ratu elok Syakira berasal dari indonesia yang berjuang sendiri di kota besar tianji yang berusaha menyembunyikan identitas aslinya karena masa kecil yang pahit,Xiao mei itulah nama sehari harinya.
bangkit sendiri dari keterpurukan yang di berikan oleh paman nya sendiri bertahan hingga masa sekolah menengah selesai,lalu pergi ke kota dimana tidak ada di pikirannya
Xing Jian hao seorang artis populer tinggi tampan,mapan dan play boy salah satu kelebihannya ,anak satu satunya dari pasangan Xing Deming dan Wang mei ,kehidupan yang bebas seperti tidak memiliki beban dalam hidupnya ,berpetualang dalam dunia hiburan yang selalu di kelilingi wanita cantik
apa jadinya jika ia bertemu dengan wanita yang acuh padanya ???
apakah Jian akan membencinya,,, atau jatuh cinta ????
selamat datang di novel kedua mie atah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mie Atah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9.percaya
Meimei berjibaku dengan waktu,semua ia lakukan agar masa tuanya hidup dengan nyaman, sampai lupa bagaimana rasanya mencintai dan dicintai ,Meimei merasa hidup sendiri sudahlah cukup di kelilingi oleh para karyawan teman dan bibi lian
Cafe mazaj adalah pencapaian pertamanya di negara cina,datang dengan membawa keberanian dan keteguhan, tidak mudah bagi Meimei agar bisa menjadi seperti sekarang
Meimei memandang satu persatu pengunjung cafe nya ,senyum nya terbit dan rasa syukur yang tak terhingga Meimei panjatkan kepada Tuhan yang maha esa
" kak Meimei ,,apa kue kecilnya mau di tambah lagi ,,???" tanya Ying hua
Meimei menggeleng " tidak ,,hari ini aku Ingin menemani cing Yue belajar ,,jadi kalian sediakan yang tersisa saja " Ying hua mengangguk
Meimei kembali melayani pembayaran
Tring
Ciangyue : mei bisakah pergi menggunakan motor mu ???
Meimei tersenyum dan membalas pesan ciangyue
Meimei : tentu saja
Ciangyue : ok aku tunggu dirumah
Meimei menyimpan kembali ponselnya melihat Jam di pergelangan tangannya " roulan ,," panggil Meimei " gantikan aku ya "
" ok kak " jawab roulan
" semuanya aku tinggal dulu " ucap Meimei yang di balasan lambaian tangan oleh pelayan cafe mazaj
Meimei keluar cafe dengan riang, sudah beberapa hari Meimei tidak mengendarai motor gedenya, tapi langkah kecilnya berhenti setelah membuka gerbang kecil menuju rumah nya ,Meimei menepuk jidatnya keras " astaga,,!!! Kenapa jadi lupa,,motorku kan dipakai si jin Hao dan sampai sekarang belum di kembalikan ,,!! Kenapa aku jadi lupa ,,,setiap hari aku melewati tempat ini kenapa tidak menyadarinya ,,,huh" Meimei segera menelpon cingyue
" cingyue seperti nya kita naik kereta saja atau taxi ,,motorku tidak ada "
" o,,oo maksudku motorku sudah beberapa hari ini tidak dipakai jadi aku takut ada sedikit kerusakan yang tidak aku sadari" elak Meimei gelagapan saat ia salah bicara dan ciangyue mempertanyakannya
meimei melanjutkan langkahnya bersiap untuk mengantar ciangyue ke perpustakaan
Distrik Wuqing nama tempat tinggal Meimei di Tianjin ,rumah cingyue tidak jauh dari cafe mazaj hanya beberapa menit menggunakan sepedah motor atau taxi
Hari ini Meimei menggunakan celana baggy warna hitam kaos putih ditutup dengan kemeja kotak-kotak yang kancingnya dibiarkan terbuka hijam pashmina panjang dan topi putih .
Penampilan Meimei sering kali di pandang aneh oleh orang orang disekitarnya karena pakaian yang selalu tertutup,dari atas sampai bawah Meimei benar benar menjaga apa yang tidak boleh di perlihatkan walaupun ilmu pengetahuan agamanya tidak seberapa tapi Meimei selalu berusaha menjaga ilmu yang ia dapat saat kecil dari guru ngajinya
Kontrakan susun tiga lantai menjadi tujuan Meimei ciangyue menjadi salah satu penghuni disana ,Meimei selalu memasang senyum manisnya pada semua penghuni kontrakan sebab Meimei sudah mengenal mereka semua,berbeda jika Meimei sedang berjalan jalan di luar atau di kampusnya Meimei hanya akan tersenyum ramah pada orang yang dikenal atau temannya,bukan karena menutup diri atau yang lain di cina senyum kepada semua orang tidak akan di anggap ramah malah akan di anggap aneh.
" ciangyue,,!" panggil Meimei masuk tanpa permisi " astaga cianyue,,!!! Kau masih berdan dan ,,??" tanya Meimei,ciangyu hanya nyengir menunjukan deretan gigi putihnya
" kau ini mau ke perpustakaan apa mau kencan ,,??" tanya Meimei heran
" kemana pun itu penampilan nomor satu " ucap ciangyue melanjutkan memoles pipinya
" cih" Meimei mencibir dan duduk di sofa kontrakan ciangyue adalah kontrakan model terbuka sama seperti rumah Meimei hanya saja kontrakan ciangyue lebih kecil
" Kita naik kereta api taxi,,???" tanya ciang Yue
" kereta saja ,,aku ingin lebih menikmati perjalanan kita,,sudah lama aku tidak berpergian menggunakan kereta " jawab Meimei yang asyik memainkan ponselnya
Ciang Yue mengangguk lalu mengambil tas nya " let's goo" ucap ciang Yue
Dari Distrik Wuqing menuju Perpustakaan Binhai Tianjin (perpustakaan yang sering viral dengan desain "mata"), Meimei dan ciangyue mengambil rute tercepat adalah kombinasi kereta cepat hight speed dari stasiun wuqing mereka menuju stasiun binhai
Meimei dan ciang Yue sangat menikmati perjalanan mereka ,sesekali melemparkan candaan ,mendengarkan ciang yue bercerita tentang idolanya yang walaupun Meimei sudah malas setiap mendengar nama jin hao
" hari ini selain ke perpustakaan kita mau kemana,,?? Tanya Meimei
" ke suatu tempat" jawab ciang Yue
" kemana,,??" tanya Meimei
" rahasia " bisik ciang yue ditelinga Meimei membuat si pemilik telinga merengut tapi juga tertawa
kereta berhenti di stasiun binhai, Meimei dan ciangyue memilih naik bus nomer 940, dari halte dekat stasiun menuju perpustakaan memakan waktu 15-20 menit dan turun di halte dekat Binhai Cultural Center
didalam bus Meimei dan ciangyue berjoget mengikuti irama yang mereka dengar dari handset ,dengan berbagi handset dengan sesekali mengikuti rilik lagunya
Perpustakaan Binhai di Tianjin, Tiongkok, adalah pusat budaya futuristik seluas 33.700 meter persegi. Dibuka pada Oktober 2017, bangunan lima lantai ini terkenal dengan julukan "The Eye" berkat auditorium berbentuk bola bercahaya di tengahnya dan rak buku bergelombang dari lantai hingga ke langit-langit yang menampung 1,2 juta buku.
Meimei dan cingyue masuk mata mereka langsung di manjakan oleh pemandangan yang estetik,Bola bercahaya di pusat ruangan (dijuluki The Eye) bertindak sebagai cermin panorama 360 derajat, dikelilingi rak-rak bertingkat yang berfungsi ganda sebagai tempat duduk dan area bersantai. " gak salah kenapa dapat julukan the eye " ucap Meimei cingyue mengangguk setuju
Meimei dan cingyue memilih naik ke lantai dua dari sana mereka berpisah cingyue mencari buku referensi untuk tugas akhirnya dan Meimei mencari buku yang asik di baca saat nanti menemani cingyue
Tangan Meimei menyentuh semua buku yang ada di rak setiap nama buku ia baca dan pilihannya jatuh pada The Three-Body Problem oleh Liu CixinNovel fiksi ilmiah mahakarya penulis Tiongkok.
Meimei memilih duduk di bawah kubah "The Eye" yang mirip pesawat luar angkasa,sambil menunggu ciangyue Meimei mulai membuka buku tersebut,Meimei terhanyut dalam dunia fiksinya membaca setiap lembar buku yang selalu membuat matanya melebar " benar kata pepatah mengatakan buku adalah jendela dunia ,,,apakah benar ada dunia seperti ini ,,??" tanya Meimei pada dirinya sendiri
Cianyue datang membawa beberapa buku " apa yang kau baca ,,??" tanya ciangyue
Meimei hanya menunjukan cover dari buku tersebut " wow,,,luar biasa sekali anda" ucap ciangyue biasanya baca tidak jauh dari bisnis dan kuliner " ucap ciangyue lagi
" cari yang beda sedikit dan aku tidak salah dalam memilih buku" ucap Meimei bangga
Mereka berdua menghabiskan waktu didalam perpustakaan,Meimei melihat jam dipergelangan tangannya " apa kamu tidak lapar,,???" tanya Meimei
Ciang Yue mengangguk " aku sangat lapar,otakku menguras habis persediaan makanan didalam perutku " dengan menunjuk ke arah perutnya yang rata
" apa masih lama,,??" tanya Meimei
" sebentar lagi " jawab ciangyue
" emmm bagaimana jika kau lanjutkan sendiri aku ingin melaksanakan kewajiban ku dulu ,,"
" iya ,,ya silahkan ,,tapi dimana,??" tanya ciangyue
" aku akan meminta izin terlebih dahulu dimana saja bebas asal jangan di kamar mandi " ucap Meimei yang mendapat pukulan dari ciangyue
Meimei pergi dan meminta izin pada petugas perpustakaan tapi tidak mendapatkan hasil akhirnya Meimei bertanya kepada petugas kebersihan yang mendapatkan respon positif dan menunjukkan tempat peristirahatan para petugas ,tanpa membuang waktu Meimei melaksanakan kewajibannya,mukena kecil selalu Meimei bawa kemanapun jika sedang tidak dalam keadaan haid .
setelah selesai Meimei tidak lupa mengucapkan terimakasih dan memberikan sedikit uang pada petugas tersebut,kembali kedalam dan menemui ciangyue yang menunggunya " sudah,,??" tanya Meimei
" sudah " jawab ciangyue " sebentar aku akan mengembalikan buku ini dulu " ucap Meimei
Mereka berdua keluar dari perpustakaan jam enam sepuluh menit sore,mencari toko kelontong yang bisa meimei makan tidak sulit di Binhai Tianjin ,resto yang biasa di kelola oleh etnis minoritas muslim Hui atau uyghur
Yisilanzhengyang Restaurant menjadi pilihan mereka, tepat di bawah Shanghai Road, Tanggu, Binhai New Area, Tianjin (berdekatan dengan Bund of Haihe River).mereka memilih menggunakan taxi agar lebih cepat jarak yang di tempuh hanya 15-20 menita
Angin malam menerpa wajah Meimei rasa dingin menusuk sampai tulang pipinya ,Meimei dan ciangyue masuk memilih duduk ditempat yang dekat dengan jendela sehingga mereka bisa menikmati keindahan malam kota binhai
menerima buku menu yang diberikan pelayan di yisilanzhengyang restaurant Menyajikan hidangan Muslim yang lezat, seperti hidangan otentik Tiongkok-Muslim (makanan khas Xinjiang/Hui).
Meimei memilih Chuanr (Sate Domba) Potongan daging domba berbumbu yang dipanggang, biasanya dilumuri dengan lapisan jintan yang tebal dan cabai.cingyue memilih Lanzhou Lamian Mi tarik tangan khas yang disajikan dengan kuah kaldu sapi bening, irisan daging sapi, dan taburan daun bawang.
Minumnya mereka memilih yang sama yaitu Teh Babao (Eight Treasure Tea),teh yang memiliki delapan bahan didalamnya, Minuman teh tradisional yang disajikan dalam cangkir tertutup (gaiwan).
Teh yang harum dan sajian yang unik Kuntum bunga krisan utuh yang mekar, buah kurma merah (angco) yang mengembang, butiran kelengkeng kering, buah goji beri (wolfberry) merah cerah, serta bongkahan gula batu di dasar cangkir.
Srruuuuuttt
" ah,,nikmat,,, hangatnyaa ,,,, masyaallah" ucap Meimei setelah teh hangat dan nikmat mengalir membasahi tenggorokannya
srruuutt
" ah nikmat ,,masallah " ucap ciangyue mengikuti apa yang dilakukan Meimei dengan ucapan masyaallah yang mengambang,setelahnya mereka saling tatap dan tertawa bersama,menikmati hidangan nikmat dan pemandangan yang menyejukkan mata
" setelah ini kita kemana,,???" tanya meimei mengelap ujung mulutnya menggunakan serbet
" ke suatu tempat " ucap Meimei misterius
" kemana,,??" tanya Meimei lagi
" kau akan tau,,cepat habiskan karena perjalanan kesana lumayan memakan waktu "
Meimei mengangguk dan cepat menghabiskan makanannya dan tidak lupa melaksanakan sholat isya di restoran tersebut
Didalam taxi online yang di pesan cingyue Meimei masih bertanya tanya kemanakah tujuan mereka kali ini,cingyue masih tidak mau memberitahukan kemana mereka pergi,tapi yang di rasakan Meimei sudah sangat lama mereka berdua didalam taxi tersebut tapi belum ada tanda tanda akan sampai
beberapa jam berkendara taxi yang membawa mereka masih belum sampai ,Meimei sudah terlelap dengan kepala yang menyandar ke kursi bagian belakang
Cingyue masih anteng menatap laptop yang ada diatas pangkuannya ,sesekali menatap layar ponsel yang menunjukan arah kepergian mereka senyumnya terbit senang karena barhasil membawa Meimei pergi jauh untuk pertama kalinya
Selamat membaca❤️❤️❤️ dari othor untuk pembaca jangan lupa like dan komentarnya
Ma'aaciiw