibku!" Beni mengumpat sambil menatap lendir transparan yang menyelimuti lantai perahu. "Jadi ini jebakannya? Ikan kampret ini sengaja melumuri lantai agar aku tergelincir?!"
DING!
[Analisis Sistem: Skill bertarung Tuan Rumah sangat memalukan.]
[(-_-)]
Beni merasa harga dirinya terluka. "Diam kau Sistem! Aku sedang berstrategi!"
Melihat ikan itu bersiap untuk melompat kembali ke arah wajahnya dengan gigi-gigi kecil yang tajam, Beni sadar ia tidak bisa menang dengan cara bodoh.
Ia bukan petarung, ia adalah seorang nelayan. Ia memutar otak, mengingat bagaimana ayahnya dulu mengajarinya menjinakkan ikan-ikan besar di laut lepas.
Beni berhenti menyerang frontal. Ia mulai memancing gerakan ikan itu. Ia sengaja menginjak lantai yang licin, memancing ikan itu untuk menerjang, lalu saat ikan itu melompat ke udara, Beni melemparkan jaring ikan yang ia ambil dari sudut perahu.
CRAAAK!
Ikan itu terjaring, namun listriknya membuat jaring itu mulai terbakar. Tak memberi celah, Beni mengangkat kotak es kayu yang berat dan dengan satu ayunan penuh, ia menghantam kepala ikan itu.
BRAKK!
Ikan itu bergetar hebat, lalu lemas. Listrik di durinya perlahan padam. Beni jatuh terduduk di atas dek, napasnya tersengal-sengal.
"Huuh... akhirnya berhasil juga. Gila, memancing di tempat ini lebih berbahaya daripada dikeroyok satu desa," ucap Beni sambil menyeka keringatnya.
DING!
[Mendapatkan 30 Emas dan EXP!]
[Misi Baru: Dapatkan 1 Ikan Spiritual Level 1 dan kumpulkan 100 Emas!]
Beni mengernyitkan dahi setelah membaca notifikasi itu. "Tunggu dulu... ini baru tingkat rendah saja sudah seberat ini melawannya. Dan sekarang misinya adalah mendapatkan Spiritual Level 1?"
Ia menatap ke arah laut yang masih berkabut gelap. Di kejauhan, ia bisa mendengar suara-suara yang jauh lebih berat daripada raungan ikan barusan. Lautan ini seolah-olah memiliki hierarki kekuatan yang sangat mengerikan.
"Ikan tingkat rendah saja sudah bisa membuatku hampir kehilangan masa depan," gumam Beni getir. "Bagaimana rupa Ikan Spiritual Level 1? Apakah ia akan menggunakan pedang atau memanggil badai petir?"
Beni menatap perahunya yang sudah retak-retak meski baru saja di-upgrade.